<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719</id><updated>2011-11-09T19:43:18.369-08:00</updated><title type='text'>jurnalnya winata</title><subtitle type='html'>kita memang harus menjadi manusia modern, tapi kita jangan pernah melupakan siapa diri kita dan darimana sesungguhnya kita berasal</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>102</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-4807201353808308543</id><published>2011-04-20T01:46:00.000-07:00</published><updated>2011-04-20T01:51:28.815-07:00</updated><title type='text'>Kemerosotan Moral dalam Bangsa yang Religius</title><content type='html'>Indonesia adalah bangsa yang sangat religius karena kegiatan ritual dan aktivitas keagamaan dilakukan penuh semangat. Tempat-tempat ibadah selalu dipenuhi oleh umatnya yang melakukan ibadah. Namun ironisnya religiusitas bangsa tidak berimplikasi pada prilaku sosial manusia Indonesia.  Terlalu banyak prilaku mulai dari rakyat biasa sampai para elit yang memberikan kita gambaran bahwa ada persoalan pada moralitas bangsa. Pejabat yang korupsi, pegawai bank yang bobol banknya sendiri, anggota DPR yang menonton video porno saat sidang sampai kekerasan atas nama Tuhan.  Mengapa bangsa yang religius harus terperosok prilaku-prilaku tak bermoral?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyebutkan setidak-tidaknya ada 155 kepala daerah di Indonesia yang terlibat pada tindak pidana korupsi. Ini berarti hampir setiap minggu ada saja kepala daerah yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Jumlah ini belum termasuk tersangka korupsi yang dilakukan oleh anggota DPRD, DPRRI dan mantan-mantan menteri. Jika dijumlahkan dengan pejabat bawahan di semua instansi pemeirntahan di Indonesia, maka bisa saja terdapat ratusan bahkan ribuan  koruptor di Indonesia. &lt;br /&gt;Tidak hanya elite kekuasaan dan pegawai pemerintahan yang dicap sebagai koruptor. Pegawai swasta juga melakukan tindakan serupa .  Ada banyak pegawai bank membobol bank tempatnya bekerja.  Atau karyawan yang menggelapkan uang milik perusahaannya tempatnya bekerja. &lt;br /&gt;Moralitas elite politik tidak hanya bisa dilihat dari tindakan korupsi yang dilakukannya, tetapi juga dari prilaku tak senonoh seperti menonton video porno saat sidang paripurna. Sebelumnya kita juga sudah banyak di sajikan berita bagaimana oknum anggota DPR video mesumnya tersebar luas di masyarakat.  Prilaku yang kurang lebih sama juga dialami anggota DPRD di daerah. Tidak sedikit yang terlibat tindakan pidana mulai dari kekerasan dalam rumah tangga sampai dengan menjadi beking judi.&lt;br /&gt;Yang paling membuat kita miris sebagai bangsa adalah maraknya prilaku tak bermoral dari mereka yang tampil secara fisik sangatlah beragama. Kekerasan atas nama agama adalah contoh nyata. Tentu sangat layak untuk dipertanyakan bagaimana sekelompok orang dengan berteriak-teriak menyebut nama Tuhan sambil mengacung-acungkan senjata tajam dan membakar rumah orang lain. Dimana moralitas ketika kekerasan demikian marak dan dibiarkan saja oleh Negara?&lt;br /&gt;Tindakan demi tindakan tak bermoral terus saja muncul di tengah-tengah masyarakat. Seakan-akan tidak ada tindakan berarti yang bisa dilakukan untuk melakukan menghambat laju kemerosotan moralitas bangsa. Para elite politik sibuk dengan urusan kekuasaannya. Sementar a elit agama juga terlibat dalam kepentingan politik. Masyarakat Indonesia hampir pasti telah kehilangan keteladanan, kehilangan panutan. Padahal masyrakat Indonesia adalah masyrakat yang paternalistic, masyarakat yang banyak berharap dari tokoh panutan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana Agama?&lt;br /&gt;Bicara tentang soal agama, maka kita bisa pastikan bahwa dari tampilan permukaan, kita adalah bangsa yang religius. Simak saja televisi kita yang hampir setiap pagi menyiarkan acara-acara penuntun rohani. Sinteron-sinteron yang marak belakangan juga semakin jamak yang begenre religi. Simak pula bagaimana tampilan fisik elite politik kita di pusat kekuasaan, semuanya menunjukkan bahwa mereka adalah sosok yang religius.&lt;br /&gt;Di tingkat akar rumput kesemarakan prilku religius juga tidak kalah. Tidak ada tempat ibadah di negeri ini yang tidak dibanjiri umat agama masing-masing. Ritual keagamaan adalah momen yang dirayakan penuh dengan semangat oleh para umatnya. Pembangunan tempat-tempat ibadah tidak pernah berhenti di negeri ini. Semuanya menunjukkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang religius jika ditinjau dari prilaku ritual yang dilakukan rakyat dan para elit nya. &lt;br /&gt;Namun sayangnya prilaku ritual ini hanya berhenti sebagai laku ritual belaka dan tidak mewujud dalam prilaku sosial. Padahal dalam kehidupan sehari-hari yang dibutuhkan adalan bagaimana laku ritual bisa di implementasikan dalam laku sosial. Jika prilaku ritual dilakukan atas dasar rasa bakti yang tulus kepada Tuhan, seharusnya prilaku sosialnya akan menempatkan kejujuran dan penghormatan kepada nilai-nilai kemanusiaan di  tempat teratas acuan tindakan dan prilaku manusia Indonesia.  Ini berarti manusia Indonesia adalah manusia yang tidak akan melakukan tindakan korupsi dan manusia Indonesia adalah manusia-manusia yang cinta damai.&lt;br /&gt;Realitas yang menjelma di hari-hari ini adalah realitas dimana ada keterputusan antara prilaku ritual dan prilaku sosial. Dalam pandangan teologis, keterputusan ini akibat dari adanya pembedaan yang sangat tajam antara kehidupan duniawi dan kehidupan akhirat. Sorga dan neraka dianggap sebagai sesuatu yang ada nun jauh disana, dialami manusia setelah memasuki kematiannya. Sementara pandangan agama yang memungkinkanmanusia melakukan penebusan dosa-dosa menjadikan ketakutan akan neraka menjadi sangat berkurang. Yang paling membahayakan tentu saja adanya keyakinan bahwa dengan tindakan kekerasan justru sorga lah yang bisa akan digapai.&lt;br /&gt;Dalam pandangan antroposentris, teori Koenjaraningrat tentang mentalitas manusia Indonesia masih relevan untuk dikemukakan. Menurut Antropolog Indonesia tersebut, mentalitas manusia Indonesia adalah mentalitas yang meremehkan mutu,  suka menerabas, tak percaya diri sendiri,  tak berdisiplin murni dan suka mengabaikan tanggungjawab yang kokoh. Mentalitas tersebut terbentuk karena terpengaruh atau bersumber pada sistem nilai budaya kita sejak beberapa generasi yang lalu, terkondisi sedemikian rupa sehingga bertahan dalam rentang waktu yang panjang.  Sedangkan setelah revolusi kemerdekaan, mentalitas bangsa Indonesia bersumber pada kehidupan ketidakpastian, tanpa pedoman dan orientasi yang tegas.  Hal ini disebabkan karena keberantakkan ekonomi dan kemunduran-kemunduran dalam berbagai sektor kehidupan sosial budaya.&lt;br /&gt;Pandangan teologis dan antroposentris ini akan menjadi tidak berarti jika bangsa Indonesia memiliki kepemimpinan nasional yang berwatak dan bermoral mulia. Kelamahan bangsa Indonesia yang sangat paternalistik justru bisa menjadi keunggulan karena hanya dengan sosok pemimpin yang bermoral dan konsisten dengan perjuangan membela kepentingan rakyat, akan lahir inspirasi kuat dikalangan masyrakat akar rumput untuk jadi manusia bermoral. Sayangnya kita belum bisa mendapatkan pemimpin bermoral dan berakhlak mulia. Sistem pemilihan langsung hanya melahirkan pemimpin korup yang haus kekuasaan politik dan materi. Pemimpin yang hanya religius pada prilaku ritual dan penampilan fisik, belum religius dalam prilaku sosialnya. Masalah bangsa ini ada pada ketiadaan kepemimpinan nasional yang menginspirasi. Kemerosotan moral terjadi karena pemimpin bangsa Indonesia hari ini adalah pemimpin yang tak bermoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan,tinggal di Semarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-4807201353808308543?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/4807201353808308543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=4807201353808308543&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4807201353808308543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4807201353808308543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2011/04/kemerosotan-moral-dalam-bangsa-yang.html' title='Kemerosotan Moral dalam Bangsa yang Religius'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-5111582624967506070</id><published>2010-12-30T20:39:00.000-08:00</published><updated>2010-12-30T20:41:03.531-08:00</updated><title type='text'>Sulitkah Mengatasi Kemacetan di Kota Denpasar?</title><content type='html'>Sama seperti kota lainnya di Indonesia, Denpasar berkembang nyaris tanpa kendali. Salah satu akibatnya adalah terjadinya kemacetan. Meski telah bisa diprediksi jauh-jauh hari, ternyata kemacetan sepertinya tidak secara sungguh-sungguh dicegah dan diatasi. Patut dipertanyakan tentang kinerja pemerintah daerah baik ditingkat propinsi maupun Kota Denpasar yang seolah-olah tiada daya mengatasi masalah kemacetan. Padahal jika sungguh-sungguh dan serius, kemacetan bukanlah soal super sulit untuk diatasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemacetan di Kota Denpasar adalah sesuatu yang telah diprediksi sejak lama.  Penulis masih ingat ketika masih menjadi peliput berita di Harian Bali Post sekitar sembilan tahun yang lalu, saat dimana jalanan di Kota Denpasar belumlah semacet sekarang ini. Sebagai seorang wartawan baru, ketika itu penulis berkesempatan mewancarai Dr. Ketut Rahyuda, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Daerah Bali. Menurut Rahyuda, jalanan di kota Denpasar akan mengalami apa yang disebut dengan “hank”, istilah di dunia komputer untuk menunjukkan terjadinya kondisi tidak bisa bergerak (beroperasi) sebagaimana mestinya. Artinya kendaraan di jalanan kota Denpasar akan mengalami kemacetan total, sampai-sampai tak bisa bergerak. Rahyuda menambahkan, bahwa “hank” nya jalanan di kota Denpasar terjadi jika sistem transportasi massal tidak dengan segera diperbaiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tentang pernyataan Rahyuda mengenai jalanan Kota Denpasar yang suatu saat akan mengalami kemacetan total (hank) menjadi topic hangat selama beberapa hari di Harian Bali Post. Banyak pihak yang kemudian menyatakan sikap sependapat dengan Rahyuda. Solusi pun kemudian coba diberikan beberapa pihak. Alternatif solusi mulai dari pengaturan jama kerja sampai pada pengadaan transportasi monorel juga dilontarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, solusi mengatasi kemacetan, tidaklah sulit karena penyebabnya juga sesungguhnya sederhana. Tak terbantah kan bahwa kemacetan terjadi berakar pada persoalan pokok yakni volume kendaraan yang ada tidak sebanding dengan ruas jalan yang tersedia. Karena itu meskipun dibuat sistem pengaturan lalu lintas yang canggih dan pembangunan jalan baru jenis apapun apakah itu jalan layang, under pass, bay pass, tidak akan mampu mengatasi masalah kemacetan . Hanya satu yang bisa dilakukan dan jika dilakukan dengan serius dan sungguh-sungguh dipastikan akan berhasil mengatasi kemacetan dalam jangka panjang. Langkah tersebut adalah pembatasan jumlah kendaraan yang ada di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatasan kendaraan di jalanan bisa dilakukan dengan; Pertama, menetapkan kebijakan pajak kendaraan pribadi secara progresif. Jika perlu pengenaan pajak progresif dilakukan secara signifikan hingga mencapai 100 persen untuk kepemilikan kendaraan berikutnya. Kedua, menetapkan kebijakan yang mempersulit pembelian kendaraan pribadi. Selama ini, pembelian kendaraan terutama roda dua demikian mudahnya. Bayangkan saja dengan uang muka hanya Rp 500 ribu, motor sudah bisa dikendarai. Maka berjibunlah kendaraan di jalanan.  Pemerintah harus berani menetapkan pajak yang tinggi dan melarang pembelian kendaraan dengan uang muka yang sangat rendah. Dengan kebijakan ini, pemerintah secara tidak langsung akan melindungi masyarakat dari praktik lintah darat tersembunyi, karena faktanya uang muka dan cicilan jika ditotal menjadikan harga kendaraan menjadi jauh lebih tinggi dari harga sesungguhnya. Secara bersamaan pemerintah akan melindungi generasi muda karena sampai saat ini telah banyak jatuh korban jiwa manusia di jalanan karena kecelakaan kendaraan roda dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, secara simultan pula pemerintah wajib menyediakan sarana transportasi massal yang benar-benar memenuhi lima prinsip utama yakni : aman, nyaman, murah, pasti dan menjangkau semua wilayah pemukiman. Transportasi umum harus dibuat menarik dan benar-benar bisa memenuhi kebutuhan serta melayani masyarakat. Tidak seperti sekarang ini dimana angkutan umum di Kota Denpasar amatlah mahal, tidak nyaman, tidak pasti dan tidak menjangkau semua wilayah pemukiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan ini harus diakui tidaklah mudah dan ini jelas akan menjadi tugas besar pemerintah yang memerlukan kesungguhan. Tidak mungkin dilakukan oleh pemerintahan yang hanya bekerja dengan sistem bussines as usual, bekerja dengan cara-cara biasa-biasa saja. Sibuk hanya dengan acara seremonial dan menghadiri peresmian ini dan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemerintahan yang yang mengabdi pada kesejahteraan rakyat (welfare state), transportasi massal adalah salah satu tugas utama disamping  penyediaan air bersih dan pendidikan yang layak. Transportasi ibarat aliran darah yang ada dalam tubuh manusia. Kalau sistem aliran darah itu tersumbat atau macet, maka sakitlah badan bahkan bisa saja mati manusia itu. Demikian pula sebaliknya, jika aliran darah lancer, maka sehatlah manusia itu. Sistem transportasi yang baik akan menjadi pemicu terutama pada sektor ekonomi. Bayangkan berapa liter BBM yang akan bisa dihemat karena kendaraan yang ada jumlahnya terbatas? Berapa banyak biaya perbaikan jalan yang bisa dihemat karena jalanan bisa menjadi lebih awet. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah seberapa besar polusi udara bisa ditekan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin daerah harus menjadi pengambil kebijakan strategis dan berani. Tidak tunduk pada kekuatan-kekuatan penguasa modal. Selama ini ada dugaan bahwa ketiadaan keberanian untuk mempersulit kepemilikan kendaraan karena lobi yang kuat dari pemilik dealer-dealer kendaraan. Jika pemerintah menetapkan kebijakan mempersulit kepemilikan kendaraan maka dipastikan diler-diler tersebut akan mati.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat kita bersama-sama sangat sedih dan prihatin adalah hingga saat ini tiada upaya yang benar-benar serius dilakukan oleh pemerintahan dalam menanggulangi kemacetan. Pemerintah seakan-akan tidak berdaya dan ketidakberdayaan ini sangatlah tidak bisa diterima. Bukankah mereka selama ini telah dibiayai kehidupannya dari uang pajak rakyat?. Kalau para birokrat itu terutama yang harusnya memikirkan tentang masalah transportasi memang merasa tak berdaya, harusnya mereka malu untuk makan gaji dari uang rakyat. Persoalanya mungkin bukannya pemerintah tidak mampu, melainkan tidak mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, Wartawan, Tinggal di Semarang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-5111582624967506070?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/5111582624967506070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=5111582624967506070&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5111582624967506070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5111582624967506070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/12/sulitkah-mengatasi-kemacetan-di-kota.html' title='Sulitkah Mengatasi Kemacetan di Kota Denpasar?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-3078008171558005965</id><published>2010-12-26T18:14:00.000-08:00</published><updated>2010-12-26T19:01:48.012-08:00</updated><title type='text'>Timnas Sepak Bola Negeri Lebay</title><content type='html'>Saya sampai sekarang tidak habis pikir, mengapa perhatian terhadap sepak bola Indonesia yang bisa masuk babak Final Piala AFF 2010 begitu besarnya. Padahal prestasi ini bukanlah sesuatu yang luar biasa mengingat sebelumnya Indonesia pernah menggapai babak final pada kejuaraan yang sama. Kalau saja prestasi PSSI kali ini adalah masuk final piala Asia misalnya, gegap gempita dukungan seluruh komponen bangsa ini mungkin masih bisa saya terima. Tetapi kali ini belum ada peningkatan prestasi, karena tahta juara Asia Tenggara belum ada ditangan. Lalu mengapa bisa dukungan dan perhatian yang ada demikian besarnya, sampai-sampai seorang presiden SBY menonton semua laga semifinal secara langsung di stadion Gelora Bung Karno. Seolah-olah tidak ada kerjaan lain yang lebih berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pecinta sepak bola. Meski tidak berprestasi mentereng, setiap Indonesia berlaga melawan negara lain disebuah ajang kejuaraan dan itu disiarkan televisi, saya menyempatkan diri untuk menonton. Saya tentu berharap Indonesia bisa juara suatu saat, meski itu nyaris selalu menjadi harapan kosong. Mungkin karena kenyataan itulah saya tidak pernah lagi berharap terlalu tinggi, Indonesia bisa menjadi juara disbuah ajang bergengsi. Kalaupun juara saya akan gembira, kalaupun kalah ya biasa saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk kejuaraan tingkat Asia Tenggara, prestasi Indonesia bisa dibilang stabil. Stabil menjadi semifinalis atau finalis dan stabil belum pernah menggapai juara I. Sampai tulisan ini saya buatpun juara belum ada ditangan Timnas Indonesia. Jadi emosi saya juga stabil-stabil saja menyikapi apa yang diraih timnas saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya menengok ke sekeliling saya terutama apa yang saya lihat melalui media massa, maka saya pun menjadi terkejut-kejut. Masyarakat Indonesia menjadi demikian tergila-gila dengan Timnas Sepakbola Indonesia. Ada berita tentang kaos Timnas yang laris manis, ada berita tentang orang yang ngantri beli tiket pertandingan sepak bola, ada berita tentang timnas yang diajak wara-wiri dijamu makan malam, dan banyak lagi berita-berita seputar timnas yang menurut saya sudah diluar akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah resiko sebagai bangsa yang kalau dalam istilah anak-anak muda sekarang disebut "lebay". Ya bangsa ini benar-benar lebay. Kadang kalau saatnya cinta, ya cinta membabi buta. Nah kalau pas saatnya membenci, maka akan membenci setengah mati. Akal sehat kita telah lama terkubur dalam benak yang paling dalam. Tidak ada lagi sikap yang proposional dalam menanggapi sesuatu. Begitu saja semuanya ikut larut dan tidak mampu berpikir sehat dan sewajarnya. Ironisnya justru para pemimpin negeri ini juga ikut larut dan mengambil ruang kesempatan untuk pencitraan diri dan kelompoknya. Semuanya berlomba-lomba menjadi pihak yang paling perhatian terhadap keberadaan timnas. Bahkan ada tokoh politik yang memberi hibah tanah 25 hektar bagi timnas untuk homebase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditingkat akar rumput, kehilangan akal sehat ditunjukkan dengan kerelaan mengantri tiket dan bahkan membuat kerusuhan ketika panitia dianggap tidak becus. Yang paling memprihatinkan ada 1 orang yang disebutkan di berita televisi meninggal saat antri tiket. Mengapa harus sampai demikian masyarakat menyalurkan euforia kecintaan terhadap timnas yang kalau mau jujur, sekali lagi belum begitu berprestasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita lihat saat ini, menjadikan kita harus berpikir ulang. Kembalikan akal sehat kita pada tempatnya. Dukunglah timnas dengan sewajarnya dan tidak berlebihan. Presiden lakukanlah tugas sebagaimana mestinya, jangan melihat ini sebagai kesempatan untuk menaikan citra. Himbaulah para tokoh politik untuk bersikap sewajarnya. Bersabarlah hingga Timnas benar-benar juara. Jika sudah juara mari kita rayakan dengan sewajarnya juga. Jika sudah juara, jamulah mereka makan malam, makan pagi atau makan siang. Jika sudah juara, berilah pemain timnas bonus sewajarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-3078008171558005965?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/3078008171558005965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=3078008171558005965&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3078008171558005965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3078008171558005965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/12/timnas-sepak-bola-negeri-lebay.html' title='Timnas Sepak Bola Negeri Lebay'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-8350357633439078876</id><published>2010-12-10T19:38:00.000-08:00</published><updated>2010-12-10T19:41:20.432-08:00</updated><title type='text'>Menggugat Demokrasi Indonesia</title><content type='html'>Demokrasi adalah pemenang dari pertarungan panjang antar ideologi di dunia sepanjang sejarah modern umat manusia. Komunisme sebagai satu-satunya penantang tangguh, telah ditundukkan ketika Uni Soviet mengalami keruntuhannya. Kini masyarakat dunia tidak lagi bisa berpaling dari ideologi demokrasi karena sepertinya tidak lagi pilihan lainnya yang lebih masuk akal. Kalaupun komunisme memang masih hidup di sejumlah Negara, faktanya rakyat di Negara tersebut hidupnya tidaklah lebih baik terutama dari aspek kesejahteraan. Kuba dan Korut adalah Negara yang masih menganut system komunisme, rakyatnya belum bisa dikatakan sejahtera. Hanya Cina yang bisa disebutkan sebagai Negara yang berhasil dalam kesejahteraan rakyat meski masih menganut system komunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara eropa dan Amerika menjadi bukti nyata keberhasilan demokrasi karena rakyat di Negara tersebut realatif lebih sejahtera. Demokrasi berhasil mendorong peningkatan kesejahteraan karena dalam system demokrasi, pemerintahan dipilih langsung oleh rakyat dan diawasi oleh wakil-wakil rakyat yang juga dipilih langsuing oleh rakyat dan duduk di badan legislative. Pemimpin yang dipilih langsung rakyatnya tentu akan lebih memperhatikan rakyat. Pemimpin ini tidak akan berbuat diluar ketentuan karena dia diawasi oleh para wakil rakyat. Demokrasi memungkinkan kepentingan rakyatlah yang paling penting diatas kepentingan yang lain. Jadilah kesejahteraan rakyat akan segera terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan Indonesia yang telah menerapkan system demokrasi yang nyaris utuh yakni dengan system “one man one vote”? Adakah para pemimpinnya telah memikirkan rakyat sebagaimana mestinya? Adakah para wakil rakyat yang dipilih telah melakukan fungsi pengawasannya secara baik dan benar?. Dan yang paling penting dari semua indikator tersebut, adakah tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia menjadi lebih baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakadilan cara ilmu ekonomi dalam menghitung tingkat kesejahteraan, menjadikan Indonesia secara data memiliki kekuatan yang cukup baik. Ini berarti tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia dalam data dianggap sudah baik. Ketidakadilan cara ilmu ekonomi dalam menghitung angka-angka yang menentukan indikator kekuatan ekonomi sebuah Negara terletak pada penekannya hanya pada akumulasi total kekayaan seluruh rakyat dibagi jumlah penduduk. Artinya kekayaan seluruh rakyat baik yang superkaya sampai yang super miskin di jumlahkan. Tentu saja angkanya bisa sangat besar. Dan ketika dibagi dengan jumlah rakyat, tanpa memandang miskin dan kaya, maka jumlahnya bisa cukup besar. Inilah yang dalam ilmu ekonomi disebuat dengan tingkat penghasilan rata-rata penduduk. Kalau tingkat penghasilan rata-rata penduduk sebuah Negara besar, maka tingkat kesejahteraanya dianggap layak. Dari kajian ini, terlihat kesejahteraan ekonomi rakyat Indonesia masuk katagori baik-baik saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah indikator ekonomi lainnya juga kurang lebih bermakna sama. Yang aterjadi adalah penjumlah total kekayaan dan kurang melihat pada fakta riil sampai ketingkat kondisi ekonomi masyarakat terbawah. Boleh saja rakyat mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok yang semakin sulit terbeli. Atau ada begitu banyak kasus bunuh diri berlatar belakang kesulitan ekonomi. Tetapi semua fakta yang meragukan tingkat kesejahteraaan rakyat itu semua akan tidak berarti sama sekali ketika misalnya dalam hal cadangan devisa Negara cukup tinggi, atau jumlah arus modal yang masuk sangat besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator-indikator ekonomi tersebut lalu membawa konsekuensi pada tertutupnya realitas paling nyata dari masalah tentang kesejahteraan. Sehingga ketika ditarik pada konteks keberhasilan system demokrasi di Indonesia, para pemimpin akan menyebut dengan bangga, bahwa Indonesia telah berhasil melaksanakan demokrasi. Kebanggaan semakin bertambah ketika pujian datang dari Negara-negara lain yang menempatkan Indonesia sebagai Negara demokrasi terbesar ke 3 yang pantas untuk dicontoh.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ralatif amannya sejumlah pemilihan umum di Indonesia, memang menjadi fakta bahwa ternyata rakyat Indonesia mampu berdemokrasi dengan baik. Terjadi sejumlah konflik, namun mampu diatasi dan atau berlalu begitu saja. Semua pemilihan kepala daerah misalnya telah berhasil memilih kepala daerah dan meski ada gugatan-gugatan, toh tetap bisa dilantik dan menjalankan tugas-tugasnya sebagai pemimpin. Demikian juga dengan wakil rakyat di DPRD, DPR dan DPD telah dipilih rakyat dan bisa melaksanakan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja kini kita sedang dihadapkan pada realitas yang sangat menyayat hati nurani kita, karena ternyata hamper semua pemimpin yang dipilih oleh rakyat secara langsung justru gagal menjadi pemimpin sesungguhnya. Rakyat tidaklah menjadi perhatian utama para pemimpin karena sejumlah kasus-kasus korupsi telah menjerat mereka. Kalaupun tidak terungkap sebagai kasus, prilaku korup tetap bisa nampak karena nyaris kepentingan rakyat banyak diabaikan. Setelah menjadi pemimpin dan duduk dikursi empuk kekuasaan, prilaku mereka yang dipilih oleh rakyat secara langsung maupun tidak secara langsung tidak ada perbedaan kualitas. Pemimpin tetap saja terlalu sibuk dengan urusan rutin mereka dan gagal melakukan terobosan yang berarti dalam mengangkat harkat martabat rakyat yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji-janji ketika kampanye tidak banyak yang direalisasikan. Bahkan terkesan dilupakan. Uniknya adalah, rakyat pun seakan-akan ikut lupa akan janji-janji pemimpin dimasa-masa kampanyenya. Tidak ada lagi yang mengingat apalagi berusaha untuk menagih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu para wakil rakyat yang juga dipilih langsung oleh rakyat menunjukkan prilaku yang tidak lebih baik. Kunjungan kerja kesana-kemari menghabiskan uang rakyat. Berusaha untuk selalu memenuhi kebutuhannya dengan membuat aturan-aturan mengenai berbagai macam tunjangan-tunjangan. Kalaupun ada dari mereka yang berbicara, semuanya nyaris hanyalah suara kosong yang tidak pernah memiliki dampak apapun. Alih-alaih memikirkan rakyat banyak, para wakil rakyat sibuk menghitung dana-dana bantuan sosial yang akan diberikan kepada para konstituennya untuk menyenangkan hati mereka. Itupun kalau masih sempat akan dikorupsi juga. Dana bantuan social membangun jembatan di desa bisa jadi angka resminya mencapai Rp 100 juta. Lalu 50 persen atau bahkan lebih dimasukan kekantong oknum wakil rakyat dan sisanya baru benar-benar digunakan untuk membangun. Ini praktik yang umum, dan hanya wakil rakyat yang bernasib apes saja yang akan ketahuan. Itupun bisa jadi mereka tidak akan diapa-apakan oleh aparat hukum karena mereka punya uang untuk menyuap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah wajah demokrasi Indonesia hari ini. Boleh saja secara prosedural telah berjalan sebagaimana mestinya. Tetapi secara substantif, masih sangat layak untuk dipertanyakan. Sistem demokrasi apapun apakah itu dipilih langsung rakyat dengan system one man one vote ataukah system perwakilan, watak manusia pemimpinnya tidak banyak berbeda. Hanya saja perbedaannya terletak pada biaya yang dikeluarkan dalam system demokrasi pemilihan kepala daerah langsung biayanya sangatlah tidak murah. Angkanya bisa mencapai puluhan hingga milyaran rupiah. Bahkan kalau ada gugatan dari calon yang kalah dan gugatanya menang, maka akan ada pemilihan ulang. Artinya dana yang harus dikeluarkan akan bertambah lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-8350357633439078876?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/8350357633439078876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=8350357633439078876&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8350357633439078876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8350357633439078876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/12/menggugat-demokrasi-indonesia.html' title='Menggugat Demokrasi Indonesia'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-6200370007139323183</id><published>2010-12-03T18:33:00.000-08:00</published><updated>2010-12-03T18:37:12.527-08:00</updated><title type='text'>SBY, Komunikator yang Buruk?</title><content type='html'>Berulangkali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  membuat banyak pihak salah paham tentang pernyataan atau statementnya di media. Yang terbaru adalah kesalahpahaman terkait masalah “Demokrasi VS Monarki” menyangkut keistimewaan Jogjakarta. Ketika seorang presiden sebuah negara membuat rakyatnya berulangkali mengalami kesalahpahaman, tentu ada persoalan mendasar yang dialami SBY sebagai seorang komunikator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu komunikasi, setidaknya ada 4 komponen penting yang memegang peranan penting bagi efektivitas penyampaian sebuah pesan yakni komunikator (sender), pesan itu sendiri (massage), saluran yang dipergunakan (channel) dan penerima pesan (komunikan/receiver). Ketidakberesan pada salah satu komponen tersebut tentu akan membawa pengaruh pada kegagalan penyampaian makna yang dimaksudkan oleh si komunikator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus kesalahpahaman yang dibuat oleh SBY maka kita bisa melihat bahwa ada persoalan yang tidak beres pada komponen komunikator. Sebagai seorang penyampai pesan atau komunikator SBY, mengalami ketidakberesan dalam proses pengolahan berbagai informasi agar menjadi pesan yang tepat. Proses pengolahan informasi untuk menjadi pesan dipengaruhi oleh banyak faktor yang ada dalam diri komunikator. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ruben&amp;Stewart  untuk menjadi komunikator yang bisa menyampaikan pesan dengan baik kepada komunikan, pastinya harus menerapkan syarat-syarat antara lain: kedekatan dengan khalayak, mempunyai kesamaan dan daya tarik sosial dan fisik, kesamaan dengan komunikan, dikenal kredibilitasnya dan otoritasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejumlah syarat tersebut, maka SBY sebenarnya telah memenuhi hampir keseluruhannya kecuali pada syarat pertama yakni kedekatannya dengan khalayak. Dalam hal ini tentu yang dimaksud adalah pemahaman yang mendalam tentang siapa yang sedang diajak berkomunikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pejabat Negara,  SBY dalam setiap statement publiknya pastilah akan disampaikan kepada masyarakat luas sebagai penerima pesan. Fakta bahwa masyarakat Indonesia terfragmentasi dalam berbagai tingkatan status ekonomi, pendidikan dan latar belakang social yang berbeda wajb dipahami oleh SBY sebagai seorang presiden terkait posisinya sebagai seorang komunikator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebagai seorang komunikator, SBY memahami siapa komunikannya tentu ia tak akan menyampaikan pesan yang tidak dapat ditangkap dengan baik oleh pihak penerima pesan. Jadi disini pemahaman tentang rakyat Indonesia menjadi factor yang penting. Kalau kemudian terjadi terlalu banyak kesalahpahaman, maka SBY bisa dikatakan kurang memahami rakyat Indonesia secara utuh. Sangatlah ironis seorang presiden dengan masa jabatan hamper enam tahun lamanya, terkesan kurang memahami rakyatnya. Dampaknya SBY menjadi seorang komunikator yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerima Penghargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, fakta lain yang memebuktikan SBY pernah mendapat penghargaan sebagai Presiden Komunikator Terbaik Dunia dari praktisi komunikasi korporat dan publik yang tergabung dalam the Public Affairs Asia, Februari lalu, tentu akan memancing kita untuk memperdebatkan pernyataan yang menyebut kalau SBY adalah seorang komunikator yang buruk. Disamping itu, kemenangan SBY dalam pemilihan langsung 2009 lalu dengan sangat telak juga membuktikan bahwa komunikasi yang dibangun SBY dengan tim suksesnya tidaklah diragukan lagi kehandalannya. Lalu bagaimana menjelaskan lebih lanjut tentang persoalan kesalahpahaman dari komunikasi yang dilakukan SBY selama ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen W. Littlejohn seorang teoritisi ilmu komunikasi menyatakan bahwa seorang komunikator dipengaruhi oleh berbagai macam aspek. Tinjauan  sosiopsikologis menjadi pendekatan yang paling objektif untuk memahami seorang komunikator. Sosiopsikologis lebih berkaitan dengan keadaan yang ada dalam diri seorang komunikator, baik itu terkait watak, sifat bawaan termasuk faktor-faktor biologis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika SBY menjadi seoorang komunikator yang berhadapan langsung dengan berbagai peristiwa atau isu, maka SBY akan cenderung membawa aspek sosiopsikologisnya. Ini berarti watak dan sifat bawaaan lahir SBY akan menjadi faktor kunci untuk menentukan apakah SBY akan menjadi seorang komunikator yang baik atau buruk. Kalau kemudian terjadi banyak kesalahpahaman, maka posisi SBY sebagai komunikator tidaklah bisa dikatakan baik. Ini berarti ada persoalan pada faktor sosiopsikologis seorang SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi yang berbeda dihadapi ketika SBY sedang melakukan kampanye politik pemilihan presiden. Peran dari kerja tim jauh lebih berperan daripada aspek sosiopsikologis seorang SBY. Disini peran dari tim sukseslah yang menentukan apakah SBY akan menjadi seorang komunikator yang baik atau buruk. Penerimaan penghargaan sebagai komunikator politik yang baik sesungguhnya bukanlah mencerminkan pribadi SBY yang asli, melainkan hanyalah hasil polesan yang membentuk citra “seolah-olah”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-6200370007139323183?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/6200370007139323183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=6200370007139323183&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6200370007139323183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6200370007139323183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/12/sby-komunikator-yang-buruk.html' title='SBY, Komunikator yang Buruk?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-6221208599628796850</id><published>2010-09-01T00:54:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T01:44:15.888-07:00</updated><title type='text'>Denpasar, (benar-benar) Sorganya para Preman.</title><content type='html'>Kasus kekerasan dengan pelaku kelompok tertentu yang identik dengan preman kembali terjadi di Denpasar. Tidak tanggung-tanggung peristiwa terjadi di Sekolah Dwijendra di kawasan Kreneng yang berada tidak sampai 300 meter dari Markas Polisi Daerah Bali. Sekelompok massa dari sebuah organisasi bela diri menyerbu dan melakukan kekerasan terhadap dua orang satpam serta menantang perwira TNI yang hendak melerai (Bali Post, 1/9). Sungguh sebuah peristiwa yang sangat pantas mengundang keprihatinan kita bersama karena ternyata kekerasan oleh kelompok preman sama sekali tidak berkurang bahkan malah semakin menjadi-jadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak catatan kekerasan melibatkan kelompok preman yang tidak saja mengakibatkan kerugian materi tetapi juga nyawa melayang. Kejadiannya bisa beruntun dan seolah-olah tak mampu dicegah oleh pihak keamanan. Tidak ada rasa takut sedikitpun bagi mereka yang terlibat dalam kekerasan. Tidak takut akan akibat bahwa apa yang mereka lakukan akan membuat kerugian di pihak lain. Bahkan para preman sepertinya tidak punya rasa takut akan tindakan hukum yang harus mereka tanggung. Seakan-akan ini negeri yang tidak memiliki hukum dan yang berlaku adalah hukum rimba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurai kekusutan persoalan premanisme di Kota Denpasar sebenarnya bisa dilakukan dengan menunjukkan sikap tegas pihak aparat keamanan/kepolisian dan berani berada pada posisi diametral/berseberangan dengan kelompok preman. Ketegasan sikap ini sangatlah penting, mengingat sampai saat ini diakui atau tidak kelompok-kelompok preman yang ada di Denpasar memiliki kedekatan hubungan dengan sejumlah oknum kepolisian. Paling tidak para pentolan preman adalah orang-orang yang dikenal dan cukup dekat dengan petinggi kepolisian. Ini seperti menjadi rahasia umum, mengingat fakta bahwa sesungguhnya tidak sulit untuk mengetahui siapa-siapa yang menjadi "pemimpin" kelompok preman karena keberadaan mereka memang sangat terbuka dan mudah diketahui masyarakat. Bagi anda yang cukup dekat dengan kehidupan malam atau sering dugem di lokasi-lokasi semacam karaoke, mungkin anda akan disajikan fakta bahwa para preman dan oknum polisi sering berkaraoke bareng sambil menenggak minuman keras bahkan narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolri Bambang Hendarso Danuri, pada masa awal dilantik pernah menyatakan perang terhadap para preman. Alhasil operasi menciduk para preman pun kemudian dilakukan di beberapa kota besar. Sampai saat ini masih cukup sering dilakukan operasi para preman, hanya saja yang ditangkap preman kelas teri semacam para pemalak dan bahkan para pengamen jalanan. Kepolisian Daerah Bali, tidak pernah terdengar melakukan operasi para preman dan ini cukup menjadi pertanda bahwa memang sejumlah petinggi Polisi di Bali memiliki kedekatan dengan para preman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja ada keberanian sikap untuk secara tegas berseberangan dengan para preman dalam artian tidak berkonco ria dengan para preman, maka kepolisian akan bisa bersikap jauh lebih tegas. Pengawasan atas organisasi Preman bisa dengan mudah dilakukan dan sedikit saja ada gerakan yang mencurigakan polisi bisa mengambil langkah pencegahan. Harusnya kepolisian daerah bali khusunya mereka yang ada dalam wilayah tugasnya yakni Polwil Kota Denpasar bisa dengan mudah mencegah terjadinya tindakan kekerasan oleh para preman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, kelompok preman juga merupakan bagian yang sering dimanfaatkan dalam kepentingan politik bagi sejumlah elite partai politik. Bahkan tidak sedikit elite parpol di Denpasar yang mengandalkan kelompok-kelompok preman untuk menjaga kekuasaan dan menjamin kekuasaannya tidak diganggu gugat pihak lain. Sebenarnya ini merupkan bagian dari modus yang lazim dipergunakan dimasa orde baru. Golkar ketika itu tidak segan-segan merekrut pentolan preman untuk menjadi orang penting di Golkar bahkan mencalonkan mereka sebagai wakil rakyat. Sejumlah orang yang dikenal sebagai tokohnya para preman memang tercatat pernah menjabat sebagai wakil rakyat, misalnya saja Minggik dan ada lagi nama-nama lainnya. Ironisnya para era reformasi, praktik merangkul para preman tidak berhenti, justru semakin parah. Jika pada era Golkar pimpinannya masih dipegang orang-orang yang realtif intelek, maka diera refromasi saat PDI P berjaya, maka pimpinan partainya adalah preman itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara merangkul dan mengakomodir kelompok preman untuk kepentingan politik sebenarnya sangat-sangat berbahaya. Karena itulah, dulu diera awal tahun 2000 an ketika Walikota Denpasar (Puspoyoga) membentuk apa yang dinamakan Forum Peduli Denpasar (FPD), saya sudah melihat akan terjadi dampak buruk dalam jangka panjang. "Melegalkan" para preman amatlah sangat tidak bijak dan ini merupakan pilihan yang sangat fatal akibatnya. Faktanya memang demikian. Tindakan kekerasanpun kemudian sama sekali tidak terhindarkan. Peristiwa di era itu yang paling saya ingat adalah tindakan FPD yang melakukan teror kepada salah seorang anggota DPRD Kota dari PAN yang berseberangan dengan Walikota. Lalu masa-masa berikutnya, dengan silih berganti peristiwa kekerasanpun terjadi oleh kelompok-kelompok preman yang digalang oleh para elite-elite politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas sejumlah fenomena diatas, maka dimasa mendatang masih akan sangat sulit berharap bahwa tindakan premanisme akan segera berhenti di kota Denpasar. Selama kepolisian melalui oknum-oknumnya tetap berkonco ria dengan para preman, dan para elite parpol tetap "menghidupi" para preman, maka premanisme akan tetap merajalela. Ini belum lagi kalau kita melihat betapa kehidupan masyrakat kota Denpasar terutama yang merupakan penduduk Asli Denpasar, kini sudah sangat terdesak diberbagai bidang. Secara ekonomi mereka dikalahkan oleh para pendatang yang jauh lebih ulet dan tekun bekerja. Sementara pemuda-pemuda Denpasar semakin hari menjadi semakin malas, jobless (pengangguran) tetapi memiliki keinginan untuk bisa hidup enak terus. Lingkungan yang semakin permisif juga menjadikan pemuda-pemuda Denpasar semakin banyak yang tidak terkendali. Meminum minuman keras misalnya menjadi pemandangan yang dianggap lumrah dan wajar. Tak satupun dari kita yang mampu menghentikannya. Dan mungkin tidak ada setupun dari kita termasuk para parat keamanan dan para pejabat pemerintahan apakah itu lurah, camat, atau walikota yang mampu mengatasi masalah ini. Denpasar akan tetap menjadi sorganya bagi para preman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-6221208599628796850?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/6221208599628796850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=6221208599628796850&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6221208599628796850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6221208599628796850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/09/denpasar-benar-benar-sorganya-para.html' title='Denpasar, (benar-benar) Sorganya para Preman.'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-936603657598397362</id><published>2010-08-31T01:17:00.000-07:00</published><updated>2010-08-31T01:50:01.815-07:00</updated><title type='text'>Tuntaskan Konflik dengan Malaysia, Presiden SBY harus sungguh-sungguh Bekerja untuk Rakyat</title><content type='html'>Hari Senin 30 Agustus 2010, Program Acara "Ngobrol bareng Mbah Mangun" di Cakra Semarang TV mengangkat topik "Bagaimana Harusnya Pemerintah Menyikapi Persoalan dengan Malaysia". Banyak hal menarik yang bisa diambil dari program dialog interaktif, terutama beragamanya tanggapan dari pemirsa melalui saluran telepon. Mbah Mangun yang merupakan nama akrab dari Ismangoen Notosapoetro tokoh masyrakat Jawa Tengahk juga memberikan argumentasi yang mungkin bisa dikatagorikan sebagai sebuah solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari pemirsa yang berinteraktif melalui SMS dan telepon yang bernada marah, penuh nasionalisme dan patritisme mengobarkan semangat "konfrontasi" dengan Malaysia. Tetapi ada yang sebagian mencoba melihat masalah ini dengan melakukan introspeksi diri, bahwa masalah dengan Malaysia adalah bagian dari betapa rapuhnya kondisi bangsa ini. Pemimpin yang tidak pernah jelas dan tegas sikapnya, semakin memperparah keadaan. Yang paling luara biasa adalah ketika persoalan ini ditanggapi oleh banyak kalangan dengan nada geram, tetap saja presiden SBY adem ayem. Padahal jika dilihat bahwa bergeraknya sejumlah komponen rakyat melalui aksi demonstrasi tidak lepas dari ketiadaan sikap tegas dari pemerintah. Karena pemerintah tidak kunjung bisa mewakili aspirasi masyrakat, akhirnya masyarakat mengambil langkahnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sikap pemerintah yang sekarang ini terkait persoalan dengan Malaysia, tidak sepenuhnya mengundang ketidakpuasan. Pak Budi, penelepon dari Semarang misalnya mengatakan Indonesia tidak perlu bersikap berlebihan karena memang Indonesia saat ini harus diakui kalah dalam segalanya. Apalagi, lanjut Pak Budi, istrinya saat ini sedang ada di Malaysia dalam kepentingan bekerja mengais rejeki. Apa jadinya jika Indonesia benar-benar perang dengan Malaysia, bisa-bisa istri Pak Budi tidak kembali ke Semarang. Ini memang menjadi persoalan yang cukup pelik terutama bagi mereka yang memiliki anggota keluarga yang sedang bekerja di Malaysia. Menurut data yang ada, setidak-tidaknya tercatat  ada dua juta jiwa rakyat Indonesia yang saat ini mengais reejeki di negeri Jiran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Mangun memahami betul pendapat dari Pak Budi. Dan tentu saja dalam kondisi seperti sekarang, dimana merupakan era modern, jalan perang fisik secara langsung bukanlah pilihan utama. Langkah diplomasi yang lebih baik yang harusnya di lakukan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini tidak lain dan tidak bukan haruslah dilakukan oleh Presiden SBY. Ketegasan sikap dalam berdiplomasi bisa diwujudkan dalam bentuk penyampaian sikap yang benar-benar lugas dan tegas. Ini untuk membuat Malaysia bisa sedikit lebih gormat kepada bangsa Indonesia. Jika ini terjadi maka, warga negara Indonesia yang ada di Malaysia akan semakin dihormati sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Mbah Mangun menyebutkan bahwa persoalan yang demikian peliknya mendera bangsa ini harus diakui telah menyeret bangsa Indonesia menjadi bangsa yang tidak lagi bisa dihormati oleh bangsa lainnya. Dengan tingkat korupsi yang demikian menguat, dengan tingkat kemiskinan yang semakin tinggi dan dengan lemahnya kekuatan militer (banyak pesawat TNI yang jatuh, apalagi yang bisa membuat negara lain hormat kepada Indonesia. Belum lagi ekspor TKI yang dilakukan adalah TKI dengan kualifikasi ketrampilan yang rendah untuk menjadi pembantu rumah tangga yang nasibnya tdak sedikit yang mengalami siksaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin ada penghargaan dari bangsa lain, maka yang harus dilakukan Presiden SBY adalah sungguh-sungguh mengerjakan tugas-tugasnya membela rakyat Indonesia agar bisa lebih sejahtera. Korupsi harus benar-benar diberantas, tidak hanya dalam tataran wacana atau retorika belaka. Demikian pula dengan perbaikan nasib petugas-petugas negara yang bertugas di wilayah perbatasan. Mutlak harus diperhatikan dan diberikan penghidupan yang benar-benar layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, persoalan dengan Malaysia adalah peringatan dari Tuhan, bahwa bangsa ini harus benar-benar melakukan introspeksi diri. Terutama para pemimpinnya agar melayani rakyat dengan lebih baik dan tanpa pretensi untuk menjaga jabatannya semata. Sikap Malaysia mengingatkan kita bahwa sesungguhnya Indonesia benar-benar perlu banyak berbenah agar penghormatan terhadap bangsa ini oleh bangsa lain bisa diraih kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja indonesia benar-benar perang dengan Malaysia, one by one, tanpa bantuan negara lain, tidak sulit bagi Indonesia untuk meraih kemenangan. Tetapi perang bukanlah penyelesaian. Yang mutlak saat ini adalah presiden SBY harus benar-benar bekerja untuk rakyat, dan itu akan menyelesaikan banyak sekali persoalan. Termasuk persoalan dengan Malaysia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-936603657598397362?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/936603657598397362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=936603657598397362&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/936603657598397362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/936603657598397362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/08/tuntaskan-konflik-dengan-malaysia.html' title='Tuntaskan Konflik dengan Malaysia, Presiden SBY harus sungguh-sungguh Bekerja untuk Rakyat'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-51890704092800908</id><published>2010-08-30T20:37:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T22:03:31.380-07:00</updated><title type='text'>Menolak Mobil Dinas Baru, Demi Siapa???</title><content type='html'>Gubernur Bali Made Mangku Pastika diberitakan menolak pengadaan mobil dinas baru. Keputusan yang menurut saya cukup  "nyeleneh" bila dikaitkan dengan apa yang menjadi kebiasaan para pejabat di negara ini. Seperti yang beralku umum, ketika seorang pejabat diberikan jatah mobil dinas baru, meski hantaman kritik datang dari segala penjuru, si pejabat pasti cuek saja. Mobil dinas baru dengan harga yang mencapai ratusan juta bahkan milyaran rupiah tetap saja dinikmati. Di Jawa Tengah misalnya. Meski ketika kampanye Bibit Waluyo memiliki slogan Mbali Ndesa Mbangun Ndesa (kembali ke desa membangun desa), toh ketika disodori pengadaan mobil dinas seharga milyaran rupiah, tidak kuasa ditolaknya. Contoh paling nyata adalah apa yang terjadi di antara para menteri kabinet Indonesia Bersatu II. Ratusan Milyar rupiah uang rakyat dipergunakan membeli mobil dinas baru meski kritikan sangat deras dan datang bertubi-tubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan Mangku Pastika menolak mobil dinas baru pun kemudian menarik untuk disimak. Diharian Kompas (31/8) disebutkan alasan penolakan karena ada hal-hal yang lebih penting yang harus diutamakan untuk dibiayai. Dengan mobil yang ada sekarang, Mangku Pastika mengaku cukup nyaman. Memang kalau bicara urusan lebih penting yang harus dibiayai oleh uang rakyat pastilah jauh lebih banyak. Diperlukan dana yang sangat besar, jauh diatas harga mobil dinas baru. Kalau saja dua mobil dinas baru untuk gubernur danwakilnya ada dikisaran dua mliyar rupiah, maka keperluan untuk membiayai kepentingan rakyat bisa mencapai ratusan milyar rupiah. Tetapi yang mesti dilihat adalah adanya semangat atau semacam niatan, bahwa urusan mobil dinas tidaklah begitu penting untuk masa-masa seperti sekarang ini. Dal;am logika saya yang hanya rakyat biasa, menggunakan mobil tentu semata-mata untuk memperlancar mobilitas. Selama ini masih bisa bergerak lancar dan aman, buat apa harus diganti. Lagian kalau ukuran mobil mewah dengan umur pakai 10 tahun, pastilah masih cukup fit untuk diajak kemana-mana. Lha mobil punya orang tua saya Isuzu Panther tahun 1996 saja masih sekarang tetap lancar kok dikendari. Jadi urusan prestise sama sekali tidak usah masuk hitungan. Saya berharap banyak pejabat yang juga memiliki logika berpikir yang sama seperti apa yang saya punya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja bagi sejumlah orang urusan prestise masih sangatlah penting. Ini saya baca dari pernyataan seorang anggota DPRD Bali di harian Bali Post (30/8), yang menyebutkan bahwa mobil dinas Gubernur Bali sangat layak diganti dengan yang baru. Si anggota DPRD Bali ini mengatakan berdsarkan pengamatannya, dengan mengendarai mobil dinas yang lama, Gubernur Bali kurang mendapatkan respon (penghormatan) dari institusi lain. Misalnya ketika menghadiri acara Presiden, terkadang mobil Gubernur Bali dihentikan pihak pengaman karena sangat kurang mentereng. Jadi, masih kata wakil rakyat itu, Gubernur Bali harus jalan kaki agar sampai di lokasi acara. Demikian juga dengan kecepatan jika mobil dinas Gubernur ikut rombongan menteri atau presiden. Mobil Dinas Gubernur Bali sering tercecer. Jadi, menurut anggota DPRD Bali itu, mobil Gubernur Bali harusnya segera diganti yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mudah memahami dengan baik alasan anggota DPRD Bali tadi. Mungkin karena saya tidak pernah menjadi pejabat sehingga harus memikirkan dengan sangat soal prestise. Kalau Gubernur Bali kurang mendapatkan penghormatan dariisntitusi lain gara-gara mobil dinas tua, itu bukan masalah besar. Yang penting rakyat menghormatinya karena penghormatan dari rakyatlah yang penting bagi seorang pejabat negara. Kalau dikatakan selalu tercecer dari rombonngan para menteri atau presiden, ya biar saja. Yang penting bisa sama-sama sampai ditujuan dengan selamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya pilihan Gubernur Bali menolak mobil dinas baru ini, bisa menjadi contoh bagi para pejabat lainnya. Kalau di Propinsi Bali, para Bupati harusnya bisa ikut kebijakan Mangku Pastika ini. Hanya saja ini masih sulit karena faktanya para bupati di Bali beberapa diantaranya, konon mobilnya sudah lebih mewah ketimbang mobil Gubernur Bali.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Gubernur Bali, pilihan menolak mobil dinas baru ini mudah-mudahan memang lahir dari rasa tulus dan iklas tanpa ada maksud tersembunyi. MMisalnya saja untuk meraih simpati agar bisa dipilih untuk kedua kalinya di periode berikutnya. Memang kecurigaan seperti yang saya punya ini sangat wajar mengingat begitulah prilaku pejabat dinegeri ini hingga saat ini. Sangat mementingkan pencitraan yang sayangnya dibuat dengan sangat semu alias ada maksud tertentu demi kepentingan jabatan. &lt;br /&gt;Apakah Mangku Pastika termasuk salah satu dari jenis pejabat seperti ini? Saya hanya bisa berdoa, semoga saja tidak, sehingga cita-cita mewujudkan bali yang Mandara tidak hanya menjadi slogan kampanye.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-51890704092800908?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/51890704092800908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=51890704092800908&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/51890704092800908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/51890704092800908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/08/menolak-mobil-dinas-baru-demi-siapa.html' title='Menolak Mobil Dinas Baru, Demi Siapa???'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-8264121085095382003</id><published>2010-07-08T19:51:00.000-07:00</published><updated>2010-07-08T20:09:21.935-07:00</updated><title type='text'>Ajaran Sesat yang diyakini Para Koruptor di Indonesia</title><content type='html'>Bapak Ismangoen Notosapoetro atau "Mbah Mangun", kawan ngobrol saya dalam acara "Ngobrol Bareng Mbah Mangun pernah mengunkapkan tentang sebuah ajaran terkait dengan merajalelanya korupsi di Indonesia tanpa kendali. Ini adalah satu ajaran Sesat yang saking sesatnya justru di negeri bernama Indonesia sepertinya dianggap sebagai sebuah kebenaran dan dianut oleh banyak orang terutama para pejabatnya. Ajaran yang (sangat) sesat ini, berisi sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KALAU MAU HIDUP DI SURGA, JADILAH KORUPTOR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan :&lt;br /&gt;Bila Anda korupsi, anda akan kaya raya. Anda bisa hidup mewah, punya rumah mewah, mobil-mobil mewah, pakaian mewah, bisa berfoya-foya berarti Anda : &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HIDUP DI SORGA DUNIA.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekayaan Anda yang melimpah ruah tersebut, tiap tahun Anda bisa berhaji dan ber-umroh, bisa menyumbang rumah ibadah dimana-mana, bisa sadakoh dimana-mana, menyantuni anak-anak yatim piatu dimana-mana. Oleh karena itu ; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DOSA ANDA DIAMPUNI DAN BILA MATI KELAK, ANDA AKAN HIDUP DISORGA AKHIRAT.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bila Anda miskin, untuk makan sehari-hari saja susah, bila keluarga ada yang sakit Anda tak mampu beli obat, anaktak bisa sekolah karena harus membantu orang tua, antre BBM, Raskin, BLT, kadang-kadang harus berkelahi dengan tetangga. Maka artinya : ANDA HIDUP DI NERAKA DUNIA&lt;br /&gt;Karena kehabisan akal, Anda terpaksa mencuri atau menyopet. Nah Anda berbuat dosa dan tak mampu menebusnya untuk berobat. Akhirnya bila mati...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ANDA AKAN MASUK NERAKA AKHIRAT.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar pejabat di Indonesia meyakini kebenaran Ajaran SESAT ini. Uniknya tidak banyak yang mencoba untuk menindaknya. Tidak juga ormas-ormas yang selama ini mengaku menjadi pembela dari sebuah agama. Padahal jelas ajaran para koruptor ini adalah ajaran SESAT yang se-SESAT-SESAT-nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-8264121085095382003?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/8264121085095382003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=8264121085095382003&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8264121085095382003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8264121085095382003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/07/ajaran-sesat-yang-diyakini-para.html' title='Ajaran Sesat yang diyakini Para Koruptor di Indonesia'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-140617757106063946</id><published>2010-06-30T01:01:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T01:51:24.304-07:00</updated><title type='text'>Hare Gene masih Takut sama Komunis?</title><content type='html'>Komunisme ternyata masih menjadi hantu menakutkan bagi sejumlah pihak di Indonesia. Padahal komunisme sendiri sebagai sebuah paham ideologi sudah sejak 20 tahun lalu tumbang karena tak lagi dipercaya bisa membawa kesejahteraan rakyat. Kejatuhan Uni Soviet (USSR) adalah fakta sejarah yang menunjukkan bahwa Kapitalisme telah menjadi pemenang dalam perang dingin. Saat ini memang masih ada sejumlah negara yang berideologi komunis seperti kuba dan Korut. Tetapi simaklah pencitraan negara-negara tersebut di mata masyrakat dunia. Rakyat di Kuba dan Korut jelas hidupnya tidak lebih baik dari negara lainnya. Kalau ditanya apakah anda mau hidup di kedua negara tersebut? pastilah jawabannya tidak. Siapa yang mau hidup di negara yang otoriter begitu terkekang, dimana semua diatur oleh negara? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cina mungkin menjadi salah satu negara besar yang komunis dan ekonominya sangat diakui dunia saat ini. Tetapi Cina telah lama menjadi negara komunis yang cenderung kapitalistis. Memang masih membingungkan jika melihat Cina saat ini apakah masih benar-benar komunis ataukah kapitalis. Yang jelas sistem politiknya memang masih dikuasai Partai Komunis, sementara ekonominya diatur lebih terbuka. Tetapi kalau banyak diantara anda ditanya apakah anda mau hidup di Cina dibawah rezim Partai Komunis? jawaban mungkin masih sama, yakni tidak. Jadi meskipun di sana ekonomi rakyat disebut lebih baik, aturan-aturan yang mengekang jelas tidak menarik untuk dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat barang, komunisme itu adalah barang rusak yang tingkat kerusakannya sudah sangat parah. Jadi jangankan diminta untuk mau membeli, diberi secara gratispun tidak akan ada yang mau. Komunisme sebagai paham dalam era kemajuan teknologi dan informasi seperti yang dicapai masyarakat dunia saat ini hanya menarik untuk dikaji secara akademis di perpustakaan. Kalau diaplikasikan, maka akan ada banyak kendala yang ditemui bahkan sangat tidak mungkin untuk diterapkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sesungguhnya tidak ada alasan logis untuk takut dengan kebangkitan paham komunisme termasuk di Indonesia. Tetapi mungkin komunisme tetap menarik untuk dipergunakan sebagai alat untuk memojokkan sejumlah pihak. Karena komunisme begitu dianggap begitu menakutkan terutama dari fakta sejarah Indonesia ditahun 1965, maka tuduhan atas seseorang adalah PKI akan mendapat respon dukungan yang cepat. Padahal fakta sejarah tentang Komunisme di Indonesia sesungguhnya berkebalikan. Bukan orang komunis di Indonesia yang terbukti kejam, melainkan mereka yang anti PKI lah yang bisa disebut justru berbguat sangat kejam. Bayangkan saja ada ratusan ribu jiwa manusia komunis yang dibantai tanpa ampun diladang-ladang pembantaian yang dilakukan oleh militer dibantu paramilisi dari organisasi masaa agama dan partai politik lawan PKI. Kekejaman PKI pada ketujuh jenderal (tetapi ini masih masih diperdebatkan apakah benar-benar dilakukan PKI) dibalas dengan kematian ratusan ribu nyawa manusia Indonesia. Lalu pertanyaanpun pantas diutarakan, "lalu siapa yang sebenarnya kejam? PKI ataukah orang yang anti PKI?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa suram di masa lalu, dimata generasi muda kini, mungkin bukanlah hal yang penting. Siapa lagi generasi muda yang peduli soal ideologi dimasa seperti sekarang ini. Bicara soal ideologi jauh kalah menarik dibanding bicara tentang model HP terbaru atau soal gosip para artis. Cerita indah didalam sinetron, model pakaian yang up to date, gaya hidup glamour dan gaya hidup kaya raya tanpa kerja adalah mimpi manusia-manusia muda Indonesia saat ini. Mimpi ini sangat jauh dari paham ideologi bernama Komunis. Coba ajak manusia muda Indonesia untuk bicara soal komunis, tidak bakalan ada yang tertarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal kelas menengah di Indonesia, maka ideologi komunis juga dipastikan tidak begitu diminati. Apa ada dari kelas menengah di Indonesia yang hidupnya mau diatur-atur oleh rezim partai komunis? Jam kerja diatur ketat, gajinya juga diatur dengan ketat. Bahkan rumah juga tidak bisa dimiliki secara pribadi, hanya ada rumah bersama milik negara yang sewaktu-waktu harus diserahkan ke negara jika negara memerlukan. Siapa yang mau hidup didalam negara seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi ketakutan atas komunisme sesungguhnya adalah ketakutan yang diada-adakan. Mereka yang menyebar kabar bahwa komunisme akan bangkit di Indonesia adalah orang-orang yang sedang bermimpi buruk lalu tiba-tiba bangun langsung berteriak-teriak tanpa sadar betul dirinya sedang hidup di negara apa. Atau kalau tidak mereka yang sedang menyebar kabar tentang kebangkitan komunis saat ini sedang menyimpan agenda khusus yang targetnya bukanlah menyangkut soal komunisme melainkan soal bagaimana menjatuhkan paham negara yang diberlakukan saat ini. Soal adanya komunisme hanyalah kedok belaka agar niat sesungguhnya tersembunyi dengan rapi sehingga dukungan dan pembenaran bisa didapat dari publik.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan manusia-manusia Indonesia yang sudah sangat meterlialistik, pragmatis dan individualistik, maka hidupnya komunisme kembali mungkin hanya sekedar layak menjadi dongeng. Demokrasi dan kapitalisme telah muncul sebagai pemenang mutlak yang meski kini sedang juga sedang digugat kebenarannya, nampaknya masih akan dipergunakan sebagai paham bagi negara-negara di dunia. Karena itulah layak di teriakan dengan keras pertanyaan bergaya anak muda "Hare Gene masih takut sama Komunis? Nggak Banget Deh Loe...."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-140617757106063946?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/140617757106063946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=140617757106063946&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/140617757106063946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/140617757106063946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/06/hare-gene-masih-takut-sama-komunis.html' title='Hare Gene masih Takut sama Komunis?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-8159559309033730307</id><published>2010-06-16T20:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-16T22:04:28.211-07:00</updated><title type='text'>Orang Bali Sudah Benar-benar Frustasi??</title><content type='html'>Tekanan ekonomi memang membawa efek yang tidak kecil. Apalagi jika penyikapan atas tekanan ekonomi tersebut tidak dilandasi oleh jiwa-jiwa yang diterangi kejernihan berfikir dan ketahanan mental yang memadai. Bahkan tekanan yang hebat bisa membuat manusia menjadi frustasi, stress lalu menjadi gila. Pada tekanan ekonomi yang bersifat individu, frustasi dan stress bisa berwujud pelampiasan dengan kekerasan fisik terhadap orang lain. Namun jika tekanan ekonomi menyerang sebuah masyarakat atau komunitas, maka wujudnya bisa berujud keputusan-keputusan kelompok yang diluar nalar hati nurani dan jauh dari logika berpikir normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Bali semakin hari semakin menampakkan gejala frustasi yang semakin menjadi-jadi. Tekanan ekonomi yang lahir dari tuntutan pemenuhan keinginan (want), membuat banyak manusia Bali benar-benar frustasi. Saya tekankan disini mengenai pemenuhan keinginan (want) untuk membedakannya dengan kebutuhan (need). Membeli HP tercanggih bagi seseorang (individu) golongan masyarakat biasa (bukan pengusaha) adalah contoh pemenuhan keinginan, bukan kebutuhan. Lalu, bagi warga Banjar atau Desa Pekraman, menggelar upacara keagamaan dalam skala besar diluar kemampuannya untuk membiayai misalnya, adalah bentuk dari pemenuhan keinginan, bukan kebutuhan. Demikian juga dengan membangun balai banjar mewah, maka itu tidak lebih hanya untuk pemenuhan keinginan saja, sama sekali bukan kebutuhan. Keinginan bisa saja ditunda dulu alias tidak usah dipaksakan jika memang warga Banjar bersangkutan tidak mampu membiayai. Sayangnya orang Bali kadang sering suka memaksakan diri untuk memenuhi keinginannya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada soal frustasi manusia Bali. Kalau bicara frustasi di tingkat individu, mungkin sudah berlangsung sejak lama. Tetapi belakangan muncul gejala frustasi kelompok dalam tingkat banjar atau desa pekraman. Cirinya adalah lahirnya keputusan di tingkat Desa Pekraman yang sangat jauh dari logika berpikir normal. Seperti apa yang diberitakan di Bali Post Kamis (17/6) tentang Keputusan paruman (rapat) Desa Pekraman Tibubiu Kerambitan Tabanan yang akan memberi sanksi kesepekang (dikucilkan) kepada warganya yang melaporkan aktivitas penambangan pasir di Pantai Pasut kepada wartawan. Penambangan pasir ini sendiri merupakan bentuk pelanggaran aturan dan jelas-jelas bisa membawa dampak kerusakan lingkungan. Bupati Tabanan dan pihak kepolisian telah mengeluarkan larangan atas aktivitas warga menambang pasir tersebut. Sanksi kesepekang merupakan sanksi yang paling ditakuti oleh orang Bali dan biasanya diberikan kepada mereka yang melakukan pelanggaran-pelanggran. Tetapi memberi sanksi kesepekang kepada mereka yang mencoba melakukan penyelamatan lingkungan demi masa depan anak cucu dimasa datang, sungguh diluar nalar manusia normal (sehat secara jiwa). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini penambangan pasir dilakukan warga setempat untuk memenuhi berbagai macam pembiayaan pembangunan desa. Berdasarkan paruman Desa Pekraman Tibubiu, pengambilan 20 persen kekayaan alam diperbolehkan. Penambangan pasir pun telah dilakukan cukup lama dan berlangsung aman-aman saja. Sejak media memberitakan aktivitas yang dianggap merusak lingkungan ini, lalu pemerintah dan aparat mengambil tindakan. Laranganpun kemudian dikeluarkan. Bukannya patuh pada aturan hukum yang berlaku, warga Desa Pekraman Tibubiu melakukan "perlawanan" dengan menyiapkan hukuman berat kepada warganya yang membocorkan aktivitas penambangan pasir kepada media/wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya pertarungan antara kebutuhan ekonomi dan soal menjaga lingkungan di Desa Pekraman Tibubiu dimenangkan oleh kebutuhan ekonomi. Hal ini juga menunjukkan bahwa kepentingan jangka pendek mengalahkan kepentingan jangka panjang. Memang dorongan akan hal-hal instan, mudah dan cepat menggejala begitu hebat pada manusia-manusia Bali modern. Ketika kebutuhan ekonomi masyarakat berjalan jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan produksi masyarakatnya, rasa frustasi kemudian mendera. Dulu mungkin dengan hasil bertani di sawah, hampir sebagian besar kebutuhan Desa Pekraman bisa dipenuhi. Bahkan membangun Balai Banjar, Pura (tempat Ibadah) termasuk biaya menggelar upacara cukup dipenuhi dari iuran warga yang rata-rata hidup dari bertani. Pertanian yang terpuruk, menghancurkan semangat berproduksi Manusia Bali. Sementara kebutuhan ekonomi yang semakin besar memaksanya mencari jalan keluar yang paling cepat. Biasanya dengan menjual tanah warisan. Sayangnya mereka yang jual tanah akibat manajemen keuangan yang kacau hanya jadi orang kaya sesaat (OKS). Saat tanah sudah beralih tangan dan uang hasil jual tanah sudah habis, maka hilangnya penyelesaian masalah yang instan. Saat jalan tercepat tidak ditemukan lagi, rasa frustasi mendera dan berujung pada hilangnya kesadaran nurani dan pandangan pentingnya menjaga masa depan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ditanya tentang banyaknya sanksi kesepekang di desa pekraman atau Banjar yang ada di seantero Bali. Banyak yang dikeluarkan karena urusan yang remeh temeh meski ada juga yang diberikan akibat adanya pelanggaran berat. Bentrok antar dua kelompok warga juga intensitasnya semakin banyak. Pemicunya bisa sangat sederhana yakni masalah batas wilayah Banjar atau Desa Pekraman. Bisa juga karena urusan beda pilihan politik sampai rebutan tanah kuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas lainnya di Bali saat ini menunjukkan gejala Frustasi Masyarakat yang semakin hari, semakin mengkhawatirkan. Tengok saja bagaimana para sopir taksi mengamuk akibat kebijakan Gubernur yang ngotot mengeluarkan ijin baru bagi taksi. Meski telah didasarkan atas kajian bahwa memang bali masih butuh taksi, toh para sopir taksi yang ada saat ini merasa bahwa kehidupan mereka sedang terancam. Kekerasanpun kemudian terjadi. Kalau saja para sopir taksi semuanya hidup dalam satu Banjar atau Desa Pekraman, maka sangat mungkin sopir taksi yang dianggap mengancam itu akan di beri hukuman kesepekang juga. Tetapi karena ini masuk ranah jauh dari hukum adat, jalan yang diambil dengan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Bali ketika frustasi memang lebih suka mengambil jalan keluar dengan menghukum saudarnya sendiri. Ini sama dengan analogi orang Bali yang kalau Trance (kerauhan) melakukan ngurek (ngunying) yakni menusukkan keris ketubuhnya sendiri. Jarang orang Bali mencoba bertahan dari rasa frustasi dengan mencari jalan keluar yang lahir dari kejernihan nurani. Karena mungkin jalan paling mudah dengan mengenakan sanksi kepada saudara kita sendiri. Sejarah kelam pembantaian manusia Bali di era PKI menjadi bukti nyata. Orang Bali itu, kata Panglima RPKAD saat itu sangat sadis menghabisi saudaranya sendiri. "Kalau di Jawa, kami harus dorong-dorong agar ada yang mau mengeksekusi orang-orang PKI, tetapi kalau di Bali kami harus menahan-nahan agar keberingasan mereka mengeksekusi orang PKI tidak kebablasan" demikian kurang lebih pernyataan Komandan RPKAD tentang kebringasan pasukan para militer yang disebut tameng. Bahaya kalau Manusia Bali benar-benar sudah Frustasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-8159559309033730307?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/8159559309033730307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=8159559309033730307&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8159559309033730307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8159559309033730307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/06/manusia-bali-sudah-benar-benar-frustasi.html' title='Orang Bali Sudah Benar-benar Frustasi??'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-6097290982057389380</id><published>2010-06-11T20:17:00.001-07:00</published><updated>2010-06-11T21:29:43.901-07:00</updated><title type='text'>Piala Dunia, Manusia Indonesia, Sorga dan Neraka</title><content type='html'>"Kapan ya Bli, Negara kita bisa seperti mereka?" tanya istri saya saat kami berdua menonton acara pembukaan Piala Dunia 2010 dri Afrika Selatan. "Dulu kalau ngomong negara Afrika bayangan kita pasti negara-negara terbelakang, karena banyak orang kelaparan" katanya melanjutkan. Istri saya nampak terkagum-kagum menonton dari layar televisi kemegahan opening ceremony wolrd cup 2010. Saya tidak bisa menjawab. Seperti biasa, sangat sering saya harus memutar otak menjawab pertanyaan dari istri yang sederhana tapi kritis. Pertanyaan yang menohok kepada kesadaran dan mungkin perlu merenung dulu untuk mendapatkan jawaban yang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia di ajang piala dunia, memang hanya bisa menjadi penonton. Dulu sebelum perang dunia II, katanya pernah ikut ajang piala dunia tetapi dengan nama negara Hindia Belanda. Mungkin karena masih dijajah oleh Belanda waktu itu makanya sepak Bolanya masih lumayan diperhitungkan. Tetapi yang sulit dibantah, Indonesia adalah negara yang tergila-gila dengan sepak bola. Olahraga paling populer di Indonesia adalah sepak bola. Buktinya yang paling mudah dilihat adalah setiap perhelatan akbar Piala Dunia, demam piala dunia begitu mewabah. Saya jadi teringat di waktu kecil saat piala dunia 1986, saya pernah sampai sakit karena begadang semalam suntuk nonton Piala Dunia dari layar kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah negara besar dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa dan banyak yang menggilai Sepak Bola, harusnya masuk ke ajang Piala dunia tidaklah sulit. Sebuah pertanyaan sederhana dan menggelitik sering terlontar dienak kita semua akibat tidak pernahnya Indonesia masuk Piala Dunia. "Masa mencari sebelas orang yang jago main bola dari dua ratus manusia bangsa ini tidak bisa?". Ya... pemain sepak bola hanya sebelas orang dan dari 200 juta jiwa, mencari 11 orang dengan kualitas terbaik bangsa ini harusnya tidak perlu setengah mati mendapatkannya. Apalagi banyak orang Indonesia tergila-hila dengan sepak Bola. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kadang tidak habis pikir, dengan kegilaan manusia Indonesia akan sepak bola terutama Piala Dunia. Lihat saja bagaimana maraknya event-event nonton bareng, pawai membawa bendera-bendera negara peserta Piala Dunia dilakukan tanpa komando, sampai kepada fakta bahwa tidak sedikit kampung-kampung yang dihias dengan pernak-pernik Piala Dunia. Konon Indonesia juga adalah salah satu negara yang tidak ikut Piala Dunia tetapi stasiun televisi swasta tidak berbayarnya menyiarkan secara langsung semua pertandingan Piala Dunia. Sementara ada negara yang tim sepakbolanya ikut Piala Dunia saja justru tidak menyiarkan secara bebas semua pertandingan di ajang empat tahunan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bergembiranya para penggemar sepak bola di Indonesia. Mereka berpesta hampir sebulan penuh. Nonton Bareng digelar dimana-mana dari hotel sampai kampung-kampung. Menghabiskan waktu di malam hari begadang semalam suntuk untuk menyaksikan 22 orang berebut satu bola dan orang-orang itu tidaklah memiliki keterkaitan kebangsaan dengan kita. Piala Dunia dengan semua pertandingannya telah benar-benar menjadi hiburan penuh "sihir" yang menenggelamkan banyak dari kita pada kesenangan. Hiruk pikuk dan larut dalam prediksi dan debar jantung yang memburu ketika tim kesayangan bertarung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah dari semua dari kita yang menggemari Sepak Bola Piala Dunia ada yang masih berpikir seperti istri saya "Kapan Indonesia bisa ikut Piala Dunia?". Akankah kemeriahan Piala Dunia dengan semua prestise yang disandang tim sepak bola peserta membuat kita merasa "jengah" untuk kemudian memupuk impian bahwa suatu saat kesebelasan merah putih akan merumput di Piala Dunia? Saya adalah salah seorang yang pesimis, bahwa kita adalah manusia-manusia yang akan tergugah untuk memiliki tekad kuat bisa ikut piala dunia. Pemikiran pesimis in muncul dari fakta bahwa bukankah untuk menjadi tim yang bisa ikut Piala Dunia perlu kerja keras dan disiplin yang luar biasa? Pada kedua hal prinsip ini, bangsa kita sangat kedodoran. Kita tidak punya budaya pekerja keras, kalaupun ada mungkin sudah lama luntur. Soal Disiplin apalagi. Untuk rapat tepat waktu saja misalnya, kita masih sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah jauh larut menjadi manusia-manusia pragmatis yang mudah terjebak pada hal-hal yang bersifat instan. Mungkin banyak dari kita yang merasa sudah sangat nikmat untuk menjadi penonton, dengan hanya menggelar event nonton bareng di cafe-cafe, hotel-hotel sampai ke kampung-kampung. Untuk apa harus capek dan berpikir kapan Indonesia bisa ikut Piala Dunia. Para pemimpin kita saja tidak banyak yang peduli. Presiden SBY menurut pemberitaan memang sempat melontarkan harapan bahwa Indonesia bisa ikut Piala Dunia. Tetapi menurut saya, SBY tidak serius akan niatnya ini. Buktinya mengganti Ketua PSSI yang jelas-jelas tidak berprestasi dan menjadi Narapidana kejahatan korupsi saja, Presiden SBY tidak serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia Sepak Bola Indonesia, memang sangat terpuruk dalam. Tidak saja pemainnya miskin prestasi. Tetapi penontonnya juga sukanya tawuran. Bus suporter dari klub lawan diserang oleh suporter lainnya. Menonton klub kesayanganya bertanding, yang dibawa justru senjata tajam. Ini mau nonton bola apa berperang? Ah... saya yang sebelumnya penggemar sepak bola, lambat laun menjadi ikut malas mendengar segala hal yang berkaitan dengan sepak bola Indonesia. Malas karena benar-benar apa yang dialami dunia sepak bola Indonesia saat ini diluar nalar dan logika karena prilaku para pengurus, pemain dan suporter nya yang sudah tak lagi waras. Pengurus Sepak Bolanya gila kuasa, pemainnya tak punya mental juara dan suporternya juga lebih gila lagi, mau beradu otot bahkan nyawa atas nama sebuah kemenangan klub kesayangannya yang memang sudah jelas tidak berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini, saya benar-benar sulit memberi jawaban pada istri saya atas pertanyaannya diawal tulisan ini. Sulit menjawab karena bangsa ini sudah benar-benar sakit jiwa. Bagaimana menyadarkan orang yang sudah tidak waras? Bagaimana bicara prestasi dengan mereka yang isi kepalanya hanya kekuasaan dan harta? Bagaimana mau bicara tentang prestise atau kebanggaan, dengan manusia-manusia yang sudah tidak lagi percaya dengan harga diri?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mungkin masih ada harapan bahwa prestasi sepak bola Indonesia akan maju suatu saat nanti. Caranya, para ulama atau pemuka agama di Indonesia membuat fatwa yang dengan berbagai cara agar benar-benar diyakini kebenarannya bahwa kalau sampai Tim Sepak Bola Indonesia bisa ikut Piala Dunia, maka para pemain, ofisial dan pengurusnya dipastikan menjadi penghuni SORGA paling utama. Bukankah bangsa ini adalah bangsa religius yang begitu merindukan Sorga dan takut masuk neraka?. Bahkan untuk mati sekalipun asalkan yakin bisa masuk sorga, banyak yang mau melakukannya. Apalagi hanya dengan bermain bola yang serius, mengurus tim yang serius dan membiayai sebuah tim sepak bola dengan sedikit lebih mahal, pastilah banyak yang mau. Janji bisa hidup di sorga dan nanti ditemani bidadari cantik-cantik adalah impian utama manusia Indonesia saat ini. Soal harga diri bangsa apalagi prestise Sepak Bola, kalau tanpa jaminan bisa masuk SORGA, emang gue pikirin? Mending kita nonton bareng aja, meski tak ada jaminan bisa masuk Sorga yang pasti bisa ramai-ramai, meriah dan mengasyikan. Ah... Indonesia, Indonesia....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-6097290982057389380?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/6097290982057389380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=6097290982057389380&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6097290982057389380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6097290982057389380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/06/piala-dunia-manusia-indonesia-sorga-dan.html' title='Piala Dunia, Manusia Indonesia, Sorga dan Neraka'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-2819696669888128870</id><published>2010-06-09T02:02:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T21:49:12.045-07:00</updated><title type='text'>Kegaduhan dari Dunia Selebritis Kita</title><content type='html'>Sekitar delapan tahun lalu, saat masih menjadi wartawan aktif di Bali Post, seorang teman saya bercerita bahwa ia baru saja meliput konfrensi pers sebuah Band bernama Peterpan. Setengah bercanda saya mengaatakan kepada teman "Band Peterpan? Emang ada?". Ya.. saat itu bagi saya Band Peterpan belum begitu terkenal. Atau mungkin saja sudah, tetapi saya saja yang kuper, jadi tidak begitu mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saat masa-masa awal saya ke Semarang di akhir tahun 2004, teman saya satu mobil dalam perjalanan Jogja-Semarang memutar kaset dari Band Peterpan. Saya tidak akrab dengan lagu-lagu yang diputar, tetapi teman saya ini nampaknya sangat hafal dan senang dengan lagu-lagu itu. "Ini lagunya siapa?" tanya saya. "Lho, ini Peterpan Bli. Masak tidak tau" jawab teman saya. "Wah... di Bali Band ini tidak terkenal, sedikit penggemarnya," kata saya sekenanya. Saya memang tidak begitu banyak mendengar lagu-lagu peterpan di perdengarkan di Denpasar saat itu. Kalaupun ada, saya tidak begitu tertarik, karena suara sang vokalis, tidak lazim saya dengar. Berbeda misalnya dengan suara-suara dari vokalis Band Padi, Slank, Dewa 19 yang menurut saya lebih jelas dan intonasinya tegas. Namun beberapa minggu setelah perjalanan ke Semarang saya pulang ke Bali. Barulah kemudian kata-kata teman saya kalau Band Peterpan banyak penggemarnya memang benar adanya. Sebuah tenda yang dibangun untuk kepentingan promo sebuah produk saat arus mudik Lebaran di terminal Ubung yang lokasinya tepat di depan rumah saya menyetel keras-keras lagu Peterpan. "Benar Peterpan ini Band terkenal" kata saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di layar tv band Peterpan berkibar-kibar karena sering tampil. Dengan Ariel sebagai vokalisnya yang memang flamboyan, Band Peterpan demikian banyak penggemar terutama dari kalangan kaum hawa. Bahkan saking terkenalnya sosok Ariel, gaya rambut dan warna vokal nya banyak ditiru. Warna vokal yang saya tidak mengerti bagaimana tekniknya sehingga menurut saya itu bukanlah suara alami dalam artian ada efek khusus yang dilakukan entah dari teknik pernapasan, manipulasi udara di tenggorokan atau teknik lainnya. Yang jelas memang warna Ariel memang khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari soal warna vokalnya, sosok Ariel memang benar-benar menjadi idola. Dengan wajah dan postur tubuh yang ideal serta gaya rambut yang khas, tidak terbantahkan banyak wanita yang tertarik secara fisik. Dimana-mana banyak wanita terutama dari kalangan Anak Baru Gede (ABG) memuja sosok Ariel. Tetapi kemudian gosip banyak memberitakan bahwa Ariel dekat dengan seorang model asal Bali yakni Luna Maya. Bahkan karena di isukan pacaran dengan Ariel inilah, menurut saya Luna Maya menjadi lebih di kenal di dunia selebritis Indonesia. Artinya, kalau saja Ariel tidak mengandeng-gandeng si Luna Maya, mungkin tidak banyak yang tau siapa itu Luna Maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tiba-tiba saja publik kemudian di kejutkan dengan berita kalau Ariel telah menghamili seorang gadis. Dan gadis itu bukan Luna Maya. Berita terus berkembang dan berakhir pada pernikahan si Ariel dengan Sarah Amelia, gadis yang mengandung cabang bayi yang sepertinya terjadi karena "kelalaian" dari Ariel. Publik juga sepertinya melihat bahwa hubungan pernikahan itu tidaklah akan berumur panjang. Seperti ada keterpaksaan dalam pernikahan itu, karena banyak gossip menyebut bahwa Luna Maya tetap cinta mati dengan Ariel. Dan akhirnya memang Ariel dan Sarah bercerai, lalu dengan pelan namun pasti Luna Maya kembali merapat dengan Ariel. Sungguh menunjukkan cinta sejati antara Ariel dan Luna Maya karena meski sudah ditinggal menikah, toh Luna Maya tetap setia menunggu. Mungkin kesejatian cinta ini sepintas memang pantas dan layak, toh juga Ariel memang duda dan Luna Maya juga single. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita terus berlanjut dari sembunyi-sembunyi, ke tahap terbuka terhadap publik mengenai hubungan Luna Maya dan Ariel. Bahkan iklan Sabun yang dibintangi oleh keduanya tidak lagi segan-segan menunjukkan kemesraan. Lagi-lagi hal ini menunjukkan sebuah kewajaran dan keseriusan hubungan keduanya. Tidak ada yang bisa diprotes dan justru hal itu menunjukkan popularitas keduanya semakin menanjak. Pun ketika Video Mesum Ariel dan Luna Maya terekspose ke Publik, saya tidak melihat ada yang terlalu bermasalah. Ya.. karena keduanya memang berhubungan dan nampak pasangan yang saling setia. Sosok Ariel setia dengan Luna Maya dan begitupun sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kejutan muncul ketika video mesum mirip Ariel tidak hanya dengan sosok mirip Luna Maya tetapi juga dengan sosok mirip Cut Tari. Lebih gilanya lagi, masih ada puluhan artis cantik lainnya juga yang terlibat video tidak senonoh dengan sosok mirip Ariel. Ini sungguh mencengangkan dan meruntuhkan gambaran sosok Ariel yang setia pada satu pasangan. Lalu, apa yang bisa diambil dari fenomena ini selain kehebohan pemberitaan dan latah dari banyak orang yang mengunduh video mesum tersebut? Sulit mencari jawaban. Yang jelas ada persoalan kesalahan dalam penilaian terhadap sosok selebritis. Bahwa apa yang ditampilkan di publik bisa sangat berbeda dengan kehidupan sesungguhnya. Memang dunia entertainment adalah dunia glamour dimana apa yang dijalani artis sesungguhnya sangat jauh dari realitas kehidupan orang biasa. Selain hubungan seksual yang bebas, kawin cerai dan narkoba adalah fakta yang sulit dihindari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, selebritis adalah juga sosok yang di idolakan. Artis hidup dari penggemar yang mencintai mereka dan karena itulah urusan moralitas harusnya menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. DI luar negeri, artis yang moralitasnya sangat meragukan seperti berbuat mesum dengan banyak artis lainnya, dan itu terekspose ke publik akan meminta maaf, bahkan mengundurkan diri dari dunia keartisan. Ini bentuk pertanggungjawaban moral, konsekuensi dari perbuatan yang telah dilakukan. Harusnya artis di Indonesia juga mesti menjadi sosok yang bertanggungjawab secara moral kepada publik. Kalau saja segera ada pertanggungjawaban moral, maka kegaduhan dari dunia selebritis kita tidak perlu terjadi secara berlebihan. Disamping itu, kedewasaan masyarakat juga diperlukan agar penyikapan secara bijak melahirkan solusi terbaik bukan hanya larut menjadi korban secara moral.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-2819696669888128870?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/2819696669888128870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=2819696669888128870&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2819696669888128870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2819696669888128870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/06/kegaduhan-dari-dunia-selebritis-kita.html' title='Kegaduhan dari Dunia Selebritis Kita'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-7178562656496697772</id><published>2010-05-26T03:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T03:24:00.975-07:00</updated><title type='text'>Kekalahan AM, Kemenangan Anas dan Politik Angkat Citra SBY</title><content type='html'>“Kemenangan Anas Urbaningrum adalah mutlak Kemenangan SBY untuk  meningkatkan citra SBY”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan Anas Urbaningrum dalam persaingan menjadi Ketua DPP Partai Demokrat menurut saya adalah bagian dari strategi politik SBY. Sang ketua Dewan Pembina partai berlambang Bintang Segitiga ini menjadi dalang dari semua pentas pra sampai pasca kongres II Partai Demokrat (PD). Semuanya dilakukan SBY demi apa yang selalu di utamakannya selama ini yakni, pencitraan. Kemenangan Anas dan kekalahan Andi Malarangeng, semuanya diatur melalui tangan-tangan “gaib” SBY melalui pengelabuan-pengelabuan dan taktik seolah-olah. Bahwa sesungguhnya Anas adalah putra magkota SBY, sang pangeran yang dipersiapkan untuk memegang nakhoda PD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Andi Malarangeng (AM) merupakan kamuflase yang dirancang untuk mengalihkan perhatian public, memberi gambaran semu dan menggiring opini khalayak bahwa SBY ada di belakangnya. Keikut sertaan Edie Baskoro (Ibas) sebagai tim pemenangan AM, adalah bagian penting dari kamuflase yang telah dirancang untuk menguatkan kesan, bahwa SBY mendukung AM. Demikian juga dengan demikian gencar dan masifnya promosi AM melalui Iklan TV di semua media cetak dan juga dibaliho-baliho yang tersebar di Ibu kota dan Bandung sebagai tempat pelaksanaan kongres. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya berhasil menggiring pemikiran banyak orang bahwa jagonya SBY adalah AM. Dan dengan demikian kuatnya pengaruh SBY dalam PD, tentu saja tidak ada apapun yang bisa menghalangi AM menjadi Ketua DPP PD. Terlebih lagi, selama ini sangat kuat terbentuk image bahwa hampir semua partai Politik di Indonesia demikian feodalistiknya dan tunduk kepada seorang figure. Citra seperti ini dalam kacamata politik modern tentu saja tidak sehat. Sebuah partai yang tunduk pada hokum feodalistik dengan satu tokoh sentral akan dianggap partai terbelakang, tidak modern dan tidak siap menjadi pemenang dalam pertarungan pemily. Jika SBY dengan PD menunjukkan citra yang sama yakni tunduk pada system partai yang tersentral hanya pada sosok SBY, maka Partai Demokrat akan mencitrakan diri sebagai partai politik yang tidak modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citra inilah yang sedang dengan keras dipatahkan oleh SBY. Maka sebuah drama pun diatur dengan alur cerita yang dipenuhi pengalihan perhatian dan penggiringan opini. Seolah-olah SBY ada di belakang AM dan Anas Urbaningrum bukanlah siapa-siapa dibanding AM. Tidak banyak iklan Anas kalau mau dikatakan tidak ada sama sekali. Sesekali Anas muncul dalam wawancara di TV dan hanya menyatakan diri siap menjadi Calon Ketua Umum DPP PD dan yakin akan menang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, AM pun tersingkir bahkan di putaran pertama. Bagian pertama alur drama pengangkatan Citra SBY dimulai. Mediapun banyak yang sepertinya terkejut dan terheran-heran lalu mengatakan bahwa “inikah senjakala Politik SBY?”. Menurut saya ini adalah respon yang memang diharapkan dari drama babak pertama berjudul Mengangkat Citra SBY. Ternyata bahwa sosok SBY bukanlah penentu di PD. Partai yang didirikan SBY adalah partai yang tidak menempatkan seorang figure sentral, melainkan aprtai yang benar-benar demokratis. Kekuatan masing-masing pengurus DPC adalah bebas menentukan pilihannya tanpa harus tunduk pada sosok figur SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drama berlanjut pada terpilihnya Anas dengan selisih suara yang tidak terlalu mencolok dengan rivalnya Marzuki Alie. Ini kembali menguatkan bahwa PD adalah partai yang demokratis, bukan tunduk pada satu figure. Permainan drama yang cantik dan memberi efek baik pada citra PD. Dan Citra SBY pun menurut saya di masyrakat luas justru menjadi jauh lebih terangkat sebagai sosok yang tidak menggunakan kekuasaannya untuk memaksakan keinginan di tubuh PD. Ini pencitraan yang jauh beda dengan Soeharto dengan Golkarnya atau Megawati dengan PDI P nya. Labih jauh taktik kamuflase AM juga sekaligus mengangat citra PD sebagai sebuah partai politik yang demokratis, modern, tidak ada money politics dan jauh dari partai politik berdasarkan trah. Ini akan menjadi modal besar PD di pertarungan 2014, saat dimana SBY memang tidak akan lagi menjadi magnet kuat memenangkan PD dalam pemilu legislative karena tidak lagi bisa maju sebagai calon Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apakah ketika ini dikaitkan dengan keberadaan Sekretariat Bersama Koalisi yang akan mengubah konstitusi Negara melalui amandemen ke-5 dengan memperbolehkan presiden menjabat lebih dari 2 periode buikan isapan jempol, maka SBY telah mengawali strart dengan citra yang baik. SBY memang lekat dengan politik pencitraan, dan orang-orang dibelakangnya nampaknya sangat paham bagaimana mempermainkan strategi dan taktik untuk memenangkan apa yang disebut dengan pencitraan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-7178562656496697772?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/7178562656496697772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=7178562656496697772&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7178562656496697772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7178562656496697772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/05/kekalahan-am-kemenangan-anas-dan.html' title='Kekalahan AM, Kemenangan Anas dan Politik Angkat Citra SBY'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-3437127751143330780</id><published>2010-05-26T02:01:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T02:15:02.808-07:00</updated><title type='text'>Kesalahan Terbesar Bangsa Indonesia saat Reformasi</title><content type='html'>“Kesalahan Terbesar Reformasi adalah Tidak di bubarkannya Golkar dan Menjadikannya Partai Terlarang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia belum bisa lepas dari persoalan-persoalan yang menghambatnya menjadi Negara yang rakyatnya sejahtera. Korupsi misalnya masih sangat merajalela dan semakin ganas memakan uang rakyat dan hanya menyisakan kepiluan bagi rakyat miskin. Prilaku elite politik yang tak memiliki rasa malu juga semakin menguat. Bahkan kini sudah terlalu banyak politisi yang bermuka tembok. Darimana semua itu diwariskan? Bagi saya semua kebusukan para elite politik ini dibangun pada masa orde baru, dimana ada kekuatan Golongan Karya (Golkar) ketika itu yang sangat berkuasa. Soeharto adalah tuan yang menjadi pusat dari semua peradaban kebusukan yang akar-akarnya mencerap jauh sangat dalam sampai kebawah sadar manusia-manusia Indonesia. Politisi-politisi yang ada sekarang dan menjadi pemain-pemain utama panggung politik juga adalah manusia-manusia yang di gembleng dan dididik dimana kekuasaan Orde Baru demikian perkasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan mahasiswa memang berhasil menjatuhkan Soeharto dari tampuk kepemimpinan nasional. Bangsa ini menyebut dirinya telah melakukan reformasi. Saat itu memang terbersit harapan bahwa akan ada perubahan bangsa kearah yang lebih baik, karena sang Master dari Orde Baru, sosok yang paling dianggap bertanggungjawab atas persoalan bangsa telah lengser. Seoharto sudah tak lagi memiliki kekuasaan apa-apa dan jalan menuju bangsa yang bebas dari kebusukan adalah sebuah keniscayaan. Tidak diperlukan lagi upaya besar lainnya agar kebusukan-kebusukan di bangsa ini segera menyingkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golkar sebagai kekuatan politik yang menjadi mesin kekuasaan Soeharto sepertinya diyakini banyak pihak dengan sendirinya akan mati. Kader-kader Golkar sepertinya langsung dipandang sebelah mata dan tidak akan lagi memiliki kekuatan apa-apa karena tuan besarnya telah hengkang dari kekuasaan. Ibarat mahluk hidup, Soeharto bagi bangsa ini ketika itu sama dengan roh atau jiwa dari Golkar. Ketika sang Roh telah pergi, maka Golkar akan tidak bernyawa lagi. Kekuatannya Golkarpun kemudian dianggap tidak terlalu penting untuk di utak-atik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepengetahuan saya, suara-suara untuk membubarkan Golkar pasca lengsernya Soeharto sempat di sampaikan beberapa pihak. Saya dan beberapa teman Aktivitis di Universitas Udayana juga sempat melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPD Partai Golkar Bali di dekat lapangan Puputan Badung menuntut agar Golkar di bubarkan. Golkar bisa menjadi kekuatan laten dari Orde Baru yang suatu saat nanti akan merebut kembali kekuasaan di negeri ini. Sejarah juga telah membuktikan bahwa Bangsa Ini dibawah kekuatan Golkar tidak bisa beranjak dari persoalan seperti Korupsi dan Elite Politik yang sama sekali tidak berpihak pada kepentingan Rakyat. Karena itulah harusnya Golkar tidak hanya dibubarkan tetapi juga layak dijadikan sebagai kekuatan Politik Terlarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengaca pada sejarah Indonesia di era PKI, maka menjadikan Golkar sebagai kekuatan politik terlarang jauh lebih pantas. Sudah terlalu banyak kejahatan yang dilakukan oleh Golkar di masa orde baru. Ada banyak nyawa rakyat yang melayang karena kepentingan orde baru. Jangan ditanya kerugian yang harus diderita rakyat akibat dari rezim yang otoriter dibawah Soeharto. Dibandingkan dengan Golkar, dalam konteks kejahatannya mungkin PKI belum seberapa. Tetapi kalau kemudian PKI dijadikan Partai terlarang dan ribuan orang harus dibantai, maka Golkar sepatutnya mendapat perlakuan yang juga mirip. Kalau memang tidak di PKI kan, paling tidak bisa dijadikan kekuatan politik terlarang, dimana elite-elite yang menjadi pentolan-pentolannya dijadikan sebagai tapol dan dilarang terlibat dalam urusan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi suara-suara pembubaran apalagi menjadikan Golkar sebagai kekuatan politik terlarang tidak diperhatikan. Kelihaian para elite Golkar berhasil menyelamatkan Kekuatan Politik ini hingga tetap eksis sampai hari ini. Ini membuktikan kekuatan elite Golkar benar-benar telah mampu menjadikan dirinya sebagai manusia-manusia oportunis yang tak lagi memiliki sikap ksatria. Sikap yang dulu masih dimiliki oleh orang-orang komunis di Indonesia. Ketika dituding sebagai pihak yang bertanggungjawab atas tragedy pembunuhan para jenderal TNI, elite PKI berani menanggung resiko politik yan harus mereka jalani. Sementara elite Golkar dengan cerdik lihai dan licik mengubah citra mereka sehingga bisa selamat dengan mengelabui rakyat Indonesia mengubah diri menjadi Partai Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kesalah terbesar Bangsa Indonesia dengan reformasinya. Membiarkan Golkar tetap Hidup hingga saat ini dengan hanya menambah kata Partai di depannya, terbukti adalah pilihan yang sangat fatal. Kebusukan-kebusukan terus di sebar dan dipupuk oleh Partai Golkar. Korupsi kemudian diwariskan sebagai prilaku yang tidak lagi memalukan. Kekuatan Golkar dari tiga unsure yakni ABRI-Birokrat-Elite Golkar bertransformasi. Masing-masing melepaskan diri dan bergerak secara liar karena sang pengikat yakni Soeharto tidak lagi patut ditakuti. Kekuatan yang bisa tunduk dari hasil reformasi mungkin hanyalah jalur ABRI (sekarang TNI-red). Karena Dwi Fungsi ABRI telah dihapuskan dan tentara dikembalikan ke barak. Namun demikian kekuatan Tentara ini masih terasa di sejumlah pejabat publik mulai dari Kepala Daerah sampai menteri. Bahkan SBY mungkin juga adalah produk dari Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kontaminasi kebusukan sisa-sisa Golkar di tubuh birokrasi dan elite politik jangan ditanya. Birokrasi masih sangatlah korup dan tidak banyak memikirkan persoalan rakyat. Birokrasi tidak menunjukkan banyak perubahan dari sejak jaman reformasi. Kalau saja Reformasi bisa diikuti dengan menjadikan Golkar sebagai kekuatan terlarang dan birokrasi yang pernah bersentuhan dengan Golkar di jadikan Tahanan Politik (Tapol) dan dilarang menjadi birokrasi lagi, mungkin ada harapan besar bahwa birokrasi akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan elite Partai Golkar yang belakangan prilakunya semakin tebal muka. Pembentukan Sekretariat Bersama partai-partai koalisi setelah Golkar gencar mengusut Kasus Century membuka mata kita lebar-lebar bagaimana lihainya orang-orang Golkar. Meski dengan sangat telanjang bisa dilihat bahwa sikap Golkar ini menunjukkan bagaimana pragmatis dan oportunisnya Golkar, toh para elitenya tidak sedikitpun punya rasa malu. Di Publik para elite Golkar terus saja berkilah dan membela diri sambail tetap beretorika bahwa ini semua juga demi kebaikan bangsa dan Negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan mengetahui pasti dimana semua tindak tanduk Partai Golkar ini akan berakhir. Adakah benar bahwa yang diperjuangkannya adalah kebaikan bersama seluruh rakyat Indonesia atau hanya kepentingan elite Golkar saja. Sejarahlah yang akan mencatatnya. Tetapi sungguh sangat pantas untuk kita sesalknya bersama, bahwa reformasi di tahun 1998-1999 lalu tidak menjadikan Golkar sebagai kekuatan politik terlarang dan pantas di bubarkan. Setelah Reformasi, Gus Dur melalui "Dekrit" 23 Juli 2001 saat dilengserkan dari kursi presiden memuat point Pembekuan Partai Golkar disamping Pembekuan MPR/DPR. Mungkin saat itu Gus Dur sadar bahwa kekuatan Golkarlah yang memainkan peran besar di MPR/DPR yang membuatnya dilengserkan tanpa alasan dan kesalahan yang jelas. Tetapi Dekrit itu sendiri tidak dianggap oleh bangsa ini. Golkar tetap berkibar menyebarkan virus-virus yang mematikan bangsa ini melalui manuver-manuver politiknya. Saya tidak mengerti lagi siapa yang harus bertanggungjawab atas kesalahan ini. Mungkin bangsa ini seluruhnya yang harus menanggung akibatnya. Kalau sudah begini, saya hanya bisa berkata “Kasihan Bangsa saya ini”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-3437127751143330780?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/3437127751143330780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=3437127751143330780&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3437127751143330780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3437127751143330780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/05/kesalahan-terbesar-bangsa-indonesia.html' title='Kesalahan Terbesar Bangsa Indonesia saat Reformasi'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-9040973414986387902</id><published>2010-05-19T01:13:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T02:21:41.085-07:00</updated><title type='text'>Kemenangan Eka-Jaya dan Taktik Politik "Pongah Juari"</title><content type='html'>Kemenangan pasangan Eka-Jaya di Tabanan memang tidak sepenuhnya menjadi sebuah kejutan. Namun realitas ini memberi gambaran kepada kita bahwa sesungguhnya demokrasi di Tabanan tidak menunjukkan kemajuan yang berarti bahkan mungkin mengalami kemunduran. Terutama dari cara-cara meraih kemenangan yang menggunakan taktik "pongah juari" serta mengabaikan moral dan etika. Sungguh sebuah kemenangan yang sangat tidak membanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa di sembunyikan lagi bahwa peran Bupati Tabanan Adi Wiryatama dalam merancang kemenangan Eka-Jaya sangatlah besar. Ayah dari Eka Wiryastuti inilah yang menjadi "master mind" alias dalang dari penghianatan demokrasi yang dilakukan dengan benar-benar muka tembok dan hati nurani yang sudah tertutup rapat. Sahywat kekuasaannya benar-benar telah membutakan dan membuatnya seakan-akan berfikir bahwa kursi Bupati Tabanan adalah kerajaan dimana ia bisa menurunkannya kepada anak cucunya. Padahal kekuasaan mensyaratkan adanya kepentingan rakyat diatas segala-galanya. Dan yang jauh lebih penting adalah, kekuasaan haruslah dibangun dari moralitas dan etika berdemokrasi yang beradab dan jauh dari kesan dilakukan dengan "pongah juari". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaksaan Adi Wiryatama agar trah-nya-lah yang bisa kembali berkuasa di Tabanan dimulai ketika awal pemilihan Bakal Calon Bupati dari PDIP. Dalam rakercabsus PDIP, Adi Wiryatama memaksakan agar Eka meraih suara terbanyak. Namun demikian sikap DPP kemudian yang merekomendasikan Sukaja-Eka, dilawan dengan cara-cara yang benar-benar berani dan sama sekali diluar rasa hormat yang tulus kepada partai politik yang membesarkannya. Alhasil, Rekomendasi Sukaja-Eka pun dianulir dan keluar Rekomendasi jilid II yakni Eka-Jaya. Ini merupakan wujud nyata dari taktik dan strategi politik yang "pongah juari" alias tidak lagi punya rasa malu. Bahkan seorang politisi yang saya ketahui cukup lihai dan pandai berpolitik dengan mengabaikan rasa malu yakni Sukawi Sutarip, Walikota di Kota Semarang yang tak bisa lagi mencalonkan diri misalnya, tidak punya cukup keberanian untuk memaksakan agar anak atau istrinya bisa menjadi calon walikota. Bayangkan saja Sukawi Sutarip berhasil memanfaatkan banyak sekali partai politik, agar hasratnya menjadi Walikota dua periode terpenuhi. Mulai dari PDIP, PAN, PPP dan terakhir Jabatan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah di genggamnya. Padahal hasrat Sukawi untuk melanjutkan kekuasaan melalui trahnya di indikasikan cukup kuat dan kuasa sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah pastilah cukup kuat untuk bisa mengajukan anak atau istrinya seabagi calon walikota. Sukawi, sepertinya masih punya rasa malu sehingga tidak cukup berani untuk mengajukan anggota keluarganya menjadi calon Walikota. Hebatnya rasa malu seorang Sukawi Sutarip ini sama sekali tidak dimiliki seorang Adi Wiryatama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan kekuasaannya pula, Adi Wiryatama di indikasikan melakukan money politics agar jalan mulus memenangkan anaknya bisa diraih. Ironisnya money politics tersebut memanfaatkan dana-dana milik pemerintah yakni APBD. Sungguh ini merupakan praktik politik yang luar biasa mengabaikan persolan etika dan moralitas. Apalagi dana yang digelontorkan mencapai jumlah puluhan milyar rupiah dalam bentuk bansos. Ini mengabaikan sama sekali rambu-rambu yang pernah dikeluarkan pemerintah pusat yang melarang adanya penggunaan bansos untuk kepentingan kampanye. Ini cara-cara yang sungguh-sungguh menciderai praktik demokrasi yang sehat. Tampak sekali kalau Adi Wiryatama terlalu berani dan tidak mengindahkan soal berdemokrasi yang beretika dan beraszaskan kejujuran. Memang berbagai dalih telah disampaikan untuk membantah adanya penggunaan APBD dalam bentuk bansos dalam memenangkan pasangan Eka-Jaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik di Tabanan memang sejak lama menunjukkan gejala ketidaksehatan. Banyak realitas yang ditemui nyata-nyata sangat jauh dari berpolitik yang santun dan mengedepankan kejujuran. Sangat jelas bahwa politik itu sendiri memang kotor. Namun kotor dalam bahasa politik menunjuk pada prilaku yang masih dalam koridor kewajaran-kewajaran. Persoalannya, kotornya politik di Tabanan telah jauh melewati ambang batas kewajaran. Taktik pemenangan yang diambil adalah taktik yang sama sekali mengabaikan azas kejujuran dan tanggungjawab. Taktik yang menggunakan cara-cara tanpa rasa malu, melabrak dan menjunjung hasrat "pokoknya menang!!". Ini adalah praktik demokrasi yang hanya dilakukan oleh orang-orang barbar atau bahasa kerennya kelompok preman. Ataukah memang di Tabanan penguasanya adalah dari kaum preman??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-9040973414986387902?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/9040973414986387902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=9040973414986387902&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/9040973414986387902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/9040973414986387902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/05/kemenangan-eka-jaya-dan-taktik-politik.html' title='Kemenangan Eka-Jaya dan Taktik Politik &quot;Pongah Juari&quot;'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-4410341184716888799</id><published>2010-04-28T02:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T19:33:40.450-07:00</updated><title type='text'>Film "Cowboys in Paradise", Tak Pantas membuat Geger</title><content type='html'>&lt;em&gt;"Saya tidak pernah habis pikir, mengapa film dokumenter "Cowboys in Paradise" bisa dianggap sesuatu yang menggegerkan?. Apanya yang luar biasa dari film itu kalau yang diangkat cuma persoalan keberadaan Gigolo di Pantai Kuta?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prostitusi itu pekerjaan paling tua di peradaban manusia. Sepertinya dimana ada peradaban manusia, disana ada praktik prostitusi. Manusia tidak pernah mampu memberantas prostitusi, sekuat apapun mereka mencobanya. Semakin sulit mencegah prostitusi di saat modernitas semakin mendera dan demokrasi dianggap pilihan yang terbaik. Apalagi di daerah seperti Bali yang demikian maju pariwisatanya, praktik prostitusi mungkin sudah dianggap sebagai sebuah keniscayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya masih duduk di bangku sekolah SMP, seorang teman saya bercerita bahwa ada 3 S dalam dunia pariwisata Bali yakni "SUN, SAND dan SEX". Untuk ukuran anak-anak yang baru belajar bahasa Inggris, saya sedikit bisa memahami apa yang disampaikan kawan saya itu karena yang ia ceritakan adalah soal pariwisata di Pantai Kuta. Ya... di Pantai Kuta memang ada daya tarik soal sex yang membuat wisatawan senang berada di sana. Bagi saya yang kelahiran Bali, tidak ada yang perlu dirisaukan dari hal itu karena bukankah yang melakukannya adalah orang-orang dewasa? Dan urusan sex mungkin bukan sesuatu yang tabu bagi orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pengetahuan saya di era tahun 80 an yang berarti soal prostitusi di Pantai Kuta memang sebenarnya sudah ada. Bahkan mungkin sejak Kuta di buka sebagai daerah wisata, disana sudah berlangsung praktik-praktik prostitusi entah oleh Pekerja Seks Komersial (PSK) wanita ataupun laki-laki (Gigolo).  Gigolo ada dimana-mana. Tidak hanya di Kuta pastinya. Di Kota Semarang terutama kawasan simpang lima juga bisa ditemukan orang-orang yang berpraktik sebagai gigolo. Bahkan dari skripsi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Semarang (UNNES) saya mendapatkan informasi bahwa tempat mangkal mereka berada di depan sebuah tempat Ibadah besar di kawasan Simpang Lima Semarang. Lebih jauh lagi soal info Gigolo di Kota Semarang, berdasarkan hasil penelusuran yang ditayangkan di program SIGI stasiun SCTV disebutkan ada dua desa di Boyolali yang menjadi pemasok para gigolo. Dua desa itu yakni Desa Cabean dan Desa Bakalan. Banyak remaja usia 18 tahun yang tidak punya pekerja memilih menekuni profesi Gigolo di Kota Semarang. Bahkan ada kelas-kelas gigolo di Kota yang menyatakan diri sebagai kota religius ini yakni gigolo kelas atas dan kelas menengah kebawah. Bayaran mereka berkisar Rp 60.000,- sampai Rp 200.000,-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada persoalan Gigolo di Pantai Kuta. Jika dikaitkan dengan persoalan Bali sebagai daerah tujuan wisata utama dan banyak dikunjungi wisatawan asing, maka persoalan prostitusi mungkin bisa disebut sebagai efek ikutan yang tak bisa dihindari. Lalu apakah film &lt;em&gt;Cowboys in Paradise &lt;/em&gt;ini berarti kemudian akan mengancam pariwisata Bali? Sepertinya tidak sampai sejauh itu. Wisatawan asing adalah orang-orang yang memiliki pemikiran yang mungkin relatif lebih terbuka dibandingkan dengan orang Indonesia. Orang dari daratan amerika atau eropa atau negara Jepang tidak semunafik orang Indonesia kebanyakan. Kedatangan mereka ke Bali mungkin lebih pada daya tarik keunikan budaya dan cara hidup orang Bali. Banyak hal yang ada di Bali tidak bisa mereka temukan di belahan dunia manapun di dunia ini. Bahwa di Pantai Kuta itu ada orang berpraktik sebagai Gigolo, mungkin tidak akan langsung membuat para wisatawan berpikiran bahwa Kuta adalah daerah yang kotor dan menjijikan. Lalu saya menjadi semakin tidak jelas, mengapa film "Cowboys in Paradise" yang mengangkat soal keberadaan Gigilo di Pantai Kuta menjadi berita yang menghebohkan?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah berpikir agak sedikit mendalam, sepertinya Saya menjadi punya sedikit jawaban atas penyebab sejumlah media gencar memberitakan soal Film Cowboys in Paradise ini. Nampaknya persoalan ada pada sifat munafik yang berlebihan sejumlah pihak dimana penilaian dilakukan dalam perspektif yang sempit. Ini jika penyikapan atas keberadaan Gigolo di pantai kuta langsung menempatkan Kuta sebagai sebuah tempat wisata yang sudah sedemikian kotornya. Apalagi disebutkan bahwa keberadaan praktik prostitusi di Kuta akan membuat kesucian pulau Bali telah hilang. Pemandangan bahwa ritual suci orang Bali yang di lakukan di pantai Kuta bersebelahan dengan Bule wanita yang setengah telanjang sama sekali tidak pernah mengurangi makna ritual itu sendiri. Saat saya mengikuti upacara &lt;em&gt;mekiyis&lt;/em&gt; menjelang hari raya Nyepi, ketika mencakupkan tangan memuja kebesaran Tuhan, saya tidak begitu terganggu dengan keberadaan bule wanita yang hanya mengenakan pakaian yang menutup bagian dada dan selangkangan berdiri beberapa meter di dekat saya. Orang Hindu Bali meyakini bahwa "Tuhan itu ada di mana-mana, tetapi kesucian Tuhan tidak pernah terkotori oleh kekotoran duniawi" (&lt;em&gt;wyapi wyapaka nirwikara&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Pembuat Film Cowboys in Paradise dalam berita di situs detik.com menyatakan bahwa ide pembuatan film didasarkan atas realitas yang ditemukannya saat ada anak kecil yang belajar berbahasa Jepang dan mengatakan bahwa itu dilakukannya agar besar nanti si anak kecil itu bisa jadi gigolo. Menurut anak kecil itu, menjadi gigolo uangnya bisa banyak. Fakta ini juga adalah sesuatu yang nyata yang bisa kita temui di masyarakat manapun ketika uang dianggap sebagai sesuatu yang bisa membeli segala-galanya. Dengan lapangan pekerjaan yang sedikit sementara perhatian pemerintah dalam soal pendidikan yang sangat tidak sepadan, tentu saja kemampuan berpikir seorang anak atas pilihan hidupnya dimasa mendatang sangatlah terbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu jika film ini mau ditanggapi dengan bijak, maka ini bisa dimaknai sebagai bentuk nyata bagaimana pemerintah di Indonesia sebenarnya gagal dalam menjalankan tugas-tugasnya. Pemerintah gagal melaksanakan pendidikan yang mencerdaskan, pemerintah gagal menjamin kesejahteraan rakyatnya dan pemerintah gagal dalam pembentukan karakter bangsanya. Sayangnya tidak banyak yang merespon ini sebagai bentuk hancur leburnya pemerintahan Indonesia yang sudah demikian korup dan mengabaikan persoalan-persoalan rakyat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-4410341184716888799?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/4410341184716888799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=4410341184716888799&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4410341184716888799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4410341184716888799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/04/cowboys-in-paradise-tak-pantas-membuat.html' title='Film &quot;Cowboys in Paradise&quot;, Tak Pantas membuat Geger'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-4025425309969107831</id><published>2010-04-27T21:27:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T21:29:33.550-07:00</updated><title type='text'>Pemikiran Ismangoen Notosapoetro (Mbah Mangun) Tentang Hukum</title><content type='html'>DEMI HUKUM atau DEMI KEADILAN?&lt;br /&gt;Oleh : Ismangoen Notosapoetro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 18 Maret 2010, saya mengikuti ceramah Prof. Dr. Bibit Samad Riyanto di gedung Juang 45 Semarang. Dalam kesempatan bertanya, saya bertanya kepada beliau dan seluruh ahli hokum yang ada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya Korupsi, ditangkap polisi, saya suap BAP diatur. Saya diserahkan ke Jaksa, jaksa saya suap tuntutan diatur. Saya diadili dipengadilan, hakim saya suap, saya dibebaskan”. Berarti hukum telah ditegakkan, betulkah? Semua yang hadir mengatakan betul. Saya Tanya lagi, adilkah? Semua diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia semua orang terutama para aparat hokum dan para ahli hokum selalu mengatakan “Indonesia negara berdasarkan hokum, jadi demi hokum, hokum harus ditegakkan”. Entag sadar atau tidak demi menegakkan hokum, aparat hokum ada alas an untuk mengabaikan keadilan. Tujuannya jelas yaitu keuntungan financial (uang) bagi mereka (contoh kasus Prita, Kakao, Semangka berapa puluh koruptor dibebaskan yang diatur oleh para mafia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesmepatan tersebut saya sampaikan bahwa : “Yang harus ditegakkan adalah keadilan, sedangkan hokum sebagai alat untuk menegakkan keadilan”. Maka ada lembaga yang namanya pengadilan bukan lembaga penghukuman. Indonesia adalah Negara berdasarkan Pancasila dan bukan berdasarkan hokum. Jadi semua aparat hokum yang disumpah “demi Tuhan” mereka harus sadar bahwa segala pikirannya, rencananya, batinya dan keputusannya selalu diketahui dan dicatat oleh Tuhan. Tetapi nampaknya, kalau sudah urusan duwit (uang) mereka seperti orang-orang yang tak ber Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, sila pertama Pancasila&lt;br /&gt;“Ketuhanan Yang Maha Esa”&lt;br /&gt;Sila Kedua,&lt;br /&gt;“Kemanusiaan yang adil dan beradab”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Pancasila adalah pedoman seluruh aparat hokum, walau sudah barang tentu juga undang-undang yang berlaku. Pasal-pasa, Undang-undang apa saja, muaranya demi menegakkan keadilan, untuk tujuan tersebut hukumlah alatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*Catatan Penulis :&lt;br /&gt;Ismangoen Notosapoetro adalah seorang nasionalis Tulen kelahiran Ngawi Jawa Timur. Sudah sangat lama menetap di Kota Semarang. Beliau adalah seorang mantan perwira angkatan Laut yang kemudian di “karyakan” di Perusahaan Jepang bernama KUBOTA. Pernah menjabat sebagai Anggota DPRRI Periode 1999-2004 dari fraksi PDIP. Karena sikapnya yang tegas dan kuat mempertahankan idealisme, Ismangoen sering “dikucilkan” dan “disingkirkan”. Banyak yang tidak suka dengan pemikiran-pemikirannya yang cukup keras pada tataran idealisme. Mulai tahun 2007, Ismangoen yang kini berusia 70 tahun lebih secara rutin mengisi acara “Ngobrol Bareng Mbah Mangun” yang disiarkan langsung CAKRA &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-4025425309969107831?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/4025425309969107831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=4025425309969107831&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4025425309969107831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4025425309969107831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/04/pemikiran-ismangoen-notosapoetro-mbah.html' title='Pemikiran Ismangoen Notosapoetro (Mbah Mangun) Tentang Hukum'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-8020610533242824850</id><published>2010-04-26T21:37:00.001-07:00</published><updated>2010-04-26T21:38:37.858-07:00</updated><title type='text'>Dialog Imajiner (Buat Gus Dur Sang Guru Bangsa)</title><content type='html'>Oleh : Ismangoen Notosapoetro*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang dari Seatle Amerika, sengaja saya singgah di Jepang untuk menemui sahabat lama, Nagai-san dan Naitoh-san di Osaka, sekedar kangen-kangenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cuplikan sebagian dialog saya dengan mereka saat makan siang di restoran Tepanyaki kesukaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nagai-san dan Naitoh-san, orang-orang seperti Anda dan Bangsa Jepang pada umumnya, di Indonesia kami sebut ORANG KAFIR, karena yang dipikirkan hanya kehidupan duniawi saja. Apa orang Jepang tidak tahu kalau Hidup ini SEKEDAR MAMPIR NGOMBE, jadi harus menyiapkan diri untuk hidup di aam baka agar masuk sorga kelak” tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rendah hati khas orang Jepang, mereka menjawab : &lt;br /&gt;“Isnoto-san, Indonesia adalah NEGARA GEMAH RIPAH LOH JINAWI, sangat kaya sumber daya alam, tanah subur, iklimnya mendukung, memiliki minyak bumi, minyak sawit, emas, batubara, timah, nikel, tembaga, hutan tropis berjuta-juta hektar, lautnya berlimpah ruah dengan segala jenis ikan. Sedangkan Jepang miskin sumber daya alam. Kami hanya memiliki OTAK&lt; OTOT dan JIWA, maka kami harus memanfaatkan waktu hidup kami untuk TEKUN BELAJARM, NERALTIH dan BEKERJA KERAS, agar otak kami cerdas, badan sehat dan berjiwa luhur, demi kesejahteraan bangsa yang miskin sumber daya alam ini. Kemudian kami juga membantu bangsa-bangsa lain termasuk Indonesia. &lt;br /&gt;Tentang hidup akhirat kelak kami berserah diri apa kehendak Tuhan. Kami merasa tak perlu dan tak mampu merekayasa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah orang Jepang tidak takut Tuhan akan Marah?” tanya saya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami kira tidak, buktinya Isnoto-san bisa lihat sendiri. Bagaimana keadaan Jepang saat ini, kami kira semua juga berkah anugerah Tuhan. Isnoto-san, Tuhan orang Indonesia dan Tuhan orang Indonesia sama bukan? Bedanya orang Indonesia bila menghadap Tuhan menggunakan bahasa Arab, sedangkan kami baik di kuil maupun di rumah bila meditasi (menghadap Tuhan) menggunakan bahasa Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isnoto-san, boleh kami bertanya? Mengapa Indonesia termasuk Negara paling korup di dunia, padahal Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang agamis dan religius. Apakah di Indonesia Tuhan mengijinkan umatnya Korupsi? Bahkan orang Indonesia menyanjung-nyanjung KORUPTOR BESAR. Banyak yang minta dan mendoakan agar di bebaskan dari hukuman dan dimaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang Koruptor yang ketahuan akan SANGAT MALU dan pasti mengundurkan diri dari jabatannya. Bila perlu HARAKIRI (bunuh diri) untuk menebus malu keluarga dan kerabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, bagaimanapun orang Jepang menghormati keyakinan orang lain sepanjang tidak merugikan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf Isnoto-san, waktu kami sudah habis. Kami harus kembali bekerja. SAYONARA, salam untuk keluarga dan teman-teman di Indonesia dan jangan lupa kalau ada bencana alam, cepat hubungi kami. Kami pasti Bantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berjabat tangan saya jawab ; “Wassalam, Daag, Bye-bye. Lho, kok saya tidak pakai bahasa Indonesia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Catatan Penulis :&lt;br /&gt;Ismangoen Notosapoetro adalah seorang nasionalis Tulen kelahiran Ngawi Jawa Timur. Sudah sangat lama menetap di Kota Semarang. Beliau adalah seorang mantan perwira angkatan Laut yang kemudian di “karyakan” di Perusahaan Jepang bernama KUBOTA. Pernah menjabat sebagai Anggota DPRRI Periode 1999-2004 dari fraksi PDIP. Karena sikapnya yang tegas dan kuat mempertahankan idealisme, Ismangoen sering “dikucilkan” dan “disingkirkan”. Banyak yang tidak suka dengan pemikiran-pemikirannya yang cukup keras pada tataran idealisme. Mulai tahun 2007, Ismangoen yang kini berusia 70 tahun lebih secara rutin mengisi acara “Ngobrol Bareng Mbah Mangun” yang disiarkan langsung CAKRA SEMARANG TV setiap SENIN, RABU dan JUMAT pukul 08.30 WIB.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-8020610533242824850?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/8020610533242824850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=8020610533242824850&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8020610533242824850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8020610533242824850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/04/dialog-imajiner-buat-gus-dur-sang-guru.html' title='Dialog Imajiner (Buat Gus Dur Sang Guru Bangsa)'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-6545159892152909688</id><published>2010-04-19T01:41:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T02:30:53.370-07:00</updated><title type='text'>Moralitas tidak menjadi Acuan Pemilih di Pilwakot Semarang</title><content type='html'>Pasangan nomer 5 Soemarmo-Hendi (MARHEN) memimpin perolehan suara sementara hasil penghitungan cepat KPU Kota Semarang. Selisihnya tidak banyak hanya sekitar 3% dibanding pasangan nomer 1 Mahfudz Ali-Anis Nugroho (MANIS). Hasil ini memang agak berbeda dibandingkan hasil sejumlah survey awal menjelang hari pencoblosan. Bahkan hasil survey dari LSI yang sempat diumumkan di Harian Suara Merdeka, pasangan MANIS mendapat dukungan lebih banyak dibanding MARHEN. Hanya saja hasil survey LSI juga memberi data penting bahwa jumlah massa mengambang/swing votter cukup tinggi sehingga keunggulan MANIS dalam survey tersebut disebutkan masih sangat rentan untuk disalip MARHEN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh bisa disimak bahwa hasil ini sesungguhnya memberikan banyak gambaran tentang proses demokrasi di Kota Semarang, terutama menyangkut dasar acuan pemilih dalam menentukan pilihannya. Memang tidak pernah bisa dianalisa secara tepat dan akurat apa sesungguhnya pertimbangan terpenting bagi pemilih di kota Semarang dalam menentukan sosok pemimpinnya. Persoalan utama yang sering dianggap sebagai acuan utama penentuan pilihan (diluar money politics) adalah ukuran moralitas sosok yang maju sebagai calon. Moralitas dalam konteks ini tentu saja moralitas dalam pengertian bahwa calon adalah sosok yang menjunjung tinggi nilai-nilai norma dan etika. Disamping itu sosok tersebut haruslah bersih dari prilaku korupsi. Dalam logika idealisme sebuah demokrasi yang sehat, sosok yang bersih secara moral akan mendulang suara banyak pada saat pencoblosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan Marhen dalam pencoblosan 18 April, mungkin bisa dikatakan melenceng dari idealisme demokrasi diatas. Soemarmo HS berdasarkan sejumlah isu dan materi black campaign (kampanye hitam) yang beredar dimasyarakat dituding pernah berselingkuh. Bahkan perbuatan selingkuh mantan Sekda tersebut sudah terekspose di media massa beberapa tahun lalu. Terlepas dari persoalan benar/tidaknya tudingan soal selingkuh tersebut, setidak-tidaknya sosok Soemarmo tidak dipungkiri telah memiliki cacat moral. Persoalannya mungkin adalah pada daya ingat masyarakat kota semarang yang tidak mampu menjangkau secara jernih perisitiwa-peristiwa yang terjadi beberapa tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada soal persepsi atas tindakan korup dari seorang Semarmo. Ketika berbicara dengan salah seorang anggota DPRD Kota Semarang beberapa saat setelah pencoblosan, saya sempat menanyakan soal dugaan korupsi yang melibatkan Soemarmo terutam dalam pengadaan lift di Gedung Balai Kota. Isu ini memang mengemuka hanya beberapa hari sebelum masa pencoblosan dan tidak heran kalau kemudian banyak yang menuding dihembuskannya isu ini berkaitan dengan upaya mencitrakan Soemarmo yang juga korup. Anggota DPRD tersebut membenarkan bahwa Soemarmo patut diduga terlibat dalam tindakan korupsi pengadaan lift yang nilainya juga ada dikisaran lebih dari dua milyar rupiah karena yang bersangkutan adalah pelaksana anggaran pada saat itu. Hanya saja media di Semarang nampaknya tidak berhasil mengekspose pemeberitaan ini dalam kapasitas yang memadai sehingga tidak secara signifikan mengganggu citra Soemarmo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain soal pengadaan lift, Soemarmo juga sempat disinggung terkait soal korupsi karena diduga terlibat dalam gratifikasi proyek pembangunan Ruko Peterongan Plaza senilai Rp 74 juta. Bahkan melalui media dengan jelas-jelas Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng, menempatkan Soemarmo sebagai salah satu dari 7 calon kepala daerah yang terlibat dugaan korupsi. Sukawi Sutarip selaku Walikota Semarang dengan jelas menyebutkan bahwa salah satu alasannya "memecat" Soemarmo dari jabatan Sekda pada tahun 2009 lalu adalah karena kasus gratifikasi proyek pembangunan ruko Peterongan Plaza tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kemenangan Marhen semakin menjadi kenyataan, maka dengan mengabaikan sejumlah faktor lain yang mempengaruhi pilihan warga Semarang pada Pilwakot 2010, maka kita dihadapkan pada realita bahwa persoalan moral nampaknya tidak menjadi pertimbangan utama bagi para pemilih. Pentingnya moralitas seorang calon pemimpin hanya ada dalam pembicaraan-pembicaraan lisan warga. Bahwa ketika ditanya apakah Anda akan memilih pemimpin yang kurang bermoral, maka sebagian besar akan menjawab "tidak". Tetapi ketika berada di bilik suara dengan berbagai ragam pertimbangan yang ada dikepala para pemilih, nampaknya pertimbangan moral menempati urutan terakhir. Atau bisa saja karena banyak dari pemilih memilik daya ingat yang pendek alias mudah lupa, lalu latar belakang yang berkaitan dengan moralitas diabaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dan kedepan yang perlu menjadi perhatian bersama adalah bagaimana mengawal pemimpin terpilih agar berjalan pada aras yang lurus. Ketika pemenang sudah ada, maka persoalan moralitas harus kembali dikedepankan dengan sungguh-sungguh pada tataran prilaku dan perbuatan nyata. Jangan lagi pentingnya moralitas hanya ada di pembicaraan saja. Jika warga semarang tidak bisa mewujudkan azas moral sebagai hal yang utama dalam tingkat perbuatan melainkan hanya omongan saja, maka jelaslah bahwa warga semarang adalah manusia-manusia munafik. Lalu bisa saja pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang munafik, lain pembicaraan, lain pula pebuatannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-6545159892152909688?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/6545159892152909688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=6545159892152909688&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6545159892152909688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6545159892152909688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/04/moralitas-tidak-menjadi-acuan-pemilih.html' title='Moralitas tidak menjadi Acuan Pemilih di Pilwakot Semarang'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-8767460359842193999</id><published>2010-04-16T00:59:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T01:55:09.416-07:00</updated><title type='text'>Siaran Langsung Kerusuhan Tanjung Priok oleh Metro TV dan TV One, Memprovokasi Warga Menyerang Satpol PP</title><content type='html'>"&lt;em&gt;Kalau saja dua stasiun televisi nasional yakni Metro Tv dan TV one tidak menyiarkan siaran langsung awal-awal terjadinya kerusuhan Tanjung Priok 14 April lalu, mungkin kerusuhan lanjutan yang kemudian membunuh tiga orang satpol PP tidak perlu terjadi"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu saya baru saja sampai dirumah untuk istirahat makan siang. Kebetulan rumah kontrakan saya berada dekat dengan kantor tempat saya bekerja. Sambil makan siang dengan istri, saya menonton berita di Metro TV yang menyiarkan siaran langsung saat awal-awal kerusuhan di Tanjung Priok. Gambar yang hadir di layar kaca dengan narasi reportase langsung sangatlah dramatik. Pasukan satpol PP sedang terlibat perang hebat dengan warga yang berada didalam kompleks makam Mbah Priok. Hanya nampak lemparan-lemparan batu yang berterbangan dan pasukan satpol PP yang berusaha keras merangsek kedalam kompleks makam. Sampai disini, gambar yang tampil belum begitu dramatik. Namun tiba-tiba ada segerombolan orang dari satpol PP terlihat menyeret salah satu warga keluar dari kompleks makam dan terlihat digebuki, ditendangi dipukul. Sangat terlihat nyata warga tersebut berdarah-darah. Reporter lapangan melaporkan dengan suara panik nampak sedikit ketakutan. "Ya pemirsa nampaknya ada warga yang berhasil dobawa keluar oleh petugas. wraga itu dipukuli. aparat saptpl PP memukuli warga itu yang nampaknya sudah lemah tak berdaya. Terus dipukuli...". Gambar lalu menunjukkan warga yang dipukuli itu dibopong dua orang dengan tubuh bersimbah darah lemas. "Ya pemirsa ternyata warga itu masih anak-anak... Sepertinya ia sudah meninggal...dipastikan satu warga telah tewas..." demikian kata-kata yang keluar dari mulut reporter wanita yang melaporkan kejadian secara langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu gambar menampilkan lagi setidak-tidaknya dua orang warga lagi yang dalam keadaan lemah berdarah dan terus ditendang dipukuli, bahkan diacungkan senjata tajam. Laporan langsung si reporter juga penuh dengan kata-kata dramatik. bagaimana warga yang sudah lemah dipukuli, ditendang dan dibopong sekenanya bahkan diseret, Jelas menggambarkan betapa kasar dan kurang manusiawinya petugas Satpol PP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu makan saya dan istri langsung jeblok karena gambar yang tampil berdarah-darah dan penuh kekerasan. Beberapa kali istri saya mengalihkan ke stasiun tv lain, namun karena saya penasaran sesekalipula saya kembali menonton saiaran langsung kerusuhan di Metro TV itu. Saya bersyukur karena nampaknya suasana yang ditampilkan mulai mereda. Satpol PP sudah tidak ngotot lagi merangsek kedalam Makam Mbah Priok. Gambar menampilkan satpol PP bergerumul menuju kendaraan yang membawa mereka ketempat itu. Namun saya mulai risau lagi dan berpikir bahwa kerusuhan itu tak akan berakhir setelah reporter dilapangan mengatakan bahwa "....mereka ditarik mundur bukan untuk berhenti. Tetapi mereka hanya istirahat...". Ini berarti setelah istirahat, Satpol PP kembali akan menyerbu, kerusuhan akan panjang. Tetapi karena saya harus kembali ke kantor, saya tidak tertatrik lagi untuk menonton siaran langsung dari Mtero TV itu yang juga disiarkan langsung oleh TV One.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan saya ternyata benar, kerusuhan dan kekerasan di tanjung priok itu berbuntut panjang. Nampaknya warga di sekitar wilayah Koja marah setelah melihat ulah para satpol PP dari siaran langsung di televisi. Gambar-gambar kekerasan lengkap dengan darah-darah yang tidak tersensor menjadi sarana provokasi yang sangat hebat yang memacu cepat amarah Warga. Terlebih lagi kali ini yang sedang ingin digusur (menurut Pemda DKI di renovasi) adalah makam tokoh yang oleh warga adalah seorang penyebar agama Islam berpengaruh di pesisir Utara Jakarta. Ini berarti persoalan ini berkaitan dengan soal keyakinan. Jelas soal agama pastilah akan menjadi pemicu paling cepat kemarahan warga. Akibatnya Satpol PP dan Polisi menjadi sasaran amarah warga. Saya tidak lagi menonton siaran langsung kerusuhan dari televisi ketika sore hari saya tiba di rumah. Hanya sekilas saya menyimak bahwa Satpol PP sedang dalam kondisi terkepung oleh warga yang marah. Bahkan menurut si reporter dari lapangan yang memyiarkan langsung sedang diupayakan evakuasi satpol PP lewat kapal laut milik Pelindo. Situasi nampaknya makin kacau dan korban tewas berjatuhan dari pihak Satpol PP. Sementara dari warga sepertinya tidak ada korban tewas seperti yang disampaikan reporter Metro TV saat siaran langsung pada waktu siang hari dimana Satpol PP nampak memukuli warga yang berhasil dibawa keluar kompleks makam. Sementara anak kecil yang belakangan diketahui bernama Alvian yang diduga dan berkali-kali disebutkan telah tewas dari laporan si reporter metro TV ternyata masih hidup dan dirawat di RSCM. Ada sedikit keretakan di bagian kepalanya. Namun dari gambar di televisi nampaknya Alvian baik-baik saja dan segera akan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya siaran langsung kerusuhan di Metro TV dab TV One terutama pada saa-saat awal merupakan bagian yang sangat memprovokasi warga. Amarahpun membuncah dan penyerangan terhadap Satpol PP menjadi demikian masif dan brutal. Isu Agama menjadikan keburtalan massa semakin menguat. Siapa yang tidak akan marah menyaksikan bagaimana orang-orang yang mencoba mempertahankan Makam tokoh Penyebar Agama diperlakukan bak binatang oleh Satpol PP? Ini kekerasan yang dipicu oleh kekerasan lain. Sebuah peristiwa kekerasan yang disiarkan secara vulgar oleh dua staisun tv nasional menjadi sarana provokasi yang luar biasa efektif. Siaran langsung itu telah membangkitkan amarah warga pada hari itu dan mungkin hingga hari ini terhadap satpol PP. Meskipun jelas korban yang tewas adalah yang dari Satpol PP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya pun berandai-andai, "&lt;em&gt;Kalau saja dua stasiun televisi nasional yakni Metro Tv dan TV one tidak menyiarkan siaran langsung awal-awal terjadinya kerusuhan Tanjung Priok 14 April lalu, mungkin kerusuhan lanjutan (menjelang sore-malam) di Koja yang kemudian membunuh tiga orang satpol PP tidak perlu terjadi"&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-8767460359842193999?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/8767460359842193999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=8767460359842193999&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8767460359842193999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8767460359842193999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/04/siaran-langsung-kerusuhan-metro-tv-dan.html' title='Siaran Langsung Kerusuhan Tanjung Priok oleh Metro TV dan TV One, Memprovokasi Warga Menyerang Satpol PP'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-1978619328635823899</id><published>2010-04-09T00:54:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T01:38:40.180-07:00</updated><title type='text'>"Perang" TV One Vs Polri akan Mendewasakan Rakyat</title><content type='html'>TV One dituding telah menggunakan narasumber palsu dalam porgram pemberitaannya pada program acara Apa Kabar Indonesia Pagi 18 Maret 2010 terkait Makelar Kasus (Markus). Bahkah kepolisian telah menciduk narasumber palsu tersebut yang bernama Andris. Mabes Polri mengajukan kasus ini ke Dewan Pers agar mendapatkan tindak lanjut sebagaimana mestinya. Sementara itu pihak TV One mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah merekayasa pemberitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media melalui pemberitaannya (Nesw) memang telah menjadi kekuatan yang bisa mempengaruhi opini publik. Terkadang yang benar bisa menjadi salah dan yang salah bisa menjadi benar. Yang salah bisa di dukung oleh publik sementara yang benar bisa bernasib sebaliknya. Masih segar di ingatan kita bagaimana seorang Susno Duadji bisa berubah dari orang yang paling dibenci menjadi pahlawan. Ketika kasus cicak Vs Buaya berhembus, publik begitu membenci sosok Susno Duadji. Media berhasil meyakinkan bahwa Susno Duadji adalah oknum polisi yang paling layak disalahkan. Akibatnya apapun yang disampaikan Susno ketika itu tidak lagi mampu meyakini publik bahwa dirinya bersih. Tetapi apa yang terjadi sekarang ketika Susno "bernyanyi" soal makelar kasus terkait pajak. Polisi Bintang Tiga ini menjadi pahlawan dan tidak sedikit yang kemudian memberi dukungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi, fakta ini membuat saya semakin meyakini bahwa sangat sulit untuk meyakini kebenaran yang disampaikan media. Menjadi takut untuk memiliki keyakinan akan sebuah kebenaran. Lalu mungkin banyak yang akan bingung, apakah kebenaran dari pemberitaan dimedia adalah kebenaran yang sebenar-benarnya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada kasus TV One dengan narasumber palsunya. Saya juga menjadi sulit untuk mempercayai kejujuran kedua belah pihak. Saya tidak percaya polisi dan saya juga tidak bisa langsung memposisikan TV One sebagai pihak yang pasti salah. Meski polisi kini telah menangkap Andris dan Andris pun sudah "bernyanyi" bagaimana ia di arahkan untuk bercerita soal Markus di Mabe Polri, lalu apakah semuanya bisa dipercaya begitu saja?. Tidakkah dibalik ini semua sebenarnya ada sebuah "perang" opini antara Polri dengan Media?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini citra Polri sudah demikian terpuruknya. Terlalu banyak perbuatan tidak baik yang bisa ditudingkan kepada salah satu lembaga penegak hukum ini. Prestasi menggulung Teroris tidak bisa menghapuskan citra buruk yang sudah melekat pada tubuh Polri. Maka ketika kembali Susno membuka aib Polri, citra Polri semakin terpuruk. Tidak mudah untuk mengembalikan Citra Polri dalam kondisi seperti sekarang ini. Serangan Media kepada Polri akan mudah mendapatkan pembenaran dari pemirsanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi yang terpuruk seperti ini, bisa saja Polri menggunakan strategi serangan balik melalui media juga. Perlu dilakukan pembersihan nama Polri yang melalui sosok Roni (nama samaran Andris ketika bersaksi di TV One) dengan lugas disebutkan ada makelar kasus yang bergentayangan di Mabes Polri. Cara yang paling tepat adalah menangkap Andris dan mengumumkannya kepada media bahwa orang yang mengaku-ngaku makelar kasus di Mabes Polri melalui TV One adalah palsu. Ini merupakan serangan Balik yang cukup telak dan mungkin akan memiliki dampak besar untuk mengembalikan citra polri. Atau paling tidak akan muncul pemikiran di benak pemirsa/ rakyat, ternyata Polri tidaklah seburuk yang disangkakan selama ini. Bukankah orang yang ngaku makelar kasus di Mabes POlri yang memberikan keterangan sangat lugas melalui media adalah seorang penipu dan direkayasa oleh Tv tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepentingan media jelas adalah untuk mencitrakan diri bahwa mereka adalah yang selalu terdepan mengabarkan dan paling layak untuk dipercaya. Bagi TV ini adalah modal untuk mencapai rating tinggi sehingga secara ekonomi bisa menguntungkan. Bisa saja profesionalisme dikesampingkan dan wawancara direkayasa agar bisa memenuhi hasrat penonton dan penontonpun menjadi puas.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah memastikan mana yang benar dan mana yang salah dalam kondisi "perang" seperti saat ini. Keduanya memiliki kepentingan yang kuat sehingga bisa melakukan apa saja guna mencapai keinginan mereka. Polri penting untuk membersihkan Citra Mereka dan TV memiliki kepentingan agar acara ditonton oleh pemirsa dan opini publik bisa dipengaruhi. Namun demikian siapapun pemenang dari perang ini mungkin dampaknya bagi rakyat tidak begitu banyak. Rakyat mungkin akan tetap mencitrakan Polri sebagai lembaga yang belum benar-benar bersih dan media TV melalui pemberitaannya akan tidak mudah lagi dipercaya rakyat. Dalam jangka panjang, jika sering dihadapkan pada fakta-fakta bahwa tidak semua pemberitaan di TV selalu benar akan membuat penonton tv semakin cerdas. Rakyat akan menjadi jauh lebih obyektif berpikir dengan jernih dan tidak mudah dipengaruhi oleh pemberitaan di TV. Rakyat tidak akan mudah diombang-ambingkan secara emosional. Ketika ini terjadi berarti rakyat Indonesia akan sudah semakin dewasa dan semakin demokratis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-1978619328635823899?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/1978619328635823899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=1978619328635823899&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1978619328635823899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1978619328635823899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/04/perang-tv-one-vs-polri-akan.html' title='&quot;Perang&quot; TV One Vs Polri akan Mendewasakan Rakyat'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-1090699727271405728</id><published>2010-04-07T00:54:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T01:32:17.877-07:00</updated><title type='text'>Tragedi Demokrasi di Tabanan</title><content type='html'>Tabanan, sebuah kabupaten yang dikenal sebagai lumbung padinya Bali. Ini karena tanah pertaniannya membentang luas dan tanahya subur. Namun demikian tidak berarti sumber daya manusia di Tabanan hanya mampu menjadi petani. Sepertinya orang Tabanan sejak dimasa lalu cukup sadar akan pentingnya pendidikan. Faktanya tidak sedikit, dosen, profesor atau dokter-dokter ahli di Bali yang merupakan kelahiran kabupaten Tabanan. Ini membuktikan bahwa intelektualitas orang Tabanan tidak bisa dianggap sebelah mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melek pendidikan dan intelektualitas yang lumayan, mestinya dmenjadikan emokrasi di Tabanan bisa jauh lebih baik dibandingkan apa yang terjadi akhir-akhir ini terkait dengan pemilu terutama pemilihan kepala daerah langsung. Praktik-praktik politik di Tabanan logikanya bisa mengedepankan etika dan moralitas yang tinggi. Namun faktanya, praktik politik yang terjadi cenderung kasar dan sangat murahan. Bagaimana tidak kasar dan murahan kalau cara-cara yang ditempuh sejumlah elite politik terutama dari partai yang berkuasa jauh dari inteletualitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dengan adanya pemaksaan keluarnya Rekomendasi jilid II dari PDIP yang penuh dengan intrik dan alasan-alasan yang kurang bisa diterima logika awam. Lalu kedangkalan cara berpolitik muncul sampai pada tingkat pengenaan denda dan sanksi adat jika masyrakat di sebuah banjar tidak memilih calon bupati yang disepakati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diberitakan Bali Post edisi Rabu 7 April 2010. Rapat banjar Yeh Gangga Sudimara Tabanan memutuskan bahwa warga yang tidak memilih paket Eka-Jaya akan dikenakan denda Rp 4 juta dan sanksi Adat. Ini merupakan kesepakatan "super Gila" yang sangat memalukan bagi demokrasi di Indonesia bahkan dunia. Sepertinya para pemimpin di Banjar Yeh Gangga ini sudah kehilangan akan sehat mereka sehingga berbalik menjadi manusia-manusia purba yang sama sekali tidak memiliki kesadaran logika. Alasan utama yang disampaikan adalah karena adanya kepentingan untuk menjaga keutuhan dan keamanan daerah. Jika ada yang memilih calon lain, ditakutkan akan terjadi gesekan. Alasan yang sebenarnya tidak relevan lagi diajukan ketika sistem demokrasi sangat menekankan pada kebebesan untuk menentukan pilihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini benar-benar tragedi bagi demokrasi di Bali yang selama kurun waktu 10 tahun relatif menunjukkan perkembangan kedewasaan yang menggembirakan. Seharusnya Banjar tidak lagi dipergunakan sebagai wadah politik kepentingan salah satu kekuatan yang ingin berkuasa. Banjar mestinya dimurnikan atau dibebaskan dari kepentingan politik. Pelajaran dimasa lalu terutama pada era Orba mestinya menjadikan para pemimpin adat di Bali lebih terbuka. Kemandirian Banjar secara adat adalah kekuatan yang diakui dan harusnya ditempatkan pada posisi yang sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, prilaku para elite politik yang memanfaatkan Banjar sebagai mesin politiknya sangatlah tiodak terhormat. Karena itu kualitas atau kadar kepemimpinan elite politik tersebut sangat patut untuk dipertanyakan. Bagaimana mungkin seorang calon Bupati bisa membiarkan pilihan terhadap dirinya adalah pilihan karena keterpaksaan? Jika saja masih ada nurani di calon Bupati tersebut, maka ia akan meminta dengan tegas bahwa kesepakatan Banjar Yeh Gangga Sudimara tabanan tersebut tidak bisa diterima. Biarlah warga Tabanan memilih dengan bebas, berdasarkan pilihan mereka masing-masing karena pilihan yang tanpa keterpaksaan ini akan menjadikan pemimpin dihormati rakyatnya bukan ditakuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang menggunakan cara-cara otoriter adalah pemimpin yang memalukan. Apalagi pemimpin yang menggunakan cara-cara kekerasan, maka semakin rendahlah kualitas kepemimpinannya. Hanya pemimpin yang berpikir dengan cara preman yang mengambil jalan pemaksaan. Masyarakat Tabanan yang merupakan masyrakat terdidik harus sadar bahwa cara-cara pemimpin untuk menjadi pemimpin mencerminkan kualitas pribadi pemimpin tersebut. Tidak ada tempat bagi calon pemimpin yang berjiwa preman dalam alam demokrasi yang bebas. Tetapi faktanya memang lain, masyrakat Tabanan nyatanya merasa lebih nyaman meski dipimpin oleh pemimpin yang kualitasnya teramat meragukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-1090699727271405728?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/1090699727271405728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=1090699727271405728&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1090699727271405728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1090699727271405728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/04/tragedi-demokrasi-di-tabanan.html' title='Tragedi Demokrasi di Tabanan'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-3252170254680528961</id><published>2010-04-05T02:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T02:36:27.815-07:00</updated><title type='text'>Atasi PNS Korup, Pensiun Dini-kan saja Mereka!</title><content type='html'>Bagaimana menangani birokrasi yang sudah terlanjur korup? Kalau jawaban diminta dari para ahli atau pakar, mungkin bisa ada seribu macam solusi. Sesungguhnya tawaran solusi sudah demikian banyak disampaikan melalui berbagai media baik dalam bentuk pemberitaan (hasil liputan wawancara atau diskusi) ataupun dalam bentuk tulisan opini. Namun entah mengapa banyak tawaran yang kemudian tidak bisa terlaksana atau tidak mau dilaksanakan. Tetapi kalau tawaran solusi bagi birokrasi yang korup dengan menaikkan gaji kemudian dilaksanakan. Para pengambil kebijakan akan beramai-ramai mengatakan betapa pentingnya kenaikan gaji ini dilakukan dan menurut mereka akan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Ismangoen Notosapoetro, mantan Direktur PT Kubota Indonesia yang juga mantan anggota DPR RI yang saya kenal sebagai seorang nasionalis tulen di Semarang Jawa Tengah juga punya solusi atasi masalah birokrasi yang korup. Kawan Diskusi saya dalam acara Ngobrol Bareng Mbah Mangun di Cakra Semarang TV ini, menawarkan solusi yang sederhana; "PENSIUN-KAN SEGERA PNS YANG KEKAYAANNYA SUDAH BERLIMPAH DILUAR BATAS KEWAJARAN". Jelas tawaran solusi ini akan dengan mudah mendapatkan jawaban balik. Kalau kemudian penggantinya juga korup lantas bagaimana? "YA, PENSIUNKAN JUGA MEREKA SEGERA. KALAU PENGGANTINYA KORUP JUGA, SEGERA PENSIUNKAN LAGI. HITUNG_HITUNG PEMERATAAN". demikian jawaban Mbah Mangun ringan. PEnsiun dini dalam hal ini berbeda dengan pensiun dini di BUMN seperti Telkom atau PLN yang kalau memensiunkan dini akan memberi pesangon miliaran rupiah. Kalau PNS yang terindikasi dipensiunkan ya cukup akan diberi uang pensiun bulanan sesuai dengan ketentuan yang ada sekarang, yakni beberapa persen dari gaji ketika masih aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenali PNS yang korup tidaklah sulit. Kalau ada PNS yang rumahnya muewahnya super mewah, mobilnya berderet-deret, anak-anaknya sekolah di luar negeri atau memeiliki hobi-hobi yang membutuhkan biaya banyak, maka bisa saja diindikasikan PNS itu korup. Terlebih lagi orang Indonesia itu sukanya pamer, maka mengenali PNS yang korup menjadi jauh lebih mudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengadili para pejabat PNS yang korup merupakan kerja besar dan sangat tidak mudah. Kalaupun hukum benar-benar bisa dilaksanakan dengan baik, maka dipastikan penjara akan penuh oleh PNS yang terbukti korup. Bisa memakan waktu yang panjang dan penjara mungkin akan penuh. Dan menurut Mbah Mangun, cara memensiunkan dini PNS tidak akan menimbulkan gejolak karena toh yang dipensiun adalah mereka yang sudah kaya.Syukur-syukur dengan kekayaannya para mantan PNS kaya raya itu akan bisa membuka usaha yang mempekerjakan beberapa karyawan. Maka lapangan pekerjaan akan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, peraturan tentang PNS sekarang belum mengatur soal Pensiun Dini terlebih lagi aturan soal tindakan bagi mereka yang terindikasi korup. Untuk itu aturannya menurut Mbah Mangun bisa dibuat. "Toh yang membuat aturan para pejabat itu juga. Mengapa membuat aturan pensiun dini tidak bisa", kata Mbah Mangun. Memensiunkan dini PNS terindikasi korup dalam jangka panjang bisa melahirkan efek jera. Lambat laun, PNS-PNS yang masih muda-muda akan berpikir beberapa kali kalau mau korup, karena mereka tidak ingin dipensiun dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi seperti ini mungkin tidak akan mudah dalam penerapannya. Disamping aturan yang perlu disiapkan, kemungkinan perlawanan dan manipulasi dari para PNS akan menjadi semakin kuat. Mengakali aturan-aturan adalah keahlian orang Indonesia. Mengetahui bahwa memamerkan kekayaan akan membuat PNS dipensiunkan, maka cara untuk menyembunyikan akan dilakukan. Memang benar-benar sulit untuk mencari solusi jitu bagi persoalan PNS yang korup. Ia seperti pekerjaan mengurai benang kusut yang tidak jelas harus memulai dari mana. Kalau sudah begini, semuanya akan menjadi malas berpikir. Memiliki pejabat-pejabat dan PNS-PNS yang micek, MBhudeg dan Ndablegh memang merisaukan dan membuat kita menjadi gregetan, marah, kecewa dan sedih. Ironisnya, sepertinya kita tidak bisa melakukan apapun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-3252170254680528961?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/3252170254680528961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=3252170254680528961&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3252170254680528961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3252170254680528961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/04/atasi-pns-korup-pensiun-dini-kan-saja.html' title='Atasi PNS Korup, Pensiun Dini-kan saja Mereka!'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-5104286244737215664</id><published>2010-04-02T22:35:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T23:23:33.785-07:00</updated><title type='text'>Seribu Kali Remunerasi, Sejuta Kali Korupsi. Ini Indonesia Bung!!</title><content type='html'>Indonesia adalah negara korup yang tidak pernah berubah menjadi tidak korup meski semua rakyat kalau ditanya semuanya pasti ingin korupsi lenyap dari Indonesia. Rezim berganti, presidenpun berganti dan korupsi ternyata tidak juga lenyap. Bahkan sejak jaman penjajahan VOC pun bumi nusantara digerogoti oleh korupsi. Merdeka dari penjajahan, bangsa Indonesia semakin sulit lepas dari korupsi justru korupsi semakin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otoriternya Orde Baru telah berganti Demokrasi liberal nya hasil Reformasi. Kini korupsi tidak lagi menjadi milik Soeharto and the Gank, tetapi menjadi milik semua mereka yang sempat atau sedang menjabat. Kantor pemerintahan dari Desa sampai Istana Presiden, Kantor Wakil Rakyat dari Kabupaten/kota sampai Pusat, Kantor Polisi, Kantor Jaksa, Kantor Pengadilan, Kantor Pajak adalah rumah nyaman bagi mereka yang sering korupsi. Korupsi ketika ingin diperangi oleh sejumlah institusi seperti KPK, dengan jelas melakukan perlawanan keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jalan keluar kemudian ditawarkan. Pendekatan hukum telah dilakukan melalui isntitusi hukum. Cara lainnya yang diyakini bisa menekan korupsi adalah dengan kebijakan REMUNERASI. Istilah ini belum lazim ditelinga kita karena relatif kebijakan yang jarang diterapkan di Indonesia. Beberapa Departemen atau kini namanya kementrian telah menerapkan kebijakan ini. Intinya yang bisa ditangkap dari kebijakan remunerasi ini adalah bahwa uang yang dibawa para pegawai pemerintahan akan meningkat cukup besar, sehingga tidak lagi punya keinginan untuk korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kamus Bahasa Indonesia dan Tresaurus Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan Nasional tahun 2008, remunerasi mempunyai arti pemberian hadiah (penghargaan atau jasa), bayaran, imbalan, kompensasi, atau upah.  Remunerasi yang dimaksud di sini adalah “payment” atau penggajian, bisa juga uang atau substitusi dari uang yang ditetapkan dengan peraturan tertentu sebagai timbal balik suatu pekerjaan dan bersifat rutin dimana tidak termasuk uang lembur atau honor. Hal ini dilakukan untuk mendorong sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, memelihara SDM yang produktif sehingga tidak pindah ke sektor swasta dan membentuk perilaku yang berorientasi pada pelayanan serta mengurangi tindak Korupsi Kolusi dan Nepostime (KKN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementrian Keuangan telah menggelontorkan 4,1 Trilyun rupiah khusus untuk kebijakan Remunerasi di kementeriannya terutama di Pajak dan Bea Cukai. Hasilnya?? Entahlah... Yang jelas kasus Gayus Tambunan terjadi setelah kebijakan remunerasi dijalankan. Lalu catatan masa lalu yang dapat dilacak adalah ketika pemerintahan Soekarno ditahun 1959 juga pernah menaikan gaji pegawai pajak sampai 9 kali. Hasilnya juga tidak begitu efektif karena ternyata korupsi masih merajalela. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remunerasi saat ini kemudian menjadi semakin menggejala. Beberapa isntitusi di negara ini sedang bersiap-siap mengajukan kebijakan Remunerasi. TNI adalah salah satunya. Kemudian Pemerintahan Propinsi Bali dan Jawa Barat juga telah menerapkannya. Sementara Pemprov Jateng sedang berancang-ancang menetapkan kebijakan Remunerasi di tahun 2011 nanti (Suara Merdeka, 3/4). Jelas ini akan menjadi berita menggembirakan bagi para PNS. Tetapi apakah PNS dan para pejabat nantinya akan langsung "membunuh" hasrat mereka untuk korupsi, tidak bisa dipastikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi di Indonesia sudah begitu mengakar kuat. Meski perbuatan ini sangat merugikan bangsa dan negara, rakyat Indonesia tidak pernah serius memeranginya. Koruptor justru adalah sosok yang dihormati karena berlimpahnya kekayaan mereka. Pejabat yang terkenal korup tidak pernah di benci di bumi nusantara, tetapi sangat diberikan tempat bahkan tidak sedikit yang dijadikan pemimpin daerah. Demokrasi yang liberal di Indonesia menjadikan jabatan bagi para koruptor adalah sesuatu yang mudah diraih. Rakyat Indonesia tidak pernah memiliki sikap jelas untuk melenyapkan korupsi. Seorang kawan saya sering berkata " Siapa yang tidak korupsi di Indonesia? Mereka adalah yang tidak atau belum memiliki kesempatan". Nah... artinya kalau nanti punya kesempatan pastilah akan korupsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niatan korupsi itu adalah sesuatu yang manusiawi artinya ada dalam setiap pikiran manusia. Siapapun yang pernah dilahirkan di muka bumi ini pastilah punya niat untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya demi kenikmatan hidupnya sendiri. Meski sadar niatan korupsi jika dilaksanakan akan merugikan orang lain, manusia secara manusiawi akan bisa mengabaikannya. Namun demikian niatan korupsi di beberapa kebudayaan di belahan dunia ini diperangi dengan kuat melalui pembangunan kesadaran-kesadaran akan pentingnya sikap-sikap dan prilaku jujur dan bertanggungjawab serta kerja keras. Bahkan ada kebudayaan yang membangun kesadaran bahwa jika ingin hidup sejahtera maka tiada lain jalannya selain bekerja keras penuh dengan semangat pengorbanan. Kemudian satu individu dengan individu lainnya didalam masyrakat lalu melakukan saling kontrol dengan satu dengan lainnya. Yang melanggar akan dikenakan sanksi sosial dan juga sanksi hukum yang tegas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah... Celakanya di Indonesia niatan korupsi tidak dianggap membahayakan dan justru dinilai sebagai sesuatu yang sah-sah saja. Bahkan parahnya justru si pelaku korupsi dihormati dan bisa dengan mudah bebas dari jeratan hukum. Tidak satupun agama di Indonesia melalui lembaga agamanya melarang dengan tegas umatnya untuk korupsi. Tidak banyak suara yang menegaskan bahwa pelaku korupsi hukum akhiratnya berat. Alih-alih mengatakan Korupsi sebagai perbuatan terkutuk, pintu pertobatan dengan membayar sejumlah sumbangan sosial yang dibuka lebar-lebar. Anda korupsi sekian milyar, ahar tidak disiksa di api neraka, maka anda harus menyumbang sosial sebesar sekian rupiah. Ini ajaran yang hidup di negeri religius dengan berjuta-juta tempat ibadah mewah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kalau menaikkan gaji berlipat-lipat dianggap sebagai jalan keluar, maka itulah adalah solusi yang bisa diibaratkan menggantang asap. Seribu kalipun dilakukan Remunerasi maka Korupsi akan berkembang sejta kali lipat. Ini Indonesia Bung! Bangsa yang Indosial dengan pemerintahannya yang Indosialan. Harusnya para aparatur negara itu sadar, bukankah sudah jelas.. "Kalau Anda tidak mau miskin... ya jangan jadi PNS atau TNI Polri atau Jaksa atau Hakim atau pejabat negara... Jadilah Pengusaha". Kalau jadi aparatur negara hanya mau jadi beban rakyat dengan remunerasi dan korupsi, maka sebaiknya mengundurkan diri sajalah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-5104286244737215664?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/5104286244737215664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=5104286244737215664&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5104286244737215664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5104286244737215664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/04/seribu-kali-remunerasi-sejuta-kali.html' title='Seribu Kali Remunerasi, Sejuta Kali Korupsi. Ini Indonesia Bung!!'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-5460134943254240991</id><published>2010-03-29T01:20:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T01:50:27.261-07:00</updated><title type='text'>SAATNYA RAKYAT BANGKIT, MELAWAN!!!!</title><content type='html'>Pajak dipungut untuk membiayai sebuah pemerintahan. Pajak jelas-jelas adalah hasil kerja keras rakyat yang dipungut oleh pemerintahan sebuah negara. Tidak mungkin sebuah pemerintahan bisa berjalan tanpa adanya pajak. Gaji pegawai negeri dibiayai oleh pajak. Pembanguan infrastruktur untuk kepentingan rakyat lebih banyak dibangun dari uang pajak. Tidak bisa dibayangkan apa yang terjadi jika rakyat tidak mau membayar pajak. Mungkin sebuah pemerintahan akan lumpuh. Namun negara punya instrument pemaksa, agar rakyat mau bayar pajak. Yang tidak mau bayar pajak, bisa diadili dan dilakukan penyitaan oleh negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat sesungguhnya tidak perlu keberatan membayar pajak karena prosentase pajak dari penghasilan jelas kecil. Dan rakyatpun sesungguhnya sangat sadar bahwa pajak memang merupakan kewajiban. Jika rakyat bisa hidup sejahtera, membayar pajak bukanlah perkara sulit. Tanpa dipaksapun mungkin rakyat akan dengan rela membayar pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apabila sebuah pemerintahan terlalu korup, maka membayar pajak bagi rakyat akan menjadi sangat meragukan. Bayangkan jika perasan keringat rakyat dipergunakan hanya untuk membiayai kepentingan sosial para pejabat dan aparat negara dengan jalan korup. Setiap tahun mungkin ada trilyunan rupiah uang rakyat lewat pajak yang dikorup oleh pejabat negara dan bawahannya. Sebagai negara yang terkorup di Asia, maka jumlah uang pajak yang di 'makan" dengan cara tidak halal oleh para pejabat negara dan bawahannya pastilah tinggi. Sebenarnya ini bukan menjadi rahasia lagi, karena kasus korupsi sudah banyak terungkap dan banyak pejabat negara yang telah dipenjara. Hanya saja tidak ada tanda-tanda bahwa akan ada pengurangan jumlah korupsi di Indonesia. Alih-alih berkurang, tingkat korupsi semakin merajalela dan terjadi disemua lapisan tataran birokrasi pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus pengungkapan makelar kasus oleh Susno Duadji yang lalu menyeret orang-orang di Ditjen Pajak, sesungguhnya bukanlah sesuatu yang sama sekali baru. Cerita bagaimana korupnya para pegawai kantor pajak sudah cukup lama berhembus. Kantor Pajak dikenal sebagai kantor "basah" bahkan mungkin sangat "becek". Pehawai pajak kalau ada yang hidupnya pas-pas an maka jelas akan menjadi bahan tertawaan para tetangganya. Jadi kalau ada orang jujur di Kantor Pajak maka segera yang bersangkutan akan dikatagorikan sebagai orang aneh. Realitas ini menjadi pembenar bagi pegawai pajak untuk berbuat tidak jujur. Cobalah menanyakan kepada seorang yang anda temui di jalan, tentang apakah percaya dengan pegawai di kantor pajak orangnya jujur-jujur? jawaban yang akan anda dapatkan pastilah "tidak percaya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi selama ini rakyat tidak bisa berbuat banyak, karena pegawai pajak yang korup sudah dianggap sebagai hal yang biasa. Ada permakluman di pikiran rakyat tentang tindak tanduk oknum pegawai pajak yang rakus melakukan korupsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tentang Gayus Tambunan yang namanya menjadi populer setelah Susno "bernyanyi" mungkin bisa dipergunakan sebagai cerminan dari para pejabat dan pegawai di kantor pajak. Sulit membantah jika seorang pegawai golongan III A bisa memiliki kekayaan dengan besar hingga mencapai puluhan milyar rupiah. Menjadi sangat menarik untuk dilakukan "Pembongkaran" secara total kepada para pejabat dan pegawai pajak. Kekayaan mereka perlu diperiksa dan diumumkan kepada publik. Adakah kekayaan mereka memang wajar atau tidak. Sebagai institusi yang mengumpulkan uang rakyat melalui pajak, kantor pajak harus benar-benar dibersihkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa adanya "pembersihan" di kantor pajak, maka rakyat haruslah melakukan pembangkangan nasional dengan tidak membayar pajak. Kalau kemudian pembangkangan ini membuat rakyat di penjara, mari kita dipenjara beramai-ramai sehingga penjara menjadi penuh dan membuat pemerintahan ini kolaps. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup lama rakyat Indonesia menjadi bulan-bulanan para pejabat pemerintahan. Sudah terlalu banyak uang rakyat yang "dimakan" dengan demikian rakusnya oleh pejabat pemerintahan. Sepertinya tidak bisa lagi diberikan ruang permakluman karena seluruh institusi negara saat ini sudah diselimuti dengan tindakan-tindakan korup. Kepolisian, kejaksaan, pengadilan, kantor pajak, pemerintahan daerah, lembaga kepresidenan, BUMN, BUMD, bahkan sampai kantor desa dan kelurahanpun sudah dikotori oleh korupsi. SAATNYA RAKYAT BANGKIT, MELAWAN!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-5460134943254240991?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/5460134943254240991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=5460134943254240991&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5460134943254240991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5460134943254240991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/03/saatnya-rakyat-bangkit-melawan.html' title='SAATNYA RAKYAT BANGKIT, MELAWAN!!!!'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-1870036721708396646</id><published>2010-03-08T01:45:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T02:02:25.778-08:00</updated><title type='text'>Ngotot dan Rela Turun “Kasta Politik”, Demi Kekuasaan atau Kesejahteraan Rakyat?</title><content type='html'>Gegap gempita pemilihan kepala daerah di Bali telah melahirkan dinamika politik yang sangat tinggi. Manuver dari partai politik (Parpol) terutama para elitenya terlihat sangat luar biasa. Bahkan banyak yang menabrak etika berpolitik yang mestinya  didasari moralitas dan sikap kenegarawanan. Nampaknya nikmatnya kekuasaan memang benar-benar menyilaukan mata para elite parpol sehingga sampai-sampai menjadikan kekuasaan adalah hak waris yang bisa diturunkan kepada anak cucunya atau keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang paling menarik adalah kuatnya hasrat menjadi pemimpin daerah yang juga menjalar kepada sosok atau pribadi-pribadi yang sesungguhnya memiliki “kasta politik” lebih tinggi ketimbang menjadi seorang bupati. Pribadi-pribadi ini telah pernah menjabat pada jabatan yang setara dengan pemimpin daerah yang lebih tinggi dari seorang Bupati. Prof  I Wayan Wita dan Sudirtha, SH adalah dua sosok yang “kasta politiknya” sesungguhnya sudah pernah melampaui pejabat setingkat Bupati. Prof Wita adalah mantan Rektor Universitas Udayana yang eselonnya sama dengan Gubernur. Sementara Sudirtha, SH adalah Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan berkaliber elite nasional. Bahkan keduanya telah pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Bali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun entah dengan alasan yang pastinya apa, lalu kedua tokoh Maha Gotra Sanak Sapta Resi atau soroh Pasek-Klan terbesar di Bali- ini rela menurunkan “Kasta Politiknya” dengan menyasar jabatan Bupati. Adakah jabatan Bupati ini akan menjadi sasaran antara sebelum membidik posisi Gubernur atau memang murni karena keduanya ingin membangun daerah dan mensejahterakan rakyat, hanya mereka yang tahu pasti jawabannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian dari konteks Demokrasi tentu tidak ada yang aneh dalam soal nafsu besar para elite untuk menjadi penguasa daerah. Meminjam istilah yang lazim digunakan para politisi di Senayan Jakarta, semuanya “sah-sah saja”. Seorang Bupati yang ngotot menjadikan anaknya sebagai pengganti posisinya karena sudah tidak mungkin lagi untuk dipilih  atau pribadi yang rela “kasta politiknya” turun, dalam kacamata demokrasi adalah hal yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Demokrasi memberi ruang pada hal-hal tersebut untuk dimaklumi. Hanya saja persoalannya kemudian adalah perlunya dijawab pertanyaan berikut ; Adakah keinginan menjadi pemimpin, benar-benar dilandasi semangat yang tulus untuk wujudkan kesejahteraan rakyat?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan yang ingin diwariskan kepada anak (kasus di Tabanan) bisa jadi hanyalah kekuasaan yang diperuntukkan bagi dirinya sendiri dan kelompoknya. Karena toh dalam dua kali periode kepemimpinannya sang Ayah tidak menunjukkan kinerja terbaik bagi kesejahteraan rakyat Tabanan. Semnetara tokoh yang rela turun “kasta politik” juga pantas diragukan komitmennya dalam memperhatikan kesejahteraan rakyat, mengingat ada ketidaklaziman sikap politik yang ditunjukkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi memang memberi ruang untuk bersembunyinya kepentingan-kepentingan yang tidak selaras dengan kesejahteraan rakyat. Bisa saja semua calon pemimpin bersembunyi dibalik jargon-jargon bombastis yang dikemas dalam visi misi disetiap kampanyenya bahwa kesejahteraan rakyatlah yang ingin diwujudkan. Faktanya jargon-jargon tersebut lalu menerpa ruang kosong saat calon pemimpin benar-benar menjadi pemimpin. Rakyat jelas-jelas dikecewakan karena harapan mereka sangat jauh dari kenyataan. Hasil pemilihan langsung kepala daerah di Bali periode 2005-2006 lalu memberi kita bukti bahwa tidak banyak janji-janji bupati terpilih yang bisa diwujudkan. Kekecewaanpun merebak dimasyrakat dalam bentuk suara-suara ketidakpuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya kemudian rakyat tidak bisa berbuat banyak. Kesalahan yang sama akan dilakukan, yakni memilih pemimpin yang kadar kebohongannya sesungguhnya telah teruji. Seakan-akan rakyat tidak memiliki banyak pilihan karena ikatan-ikatan jangka pendek seperti melalui bantuan-bantuan social pembangunan jalan dan Pura, bazzar di Banjar-banjar atau kunjungan-kunjungan menjelang pemilihan, menutup keburukan wajah si calon pemimpin. Benar adanya bahwa orang Indonesia itu memiliki ingatan yang sangat pendek sehingga lupa atas kesalahan dan dosa-dosa para pemimpinnya. Sistem politik yang disadera kepentingan eiite parpol menutup akses munculnya calon pemimpin berkualitas yang memang lahir dari tempaan kehidupan sosial rakyat yang akan dipimpinnya. Lalu tiket menjadi calon hanya dimiliki mereka yang memiliki uang cukup guna menyuap para elite pimpinan parpol ditingkat DPP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan bahwa demokrasi akan memiliki aras yang sejalan dengan kesejahteraan rakyat semakin pantas dipertanyakan. Justru demokrasi kemudian menjadi cikal bakal persoalan rakyat, karena pemimpin yang dihasilkan tidak menjadi solusi penderitaan rakyat melainkan menjadi bagian dari penderitaan rakyat itu sendiri akibat korupsi dan sikap yang hanya mementingkan kepentingan kelompoknya saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-1870036721708396646?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/1870036721708396646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=1870036721708396646&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1870036721708396646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1870036721708396646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/03/ngotot-dan-rela-turun-kasta-politik.html' title='Ngotot dan Rela Turun “Kasta Politik”, Demi Kekuasaan atau Kesejahteraan Rakyat?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-2577910942643991074</id><published>2010-01-12T01:36:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T21:01:49.644-08:00</updated><title type='text'>Bila Petruk (berhasrat) Jadi Ratu</title><content type='html'>Ontran-ontranan penentuan calon Bupati di Tabanan Bali terutama di tubuh PDIP pantas membuat kita semua prihatin. Sangat kentara terlihat, bagaimana kotornya politik itu ketika ia bertemu dengan prilaku rakus kaum elite politik yang sudah tergila-gila setengah mati dengan kepentingan kekuasaan semata. Bila mencermati prilaku elite PDI P di Tabanan tersebut, sama sekali kita tidak melihat sisi baik dari politik yakni sebagai jalan pencapaian kesejahteraan bersama. Jika ontran-ontranan yang kini berkembang di tingkat elite PDI P ini tidak ditangani dengan baik, maka pecahnya konflik fisik di akar rumput akan sangat terbuka lebar. Pertanyaan adalah pantaskah kita kemudian menyebut ini sebagai bagian dari proses kematangan demokrasi? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demokrasi itu jelas bukan sistem yang baik. Demokrasi tidak lebih hanyalah pilihan terbaik diantara sejumlah pilihan buruk. Karena bukan sistem yang baik, maka demokrasi bisa membawa dampak buruk yang luar biasa bagi sebuah bangsa terutama bangsa yang rakyatnya tidak memiliki moral individu yang memadai. Demokrasi bahkan bisa membuat kondisi negara menjadi semakin memburuk. Perpecahan dimana-mana dan perebutan kekuasaan dilakukan dengan pengabaian sisi moral dan etika. Kekuasaan tidak lebih dipandang dalam perspektif kenikmatan individu bagi para elite. Sementara individu rakyat sebagai pemilih, terjebak dalam pemikiran pendek dan pragmatis. Demokrasi memungkinkan terjadinya apa yang dalam masyrakat Jawa dan juga Bali, dikenal dengan istilah "Petruk dadi ratu" menjelma menjadi kenyataan. PEristiwa rakyat biasa (petruk) menjadi seorang pemimpin (ratu, )sesungguhnya bisa menjadi hal wajar selama persyaratan yakni kesiapan secara mental dan moral, si Petruk sebagai calon pemimpin memang memadai.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun celakanya bagi bangsa Indonesia, ada banyak petruk-petruk yang kemudian menjadi ratu karena sistem demokrasi yang demikian liberal. Petruk yang tidak pernah menjalani gemblengan menjadi seorang pemimpin tangguh dalam artian pernah memikirkan rakyat dengan sungguh-sungguh, melainkan hanya kerena "beruntung", bisa menjadi pemimpin. Tengoklah sejumlah pemimpin daerah, entah walikota atau bupati. Sangat banyak dari mereka adalah orang-orang biasa yang tidak pernah mengalami proses berkesadaran akan makna kepemimpinan lalu menjadi pemimpin. Orientasi mereka tidak lebih hanyalah kekuasaan dan karena memiliki uang yang banyak lalu bisa menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia yang paling celaka adalah matinya Partai politik dalam menjalankan fungsi sesungguhnya. Partai politik sama sekali tidak melakukan proses kaderisasi dengan baik. Parpol hanya bergeliat ketika ada event politik, setelah itu Parpol akan mati suri. Harusnya parpol melakukan proses politik yang berkesinambungan dengan serius dan terus menerus. Mesti ada kepastian pendidikan kader parpol, siapa yang dipersiapkan untuk menduduki jabatan di eksekutif, siapa dilegislatif dan siapa yang bekerja di internal partai. Kalau sebuah parpol dengan terbuka mengatakan bahwa mereka bisa saja merektrut calon pemimpin dari luar parpol, maka jelaslah bahwa ada yang salah pada parpol tersebut. Kalau kemudian ada yang ngotot mencalonkan pemimpin dari faktor keturunan, maka itu bisa jadi wajar, asalkan ada proses kaderisasi yang jelas yang telah dilakukan oleh Parpol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, persoalan kesejahteraan rakyat dalam sistem demokrasi dan otonomi daerah yang berada ditingkat Kota/kabupaten, jelas ditentukan oleh bupati/walikotanya masing-masing. Terbayanglah kemudian bagaimana kalau para walikota/bupati adalah para petruk-petruk yang hanya mengejar kepentingan kenikmatan pribadi dari kekuasaannya. Soal kesejahteraan rakyat? nampaknya mereka tidak terlalu peduli. Lantas siapa yang akan disalahkan dari fenomena ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus ada proses kesadaran bersama dari rakyat akan makna sesungguhnya dari demokrasi. Demokrasi akan menuju pada kesejahteraan rakyat ketika pemilihan para pemimpin dilakukan dengan melihat siapa sesungguhnya calon pemimpin. Adakah mereka tidak lebih hanyalah para petruk-petruk haus kekuasaan ataukah ada kekuatan keinginan dari mereka akan pentingnya kesejahteraan rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus ontran-ontranan di tubuh PDI P Tabanan dan jika rakyat Tabanan memiliki kesadaran politik yang baik, maka sikap elit PDIP Tabanan hanya pantas untuk ditertawakan. Mereka benar-benar telah menjadi petruk-petruk yang sedang menggelar dagelan di pentas Drama Gong. Lakon yang sedang mereka pentaskan adalah tentang nikmatnya kekuasaan bagi para petruk dan menganggap rakyat Tabanan sebagai orang-orang bodoh yang bisa mereka bodoh-bodohi. Karena itu menurut saya Rakyat Tabanan pantas untuk menertawakan lelucon-lelucon para petruk itu jangan sampai ada yang mau berekelahi secara fisik hanya karena membela para petruk pemain dagelan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-2577910942643991074?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/2577910942643991074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=2577910942643991074&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2577910942643991074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2577910942643991074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/01/bila-petruk-berhasrat-jadi-ratu.html' title='Bila Petruk (berhasrat) Jadi Ratu'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-7891207452778140481</id><published>2010-01-01T18:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T18:53:51.698-08:00</updated><title type='text'>Gus Dur, Demokrasi dan Nasib NKRI</title><content type='html'>Semenjak menjadi wartawan, seingat saya ada 2 peristiwa atau berita yang membuat saya tak kuasa menahan rasa sedih sampai meneteskan air mata. Pertama saat Bom di Paddys Cafe Kuta yang menewaskan ratusan orang. Yang kedua, saat mendengar berita Gus Dur Meninggal. Ketika berita Bom meledak, bukan kematian yang membuat saya paling bersedih, melainkan rasa kekhawatiran yang besar akan masa depan masyarakat Bali setelah Bom mengingat pariwisata akan tersungkur yang berarti pula, ekonomi Bali terpukul hebat. Apa yang akan dilakukan orang Bali tanpa pariwisata? itulah yang membuat saya sangat khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, saya kembali merasakan hal yang sama. Meninggalnya Gus Dur Rabu, 30 Desember 2009 menimbulkan rasa khawatir yang kuat di pikiran saya. Khawatir tentang nasib Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Khawatir tidak akan ada lagi tokoh agama yang memiliki jutaan pengikut setia dan sangat kharismatik yang siap menjadi pembela terdepan NKRI sepeninggal Gus Dur? Apakah ada tokoh agama mayoritas yang akan dengan tegas berani mengatakan bahwa Pancasila adalah sesuatu yang final bagi NKRI? Saya masih meragukan bahwa tokoh-tokoh agama mayoritas yang ada saat ini akan seberani Gus Dur. Saya melihat ada kecendrungan yang kuat bahwa kepentingan politis lebih kuat saat ini, sehingga ideologi atau dasar negara NKRI adalah sesuatu yang bagi para tokoh agama yang ada saat ini bisa diabaikan. Inilah resiko dari sistem Demokrasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menggarisbawahi faktor demokrasi karena Gus Dur adalah sosok yang sangat kuat membela demokrasi di tanah air Indonesia. Penghargaan sebagai Bapak Demokrasi dari sebuah LSM memberi kita gambaran bahwa Gus Dur menginginkan Demokrasi Tegak di NKRI. Tetapi demokrasi yang diperjuangkan Gus Dur kini justru telah berubah menjadi ancaman terbesar bagi NKRI. Atas nama demokrasi, kekuatan mayoritas merasa pantas untuk menonjolkan diri, dan menganggap bahwa diluar mereka dengan keyakinan yang berbeda adalah sesuatu yang kecil yang bisa dianggap tidak ada. Demokrasi yang diperjuangkan Gus Dur sepertinya dimasa depan akan menjadi ancaman terbesar atas keberadaan Pancasila. Terlebih lagi, perilaku elite politik yang kini menguasai negara adalah elite yang sepertinya tidak pernah peduli bahkan sudah melupakan apa sesungguhnya cita-cita para pendiri bangsa. Di pikiran kaum elite yang ada kini hanyalah kepentingan kekuasaan untuk materi bukan untuk kepentingan bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis memang. Harapan bahwa demokrasi akan menjadikan masa depan bangsa lebih baik, kini justru menjadi ancaman. Faktor kualitas kepemimpinan adalah kunci dari semua persoalan ini. Kedangakalan dalam berpikir para pemimpin menjebak mereka untuk berpikir pragmatis. Demi kekuasaan, hal-hal prinsip dilupakan atau sengaja dikesampingkan. Dan kekuasaan di sebuah sistem demokrasi hanya bisa diraup dengan dukungan politis yang besar. Dukungan politis yang besar bisa didapat dengan mudah jika para politisi bermain di wilayah keyakinan/agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur adalah tokoh yang bisa melampaui kedangkalan berpikir para politisi yang ada saat ini. Sesuatu yang prinsip adalah hal yang sangat pantas diperjuangkan mengalahkan urusan kekuasaan. Itulah yang telah dilakukan Gus Dur selama hidup beliau. Menjadi pelindung bagi semua, siapa saja anak-anak bangsa Indonesia. Keyakinan Gus Dur ini tidak diungkapkan hanya didalam hati atau bisik-bisik di forum tertutup. Tetapi Gus Dur mengemukannya di Publik dengan terbuka, bahwa keberagaman di Indonesia haruslah dihargai dihormati dan dijunjung tinggi oleh siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memimpikan bahwa akan lahir tokoh seperti Gus Dur. Saya punya mimpi bahwa presiden RI bisa bersikap seperti Gus Dur dalam membela pluralisme. Presiden akan berani berada di garda terdepan pembela Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Presiden yang berani menindak, siapapun yang dengan terang-terangan menunjukkan sikap ekslusif seolah-olah menguasai kebenaran terlebih lagi berani mengangkangi hukum negara. Tetapi... apakah kita memiliki presiden seperti itu saat ini? Saya meragukannya. Saya melihat presiden RI saat ini adalah politisi yang telah terjebak pada demokrasi yang mengabaikan soal moralitas dan cita-cita pendiri bangsa. Semoga saja Gus Dur telah menitipkan pesan khusus kepada Presiden RI saat ini karena Gus Dur meninggal saat sang presiden menjenguk Gus Dur di rumah Sakit. Smeoga presiden segera sadar bahwa NKRI adalah sesuatu yang layak diperjuangkan dengan sungguh-sungguh melampaui kepentingan pribadi dan kelompoknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-7891207452778140481?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/7891207452778140481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=7891207452778140481&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7891207452778140481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7891207452778140481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2010/01/gus-dur-demokrasi-dan-nasib-nkri.html' title='Gus Dur, Demokrasi dan Nasib NKRI'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-3479777037242673874</id><published>2009-12-20T20:18:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T21:10:37.437-08:00</updated><title type='text'>Ijin Taksi Baru dan Nasib Sopir Taksi di Bali</title><content type='html'>Para sopir taksi di Denpasar berencana mendemo Gubernur Bali karena ada rencana menambah ijin armada taksi sebanyak 500 unit (Bali Post, 21/12). Alasan mereka karena taksi sekarang sudah banyak dan kalau ditambah lagi dengan taksi baru, konsumen yang sudah sedikit akan dibagi lagi. Apalagi ijin armada taksi tersebut diberikan kepada perusahaan besar seperti Blue Bird Taksi, raksasa perusahaan taksi di Indonesia. Jumlah kebutuhan ideal taksi di Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya memang berbeda antara kajian teoritis dan praktik di lapangan. Gubernur ngotot menyatakan kuota taksi di Bali masih banyak yang belum dipenuhi, tetapi di sisi lain, para sopir taksi mengeluhkan sepinya penumpang. Jika ada kesamaan, harusnya sopir taksi tidak perlu sampai protes keras kalau ada tambahan taksi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah saya persis ada di depan terminal Ubung. Halaman depan rumah saya dipergunakan tempat mangkal taksi meski dari aturan hal tersebut sangat dilarang. Saya tidak mengetahui persis bagaimana polisi di depan terminal Ubung sepertinya tutup mata dengan hal tersebut. Terlepas dari soal dilarang, yang jelas tidak banyak dari para sopir taksi yang membawa kesumringahan wajah sebagai tanda mereka berpenghasilan banyak. Keluhan tentang penumpang sepi yang selalu terlontar dari mereka. Beberapa sopir taksi yang saya kenal, memang secara ekonomi tidak terlihat berpenghasilan cukup. Tetapi ini mungkin saja bersumber dari cara kerja mereka yang hanya tertarik dengan penumpang "carteran", bukan penumpang reguler. Artinya mereka ngetem, tunggu penumpang bus antar propinsi keluar dari terminal, lalu kalau cocok dengan harga carteran, barulah mereka melayani penumpang. Ini tentu saja membuat dalam satu hari bisa saja hanya beberapa penumpang yang dilayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taksi itu harusnya mobile, bergerak terus dan tidak ngetem. Tetapi faktanya banyak taksi yang ngetem. Tidak jelas siapa yang salah karena toh aparat hanya membiarkannya saja. Mungkin karena banyak "backing" atau bahkan pengelola taksi adalah para preman. Sebagian besar taksi juga beroperasi tidak menggunakan argometer melainkan harga kesepakatan/ carteran. Jadinya harga yang harus dibayarkan pengguna jasa taksi bisa jauh lebih mahal. Praktek begini menjadi sangat lazim dikota-kota yang sebenarnya belum menjadi sebuah kota besar dimana penduduk lokal sangat jarang menggunakan taksi sebagai moda angkutan umum utama. Konsumen taksi lebih banyak adalah wisatawan atau penumpang temporer yang lebih sering hanya karena terdesak waktu dan tidak ada angkutan umum lain yang melayani rute tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada ijin Gubernur untuk menambah armada taksi di Bali. Kasus serupa terjadi di Kota Semarang. Sopir taksi se Kota Semarang pernah protes keras atas keluarnya ijin taksi untuk Blue Bird. Kantor walikota di demo ribuan sopir taksi mengakibatkan Jalan Pemuda dimana Balaikota Semarang berada jadi macet total. Hanya saja entah karena apa, protes ini kemudian mereda dan taksi Blue Bird bisa beroperasi. Ada kecurigaan dan dugaan persoalan ijin bisa keluar karena kuatnya "permainan" uang dari pengusaha taksi dengan pemegang kekuasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap gubernur Bali untuk merestui ijin taksi baru di Bali juga rentan dicurigai ada permainan uang di dalamnya. Apalagi pengusaha yang mencoba ikut bermain di moda angkutan taksi ini adalah pemain besar dengan modal besar. Persoalannya adalah ketiadaan kajian yang independen, tentang seberapa besar sesungguhnya armada taksi yang diperlukan oleh masyarakat bali saat ini. Benarkah Taksi masih kurang jumlahnya sehingga diperlukan tambahan? Lantas dampaknya tentu saja tidak hanya bagi sesama taksi tetapi juga angkutan umum lainnya seperti angkot, meski segmennya konsumennya beda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika persoalan manajemen angkutan umum tidak pernah menjadi persoalan serius yang ditangani dengan tepat dan baik oleh pemerintah, maka yang lebih sering muncul adalah konflik. Saya melihat bahwa karakter orang Bali itu jauh lebih keras dan tidak jarang nekat berbuat apa saja. Ini berarti potensi konflik yang ditebar Gubernur Bali dengan mengeluarkan ijin taksi baru rentan menjadi sumber konflik fisik ditingkat bawah. Bisa saja secara resmi ijin dikeluarkan oleh Gubernur karena secara hukum itu sah. Tetapi siapa menjamin dilapangan tidak akan terjadi pembakaran taksi atau perkelahian fisik antar sopir taksi. Orang Bali itu, kadang tidak peduli apakah mereka bersaudara atau tidak. Asal sudah ada yang mengipas-ngipas, saudara sendiri bisa ditebas. Sejarah tahun kelam diera PKI bisa menjadi bukti kesadisan orang Bali. Sekarang tinggal kebijaksaan Mangku Pastika sebagai Gubernur Bali. Apakah akan menebar potensi konflik atau bersikap lebih bijak dengan mendengar lebih banyak keluhan rakyat. Syukur-syukur bisa mengabaikan iming-iming uang dari pengusaha kaya karena kesejahteraan rakyat tetap jauh lebih penting daripada memenuhi kantong sendiri atau kelompok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-3479777037242673874?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/3479777037242673874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=3479777037242673874&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3479777037242673874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3479777037242673874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/12/ijin-taksi-baru-dan-nasib-sopir-taksi.html' title='Ijin Taksi Baru dan Nasib Sopir Taksi di Bali'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-1767172162202611257</id><published>2009-12-18T21:15:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T22:01:05.835-08:00</updated><title type='text'>Infotainment = Siapa Butuh???</title><content type='html'>Para wartawan infotainment dibuat gerah oleh si Luna Maya. Gara-garanya, ada kata-kata kasar yang ditulis artis asal Bali tersebut di internet yang ditujukan kepada para jurnalis infotainment. Bahkan jalur hukum akan ditempuh para wartawan yang merasa benar-benar tersinggung. Uniknya di internet juga ada gerakan yang mendukung Luna Maya. Unik, karena gerakan ini dipeloori oleh jurnalis juga. Mereka beralasan, wartawan sejak dulu ingin menghapus pasal pencemaran nama baik dan sejumlah pasal di UU ITE yang merugikan pengguna internet. Pro kontra pun terjadi dan sampai tulisan ini dibuat belum jelas dimana akan berakhir perseteruan jurnalis infotainment dengan Luna Maya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang infotainment, adalah bicara tentang sesuatu yang sebenarnya sangat tidak penting. Saya tidak pernah menemukan jawaban atas pertanyaan mendasar "Siapa yang sebenarnya membutuhkan berita-berita tentang selebritis dan apa untungnya mendengar, membaca dan menyaksikan berita-berita tentang selebritis?" Kehidupan pribadi seorang selebritis adalah sesuatu yang sepertinya tidak memiliki keterkaitan langsung dengan lingkungan masyarakat luas. Misalnya seorang selebritis kawin cerai, berpoligami atau pemakai narkoba. Apakah itu akan merugikan masyarakat luas? jawabannya bisa ya bisa tidak. Tetapi bagi saya tetap saja TIDAK. Yang kita nikmati dari seorang selebritis adalah jasanya dalam memberi kita hiburan. Kita tertarik dengan kemampuannya melakukan selebrasi, ya kita tonton atau dengarkan. kalau tidak suka, ya ditinggalkan saja. Lalu apakah jika dikaitkan dengan posisinya sebagai idola atau publik figur, selebritis menjadi layak diberitakan kehidupan pribadinya? Bagi saya tetap tidak layak. sekali lagi yang kita konsumsi dari mereka adalah jasa menghiburnya, bukan kehidupan pribadinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infotainment adalah berita sampah. Berita yang tidak memiliki kegunaan apa-apa. Kalaupun berguna, ya seperti sampah, pastilah tidak banyak. Infotainment hanya menghasilkan pergunjingan-pergunjingan, gosip-gosip yang tidak produktif bagi kemajuan sebuah bangsa. Infotainment lebih banyak membawa dampak negatif ketimbang positif. Lihatlah berita seseorang yang dilaporkan bunuh diri di sebuah mall di Jakarta. Beberapa hari kemudian prilaku ini ditiru oleh orang lain. Pengetahuan atau manfaat apa yang kita dapatkan dari berita tentang pernikahan Tora Sudiro dengan Mieke Amalia yang dilakukan sembunyi-sembunyi? Atau berita tentang Luna Maya yang menggendong anaknya Ariel di bioskop?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri berita-berita selebritis di infotainment memiliki kekuatan besar di televisi karena banyak ditonton pemirsa. Berderet-deretnya acara infotainment di berbagai stasiun TV nasional menunjukkan bahwa program acara ini dianggap sangat penting untuk ada oleh pengelola televisi. Jumlah infotainment di stasiun TV nasional bisa mencapai puluhan perharinya. Sehari, setiap TV nasional memiliki 3 program infotainment, pagi, siang dan sore. Jika ada 10 Tv nasional, maka akan ada 30 program infotainment per harinya. Satu minggu akan ada 210 program infotainment yang menjejali televisi Indonesia. Nampaknya begitu penting berita-berita soal infotainment itu. Tetapi kalau saya bertanya, "Jika besok Pagi ketika Anda terbangun, lalu tidak ada infotainment di televisi yang anda tonton, apakah hidup Anda akan lebih buruk?". Pikirkanlah dengan jernih jawaban atas pertanyaan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infotainment pada sisi lain juga menghasilkan sesuatu yang semu alias tidak nyata. Sering ketenaran yang tidak layak bagi seorang selebritis diraih secara instant hanya karena sering muncul di infotainment. Sampai sekarang saya tidak pernah mengerti mengapa Julia Perez menjadi tenar, apa prestasinya? Menyanyi tidak pernah bagus, bermain aktingpun tidak pernah mendapat penghargaan. Tetapi coba hitung berapa kali dia bisa muncul di berita infotainment? Sebenarnya analagi infotainment disamakan dengan berita sampah juga menyangkut pada sosok-sosok yang ditampilkan/diberitakan.Mungkin karena tuntutan harus tayang setiap hari, maka ketika tidak ada peristiwa infotainment, yang tidak adapun kemudian diada-adakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyaknya berita infotainment merupakan bagian dari fenomena masyrakat Indonesia yang rada-rada "kurang waras". Kebiasaan menggosip/mempergunjingkan tetangga seperti menemukan muara pelampiasan yang tepat ketika menyaksikan infotainment. Dengan demikian, sesungguhnya fenomena maraknya infotainment adalah cermin dari sakitnya masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-1767172162202611257?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/1767172162202611257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=1767172162202611257&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1767172162202611257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1767172162202611257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/12/infotainment-siapa-butuh.html' title='Infotainment = Siapa Butuh???'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-85250893370480527</id><published>2009-12-15T20:33:00.001-08:00</published><updated>2009-12-15T21:04:02.854-08:00</updated><title type='text'>Perampok mulai meniru Taktik Para Koruptor??</title><content type='html'>Kejadian perampokan yang menimpa keluarga Nurbaiti di Jalan Penaton No.3 Belakang pasar Bulu Semarang Selasa 15 Desember 2009 sungguh memprihatinkan. Tidak hanya korban yang harus kehilangan Rp 200 juta miliknya, tetapi kejadian ini memberikan kita gambaran betapa nekadnya para perampok dan betapa rendahnya kesetiakawanan sosial diantara sesama penduduk. Bagaimana tidak, kejadian berlangsung di tengah keramaian dan keberadaan sejumlah orang dilokasi kejadian tidak memberikan bantuan dengan menangkap sang pelaku melainkan sibuk memunguti uang yang sengaja disebar para perampok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba membayangkan bagaimana situasi di TKP saat perampokan terjadi. Saat korban dirampok dan berteriak "RAMPOK!!" penduduk yang ada dilokasi tidak bereaksi seperti yang diharapkan korban karena perampok dengan sigap menghamburkan jutaan rupiah uang ke udara. Jadilah kesibukan memunguti uang dan permapok pun berlalu. Jika saya sebagai korban, maka saya akan merasakan dua kali "pukulan telak". Pertama karena saya kehilangan uang dan kedua, ternyata tidak banyak yang diharapkan dari peran masyrakat disekeliling saya untuk membantu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapun kemudian ingin menggunakan kejadian perampokan ini sebagai analogi, mengapatindakan korupsi dan para pejabat yang korup tidak bisa dilenyapkan dari Indonesia dengan tuntas. Jika saja pada kejadian tersebut pelaku tidak bersenjata golok dan tidak merampok uang ratusan juta rupiah melainkan merampas bawaan korban serupa ayam, kalung kecil, perhiasan yang tidak seberapa harganya, maka saya yakin tidak akan ada ampun bagi si perampok. Masyrakat yang mendengar kata "Rampok" mungkin akan segera berusaha menangkap dan menggebukinya beramai-ramai. Tidak ada barang berharga yang bisa ditebar dan menarik orang untuk memungutinya sehingga membiarkan si permapok melenggang pergi. Beginilah nasib pencuri kecil atau permapok kelas teri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyamakan si perampok uang Ibu Nur Baiti di Semarang ini dengan para pelaku korupsi di Indonesia. Mereka menggunakan taktik yang serupa, menutup mata rakyat dengan sejumlah uang hasil korupsi. Warga yang sibuk memunguti uang yang disebar perampok adalah cerminan dari sikap dan prilaku rakyat Indonesia. Yang dibagi koruptor dan permapok tidak seberapa, dibanding uang hasil rampokan dan korupsi, tetapi hasilnya sangat efektif. Rakyat diam tak berkutik bahkan tidak sedikit dari mereka justru bisa membela mati-matian sang koruptor pencuri uang rakyat dan menganggapnya sebagai pahlawan. Kenyataan bahwa korban perampokan uang korupsi para pejabat korup yakni rakyat yang jelas-jelas menanggung sengsara yang panjang, sama sekali tidak membuat mereka penerima "kebaikan" jati pejabat korup terbuka. "Yang penting saya dapat uang, tidak peduli apakah uang itu hasil korupsi atau bukan" begitu kira-kira pendapat mereka. Koruptor kemudian menjadi sosok yang dihormati dan bebas melenggang kemana saja bahkan menjadi pemimpin di sebuah wilayah. Coba kalau penduduk disekitar TKP Perampokan Nur Baiti terbuka mata hatinya dan sadar bahwa uang yang disebar permapok adalah uang haram, maka si perampoklah yang akan di tangkap dan bila perlu digebuki. Kalau dalam kasus korupsi para pejabat korup di Indonesia, jika rakyat masih punya nurani, jelaslah sikap mereka akan menghukum bersama-sama sang koruptor, bukannya malah menghormati apalagi menjadikannya pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara dan bangsa ini memang bergerak ke belakang. Memandang uang adalah segala-galanya tetapi tidak peduli darimana sesungguhnya uang itu berasal. Hasil Korupsi dan perampokan adalah sama-sama haramnya. Lalu bagaimana rakyat merasa bahwa itu adalah uang halal yang pantas dipergunakan? Bagaimana pula seorang perampok dan koruptor dibiarkan bebas berkeliaran, sementara pelaku kejahatan kecil-kecil kelas maling ayam, maling kakao 3 biji, atau beberapa buah semangka dengan cepat di adili dan dijatuhi hukuman?. Sebegitu parahnya bangsa ini... Tapi siapa lagi yang masih peduli???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-85250893370480527?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/85250893370480527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=85250893370480527&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/85250893370480527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/85250893370480527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/12/perampok-mulai-meniru-taktik-para.html' title='Perampok mulai meniru Taktik Para Koruptor??'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-1622859415473156071</id><published>2009-12-10T19:48:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T20:19:32.344-08:00</updated><title type='text'>Sepak Bola Indonesia Benar-benar Memalukan!!</title><content type='html'>Saya penggemar sepak bola. Tetapi bukan yang fanatik karena saya tidak rela begadang untuk menonton pertandingan Bola kelas dunia. Dan saya juga tidak rela bangun pagi untuk menyepak-nyepak bola bersama teman-teman satu kantor. Hanya saja jelas saya sangat berharap Indonesia punya tim sepakbola nasional yang membanggakan dikelas dunia. Menurut saya tidak sulit memenuhi keinginan ini karena Indonesia punya penduduk yang sangat banyak. Apalagi penggemar sepak bola di Indonesia sangat luar biasa baik pasif ataupun pasif. Bayangkan saja, Indonesia menjadi negara yang paling banyak menayangkan pertandingan langsung sepak bola piala dunia. Sementara negara yang tim sepakbolanya masuk putaran final saja tidak sebanyak Indonesia menyiarkan langsung pertandingan-pertandingan di ajang empat tahunan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa lacur. Semakin tahun nasib sepakbola Indonesia semakin terpuruk dan memalukan. Bayangkan di Sea Games Laos 2009 Indonesia kalah dari Laos, kalah dari Myanmar yang katanya ketika 2 tahun lalu, menyepak bola saja tidak becus. SANGAT MEMALUKAN!!! BENAR-BENAR MEMALUKAN!!! saya tidak habis pikir dengan bangsa ini. Semakin merdeka kok malah semakin terpuruk. Mencari 11 orang dari 200 juta lebih manusia untuk bermain bola saja yang benar saja sulitnya minta ampun. Kalau saya jadi ketua PSSI, maka tidak ada kata lain selain mengundurkan diri saat ini juga. Tetapi jangan harap itu terjadi pada ketua PSSI sekarang ini, karena mungkin kekalahan Indonesia di ajang Sea Games ini dianggap hal biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin melihat urusan sepakbola ini sebagai sebuah cerminan bagi bangsa ini tentang betapa hancur leburnya semua sendi-sendi kehidupan kita. Betapa bobroknya mentalitas kita dan betapa minimnya kepedulian kita akan sesuatu yang berdasarkan nilai-nilai keluhuran kerja keras dan disiplin. Kita adalah bangsa yang semakin lama semakin lemah. Berjalan bukannya kedepan tetapi kebelakang. Bagaimana saya bisa sampai pada kesimpulan seperti ini dengan hanya mengaca dari keterpurukan tim sepak bola kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepak bola adalah olah raga yang tentunya mensyaratkan sikap sportivitas, disiplin,kerja keras dan kesabaran. Didalamnya diperlukan kekuatan dan keteguhan hati untuk konsisten atas tujuan dan cita-cita. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar negara-negara yang besar sepakbolanya memiliki tradisi yang kuat dalam menggelar kompetisi sejak usia dini. Tidak ada kata lain selain rutin menggelar komptesi lokal yang berkualitas jika ingin tim sepakbola negara tersebut disegani oleh negara lain. Menggelar kompetisi sepak bola sejak usia dini di Indonesia tak pernah dilakukan dengan serius. Kalaupun ada hanya sekedar ada. Alasannya lebih pada soal pendanaan. Tetapi bagi saya semuanya karena sikap malas mereka yang berkecimpung didalam olahraga sepak bola. Malas untuk berpikir, mencari dana dan hanya berpikir soal keuntungan materi semata. Sepak bola lalu menjadi ajang mencari uang bagi pengurusnya karena klub-klub semi pro di Indonesia begitu bergantungnya pada dana APBD, alias dari uang rakyat. Ironisnya dana itu lalu dipergunakan untuk membayar pemain asing yang kualitasnya ala kadarnya. Para pemain asing bukannya menularkan ilmu bersepakbola melainkan ilmu tinju, karena banyak dari mereka yang dilapangan justru mudah melayangkan bogem mentah ke pemain lawan atau kepada wasit.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bangsa lain sepakbolanya maju, Indonesia stagnan bahkan mundur. Atau kalaupun maju, kemajuan sepakbola Indonesia sangat lamban. Beda dimasa lalu, ketika di tingkat ASEAN misalnya lawan tangguh kita hanya Thailand. Dulu ketika Tim Indonesia berhadapan dengan Jepang saja, masih terbuka peluang besar untuk menang karena jepang ketika itu bukan siapa-siapa. Coba sekarang, berhadapan dengan laos, negara yang namanya sama dengan nama umbi-umbian untuk bumbu dapur, Indonesia digilas. Bagaimana tidak MEMALUKAN???. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah jika bangsa ini tidak mau belajar dengan sungguh-sungguh, hanya sibuk memikirkan sorga dan neraka, Dosa dan Pahala semata-mata dari ukuran ritual yang dilakukan. Tak ada yang berani menyebut bahwa sorga dan neraka adalah hasil dari kerja kerasmu untuk bekerja penuh ketekunan dan kesungguhan hati. Sorga ada hanyalah untuk manusia-manusia yang bertanggungjawab, penuh disiplin, berani menempuh perjalanan panjang demi mencapai cita-cita. Ketiak ritual adalah ukuran mendapatkan pahala dan sorga maka disanalah kita akan terjebak pada keinginan mendapatkan sesuatu dengan mudah alias Instant.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-1622859415473156071?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/1622859415473156071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=1622859415473156071&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1622859415473156071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1622859415473156071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/12/sepak-bola-indonesia-benar-benar.html' title='Sepak Bola Indonesia Benar-benar Memalukan!!'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-6397480051295374987</id><published>2009-12-07T20:45:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T21:14:18.015-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Hancur Tanpa Korupsi</title><content type='html'>Pernahkah Anda membayangkan Indonesia tanpa adanya korupsi? Menurut saya akan terbuka dua kemungkinan yakni Indonesia akan membaik atau sebaliknya, Indonesia akan hancur. Membaik karena akan ada banyak uang rakyat yang dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan berarti kesejahteraan rakyat akan menjadi tujuan yang sangat mungkin diwujudkan. Membangun usaha juga menjadi tidak sulit karena ijin-ijin menjadi jauh lebih mudah dan ini berarti investor akan dengan senang hati menanamkan modalnya di Indonesia. Akan ada banyak lapangan kerja terbuka dan pajak dari dunia usaha akan mengalir lancar ke negara untuk kemudian dikembalikan kepada rakyat. Dibidang hukum juga akan ada banyak kemajuan dimana keadilan akan ditegakkan seadil-adilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kemungkinan kedua yakni Indonesia akan hancur karena demikian kuatnya korupsi telah mengurat akar di Bumi Indonesia. Korupsi sudah bukan lagi sebuah budaya, tetapi korupsi telah menjelma menjadi "darah" yang menggerakan seluruh kehidupan bangsa Indonesia. Birokrasi pemerintahan adalah sebuah "badan besar" penggerak kehidupan bangsa yang hampir seluruh "darahnya" telah terkontaminasi virus korupsi. Kemelekatan virus korupsi dalam darah birokrasi seolah-olah tidak mampu lagi dipisahkan dengan obat dan jalan apapun. Ini berarti aturan yang ketat, pengawasan yang hebat bahkan sanksi mengerikan bagi birokrasi yang korup tak akan membersihkan birokrasi dari virus korupsi. Jika dipisahkan dengan paksa sekalipun, yang terjadi bukanlah birokrasi akan sehat melainkan justru akan hancur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi di masyrakat juga sudah menjadi sebuah nafas yang menghidupi sebagian besar manusia. sebagai nafas, ketika korupsi dihilangkan maka berarti akan membunuh rakyat secara perlahan-lahan. Menjadi nafas bagi rakyat, karena kesadaran dan pemahaman atas korupsi sama sekali tidak pernah ada dimasyarakat kita. Seorang koruptor adalah idola masyarakat karena mereka bergelimang harta dan tampil sebagai tokoh yang dihormati. Tidak ada koruptor yang dibenci, sebesar apapun korupsi yang dilakukannya. Semakin rakus seorang koruptor maka akan semakin dihormatilah mereka karena berarti akan semakin besar uang yang akan dibagi-bagikan. Maka dari itu, masyrakat tanpa koruptor di Indonesia adalah masyarakat tanpa idola, masyrakat yang akan kehilangan sumber pendapatan yang besar tanpa harus bekerja keras. Masyarakat Indonesia tanpa koruptor jelas akan menjadi masryakat tak bernyawa,menunggu kehancurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kemungkinan, bangsa yang terselamatkan atau bangsa yang akan hancur menurut saya akan jauh terbuka lebar yang terjadi adalah kemungkinan kedua. Tanpa korupsi bangsa Indonesia akan hancur. Lalu apakah berarti korupsi dibiarkan saja agar Indonesia bisa tetap hidup?. Saya tidak tahu apa jawabannya karena menjawab ini diperlukan kebersamaan dari semua komponen bangsa. Hanya saja ini juga masih menjadi tanda tanya besar apakah mungkin akan terwujud. Ah... semakin gelap lorong didepan mata saya ketika persoalan korupsi mengusik pikiran. Gelap karena saya tidak menemukan solusi yang tepat atas penyakit super kronis bernama KORUPSI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ditulis terkait peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-6397480051295374987?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/6397480051295374987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=6397480051295374987&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6397480051295374987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6397480051295374987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/12/indonesia-hancur-tanpa-korupsi.html' title='Indonesia Hancur Tanpa Korupsi'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-2423162152930531321</id><published>2009-11-30T20:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T20:45:54.254-08:00</updated><title type='text'>Rabies Menggila Akibat Manusia Bali sudah “Gila”</title><content type='html'>Penyakit Anjing gila atau rabies yang menggila di Bali adalah akibat dari ulah manusia-manusia Bali sendiri. Kepentingan gengsi yang rada-rada tidak masuk diakal faktanya berakhir pada kesulitan yang dialami manusia Bali sendiri.  Saya katakan menggilanya penyakit Anjing gila di Bali karena kepentingan gengsi manusia Bali mengingat fakta dimana anjing-anjing ras dari luar daerah dibiarkan masuk ketanah Bali atas permintaan orang Bali sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak begitu ingat ditahun berapa, ketika itu ada trend yang berkembang cukup kuat dimana keluarga yang baru sedikit saja berpunya secara materi, merasa diri tak lengkap jika belum memelihara anjing ras. Banyak keluarga, terutama atas tuntutan anak-anaknya kemudian memelihara anjing ras yang memang dari segi fisik lebih disbanding anjing-anjing local. Sebuah rumah akan merasa “naik kasta” bila memelihara anjing ras yang lucu, imut atau menyeramkan sekalian. Anjing pudel, cihua-hua, herder, buldog atau anjing ras lainnya mengalami permintaan yang meningkat sehingga menjadi sebuah lahan bisnis menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat berpikir bahwa perubahan prilaku hidup manusia bali yang mulai mencintai anjing ras ini suatu saat akan berdampak kurang baik bagi manusia bali sendiri. Saya berpikiran begini karena keinginan untuk memiliki anjing ras belumlah sepenuhnya didukung oleh sikap dan prilaku bahkan budaya yang semestinya. Ketika ukuran kepemilikan anjing ras bagi sebuah keluarga hanyalah sekedar gengsi, maka persyaratan mendasar untuk memelihara anjing ras tidak dianggap penting. Pemeriksaan rutin, pemberian vaksin, menjaga kebersihan anjing ras peliharaan tidak dilakukan. Keluarga pemelihara anjing Ras di Bali bersikap sama dengan memilihara anjing local yang dibiarkan begitu saja. Kalaupun ada perawatan dari sang pemilik,  yang paling diingat hanyalah memberi makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama Gengsi , manusia Bali banyak yang “Gila”, tak sadar betul apa yang pas dan mana yang cocok untuk ukuran dirinya. Karena belum terjadi perubahan kesadaran bagaimana seharusnya anjing ras dipelihara, maka seharusnya memelihara anjing ras belum layak untuk dilakukan. Namun demi gengsi, menaikan “kasta” keluarga yang didukung peningkatan kesejahteraan secara materi, memelihara angjing ras jadi trend. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban berjatuhan akibat virus rabies. Ironisnya belum ada skema yang jelas bagaimana rabies ini harus ditanggulangi. Masyarakat dan pemerintah belum memiliki kepastian kemana mereka harus melangkah secara bersama-sama mencegah meluasnya rabies. Bahkan ada kecendrungan satu dan lainnya saling bertolak belakang. Semuanya menunjukkan kita kepada alamat bahwa Rabies masih akan menghantui masyrakat Bali sampai waktu yang tidak jelas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berubah “Gila”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prilaku “gila” manusia Bali ini juga terjadi di banyak sisi kehidupannya. Kepemilikan atas sesuatu tidak didasarkan atas kebutuhan (need) tetapi semata-mata keinginan (want). Ketika booming pariwisata melanda, banyak manusia Bali yang jual tanah sehingga menjadi OKB (orang kaya baru). Lalu mobilpun dianggap menjadi sebuah keharusan untuk dimiliki. Padahal mereka tidak sadar bahwa untuk “memelihara” mobil tidaklah murah. Selain bayar pajak, perawatan mobil juga perlu dana yang harusnya bersumber dari sesuatu yang bisa mengalir tetap sepanjang waktu dan bukannya temporer seperti jual tanah. Akibatnya kepemilkan mobil itupun lambat laun menjadi beban berat dan akhirnya dijual. Diagnti mobil yang lebih murah, dijual lagi untuk dibelikan yang lebih murah lagi. Demikian seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau ditelisik, sesungguhnya ada banyak keluarga di Bali yang “mati” diatas nafsunya memenuhi keinginan (want) dan gengsi (prestise) semata. Belum termasuk banyak lainnya yang kepongor  (dikutuk leluhur), akibat menjual tanah duwe Pura tetapi uangnya dipakai hidup foya-foya bukannya untuk menjaga kelangsung hidup Pura itu sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya instant memupus logika produksi manusia Bali. Logika produksi sesungguhnya melekat kuat di manusia-manusia Bali yang hidupnya dari agraris (pertanian). Bahwa untuk mendapatkan sesuatu, tidak ada cara lain,kecuali manusia Bali harus bekerja keras, itulah logika produksi yang menjadi acuan dari kehidupan agraris. Sesuatu yang didapat tanpa kerja keras adalah materi yang tidak layak untuk dikonsumsi. Lantas ketika uang melimpah dari hasil jual tanah dirasa pantas untuk dikonsumsi, maka saat itupula logika produksi sudah lenyap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-2423162152930531321?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/2423162152930531321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=2423162152930531321&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2423162152930531321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2423162152930531321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/11/rabies-menggila-akibat-manusia-bali.html' title='Rabies Menggila Akibat Manusia Bali sudah “Gila”'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-6389376993474433666</id><published>2009-11-05T23:52:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T00:30:58.844-08:00</updated><title type='text'>Negara Hukum yang Korup</title><content type='html'>Negara Indonesia adalah negara hukum. Tetapi di Indonesia tidak pernah ada keadilan atau kalaupun ada, sangat sulit mencarinya. Perlu perjuangan ekstra keras agar bisa menemukan keadilan dinegeri yang mengaku rakyatnya sangat religius. Jangan tanyakan pada lembaga penegak hukum dengan jajaran aparatnya karena dengan mudah saja kita akan mendapati bahwa disana tidak ada keadilan. Tetapi jika berbicara di depan publik, para aparat penegak hukumnya sangatlah fasih berbicara tentang hukum. Secara hukum seharusnya seperti ini, seperti itu dan seterusnya. Satu hal yang tidak bisa dipastikan dari aparat penegak hukum adalah bagaimana soal moralitas yang mereka miliki. Hanya saja para aparat penegak hukum di Republik ini juga memang sangat fasih mengatakan bahwa diri mereka bersih dari segala bentuk penyalahgunaan wewenang. Tanpa sedikitpun rasa bersalah mereka akan mengatakan "demi Tuhan saya tidak pernah menerima uang itu..." kata mereka selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu murah nama-nama Tuhan mereka sebutkan dan seakan-akan ingin menunjukkan bahwa diri merekalah yang paling bersih dan jujur. Saya tidak pernah mengerti bagaimana rakyat Indonesia menanggapi para pejabat yang selalu membawa-bawa nama Tuhan ketika disebut-sebut melakukan penyalahgunaan wewenang. Adakah rakyat percaya ataukah sebenarnya menyimpan rasa kemuakan yang luar biasa?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya bangsa ini tidak pernah beranjak pada kemajuan dibidang kesejahteraan rakyatnya. Kemiskinan masih membelit kuat rakyat kebanyakan sementara pejabat-pejabat bergelimang harta. Korupsi masih merajalela bagai penyakit yang tak kunjung bisa disembuhkan. Begitu merjalelanya korupsi sampai-sampai banyak dari rakyat Indonesia yang hidupnya bergantung dari perbuatan korupsi. Bahkan mungkin bangsa ini justru akan kolaps jika korupsi tidak bisa dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus besar soal korupsi beberapa hari ini mengemuka terkait perang cicak vs buaya (KPK vs Polri). Isunya begitu kuat sehingga pembentukan opini publik dilakukan berbagai pihak dengan begitu kerasnya. Polri dan KPK sama-sama berusaha mempengaruhi opini masyrakat bahwa apa yang mereka lakukan adalah untuk menegakkan hukum dan keadilan. Polisi bersikeras bahwa di KPK (para pimpinannya) terlibat kasus korupsi dalam bentuk pemerasan atau penyalahgunaan kewenangan. Lalu apa yang mereka lakukan adalah sesungguhnya sudah berdasarkan hukum termasuk menahan Bibit dan Chandra. Sebaliknya KPK melalui pengacaranya juga membeberkan fakta bagaimana kuatnya rekayasa dibalik penahanan Bibit dan Chandra. Bahkan diduga keras ada upaya pelemahan KPK, hal ini bisa disimak dari adanya rekaman penyadapan telepon yang dilakukan KPK terhadap Anggodo Widjoyo yang rekamannya diputar di Mahkamah Konstitusi selasa 3 November lalu. Mediapun kemudia dimanfaatkan dengan sangat maksimal untuk membentuk opini. Semuanya merasa diri benar dan semuanya menyebut diri mereka "suci", bersih dari tindakan kotor korupsi. Intinya semua membantah melakukan korupsi, semua adalah pejabat-pejabat jujur yang tidak ikut-ikutan merusakan bangsa. Itulah mereka ketika tampil di media atau didepan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mata kita lalu dicolok dengan keras atas fakta-fakta bagaimana para aparat penegak hukum tangannya belepotan oleh lumpur-lumpur suap. Siapapun yang berperkara di pengadilan pastilah akan merasakan bagaimana kerasnya aroma suap menyuap untuk memperlicin urusan hukum. Bagaimana pejabat yang sudah diduga melakukan korupsi bisa tetap melenggang menjalankan jabatannya. Banyak bantuan rakyat miskin yang dikorup dan dana proyek untuk pembangunan banyak yang masuk ke kantong pejabat. Ini fakta-fakta yang membuat hati rakyat yang sadar sangat tersakiti. Lalu didepan publik para pejabat akan dengan mudah merasa diri "suci" atau mengaku diri pejabat bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang bisa memberi kita harapan bahwa akan ada perbaikan. Bahkan presiden Republik Indonesia yang dipilih dengan suara hampir 60 persen pemilihpun seakana-akan takluk dihadapan prilaku korup. Tiada ketegasan, tiada keberanian untuk secara serius melawan korupsi. Ataukah semua karena kita telah gagal sebagai bangsa untuk membangun moralitas bahkan mungkin saja kita tidak pernah memiliki moralitas?. Padahal moralitas adalah inti dari rasa keadilan. Inilah persolannya yang mendasar ketika berbicara Indonesia sebagai negara hukum. Ketika tiada moralitas diaparat lembaga penegak hukum maka Indonesia menjadi negara Hukum yang Korup. Dimana hukum justru menjadi alat untuk melakukan korupsi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-6389376993474433666?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/6389376993474433666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=6389376993474433666&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6389376993474433666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6389376993474433666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/11/negara-hukum-yang-korup.html' title='Negara Hukum yang Korup'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-6274466736507912405</id><published>2009-10-21T21:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T21:42:31.108-07:00</updated><title type='text'>Revolusi, Reformasi atau Kudeta militer?</title><content type='html'>Lorong gelap masih membentang di depan bangsa ini ketika ucap janji presiden dan wakil presiden menggema di Gedung MPR/DPR Senayan Jakarta 20 Oktober 2009. Bagaimana tidak, presiden yang dilantik adalah presiden lama yang menang secara mutlak dan selama lima tahun pemerintahannya (2004-2009) tidak berhasil mewujudkan sesuatu yang membuat rakyat menjadi sumringah. Bahkan untuk mewujudkan janjinya ketika kampanye saja tidak berhasil dilakukan. Saya membaca sebuah tulisan di sebuah media cetak nasional yang menggambarkan bagaimana nasib rakyat di daerah dimana SBY ditahun 2004 lalu mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden. Tidak ada perubahan dan mungkin semakin mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa mengerti bagaimana SBY bisa menang dan diangka yang sangat telak diatas 60 persen padahal banyak sekali yang patut dipertanyakan dari kepemimpinannya selama 5 tahun. Ambil contoh bagaimana rakyat yang dibelit masalah akibat lumpur meluap di Sidoarjo. Begitu susahnya hidup mereka, pemerintah tak sungguh-sungguh peduli. Hidup rakyat miskin juga tak menunjukkan perubahan berarti. Harga BBM dinaikan beberapa kali kemudian diturunkan lagi dan anehnya penurunan yang semata-mata karena pengaruh harga minyak dunia diklaim sebagai prestasi. Ini benar-benar diluar nalar dan penuh kebohongan publik. Rakyat begitu saja percaya dan menjatuhkan pilihan pada SBY. Saya tidak mengerti apakah ini karena semata-mata karena SBY memang menjadi pilihan terbaik diantara yang terburuk di pilpres 2009 ini. Kalau memang demikian, celakalah nasib bangsa ini karena akan dipimpin oleh presiden yang terpilih karena sudah tidak ada pilihan lain lagi yang lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ditengah kritikan dan masukan gencar seputar pemerintahan yang diharapkan lebih baik dibawah SBY-Boediono, ternyata penyusunan kabinet sangat kental dengan nuansa balas budi. Koalisi besar parpol ditempatkan diatas kepentingan rakyat. Nasib rakyat Indonesia dipertaruhkan dengan sikap SBY yang memilih menteri yang sarat dengan nuansa kepentingan koalisi parpol. Memang lima tahun kedepan masih menyimpan misteri yang bisa mengadirkan dua fakta. Pemerintahan ini akan lebih baik atau berjalan lebih buruk dari sebelumnya. Perhitungan dan analisa menyebutkan pemerintahan ini akan berjalan tidak lebih baik dibanding sebelumnnya karena soal pemilihan anggota kabinet yang tidak profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi masalah korupsi yang entah mengapa semakin sulit diberantas. Presiden tidak menunjukkan komitmennya yang serius mengurusi masalah satu ini. Alih-alih mengurusi pemerintah cenderung mementaskan drama-drama penuh kelucuan yang direpresentasikan dari ributnya Polri dan KPK. "Cicak Vs Buaya" adalah pernyataan yang sangat tidak elegan dari petinggi Polri yang anehnya justru dibiarkan saja oleh Presiden. Tak ada langkah apapun diberikan kepada sang pelontar kata-kata itu padahal apa yang diungkapkannya sangat meresahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit membayangkan dengan pasti apa yang akan terjadi dimasa mendatang. Ketika kita seperti berada dilorong gelap saya berpikir tentang kemungkinan bangsa ini melakukan revolusi. Saya pun bertanya kepada seorang teman yang adalah pengamat politik dari sebuah Universitas besar di Semarang. Saya menjadi kecewa karena menurutnya sangat tidak mungkin terjadi revolusi di Indonesia. Revolusi mensyaratkan adanya kelas-kelas didalam masyarakat. Ada kaum proletar dan borjuis yang tegas. Nah di Indonesia hal ini yang tidak ada. Banyak kaum proletar yang lebih nyaman mengidentifikasikan dirinya sebagai borjuis dan banyak berjois yang berlindung dibalik kedok tokoh agama dan pejabat publik. Kultur Indonesia kemudian memberikan ruang dimana kaum borjuasi dihormati oleh proletar atas alasan-alasan yang tidak masuk akal. Jadi kecil kemungkinan terjadi revolusi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana kalau reformasi seperti ditahun 1999 lalu? Pertanyaan ini saya lempar ke kawan tadi. Ia juga mengatakan masih sulit. Peristiwa di tahun 1999 lebih karena kecelakaan politik akibat Soeharto yang "mutung" atau ngambek plus sakit hati akibat ulah anak-anak emasnya semacam Harmoko. Ketika orang jawa sudah mutung maka dia tidak lagi peduli atas apapun termasuk kekuasaannya yang sudah demikian kuatnya. Terjadilah reformasi ditahun 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak revolusi tidak reformasi. Lalu apa yang bisa menjadi titik harapan. Tanya saya mengejar ke kawan tadi. "Kudeta Militer" jawabnya. Wah ini sebuah solusi yang sangat tidak saya harapkan, tetapi inilah konon yang paling mungkin bisa memperbaiki segala sesuatunya di Indonesia. Syaratnya pemimpin kudeta militer adalah seorang jenderal yang benar-benar ingin membawa bangsa ini kepada situasi yang lebih baik. Perbaikan di tata pemerintahan dilakukan begitu kudeta dilakukan. organisasi-organisasi negara ini dibersihkan dari orang-orang rusak dan dilakukan pembersihan kepada mereka yang dianggap penuh dengan korupsi. Lalu semuanya disiapkan termasuk calon pemimpin dari sipil. Konon di Spanyol dengan jenderal Franco nya pernah membuktikan hal ini. Pertanyaan mendasar, apakah mungkin militer di Indonesia akan melakukan kudeta dan apakah ada jenderal di militer Indonesia yang bisa menjadi penguasa sementara yang akan benar-benar memikirkan nasib rakyat? Ini misteri lain yang tidak bisa dipecahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun masih ada harapan dimasa depan ketika kekuasaan SBY tak bisa lagi diperpanjang ditaun 2014 nanti. Akan muncul wajah-wajah baru sebagai pemimpin negeri yang mudah-mudahan itu adalah putra-putri terbaik Indonesia. Namun lagi-lagi ini masih misteri. Dengan sistem parpol yang acakadut penuh nepotisme dan suap menyuap tanpa ideologi yang kuat, maka elite yang akan muncul sebagai calon pemimpin kemungkinan adalah tokoh-tokoh sontoloyo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-6274466736507912405?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/6274466736507912405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=6274466736507912405&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6274466736507912405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6274466736507912405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/10/revolusi-reformasi-atau-kudeta-militer.html' title='Revolusi, Reformasi atau Kudeta militer?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-6669221434580562618</id><published>2009-08-12T01:02:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T01:43:12.305-07:00</updated><title type='text'>Pahlawan, Penjahat dan Teroris di Negara Demokrasi</title><content type='html'>Siang ini saya kedatangan seorang tamu dari Salatiga. Pak Suwarto namanya, usia 60 tahun seorang tokoh Masyarakat di Salatiga. Datang untuk menyampaikan informasi bahwa beliau dengan sanggar Merah Putih nya akan menyelenggarakan lomba lagu-lagu perjuangan. Jelas Pak Suwarto adalah seorang seniman karena sering membuat naskah drama, monolog, tembang macopatan dan banyak lagi yang laennya. Namun percakapan yang menarik buat saya adalah saat beliau bercerita tentang bagaimana sebenarnya persoalan tentang Tuhan adalah sesuatu yang universal. Bahwa persepsi manusialah yang kemudian membuat kemasan menjadi berbeda-beda sesuai dengan batas pemikiran manusia itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemasan-kemasan ini kemudian menjadi agama-agama yang berbeda-beda. Persepsi manusia memang bisa melahirkan berbagai macam pandangan dan keyakinan. Manusia bebas memiliki persepsi yang melahirkan keyakinan yang berbeda pula. Namun ketika persepsi ini dipaksakan kepada pihak lain yang jelas-jelas memiliki persepsi sendiri, ketika itulah terjadi benturan-benturan termasuk juga konflik-konflik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Pak Suwarto pulang, saya tidak melanjutkan persoalan persepsi yang berbeda dikaitkan dengan agama melainkan dengan persoalan Pahlawan dan Penjahat. Saya memikirkan ini karena persoalan terorisme kembali mencuat setelah rangkaian berbagai kejadian mulai dari pengeboman di Mega Kuningan sampai dengan penggrebekan di Temanggung. Saya berpikir adakah semua dari kita sepakat menyebut para pelaku pengeboman sebagai penjahat atau malah sebaliknya sebagai pahlawan. Jawabannya mungkin tergantung dari persepsi kita dalam memandang tindakan mereka untuk kepentingan apa dan siapa. Tetapi saya meyakini bahwa ada sedikit orang yang jelas-jelas menganggap pelaku pengeboman di Mega Kuningan adalah pahlawan yang selanjutnya bisa merangsang mereka untuk melakukan hal serupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya berpikir tentang bagaimana media berusaha mengekspose persoalan terorisme ini dengan sebesar-besarnya. Karena media memang harus independen, tidak jarang semua pandangan boleh masuk. Antara yang memang sepakat bahwa pengeboman adalah tindakan yang tidak manusiawi apapun alasannya dan pandangan bahwa apa yang dilakukan adalah bentuk dari sebuah perlawanan yang janjinya sangat "menggiurkan" yakni MASUK SURGA. Ini berarti tampilnya sosok pelaku pengeboman di media, bisa jadi dianggap penjahat bagi sebagian orang dan sebagian lainnya adalah Pahlawan. Sulit memang memandang persoalan ini dengan sikap yang tegas, terlebih lagi Indonesia saat ini adalah negara demokrasi yang bahkan cenderung sangat liberal. Siapa saja boleh berpikiran apa saja. Dengan mantra Demokrasi Indonesia kemudian menjadi sebuah negara yang bentuknya boleh saja digugat dan diganti sesuai kehendak mayoritas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang demokrasi membebaskan siapa saja untuk memiliki persepsi apa saja. Kita boleh memandang siapa saja bisa sebagai pahlawan atau penjahat. Kita bebas menjadikan siapa saja sebagai ilham untuk tindakan-tindakan kita. Jangankan tindakan mengebom yang lengkap dengan janji Indah masuk surga, tindakan percobaan bunuh diri dengan memanjat tower menara saja mudah di tiru oleh orang lain begitu televisi menyebar berita soal percobaan bunuh diri serupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan di benak saya kemudian menjalar kemana-mana. Satu pertanyaan yang terbesar adalah bagaimana kemudian tindakan terorisme bisa dilenyapkan dari Indonesia. Dengan segala kondisi saat ini, sepertinya tidak ada harapan bahwa terorisme akan bisa dilenyapkan. Demokrasi yang cenderung liberal dinegara yang kepemimpinan nasionalnya lemah plus dengan tingginya angka kemiskinan dan kebodohan, tidak pelak lagi Indonesia adalah surga bagi para teroris. Maka satu-satunya jawaban yang mungkin masih bisa menjadi solusi adalah bagaimana kepemimpinan nasional dikuatkan untuk berdiri diatas konsesus bersama 17 Agustus 1945 yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber Pancasila. Hanya saja lagi-lagi persoalan sistem Demokrasi yang cenderung liberal melemahkan kepemimpinan nasional seperti yang diharapkan. Mereka terlalu takut tidak berkuasa lagi, karena kekuasaan di sistem Demokrasi ditentukan oleh keinginan mayoritas melalui pemilu. Kepemimpinan nasional tidak canggung-canggung memilih menjadi penjahat daripada menjadi pahlawan bagi rakyatnya demi memuaskan keinginan untuk berkuasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-6669221434580562618?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/6669221434580562618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=6669221434580562618&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6669221434580562618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6669221434580562618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/08/pahlawan-penjahat-dan-teroris-di-negara.html' title='Pahlawan, Penjahat dan Teroris di Negara Demokrasi'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-7812776838455479900</id><published>2009-08-04T01:05:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T01:44:39.689-07:00</updated><title type='text'>Sinetron-Sinetron yang Menghina Intelektualitas</title><content type='html'>Belakangan istri saya jadi gandrung nonton sinetron "Cinta dan Anugerah". Padahal sebelumnya dia tidak begitu doyan menikmati sinetron. Sayapun jadi ikut-ikutan menonton, meski saya tidak menyukai sinetron-sinetron Indonesia sekarang ini. Saya mengira ada yang istimewa dari sinetron yang dibintangi Nabila Syakib dan suaminya Bunga Cintra Lestari ini sampai-sampai istri saya menyukainya. Ternyata sama saja, sinteron ini menghina intelektualitas saya. Ceritanya berputar-putar dan benar-benar tidak masuk akal. Belum lagi settingnya yang sangat mengabaikan kecerdasan saya karena diluar logika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana misalnya ketika tokoh-tokoh Reza dan Alvian diculik dan disekap disebuah hutan. Para perempuan dicerita ini yakni Nabila, Aira, Sintia, Hany dan Ibu Safira menolongnya dan masuk hutan. Konon hutan tempat disekapnya Reza dan Alvian begitu lebat sampai-sampai membuat mereka harus teresat. Jika settingnya memang hutan lebat, tentulah harusnya mereka tidak datang dengan apa adanya tanpa alat dan perlengkapan apapun. Padahal dari dialog yang ada, mereka juga berpikir disana ada binatang buas. Trus masuk Hutan dengan ada binatang buasnya, kok tidak bawa apa-apa. Ajaibnya mereka kemudian bisa tetap keluar dengan wajah dan penampilan yang sangat masih menawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada cerita bagaimana kemudian tokoh Geo (apa Jio???) yang adalah mister X jatuh cinta pada Nabila. Padahal Nabila juga direncanakan untuk dihabisi (dibunuh) bersama-sama ketika mereka berusaha menolong Reza dan Alvian. Lalu bagaimana cerita bisa tidak menghina intelektualitas ketika ada tokoh yang mencintai seseorang padahal dia sebelumnya akan dibunuh? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sinetron-sinetron di tv-tv nasional gombal dan melecehkan kecerdasan penontonnya. Banyak cerita-cerita tak masuk akal terutama bagaimana Jakarta yang begitu luasnya seolah-olah hanya berada dalam lingkup 1 RT saja. Tokoh-tokohnya yang berkelindan hubungan, entah anak angkat, ibu kandung, yang terpisah sudah cukup lama, tiba-tiba bertemu begitu saja. Belum lagi latar belakang konflik yang dibuat hanya berkisar perebutan harta. Pasti ada seorang lelaki kaya yang jatuh cinta pada perempuan miskin, dimana orang tua tidak menyetujui dan ada tokoh jahat lainnya yang ingin menguasai harta keluarga si kaya. Si jahat lalu melakukan segala upaya yang lagi-lagi diluar akal yang jelas-jelas melanggar hukum, tetapi toh diceritakan berhasil dan tidak tersentuh hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya meski sudah banyak sorotan dan kritikan dan faktanya memang sangat menghina intelektualitas, rating sintron tetap tinggi. Sintron "Cinta Fitri" misalnya meraup ratting tertinggi mengalahkan program lainnya. Saya tidak bisa menyimak dimana menariknya cerita sinetron yang dibintangi Shireen Sungkar ini disamping saya sangat terganggu dengan karakter vokal Shireen yang sepertinya susah sekali kalau pas bicara. Belum lagi pemeran Fitri ini yang nyatanya masih sangat muda belia, usianya masih belasan tahun harus berperan seperti ibu rumah tangga dengan satu orang anak. Tapi ya... itu tadi, mayoritas penonton menyukai sinetron ini sampai-sampai dibuat episode yang sangat panjang. Entah dimana dan kapan akan berakhir. Banyak mungkin yang sudah menyadari bahwa sesungguhnya mereka hanyalah "dikerjai" oleh para pembuat sintron ini. Tetapi kesadaran ini belum mampu membuat mereka beranjak untuk tidak menontonnya. Alih-alih berpaling, justru kemudian mereka menjadi penggemar setia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-7812776838455479900?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/7812776838455479900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=7812776838455479900&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7812776838455479900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7812776838455479900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/08/sinetron-sinetron-yang-menghina.html' title='Sinetron-Sinetron yang Menghina Intelektualitas'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-7157024186708645310</id><published>2009-08-04T00:28:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T00:55:59.572-07:00</updated><title type='text'>Mbah Surip di Negeri yang Pemimpinnya Korup</title><content type='html'>Segala sesuatu didunia ini yang pernah dilahirkan atau diciptakan maka ia akan pasti menemui kematiannya. Karena itulah semua manusia pasti akan mati karena semua manusia pernah dilahirkan. Kadang kematian itu yang penuh misteri karena tidak jelas kapan akan menjelang. Seperti berita siang hari ini Selasa (4 Agustus 2009) "Mbah Surip, Meninggal". Mengejutkan memang, karena Mbah Surip beberapa waktu belakangan namanya begitu terkenal gara-gara lagu "Tak Gendong". Lewat facebook saya melihat ada banyak ucapan duka cita lengkap dengan kalimat-kalimat pengiringnya. Tapi ada satu yang membuat saya cukup tertarik. Teman saya yang sedang menyelesaikan pendidikan Doktoralnya di Surabaya menulis kurang lebih begini"Orang Baik itu memang lebih cepat mati. Tetapi kenapa orang yang menjengkelkan tidak mati-mati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sepakat kalau teman saya ini mengatakan Mbah Surip orang baek, meski saya tidak begitu mengenalnya. Tetapi dari beberapa tulisan di media menunjukkan bagaimana kualitas Mbah Surip sebagai sosok selebritis yang namanya melejit bak roket gara-gara lagu "Tak Gendong". Sederhana dan apa adanya. Ketenaran tidak membuatnya menjadi sosok yang harus bersikap tinggi hati. Ia mengatakan dirinya sedang belajar untuk salah, karena belajar baik sudahlah biasa. Ungkapannya " Ilove u Full" bagi saya juga penuh makna, bagaimana cinta itu harusnya bisa menjadi sebuah semangat untuk meluluhkan semua perbedaan. Semua orang pantas dicintai, dan itu cinta yang sepenuh hati (full). Bayangkan saja jika semua orang mau seperti Mbah Surip dan mengatakan dengan sungguh-sungguh "Ilove u full", betapa indahnya dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ke Indonesiaan kini, perlu menjadi perhatian bagi para pemimpin negeri ini untuk berkata"Ilove u full" pada semua rakyat yang dipimpinnya. Bukan hanya kepada teman, kelompoknya dan orang-orang disekitarnya saja. Mencintai rakyat sepenuh hati, maka pemimpin akan menjadikan jabatannya sebagai sebuah amanah untuk benar-benar demi rakyat. Mencintai rakyat dengan sungguh-sungguh akan menghindarkan diri para pemimpin dari keinginan untuk korupsi. Betapa indah Indonesia ini jika korupsi tidak menjadi cara pejabat untuk memperkaya dirinya. Betapa sejahtera rakyat jika Indonesia ini bebas dari segala bentuk korupsi. Dan itu hanya bisa terwujud jika pemimpin yang diberi kepercayaan rakyat benar-benar sepenuh hati mencintai rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi memang benar kata teman saya di facbook tadi, "Orang baik itu memang cepat mati, sementara orang jahat tidak mati-mati". Lalu di Indonesia, bagaimana musisi-musisi jumawa, bermoral bejat, bertampang manis tetapi prilakunya seperti binatang dan fasih bernyanyi religius, selalu hidupnya segar bugar. Dan yang terpenting tetap dicintai dan dipuja para penggemarnya. Sementara Mbah Surip atau misal Gombloh tidak berumur panjang. Begitulah mungkin hidup dan misteri Tuhan atas kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut ke soal pejabat-pejabat korup di Indonesia bermuka tembok bertengger dengan jumawa menjadikan rakyat hanyalah alat untuk melegalkan kekuasaannya yang korup. Mereka tidak akan mati-mati bahkan mungkin akan mati lama. Apalagi ditengah rakyat yang seperti kebingungan membedakan kebenaran sejati dan kebenaran cuma pura-pura, maka pejabat-pejabat korup ini ibarat hidup di sorga dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...Semoga Mbah Surip bisa tenang di alam sana. Dan gema "I Love U PULL" akan menjadi semboyan banyak orang dan menjadi spirit, bagaimana Indonesia ini bisa berubah menjadi lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-7157024186708645310?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/7157024186708645310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=7157024186708645310&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7157024186708645310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7157024186708645310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/08/mbah-surip-di-negeri-yang-pemimpinnya.html' title='Mbah Surip di Negeri yang Pemimpinnya Korup'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-5658183197627701522</id><published>2009-07-28T00:01:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T00:57:42.741-07:00</updated><title type='text'>Demokrasi Menyuburkan Terorisme di Indonesia?</title><content type='html'>Pilihan menjadi negara demokrasi bagi Indonesia jelas bukanlah tanpa resiko. Tetapi Sayangnya bangsa ini tidak siap menyikapi dengan bijak semua resiko dari efek samping sistem demokrasi. Bahkan demokrasi yang sedemikian liberalnya di Indonesia saat ini diyakini sementara pihak menjadi penyebab suburnya tindakan terorisme di tanah air. Mungkin pernyataan ini ada benarnya mengingat Bom berbau terorisme agama terus saja meledak di Indonesia seolah-olah tidak ada satupun yang bisa mencegahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi memberi ruang bagi setiap individu didalam masyarakat untuk mengekspresikan kepentingan politiknya dihadapan publik. Hampir semua bentuk ideologi kemudian menjadi punya hak untuk hidup kecuali ideologi komunis yang memang masih sangat dimusuhi oleh negara. Meski sudah jelas bahwa konstitusi negara Indonesia menyebutkan Pancasila sebagai dasar negara, faktanya ideologi berbasis agama dibiarkan tetap tumbuh subur dan berkembang dengan sebebas-bebasnya mulai dari yang beraliran lembut sampai yang super keras. Tidak ada lagi pembatasan dan setiap upaya pembatasan akan dituding sebagai bentuk anti demokrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya pasca Reformasi berbagai ragam konflik-konflik yang sebenarnya sangat suit dijumpai di masa orde Baru mengemuka dan menjadi tontonan keseharian masyarakat Indonesia. Mulai dari konflik di Ambon, Poso, lalu aksi organisasi yang dengan arogan dan secara terbuka melakukan tindakan anarkis atas nama agama seolah-olah tidak mampu (tidak mau?) diselesaikan dan diantisipasi aparat keamanan. Demikian juga dengan tindakah dan aksi terorisme. Bom bali I dan II lalu Bom di Jakarta yang beberapa kali meledak memberikan kita gambaran betapa bebasnya teroris di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para elite politik di tingkat pusat termasuk mereka yang duduk sebagai pimpinan negara saat ini, sepertinya berperan sangat penting pada tumbuh suburnya terorisme. Masalah agama sebagai sebuah keyakinan dimainkan dimensi politisnya dengan sangat piawai oleh para pemimpin. Isu agama ini pasca reformasi menjadi isu yang sangat penting untuk menggaet dukungan politis. Banyak pemimpin yang duduk di kursi kekuasaan enggan dengan tegas menyikapi gerakan-gerakan yang sesungguhnya mengancam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber Bhineka Tunggal Ika. Keengganan mereka tidak lepas dari ketakutan akan kehilangan dukungan politis. Dengan sistem demokrasi yang demikian terbuka dimana setiap pemimpin dipilih melalui sebuah pemilihan umum, maka dukungan dari basis agama tentulah jalan pintas yang sangat perlu diperlihara. Kita lalu bisa melihat bagaimana lemahnya kepemimpinan nasional atas munculnya perda-perda yang didasarkan pada keyakinan agama tertentu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditingkat akar rumput, ketiadaan sikap tegas pemimpin atas isu-isu agama yang mengancam NKRI diterjemahkan dalam bentuk yang sangat permisif dan penerimaan yang tanpa filter memadai atas gerakan-gerakan yang bergerak menjauh dari cita-cita Pancasila. Tidaklah heran kalau kemudian disebutkan rakyat sangat permisif atas gerakan para terorisme. Demikian juga bagaimana "dibiarkannya" dengan bebas Nurdin M Top bergerak di Indonesia yang menebar bibit-bibit terorisme. Identitas-identitas dan aktivitas-aktivitas keagamaan dibiarkan bergerak terlalu bebas dan tidak ada satupun yang mampu (tidak mau??) mengontrol sekalipun itu membahayakan ekistensi NKRI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya demokrasi di Indonesia membawa konsekuensi pada tidak jelas dan tegasnya banyak sisi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap pemerintahan Orde Baru yang baik,seperti sikap kepemimpinan nasional yang tegas pada gerakan yang mengancam NKRI tidak dilanjutkan. Ketakutan atas kehilangan dukungan politis menjadi faktor terbesarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain kita bisa melihat bagaimana penyikapan rakyat juga menjadi tidak jelas. Atas nama demokrasi pula, banyak anasir-anasir yang oleh rakyat dibiarkan bergerak sebebas-bebasnya dengan prinsip "Gue sih asik-asik aja asal dia gak ganggu gue". Maka dari itu, bom sedahsyat apapun yang akan diledakkan di Indonesia oleh para teroris tidak akan membuat semua rakyat Indonesia bergerak menentang dan melawan teroris selama korban yang jatuh tidak satupun ada kaitannya dengan mereka secara pribadi. Rasa kebangsaan kita memang semakin "termakan habis" atas nama demokrasi. Kepedulian kitapun sebagai bangsa semakin juah menipis karena kita tidak bisa melihat itu pada kepemimpinan nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa kita saksikan hari ini dari bangsa ini adalah betapa Demokrasi belum memberikan kita harapan, melainkan ancaman karena pemimpin kita lebih banyak mengambil keuntungan pribadi dan kelompoknya dari demokrasi. Sementara rakyat memilih menumbuh suburkan ego individu dan kelompoknya dan menjadi tirani mayoritas lalu mengabaikan minoritas meski hidup dalam rumpun bangsa yang sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-5658183197627701522?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/5658183197627701522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=5658183197627701522&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5658183197627701522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5658183197627701522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/07/demokrasi-menyuburkan-terorisme-di.html' title='Demokrasi Menyuburkan Terorisme di Indonesia?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-7023644069657872830</id><published>2009-07-15T19:22:00.002-07:00</published><updated>2009-07-15T20:06:04.966-07:00</updated><title type='text'>Syeh Puji dan Rumor Suap Rp 15 Milyar</title><content type='html'>Syeh Puji atau Pujiono Cahyo Widianto adalah sosok yang nyentrik. Tidak jelas tentang gelar syeh yang disandangnya berasal darimana. Namun yang jelas Syeh Puji adalah pengusaha kaya raya dari usaha kerajinan Kuningan. Namanya belakangan menjadi sering disebut dimedia setelah sikapnya yang dengan berani melawan aparat kepolisian bahkan menantang jika berani menangkap dan memenjarakannya dalam kasus pernikahan siri nya dengan gadis dibawah umur. Kasusnya sudah cukup lama dan Syeh Puji sudah sempat ditahan beberapa bulan lalu, namun kemudian penangguhannya dibebaskan dan hanya diwajibkan melakukan wajib lapor seminggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa (14/7) lalu, Syeh Puji dibawa paksa oleh tim Resmob Mapolwiltabes Semarang setelah melalui insiden yang cukup dramatis. Sehari sebelumnya media menyiarkan berita bagaimana sikap Syeh Puji yang dengan gaya khasnya menantang pihak penegak hukum. Sambil bergaya ala petinju yang menggerak-gerakkan tangannya seperti hendak memukul, Syeh Puji mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Dia juga menyebut bahwa pihak-pihak yang menyebut mertuanya menerima uang agar mau menyerahkan Ulfah untuk dinikahinya adalah bentuk penghinaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini sangat menarik untuk dicermati mengingat pernikahan dibawah umur sebenarnya di Indonesia khususnya di Jawa mungkin merupakan sesuatu yang lazim. Pelaku pernikahan gadis dibawah umur tidak hanya dilakukan oleh Syeh Puji seorang. Jika mau jujur, kasus serupa terjadi sangat banyak. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa justru kasus Syeh Puji ini membuat aparat kepolisian begitu bersemangat untuk mengusut dan menuntaskannya??.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mencuatnya kasus ini ke media sepertinya bermula dari ketidaksengajaan. Syeh Puji yang sering bicara ceplas-ceplos dengan tanpa beban mengaku telah menikahi seorang gadis dibawah umur, bahkan telah mempersiapkannya untuk menjadi manajer dari perusahaan yang dibangunnya. Wartawan yang mendengar info ini lalu membuat berita dan nada pro kontra lalu mengumandang di media. Pihak-pihak tertentu yang berdiri atas nama perlindungan anak mendesak kepolisian menindak Syhe Puji karena melanggar hukum. Kepolisianpun tidak menunggu lama untuk segera memanggil Syeh Puji ke Markas polisi untuk diusut secara hukum. Ketika itu Syeh Puji datang dengan rombonganmirip selebritis menumpang mobil BMW Merah dengan kap terbuka dan dikawal sejumlah orang berseragam mirip pasukan. Ketika disebut-sebut dirinya bisa dipenjara karena menikah siri dengan gadis dibawah umum, Syeh Puji bahkan telah lebih dulu membangun bangunan mirip penjara dirumahnya. Lagi-lagi dengan gaya khasnya Syeh Puji menantang aparat kalau berani memenjarakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak rumor yang beredar seputar kasus ini terutama seputar pemerasan yang dilakukan sejumlah aparat kepada Syeh Puji agar bisa lepas dari jerat hukum. Angka belasan milyar rupiah disebut-sebut sebagai bentuk suap kepada aparat agar Syeh Puji bisa ditangguhkan penahanannya. Faktanya setelah sempat mendekam dipenjara Mapolwiltabes, Syeh Puji ditangguhkan penahannya. Lalu Syeh Puji sering tampil di berita memberikan ceramah tentang kewirausahaan disejumlah perguruan tinggi di Semarang. Rupanya aktivitas ini memicu polemik lagi. Dan desakan agar Syeh Puji di tahan lagi mengemuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena merasa telah "membayar" milyaran rupiah, Syeh Puji lalu berteriak bahwa dirinya telah diperas dan merasa berhak untuk bebas. Berita tentang uang suap ini pun beredar dan disebutkan bahwa Syeh Puji telah memberi 5 milyar rupiah kepada pengacaranya untuk mengurus perkaranya tersebut. Beredar juga rumor yang tidak bisa dipastikan kebenarnya, bahwa petinggi di Polda Jateng juga telah menerima Rp 10 milyar dari Syeh Puji. Jadi total uang Syeh Puji berjumlah Rp 15 milyar yang telah disedot oleh aparat hukum. Rumor yang Rp 10 Milyar untuk petinggi di Polda Jateng masih belum diungkap, namun konon telah dilaporkan oleh tim kuasa hukum Syeh Puji langsung ke Markas Besar Polri di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeh Puji sepertinya memang telah menjadi semacam Sapi Perah bagi aparat penegak hukum. Mengetahui bahwa yang bermasalah adalah orang kaya yang sering menunjukkan tumpukkan uangnya kepada publik, aparat hukum sepertinya bersemangat untuk mengusutnya. Bahkan sejumlah LSM juga ikut-ikutan dengan menggelar demo ke kantor penegak hukum mendesak Syeh Puji diusut dengan tuntas. Syeh Puji sepertinya menjadi bunga yang mekar karena memiliki kasus hukum dan tersium harum semerbak karena kekayaannya, kemudian mengundang banyak pihak untuk ikut menghisap kekayaannya. Sementara kasus pernikahan siri dengan gadis dibawah umur yang dilakukan oleh orang biasa yang tidak kaya raya, tidak pernah ada yang menggubris, tidak ada yang berbicara lantang apalagi sampai demo ke kantor penegak hukum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terlepas dari semua rumor tentang pemerasan yang dirasakannya, sosok Syeh Puji memang kontroversial. Ia sering dengan lantang menantang aparat hukum dan menjadikan hukum seolah-olah tidak ada. Gayanya yang nyentrik dan bicara blak-blakan membuat aparat penegak hukum merah telinganya. Mungkin inilah yang sering disebut orang seperti menggali lubang sendiri. Dengan karakter seperti Syeh Puji, sepertinya dapat diterima bahwa sikapnya yang menantang aparat hukum karena ia sendiri mengetahui dan membuktikan bahwa para aparat tidaklah bersih. Syeh Puji konon telah memiliki rekaman video ketika ia menyerahkan uang suap kepada petinggi di Polda Jateng sebesar Rp 10 Milyar. Jika saja rumor ini benar, maka tidak heran kalau Syeh Puji berani bersikap menantang aparat Kepolisian. Kita tunggu saja kisah selanjutnya dari Syeh Puji, beranikah kepolisan memenjarakannya di balik jeruji besi???.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-7023644069657872830?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/7023644069657872830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=7023644069657872830&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7023644069657872830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7023644069657872830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/07/syeh-puji-dan-rumor-suap-rp-15-milyar.html' title='Syeh Puji dan Rumor Suap Rp 15 Milyar'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-2290964460348004787</id><published>2009-07-14T01:56:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T02:28:19.117-07:00</updated><title type='text'>I Love U Full, Ha...Ha...Ha...</title><content type='html'>Mbah Surip semakin hari semakin terkenal. Ini tidak lepas dari lagu Tak Gendong nya yang meledak menjadi Ring Back Tone (RBT) jutaan pengguna telepon seluler di Indonesia. Sungguh suatu berkah bagi Urip Ariyanto, pria kelahiran Mojokerto Jawa Timur ini yang konon hidupnya lebih sering menggelandang di Jakarta. Mbah Surip selalu ingin hidup merdeka, tidak terkukung pada sesuatu yang bagi manusia biasa dianggap hal yang sangat penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendengar lagu Tak Gendong sudah agak lama. Wahyu, Anak kecil kelas 2 SD--anak dari teman yang sudah saya anggap seperti Saudara sendiri, Ibu Nur Halimah pengisi acara pengobatan Herbal ala Madura di Cakra Semarang TV-- menyanyikannya sekitar awal tahun 2009 lalu. Saat itu kami berada dalam satu mobil dalam sebuah perjalan dari Boyolali ke Semarang. Wahyu bersenandung "Tak GEndong kemana-mana, Tak GEndong kemana-mana..." Kami yang mendengar tertawa karena liriknya yang lucu dan mengira itu lagu karangan si Wahyu saja. Saya lalu bertanya "Itu lagu siapa Yu...?". Lho itu kan lagunya Mbah Surip Om.." jawabnya. Lalu tidak berselang lama, di radio terdengarlah lagu yang dimaksud Wahyu tadi dan dinyanyikan oleh Mbah Surip. Kamipun lalu tertawa bersama-sama lalu mendengarkan lagu Tak Gendong dari radio. Uniknya justru lagu ini diputar diacara musik yang khusus memutar lagu-lagu dangdut. Saya sempat bertanya kepada istri saya yang duduk di samping, "Gek ini lagu regae kok diputar di acara musik dangdut, apa produser radionya nggak ngerti ya..?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, saya mengenal lagu Tak Gendong dan sering mensenandungkan terutama kalau pas ada di kamar mandi. Namun gaung lagu ini sebenarnya tidak begitu terkenal saat itu. Pernah ketika keluarga saya datang berkunjung dari Bali ke Jogja untuk urusan menghadiri wisuda S2 adik saya, saya nyanyikan lagu Tak Gendong, mereka pada nggak ngeh. Tetapi sekarang dimana-mana orang menyanyikan lagu Mbah Surip ini. Semuanya seperti tersihir, entah apa "racun" yang ada didalam lagu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terlepas dari isi dan makna lagu yang konon kata Mbah Surip penuh makna filosofis, saya tertarik karena lagu ini mengambil genre Regae. Saya sendiri cukup senang mendengar lagu-lagu regae terutam dari Bob Marley. Selain itu, sepengetahuan saya musik Bob Marley adalah musik yang penuh dengan pesan-pesan tentang perdamaian dan cinta. Lagu-lagu Bob Marley, seperti no woman no cry, is this love, waiting in vain sangat akrab ditelinga saya di tahun 1993. Ada makna kedalaman tentang hakekat cinta dilirik-lirik lagu ciptaan marley. Saya belum paham betul paham rastafara, tetapi saya melihat ada keinginan besar dihati penganutnya untuk mencipta kedamaian dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kemudian Mbah Surip setelah menjadi terkenal disebut-sebut masih tetap low profile, masih kemana-mana naek ojek atau sepeda motor, saya menganggapnya sebagai sesuatu yang penting untuk dimaknai kita semua. Kata-kata Mbah Surip " I Love U full" juga bagi saya penting untuk kita ucapkan kepada setiap orang baek kita kenal ataupun tidak. Tertawa lepas Mbah Surip yang mungkin juga rada dipaksakan dan sedikit dibuat-buat juga menarik disimak. tertawa Mbah Surip yang ber Ha..ha..ha..., bisa menjadikan hati kita yang sedang gundah agak terobati. Cobalah tertawa seperti Mbah Surip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang menyebut Indonesia itu kekuarang cinta, maka saya sangatlah sepakat. Rakyat dan pemimpin di Indonesia miskin rasa Cinta. Materi telah membutakan kita. Cintapun kemudian selalu dimaknakan sangat dangkal. Lalu Sinetron kita dipenuhi pula dengan pertengkaran dan perkelahian, iri hati dan dengki bahkan kekerasan dengan saling tampar. Jiwa kita menjadi gersang, rasa cinta kita tergerus habis. Lalu kepedulian kita pada sesama juga semakin berkurang. Kita tanpa sadar sedang menguras habis modal-modal sosial kita yang padahal sangat penting sebagai perekat hubungan antar manusia. Apa yang terjadi kemudian adalah tingginya angka kriminalitas. Ayah mencoba membunuh anak, ibu yang frustasi membunuhi buah hati mereka, tetangga membunuh tetangga, ayah memperkosa putrinya dan permapokan menjadi sesuatu yang jamak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja kita selalu bisa berkata "I Love U Full" lalu tertawa lepas Ha..Ha..Ha... dan membiarkan hati kita dipenuhi rasa cinta kasih, betapa indah dunia ini. Seperti hidup Mbah Surip yang mungkin saja bagi banyak dari kita terlihat susah, tetapi sebenarnya bisa jadi dia sangat bahagia menjalaninya. Kadang memang kebahagiaan itu bukan semata-mata dari meteri semata seperti apa yang kita yakini selama ini, tetapi kebahagiaan itu sesungguhnya adalah jiwa yang dipenuhi dengan cinta. Jadi... Biarkan Mbah Surip tetap tertawa lepas dan selalu berkata "I Love u Full". Ha...ha..ha...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-2290964460348004787?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/2290964460348004787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=2290964460348004787&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2290964460348004787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2290964460348004787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/07/i-love-u-full-hahaha.html' title='I Love U Full, Ha...Ha...Ha...'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-4393672691832175503</id><published>2009-07-08T18:59:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T23:01:20.190-07:00</updated><title type='text'>Kemenangan SBY dan Pemilih Tanpa Ideologi</title><content type='html'>Akhirnya pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terlaksana. Hasil hitung cepat dari lembaga survey menunjukkan perolehan suara pasangang SBY-Boediono jauh mengungguli calon-calon lainnya. Hasil hitung cepat ini bisa menjadi antiklimaks dari sejumlah wacana terutama dari para tim sukses pesaing SBY-Boediono yang berkembang sebelum hari pencontrengan yang menyebut ketiga pasangan capres dan cawapres akan bersaing ketat. Fakta hasil hitung cepat justru menunjukkan bahwa pasangan Mega Pro dan JK Win tidak mampu memberi perlawanan berarti. Dengan terpaut prosentase yang mencapai 30 persen, tentu ini bisa dikatakan sebagai kemenangan mutlak bagi SBY-Boediono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil survey sejumlah lembaga survey sebelum Pilpres memang menunjukkan, SBY elektabilitas nya sangatlah kuat. Hasil survey tersebut mendapat pandangan negatif dari tim sukses lawan SBY. Bahkan dari pemberitaan di media kita pernah disajikan gambar bagaimana Saiful Mujani dari LSI bersitegang dengan ketua tim Sukses Mega Pro karena menganggap hasil survey LSI sangat tendensius karena dibiayai dari tim sukses SBY.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan Rakyat Indonesia memang cukup sulit untuk diprediksi. Tidak terlalu jelas, apa sesungguhnya yang menjadi dasar utama seorang pemilih di Indonesia menentukan pilihannya. Sepertinya ada banyak faktor yang bercampur aduk memenuhi pikiran setiap pemilih di Indonesia. Tidak ada yang dominan secara stabil, namun salah satu faktor bisa muncul sebagai yang dominan tergantung situasi dan kondisi. Menjadi pertanyaan penting apakah faktor yang paling dominan itu adalah sesuatu yang ideal atau hanya sekedar sesuatu yang sangat emosional. Misalnya saja, apakah SBY dipilih karena penilaian atas visi dan misinya, kepemimpinannya yang kuat, atau justru hanya karena secara fisik SBY lebih menarik dibanding calon yang lain. Faktor fisik memang tidak dipungkiri menjadi faktor yang cukup dominan meningat dalam masalah ini, SBY jauh unggul dibanding JK atau bahkan Mega. Seorang kawan saya yang menjadi pengajar di sebuah Universitas Negeri di Semarang pernah menanyakan kepada para mahasiswi nya, mengapa lebih condong pilih SBY? jawabannya sangat simple dan menurut saya sangat tidak akademis (padahal yang ditanya mahasiswi yang lekat dengan kultur akademis) yakni karena SBY Ganteng. Jawaban ini tentu tidak bisa diperdebatkan lagi karena memang tidak debatable. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada banyak analisa tentang faktor kemenangan SBY. Ada yang menyebut bahwa prestasi SBY selama memimpin relatif aman. Tidak ada kebijakan yang secara prinsip melukai hati rakyat. Entah analisa ini bisa diterima atau tidak. Yang jelas kenaikan harga BBM (meski kemudian diturunkan karena harga minyak dunia yang turun) dan masalah Lapindo, adalah dua hal yang sebenarnya layak menjadi tanda tanya besar bagi kepemimpinan SBY. Penegakkan hukum untuk memberantas korupsi juga menjadi masalah yang layak dipertanyakan. Meski tidak melindungi Aulia Pohan yang notabene adalah Besannya, SBY hingga saat ini tidak menurunkan ijin pemeriksaan bagi Walikota Semarang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Ada dugaan ijin tidak dikeluarkan karena Walikota Semarang adalah Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah. Tetapi mungkin kasus di KOta Semarang ini hanya kasus kecil yang gaungnya tidak begitu kuat dan tidak mempengaruhi citra SBY yang cukup serius tangani kasus korupsi. Sebenarnya dalam hal pemberantasan korupsi ini, SBY dalam beberapa hari menjelang pencontrengan menunjukkan ambigunya. Misalnya saja soal pemeriksaan BPKP ke KPK dan masalah pembahasan RUU Tipikor. Tetapi bisa saja isu-isu itu sengaja dilempar oleh lawan-lawan politik SBY. Faktanya, tidak ada pengaruh singnifikan bagi SBY yang meraup suar terbanyak berdasarkan hasil hitung cepat Lembaga-lembaga Survey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok SBY memang tidak mencitrakan diri membawa perubahan. Dengan Slogan Lanjutkan!, jelas bahwa SBY akan melanjutkan kebijakan-kebijakan selam ini. Bedanya dulu SBY didampingi JK,kini didampingi Boediono. Publik tentu akan menyimpang banyak pertanyaan, peran dari Boediono apakah akan seperti JK atau hanya sekedar ban serep yang lebih banyak mewakili sang presiden jika berhalangan hadir di sebuah acara seremonial. Yang jelas ada banyak persoalan yang harusnya segera mendapatkan penyelesaian. Kemiskinan, pengangguran, harga-harga kebutuhan pokok yang terus melambung adalah persoalan yang harus segera diselesaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang rakyat Indonesia telah menentukan pilihannya, kita sekarang hanya bisa berharap SBY menjadi presiden yang baik. Seperti lagu "Manusia 1/2 Dewa" Iwan Fals yang menyerukan kepada presiden yang baru untuk segera menurunkan harga-harga dan jika ini bisa dilakukan, maka SBY layak diangkat sebagai manusia 1/2 Dewa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-4393672691832175503?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/4393672691832175503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=4393672691832175503&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4393672691832175503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4393672691832175503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/07/mampukan-sby-menjadi-manusia-12-dewa.html' title='Kemenangan SBY dan Pemilih Tanpa Ideologi'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-7441250911139878883</id><published>2009-07-06T01:57:00.001-07:00</published><updated>2009-07-06T02:40:11.352-07:00</updated><title type='text'>Michael Jackson  dan Mimpi tentang Dunia yang penuh Cinta Kasih</title><content type='html'>Saya tidak begitu mengenal sosok Michael Jackson (MJ), karena saya bukanlah penggemarnya. Tetapi MJ bagi saya adalah seorang penyanyi yang sangat gigih berbicara tentang kemanusiaan. Itulah yang membedakannya dengan penyanyi dunia lainnya dan membuat saya menaruh kekaguman kepadanya. Saya mengenal lagu-lagu MJ dari sebuah toko kaset didekat rumah saya di depan terminal Ubung Denpasar ketika saya masih duduk disekolah dasar di era tahun 1980 an. Yung, nama pemilik pemilik toko kaset sering memutar kaset dari album MJ dengan keras-keras layaknya pedagang kaset saat itu. Saya banyak mengenal lagu-lagu barat dari toko kaset yang sekarang ini sudah gulung tikar ini. Meski kemampuan bahasa inggris saya sangatlah minim, tetapi lagu-lagu MJ saat itu begitu akrab ditelinga saya. Salah satu yang paling saya suka adalah lagu "We Are The World". Saya begitu terkesan dengan lagu itu karena disamping tembangnya yang terasa pas, syairnya, meski dengan pemahaman bahasa inggris yang sangat kurang, sangatlah luar biasa. Belakangan, setelah berita seputar kematian MJ banyak dilansir media saya baru tahu kalau lagu we are The World bisa mengumpulkan donasi yang luar biasa banyak untuk menolong anak-anak yang membutuhkan saat itu terutama anak-anak di benua Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditahun 1990 an cerita tentang MJ kembali menyita perhatian terutama setelah lagu "Black or White" nya dirilis. Media yang saya akrabi saat itu semacam majalah HAI banyak mengulas tentang pembuatan Klip lagu yang mengusung pentingnya persamaan manusia tanpa membedakan warna kulit manusia itu. Yang saya ingat adalah konon teknlogi pembuatan Klip adalah yang tercanggih dan termahal saat itu. Bagaimana misalnya gambar di scene terakhir di klip "Black or White" yang bisa memunculkan wajah orang bergantian dengan trnasisi yang begitu halus. Saya melihat teknik seperti ini pada iklan HUT ke-14 Telkomsel yang sering diputar di televisi. Kemudian lagu MJ seperti "Heal The World" juga sangat saya sukai. Lagi-lagi tema kemanusiaan ada didalamnya yang membuat kekaguman saya terhadap MJ bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi sedih ketika pemberitaan tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh MJ menyebar dimedia. Meski tidak pernah terbukti, pemberitaan ini menurut saya cukup membuat citra MJ berkurang. Tetapi bagi saya sosok MJ tetaplah luar biasa. Saya belum mengenal sosok penyanyi di dunia ini sehebat MJ yang memiliki ketenaran luar biasa namun juga memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan yang sangat luar biasa. Penyanyi lain boleh memiliki originalitas dalam berkarya, namun yang mau langsung terjun berperan aktif mengumpulkan dana besar untuk membantu sesama ya cuma MJ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca running teks di Metro TV yang memberitakan kematian MJ saya tidak tahu persis perasaan saya bagaimana. Hanya bergumam kecil "Oh Michael Jackson meninggal". Ada rasa setengah tidak percaya dan berharap itu hanya berita yang tidak benar mengingat sebentar lagi MJ akan menggelar konser panjangnya. Akan menggelar konser berarti kesehatan MJ pastilah prima, jadi tidak mungkin meninggal. Tapi begitulah kenyataannya.Jacko demikian namanya MJ sering disingkat akhirnya memang benar-benar meninggal dengan banyak spekulasi penyebabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu, dunia telah kehilangan seorang sosok yang begitu luar biasa. Dunia pastilah kehilangan seniman besar yang juga memiliki kepedulian luar biasa pada masalah kemanusiaan. Sama seperti Jhon Lennon, kematiannya penuh misteri dan tragis. Dan Jhon Lennon juga memiliki kapasitas dalam mencipta lagu yang juga mirip dengan MJ terutama lagu "Imagine". Lagui-lagunya menyerukan perlunya manusia berpikir dengan penuh cinta kasih, melepaskan sekat-sekat yang memisahkan manusia dengan CINTA KASIH. Bahwa dunia ini hanyalah sedang berjalan pada kehancurannya ketika CINTA KASIH dihilangkan dari hati manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Jalan MJ, doaku menyertaimu. Semoga mimpimu tentang dunia yang Indah segera engkau temui di alam yang lain, karena didunia ini sekarang sangat tipis kemungkinannya mencipta dunia seperti harapanmu. Cinta kasih telah banyak dibuang jauh-jauh oleh manusia-manusia modern karena mereka menganggapnya hanyalah nilai lama yang tidak lagi berarti. Bukankah uang dan materi mereka anggap telah cukup untuk membahagiakan mereka? Tetapi, meski telah tiada, nyanyikanlah lagu-lagumu melalui setiap desahan angin dan biarkan setiap hati manusia diterangi lirik-lirik lagumu yang mendamba kehidupan dunia yang lebih baik..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-7441250911139878883?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/7441250911139878883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=7441250911139878883&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7441250911139878883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7441250911139878883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/07/michael-jackson-dan-mimpi-tentang-dunia.html' title='Michael Jackson  dan Mimpi tentang Dunia yang penuh Cinta Kasih'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-3771078066274458707</id><published>2009-07-02T20:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T21:18:20.123-07:00</updated><title type='text'>Demokrasi yang Rapuh dan Kosong</title><content type='html'>Demokrasi itu memberi ruang pada berbedanya pilihan. Sebagai sebuah sistem, demokrasi bukanlah yang terbaik. Ia mengandung banyak sekali kelemahan. Tetapi sistem inilah yang terbaik diantara yang terburuk. Sejarah dunia telah memenangkan demokrasi ketika ia dihadapkan pada sistem yang lain. Bahkan komunis yang dulunya dianggap sebagai tandingan demokrasi tidak kuat bertahan dan akhirnya jatuh. Tetapi apakah kemudian demokrasi memberi jaminan kesejahteraan kepada rakyat,jawabannya sangatlah tidak pasti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara hanyalah sebuah imaji. Ia hanyalah khayalan dari rakyatnya yang bersepakat untuk hidup dalam sebuah ruang lingkup dengan dasar ruang lingkup hukum yang sama. Tujuan utama dari berdirinya sebuah negara adalah bagaimana kesejahteraan rakyat yang hidup didalamnya bisa tercapai. Prinsip-prinsip keadilan harus ada didalam setiap negara, karena tanpa itu, rasa kesejahteraan juga tidak akan terwujud. Lalu demokrasi dipilih menjadi sistem yang mengatur bagaimana kekuasaan bisa menjamin tercapainya kesejahteraan. Hampir sebagian negara-negara didunia memilih demokrasi atau jika tidak, akan dipaksa untuk memilih sistem ini oleh kekuatan-kekuatan yang memang menghendaki agar seluruh dunia menjadi demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah demokrasi bagaimanapun harusnya memiliki dasar yang kuat terutama dari para pemimpin di masing-masing negara. Demokrasi sebuah negara tanpa dasar yang kuat tidak akan mengarahkan kekuasaan pada kesejahteraan rakyat tetapi pada kesejahteraan golongan tertentu. Disinilah letak persoalan demokrasi ketika ia dihadapkan pada pertanyaan, apakah sistem ini benar-benar menjami pencapian kesejahteraan rakyat di negara tersebut. Karena demikian terbukanya pada pilihan mengingat yang meraih suara terbanyaklah yang pilihannya akan dipakai menjadikan kebenaran juga mengikuti yang menang. Yang kalah akan dipaksa untuk menerima, meski sebenarnya mereka berdiri pada pendirian yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya demokrasi kemudian pada negara berkembang dimana tingkat pendidikan rakyatnya masih sangat kurang seolah-olah dipaksakan. Dengan tingkat kesadaran diri yang rendah, pilihan dalam momentum demokrasi penentuan kekuasaan menjadi sangat tidak memiliki landasan idiil yang kuat. Apalagi ketika kepentingan pragmatis begitu menguasai pikiran dan benak seluruh rakyat sebagai pelaku utama dalam demokrasi. Jadilah kemudian kekuasaan lebih berbau uang ketimbang kepentingan kesejahteraan rakyat. Demokrasi menjadi dipenuhi jargon-jargon kosong yang ramai pada saat-saat kampanye lalu setelah terpilih sibuk mengurusi kepentingan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan presiden langsung saat ini di negeri kitapun memberikan gambaran kepada kita betapa rapuh dan kosongnya demokrasi yang kita laksanakan. Rakyat menentukan pilihannya pada perhitungan-perhitungan yang tidak lagi didasari akal sehat. Terlalu banyak pengaruh oleh rasa yang sayangnya didasari kepentingan jangka pendek. Itulah mengapa pilihan rakyat kepada sosok presiden bisa berubah di detik-detik terakhir. Perubahannyapun didasari pada logika-logika yang kurang relevan. Jika sudah begini, akan sulit berharap demokrasi kita akan mengarahkan kita pada pemimpin yang terbaik. Demokrasi seperti ini juga tidak mampu membimbing pemimpin terpilih untuk benar-benar melaksanakan janji-janji ketika kampanye. Demokrasi kita masih terlalu rapuh dan penuh dengan kehampaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-3771078066274458707?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/3771078066274458707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=3771078066274458707&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3771078066274458707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3771078066274458707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/07/demokrasi-yang-rapuh-dan-kosong.html' title='Demokrasi yang Rapuh dan Kosong'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-917219378649905937</id><published>2009-05-29T19:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T20:28:41.016-07:00</updated><title type='text'>Miras dalam Tradisi Masyarakat Bali</title><content type='html'>Korban tewas yang jumlahnya mencapai belasan orang berjatuhan, puluhan lainnya masih dalam perawatan. Mereka adalah orang-orang yang menenggak minuman keras (miras) oplosan di Denpasar Bali. Entah kebetulan atau memang sudah menjadi takdir dari Yang Maha Kuasa, yang jelas kasus serupa terjadi beruntun di sejumlah kota lain di Indonesia. Misalnya saja di Kota Semarang dan Kota Tegal Jawa Tengah. Banyak korban tewas setelah menenggak miras oplosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Miras dalam masyarakat Bali merupakan bagian dari tradisi yang sudah menyatu cukup lama. Bahkan miras seperti Arak dan Berem termasuk Tuak wajib ada dalam setiap ritual agama Hindu meski jumlahnya tidak banyak. Arak misalnya juga menjadi salah satu &lt;em&gt;aba-abaan &lt;/em&gt;, semacam oleh-oleh dari warga yang dibawa kerumah warga lain yang sedang melaksanakan ritual upacara agama selain beras dan dupa. Tetapi jelas, bahwa miras arak disini sama sekali tidak dimaksudkan untuk diminum melainkan dipergunakan untuk tetabuhan (persembahan kepada Bhuta Kala). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja sejak dahulu tradisi minum miras ditengah kehidupan masyrakat Bali memang sudah ada. Misalnya saja istilah &lt;em&gt;metuakan&lt;/em&gt; yang merujuk pada aktivitas minum tuak di sudut-sudut atau warung-warung tuak di desa. Dimasa lalu, tradisi metuakan jelas hanya boleh dilakukan oleh mereka-mereka yang sudah dewasa. Jangan harap anak kecil atau remaja boleh meminum tuak di areal publik dengan ikut metuakan. Pastilah orang-orang tua akan dengan tegas menolak mereka dan melarang keras jika berani-beraninya ikut metuakan. Selain itu minuman keras dimasa lalu juga jenisnya terbatas dan bahannya mungkin hanya sekedar memabukkan tidak sampai membunuh seketika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, entah mulai kapan, akhirnya aktivitas minum minuman keras di Bali menjadi demikian masif nya. Banyak anak-anak dan remaja yang sudah mengenal dan menjadi peminum (istilah bagi mereka yang suka menenggak miras) aktif. Yang paling membuat kita tidak habis pikir adalah aktivitas minum minuman keras para remaja generasi muda ini bisa dilakukan diareal publik tanpa ada siapapun yang bisa melarang apalagi menghentikannya. Lalu kebiasaan remaja-remaja Bali menenggak Miras menjadi sebuah kewajaran yang diterima begitu saja oleh masyarakat Bali. Tidak ada lagi orang tua yang bisa melarang tegas anaknya yang ramairami minum arak di pinggir jalan. Kalaupun melarang dan marah-marah, si anak tidak begitu menggubris, lalu mereka tetap saja larut didalam aktivitas minum miras, bahkan bisa hampir setiap malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pelaksanaan Bazzar di Banjar-banjar yang digelar untuk penggalian dana bisa diajukan sebagai salah satu pemicu masifnya aktivitas minum miras di Bali. Bazzar-bazzar inilah yang juga meruntuhkan tembok ketat yang menabukan minum miras bagi generasi muda. Bazzar disini adalah yang dilaksanakan di era 90 an, karena sebelum itu Bazzar masih berjalan baik dan mengincar untung hanya dari makanan dan minuman biasa, tanpa melibatkan penjualan Miras terutama jenis Bir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era 90 an, Bazzar sebagai event yang disetujui dan digelar Banjar memang memposisikan semua tetua sebagai "penjaga" moral di Banjar tersebut menjadi sangat lemah. Keterdesakan untuk mendatangkan dana/untung sebesar-besarnya menenggelamkan nilai-nilai ideal yang selama ini dipegang teguh masyarakat. Termasuk bagaimana generasi muda (truna-truna) di Banjar tersebut terlindungi dari aktivitas minum miras. Dalam setiap bazzar, keuntungan terbesar hanya diperoleh dari menjual berkrat-krat bir. Semakin banyak krat-krat bir yang bisa dijual, semakin banyaklah untung yang diraup pihak Banjar. Atas nama meraup keuntungan inipula, teruna-teruna Banjar disajikan setiap malam tamu-tamu yang mabuk-mabukan karena menenggak banyak sekali bir. Bahkan tidak jarang ada teruna-teruna di Banjar itu yang ikut Mabuk karena diajak oleh para tamu. Tidak ada yang berani melarang atau protes termasuk para tetua Banjar sanga penjaga nilai-nilai moral. Lalu tertanamlah dibenak teruna-teruna di Banjar itu bahwa Mabuk karena miras bukanlah sesuatu yang dilarang lagi. Runtuhlah kemudian nilai moral yang menyebut bahwa minum miras sampai mabuk adalah sesuatu yang tidak baik digantikan nilai baru yakni "mabuk-mabukan itu boleh-boleh saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalannya kemudian, kontaminasi budaya menenggak miras berjalan dengan sangat cepat ke generasi yang jauh lebih muda. Orang tuapun seakan-akan tak berdaya karena institusi Adat setingkat Banjar bahkan desa Adat tidak mampu berbuat banyak. Kedua institusi yang sebelumnya begitu ketat mengatur dan menjaga nilai-nilai moral menjadi demikian permisif, lemah dan tak berdaya. Namun sebagai sebuah institusi kondisi ini sebenarnya kuncinya terletak pada persoalan pergeseran budaya dan pemikiran di masyarakat Bali sendiri. Disinilah peranan uang dan materi demikian kuatnya menjadi kendali. Sederhananya begini; Orang Bali kini lebih merasa nyaman ketika mengenakan baju yang mewah, tinggal dirumah megah, memiliki Balai banjar yang megah dan Pura tempat bersembahyang yang megah pula meski semua itu dibangun diatas akar moralitas yang rapuh. Semakin lama budaya yang dikendalikan uang ini semakin kuat dan disadari atau tidak semakin meruntuhkan nilai-nilai moral yang ideal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal menenggak minuman keras, Kondisi generasi muda di Bali sebenarnya jauh lebih memprihatinkan di bandingkan di kota besar yang saya ketahui. Disemarang misalnya, mencari warung penjual minuman Bir misalnya tidaklah mudah. Mungkin hanya toko/warung tertentu saja. Demikian juga aktivitas generasi muda yang menenggak miras tidak terlalu masif seperti di Denpasar Bali. Atau mungkin saja ada, tetapi karena saya belum begitu mengenal daerah-daerah di kota Semarang ini jadinya saya tidak bisa melihat dengan jelas. Persoalannya yang penting kini adalah, siapakah yang bisa menghentikan pergeseran nilai budaya ini??? Pemerintah?? Sangat tidak mungkin karena mereka terlalu asyik dengan mainan kekuasaan nya. Kalaupun mau, masyarakat lah yang harus lebih cepat merubah dirinya, melakukan revolusi mental budaya. Berani dengan tegas berdiri diatas nilai moral dan mengesampingkan keutamaan materi dan kenikmatan duniawi yang mencerabut akar jati diri mereka. Apakah mungkin? Tidak ada yang bisa menjawab pasti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-917219378649905937?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/917219378649905937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=917219378649905937&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/917219378649905937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/917219378649905937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/05/miras-dalam-tradisi-masyarakat-bali.html' title='Miras dalam Tradisi Masyarakat Bali'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-6414904587575325589</id><published>2009-05-26T21:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T22:10:01.010-07:00</updated><title type='text'>Dalam kendali Uang dan Jabatan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/ShzLFWJ8CCI/AAAAAAAAAB4/S2tpc5MjiUU/s1600-h/01.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/ShzLFWJ8CCI/AAAAAAAAAB4/S2tpc5MjiUU/s320/01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340366550861613090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, Istri saya agak rewel, terutama saat menonton siaran berita di televisi menyangkut tentang sikap dan isi bicara para politisi. Saya rada-rada panik juga saat harus menjawab sejumlah pertanyaan yang meluncur dari bibirnya. Seperti yang terjadi kemarin sore, "Bli apakah para elite pemimpin politik, meteri, presiden atau kepala daerah ini, benar-benar memikirkan rakyat? Omongannya di TV selalu bilang demi bangsa dan negara, tapi kenyataannya kok seperti ini? Mengapa mereka tidak usah diberi fasilitas saja, sepertinya mereka keenakan dikasi fasilitas sampai-sampai lupa urusan rakyat??" Begitu pertanyaan beruntun yang harus saya terima saat minum teh disore hari sambil menonton berita di TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunnya pertanyaan dari Istri tercinta membuat saya tidak bisa langsung menjawab. Saya mesti terdiam dulu, sambil mengunyah dan menelan kue pukis yang baru saja saja beli di depan pasar dekat rumah kos saya. "Ya.. isi hati manusia siapa yang tahu Gek...", Jawab saya singkat. Dahinya sedikit mengeryit mendengar jawaban saya yang singkat. Mungkin dia berpikir, pertanyaan nya banyak kok jawabanya singkat?. "Menurut saya, saat mereka belum menjabat, memang keinginan nya cukup besar untuk membela rakyat," lanjut saya memberi jawaban sambil memperbaiki posisi duduk saya. Masalahnya adalah ketika sudah menjabat, ada banyak godaan, ada banyak kepentingan yang memaksa mereka untuk melupakan rakyat. Kuncinya adalah pada persoalan mentalitas dan moral para pejabat-pejabat itu sendiri. Tidak banyak pejabat di Indonesia yang memiliki moralitas dan mentalitas yang memadai sebagai seorang pemimpin. Bahkan bisa dikatakan terlalu banyak pejabat yang mudah dibeli terutama dengan uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang menjadikan manusia itu mudah melupakan nuraninya. Uang membuat telinga manusia tidak lagi mendengar suara hatinya yang paling dalam. Uang menjadikan semua kekuatan, kebersihan dan kesucian pikiran menjadi mudah terkotori. Lalu apakah uang itu pantas untuk dibenci???. Ini persoalan yang juga sulit untuk dijawab, karena untuk hidup manusia harus menggunakan uang membeli kebutuhan hidup. Cuma jumlah uang yang pas dan cukup selalu jadi perdebatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah uang dan jabatan lebih menjadi pengendali, bukan manusia yang mengendalikan uang dan jabatan. Mungkin inilah masalah pokoknya. Kesejatian manusia di Indonesia telah meluluh terlalu banyak. Manusia Indonesia sudah bukan lagi manusia yang benar-benar manusia. Ia adalah mahluk yang tidak lagi menyadari kemanusiaannya. Ia dikendalikan oleh keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini giliran istri saya yang nampak semakin bingung dengan penjelasan saya yang panjang lebar. Mungkin karena itu ia memilih diam dan senyum kearah saya. Ah... Istriku... Betapa cinta dan sayangnya aku padamu.....Mmmmmuaaachhhh....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-6414904587575325589?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/6414904587575325589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=6414904587575325589&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6414904587575325589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6414904587575325589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/05/dalam-kendali-uang-dan-jabatan.html' title='Dalam kendali Uang dan Jabatan'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/ShzLFWJ8CCI/AAAAAAAAAB4/S2tpc5MjiUU/s72-c/01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-5690717577393702043</id><published>2009-05-26T01:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T01:39:27.011-07:00</updated><title type='text'>kepada para Calon Presiden</title><content type='html'>Manusia 1/2 Dewa&lt;br /&gt;song by : iwan fals&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai presiden kami yang baru&lt;br /&gt;Kamu harus dengar suara ini&lt;br /&gt;Suara yang keluar dari dalam goa&lt;br /&gt;Goa yang penuh lumut kebosanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau hidup adalah permainan&lt;br /&gt;Walau hidup adalah hiburan&lt;br /&gt;Tetapi kami tak mau dipermainkan&lt;br /&gt;Dan kami juga bukan hiburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunkan harga secepatnya&lt;br /&gt;Berikan kami pekerjaan&lt;br /&gt;Pasti kuangkat engkau&lt;br /&gt;Menjadi manusia setengah dewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah moral masalah akhlak&lt;br /&gt;Biar kami cari sendiri&lt;br /&gt;Urus saja moralmu urus saja akhlakmu&lt;br /&gt;Peraturan yang sehat yang kami mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegakkan hukum setegak-tegaknya&lt;br /&gt;Adil dan tegas tak pandang bulu&lt;br /&gt;Pasti kuangkat engkau&lt;br /&gt;Menjadi manusia setengah dewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke: Reff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunkan harga secepatnya&lt;br /&gt;Berikan kami pekerjaan&lt;br /&gt;Tegakkan hukum setegak-tegaknya&lt;br /&gt;Adil dan tegas tak pandang bulu&lt;br /&gt;Pasti kuangkat engkau&lt;br /&gt;Menjadi manusia setengah dewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai presiden kami yang baru&lt;br /&gt;Kamu harus dengar suara ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-5690717577393702043?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/5690717577393702043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=5690717577393702043&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5690717577393702043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5690717577393702043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/05/kepada-para-calon-presiden.html' title='kepada para Calon Presiden'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-439737583439810470</id><published>2009-05-22T20:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T21:10:43.919-07:00</updated><title type='text'>Tarif murah Selular, Baik atau buruk?</title><content type='html'>tarif bertelepon selular sekarang menjadi lebih murah. Ini berkah atau musibah?? Tidak jelas jawaban pastinya dan apapun jawabanya sangat layak menjadi perdebatan. Yang jelas semakin murah tarif telepon, banyak orang yang produktivitasnya menjadi berkurang. Ini terutama terjadi pada mereka yang bekerja sebagai tenaga di sektor informal atau semi formal. Misalnya saja pembantu rumah tangga. Bagaimana tidak, sejak tarif ber telpon seluler demikian rendahnya, banyak orang yang kemudian sibuk bertelepon ria. Tangannya tidak pernah lepas dari telepon genggam, entah apa yang dibicarakan, bertelepon nya bisa berjam-jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah... ini memang dampak yang sulit dihindari dari kemajuan sebuah teknologi. Bagi siapapun yang hanya ingin mengambil manfaat dari teknologi sebesar-besarnya untuk memenuhi keinginan (want) bukan kebutuhan (need) memang akan menjadi pangsa pasar yang empuk bagi investasi dibidang teknologi. Dan di Indonesia, banyak yang menggunakan teknologi semata-mata untuk memenuhi keiningan nya saja. Jadilah murahnya tarif telepon digunakan untuk bercakap-cakap yang tidak penting. Berpuluh menit bahkan sampai berjam-jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran kalau pangsa pasar pengembangan investasi telepon selular di Indonesia selalu saja menggiurkan. Apalagi sebenarnya dari segi harga dibanding dengan negara lain, tarif sambungan selular di Indonesia masih tergolong tinggi dan ternyata toh juga tetap laku. Kibuli konsumen dengan iklan menggiurkan bahwa tarif operator tersebut paling murah, maka akan banyak konsumen yang tertarik. Beramai-ramailah operator telepon selular tanamkan modalnya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal produktivitas kerja, dengan mentalitas yang lemah, pengguna telepon selular di Indonesia hanya melihat murahnya tarif hanya sebatas manfaat sesaat. Sekali lagi bertelepon yang tidak penting-penting tetap dilakukan. Lalu soal kerja, menjadi yang nomer sekian. Saya kurang bisa memahami, mengapa berbicara ditelepon menjadi hal yang mengasikkan bagi seseorang. Kita tidak bisa melihat orang yang kita ajak bicara dan kita tidak tahu ia sebenarnya sedang melakukan apa saat bertelepon ria dengan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapa yang mau mengajak orang untuk bertelepon seperlunya saja. Karena kalaupun ada iklan di media, pastilah iklan mengajak orang untuk menggunakan telepon untuk semua keperluan komunikasi. Semuanya mengaku penyedia tarif paling murah. Akibatnya kita semakin sering melihat orang-orang yang tersenyum-senyum sendiri, ketawa-ketawa sendiri dan berbicara sendiri-sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-439737583439810470?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/439737583439810470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=439737583439810470&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/439737583439810470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/439737583439810470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/05/tarif-murah-selular-baik-atau-buruk.html' title='Tarif murah Selular, Baik atau buruk?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-2534339169081857652</id><published>2009-05-21T21:17:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T20:49:03.746-07:00</updated><title type='text'>Tentaraku, Nasibmu Kini...</title><content type='html'>Apa yang berbau Orde Baru selalu saja memunculkan antipati dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Apa saja... Misalnya saja Penataran P4, GBHN, Militerisme, bahkan Pancasila saja dianggap sangat Orba sehingga tidak banyak lagi yang bersuara lantang membela dan mengaku diri sebagai Pancasilais. Ironisnya pejabat-pejabat negara juga emoh bicara tentang Pancasila dan menjadikannya pedoman dalam menentukan kebijakan-kebijakan. Dampaknya pun kemudian cukup besar bagi negara ini. Bukannya menuju kepada perbaikan, negara ini justru semakin dirusak dan dibawa kearah yang kurang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah salah satu citra negatif yang melekat hingga kini akibat buruknya rezim orde baru. Lihat saja bagaimana TNI tidak lagi dipandang sebagai bagian dari rakyat melainkan lebih kepada "musuh" rakyat itu sendiri. Bahkan sikap konfrontatif terhadap Tentara diperagakan secara terbuka oleh rakyat. Kasus penolakan tempat latihan tentara oleh Rakyat merebak dibeberapa tempat di Indonesia. Memang akbatnya korban berjatuhan dari kalangan rakyat karena yang punya peluru ya... memang tentara. Kasus-kasus tersebut semakin memperburuk cintra Tentara dimata masyarakat. Lantas apakah memang negeri ini sudah tidak lagi membutuhkan tentara?? Toh juga tidak akan ada negara yang menginvasi Indonesia, karena dunia sudah begitu terbukanya. Artinya kecil kemungkinan akan terjadi perang terbuka karena ancaman dari negara lain terhadap Indonesia. Ini membuat seolah-olah urusan militer dan pertahanan negara tidak lagi menjadi prioritas utama. Benarkah pandangan ini??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah... Namun yang jelas, peta kekuatan negara-negara didunia nyatanya masih sangat ditentukan oleh kekuatan militer negara tersebut. Buku fenomenal tentang Benturan Peradaban (Class of Civilitation) jelas menyebut bahwa klasifikasi negara-negara kuat tergantung dari kuat lemahnya militer yang dimiliki. China dan India misalnya dikatagorikan sebagai negara-negara adidaya masa depan karena keberhasilannya dalam mengembangkan teknologi militer hingga memiliki rudal-rudal dengan hulu ledak nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militer Indonesia pasca Orde baru memang semakin memprihatinkan. Setiap waktu kondisinya nampak semakin lemah (atau sengaja dilemahkan??). Anggarannya terus dipangkas, dikurangi oleh otoritas negara. Meski presidennya dari Tentara sekalipun (SBY) toh tidak berarti tentara diperhatikan. Faktanya banyak peristiwa menyedihkan mendera Tentara Nasional Indonesia. Salah satunya jatuhnya pesawat Hercules di Magetan 20 Mei 2009. Sebelumnya pesawat TNI juga jatuh di Bandung menewaskan belasan tentara. Kisah sedih sempat merebak dari tanah papua ketika tentara dari satu batalyon mendemo komandannya. Alasannya sangat membuat kita miris, TNI tak punya biaya untuk membawa jenazah prajuritnya yang meninggal kekampung halamannya!!. Bahkan untuk mengurusi dirinya sendiri saja TNI sudah tidak mampu. Bagaimana TNI akan bisa mengurusi perlindungan rakyat Indonesia??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka tidak suka, wibawa negeri ini salah satu faktornya juga adalah karena kekuatan tentaranya. Ini berarti suka-tidak suka, terlepas dari sejarah kelam masa lalu tentara Indonesia, kekuatan militer harus menjadi salah satu prioritas penting. Kebijakan negara mestinya menempatkan masalah militer sebagai hal yang tidak kalah pentingnya. Namun hal ini memang perlu dibarengi oleh reformasi yang serius di tubuh TNI. Jenderal-jenderal korup di TNI harus dihabisi karena mereka lebih sering hidup nyaman dan nyenyak dari menghisap para tentara bawahannya. Bahkan uang lauk pauk para prajurit di Lapangan pun konon dipotong para atasan. Jika jenderal-jenderal TNI punya harta berlimpah ruah, lalu para prajurit-prajurit dibawah hidupnya kesusahan, siapa lalu yang akan mengurusi dengan serius tentang pertahanan negara?? Sipil??? Sepertinya sulit, karena orang-orang sipil Indonesia sudah terlalu pragmatis, terlalu mudah tergiur oleh uang dan materi. Disuruh mikirin negara, pertanyaan yang pertama "saya dapat apa dulu??"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-2534339169081857652?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/2534339169081857652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=2534339169081857652&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2534339169081857652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2534339169081857652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/05/tentaraku-nasibmu-kini.html' title='Tentaraku, Nasibmu Kini...'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-1544626181793205410</id><published>2009-05-19T20:37:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T20:56:00.890-07:00</updated><title type='text'>Kekayaan Capres dan Janji Perubahan</title><content type='html'>Calon Presiden dan Wakil Presiden melaporkan kekayaan mereka. Fantastis! Angka kekayaannya bermilyar-milyar bahkan trilyunan rupiah. Gila!!! Mereka kaya bener. Darimana harta kekayaan mereka?? Mengingat tidak banyak dari mereka yang berlatar belakang pengusaha kecuali Jusuf Kalla. Yang lain?? Pensiunan Jenderal (Prabowo dan Wiranto)pensiunan Presiden (Megawati) dan Akademisi/birokrat (Boediono). Mungkin wajar kalau mereka kaya, bukankah tidak aneh kalau ada orang kaya di Indonesia meski tidak jelas sumber kekayaan mereka darimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengganjal pikiran adalah betapa sebenarnya negeri ini menunjukkan bahwa jurang antar yang miskin dan kaya ini sangat jauh. Bagaimana bisa seorang pemimpin disebuah negeri yang banyak rakyatnya masih miskin, memiliki simpanan kekayaan yang berlimpah ruah??? Yang paling ironis adalah ketika memimpin, mereka tidak ada kesungguhan berjuang demi kesejahteraan rakyat. Lalu salahkah jika ada rakyat yang ribut menduga-duga bahkan menuding langsung kepada para pemimpin bahwa mereka hanyalah pengejar kekuasaan yang haus akan kekayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini penuh ironi. Bangsa ini penuh kemunafikan. Sayangnya tidak banyak rakyat yang mau sadar. Alih-alih sadar, rakyat lebih banyak pasrah. Pernahkah anda mendengar kata-kata ini : "Kita tunggu saja datangnya Ratu Adil, Itulah jawaban atas masalah ini". Inilah bentuk kepasrahan, kebuntuan berpikir kita yang tidak mau merubah diri sendiri demi masa depan yang lebih baik. Lihatlah bagaimana justru demokrasi yang harusnya menjadi ruang memilih pemimpin yang benar-benar baik, justru berujung pada terpilihnya para penjahat-penjahat lama. Terpilihnya sosok yang diragukan bisa membawa perubahan pada nasib Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja pemilihan Presiden nanti. Mudah-mudahan kali ini rakyat tidak lagi dikibuli karena kita sudah tidak lagi punya pilihan dengan munculnya lagi wajah-wajah lama. Wajah-wajah yang secara jujur tidak memberi kita harapan baru. Bukankah mereka-mereka sudah pernah memimpin negeri ini. Tapi apa yang bisa mereka lakukan kecuali menyengsarakan nasib rakyat? Lalu sekarang mereka berjanji bahwa ekonomi rakyat, pemberantasan korupsi dan bla,bla,bla janji manis lainnya di umbar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Indonesia memang baik hati, karena ingatan mereka pendek. Dalam arti lain kita mudah sekali terlena oleh janji-janji palsu meski yang mengucapkan janji tetap saja orang yang sama. Inilah negeriku, bangsaku, Indonesia ku tercinta. Ah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-1544626181793205410?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/1544626181793205410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=1544626181793205410&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1544626181793205410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1544626181793205410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/05/kekayaan-capres-dan-janji-perubahan.html' title='Kekayaan Capres dan Janji Perubahan'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-5279656554342949603</id><published>2009-05-13T20:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T21:04:25.032-07:00</updated><title type='text'>Ubah Sistem Ketatanegaraan Indonesia</title><content type='html'>Ulang Tahun Cakra Semarang TV yang Ke-4 yang jatuh pada 9 Mei 2009 sedikit agak istimewa karena kedatangan dua jenderal dari negeri merak (mengutamakan Rakyat) yakni Jenderal Nagabonar dan Mayjend (Purn) Saurip Kadi. Mereka menjadi tamu dalam acara Mbah Mangun ngobrol Bareng Sedulur. Obrolan yang disiarkan langsung ini berlangsung gayeng. Banyak persoalan bangsa yang menjadi topik pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian dua jenderal ini menawarkan solusi yang cukup konkrit yakni Ubah Konstitusi Dasar Negara. Maksudnya Undang-undang Dasar Negara Indonesia ini harus dikaji ulang. Sebuah tawaran solusi yang sama sekali tidak mudah untuk diterima oleh semua pihak. Apalagi kekuatan yang demikian mensakralkan UUD 1945 masih sangat kuat. Bahkan amandemen terkahir yang dilakukan atas UUD justru dituding menjadi biang acak kadutnya tatanan di negeri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja sebagai sebuah tawaran solusi, ide Dua Jenderal ini layak untuk memperoleh pemahaman dan kajian yang lebih mendalam. Ada beberapa faktor yang bisa dikedepankan. Pertama, UUD 1945 memang disusun dalam keadaan negara yang masih dibelenggu penjajahan, artinya masih dalam masa-masa genting. Kedua, Amandemen Undang-undang Dasar yang dilakukan pada pasca reformasi pada kenyataannya tidak bisa menjadi solusi bangsa karena penyusunannya dilakukan oleh elite di Parlemen. Ketiga, UUD bukanlah sesuatu yang pantas untuk terlalu disakralkan, ini berarti perubahan-perubahan sangatlah memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinegera yang demokrasinya lebih maju, perubahan UUD bisa saja dilakukan namun perubahan tidak serta merta diserahkan sepenuhnya kepada parlemen. Benar bahwa parlemen lah yang memiliki kewenangan mengesahkan UUD, namun penyusunan perubahan dan kajian hendaknya dilakukan oleh sebuah tim khusus yang terdiri dari kalangan akademisi non partisan partai politik. Kajian ini lalu di ajukan ke Parlemen untuk mendapatkan persetujuan. Kalaupun ada perubahan-perubahan itu harusnya dilakukan dalam konteks makna/subtansi pasal per pasal dan bukan pada utak-atik kalimat yang bisa saja dimaksudkan untuk kepentingan sekelompok orang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan Pancasila? Kalau untuk ideologi negara ini, Dua jenderal mengatakan sudah merupakan harga mati. Pancasila tidak lagi bisa diutak-atik karena Pancasila sudah berdiri pada ranah yang sangat ideal sebagai dasar sebuah bangsa. Bahkan mungkin terlalu ideal. Sebagai sumber dari segala sumber hukum, Pancasila mesti diterjemahkan secar detail di dalam UUD. Nah... UUD 1945, sepertinya belum secara detail menjabarkan sila-sila dalam Pancasila kedalam bahasa hukum yang lugas dan pasti. Wajar kalau kemudian banyak tafsir atas UUD yang dilakukan oleh penguasa demi mempertahankan kekuasaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem yang menjamin pencapaikan kesejahteraan rakyatlah yang harusnya menjadi perhatian bersama. Ada yang jelas-jelas salah dalam sistem ketatanegaraan kita sehingga memerlukan perubahan-perubahan. Bagaimana misalnya sistem presidensial yang kalau memang menjadi pilihan ditegakkan dengan benar. Tidak seperti sekarang ini dimana sistem presidensial menjadi sangat kacau balau akibat manuver-manuver elite-elite politik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-5279656554342949603?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/5279656554342949603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=5279656554342949603&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5279656554342949603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5279656554342949603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/05/ubah-sistem-ketatanegaraan-indonesia.html' title='Ubah Sistem Ketatanegaraan Indonesia'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-6651323322173634651</id><published>2009-04-12T02:03:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T21:11:40.394-07:00</updated><title type='text'>Pemilu 2009 Kacau, Salah Siapa?</title><content type='html'>Pemilu legislatif 2009 yang sudah berjalan 9 April lalu menyisakan protes dari banyak kalangan. Tidak segan-segan komentar bahwa pemilu legislatif ini kacau balau terlontar di media. Memang benar, pemilu kali ini benar-benar amburadul. Mulai dari soal DPT hingga kertas suara yang tertukar. Yang paling parah tentu saja masalah DPT yang amburadul. Desakan agara Anggota KPU mundur terlontar dari sejumlah kalangan. Lantas, siapakah yang paling pantas untuk disalahkan jika realitas pemilu seperti sekarang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Dialog Spesial Indonesia Memilih di Cakra Semarang TV Kamis 9 April lalu, saya sempat menanykan hal ini kepada narasumber saya Teguh Yuwono, Dekan FISIP Undip. Tidak langsung bertanya tentang ini salah siapa, melainkan menanyakan mengapa Pemilu kali ini aturannya begitu rumit? Ada sebuah jawaban yang kemudian membuat saya merasa menemukan jawaban atas semua kekisruhan pemilu legislatif ini. Bapak Teguh Youwono mengatakan bahwa UU No 10 tahun 2008 tentang Pemilu terlalu menginginkan aturan yang sempurna dan terlalu banyak kompromi politik di dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... semua kekacauan ini sebenarnya bermula dari ulah para elite-elite partai politik yang duduk di DPR RI periode 2004- 2009 yang melahirkan UU tersebut. Mereka-mereka lah biang kerok dari semua kekacauan pemilu 9 april lalu. Mereka yang menciptakan UU pemilu yang menjelimet, mengeluarkan aturan tentang penetapan DPT dan melakukan banyak kompromi politik demi kepentingan parpol nya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan aturan Electoral Treshold (ET) yang 2,5 % kursi di parlemen sebagai syarat parpol ikut pemilu 2009 seenaknya di rubah. Jadi meski hanya punya 1 kursi di DPR RI dari hasil pemilu 2004 lalu, parpol bersangkutan bisa ikut pemilu 2009. Selain itu aturan membuat Parpol barupun sangat dipermudah. Alhasil parpol peserta pemilu 2009 pun semakin banyak. Lalu ada perubahan aturan mengenai cara mencoblos ke Mencontreng dan nama caleg harus dicantumkan semuanya di kertas suara. Ini aturan yang membingungkan dan mengalami perubahan-perubahan.Kertas suara lalu begitu besar dan lebar serta membuat banyak orang jadi bingung saat ada di bilik suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal DPT, siapkah yang paling pantas disalahkan? Yang pura-pura bijak pasti mengatakan, janganlah disaat seperti ini kita saling menyalahkan. Tetapi lihat saja aturan soal penetapan DPT ini, siapa yang membuatnya? Padahal penentuan DPT dalampemilu 2004 lalu sudah cukup bagus demikian juga penetapan DPT dalam Pilkad-pilkada, sudah relatif bagus. Sayangnya entah atas alasan apa juga kemudian dirubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, soal DPT ini bentuk kecurangan dari salah satu parpol? Mungkin harus segera di carikan jawabannya. Hanya saja kalau ada yang ingin mengulang pelaksanaan Pemilu legislatif ini, maka menurut saya itu sangatlah tidak bijak. Biaya pemilu itu besar sekali. Kasihan rakyat yang harus menanggung semua ini. Toh juga apabila di ulang, tidak ada jaminan, nasib rakyat akan jadi jauh lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... para elite Parpol, saya mohon berhentilah berbicara untuk beberapa waktu. Saya meneyrukan kepada mereka untuk puasa bicara dulu. Rakyat sudah bosan. Lalu para pengamat dan tokoh-tokoh masyarakat perlu menahan diri juga. Jangan melontarkan sesuatu yang bisa membingungkan rakyat. Kalau saja kita mau jujur, siapa sih perlu ada pemilu? Paling-paling para elite parpol saja. Rakyat...? Saya tidak yakin elite parpol benar-benar peduli.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-6651323322173634651?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/6651323322173634651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=6651323322173634651&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6651323322173634651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6651323322173634651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/04/pemliu-2009-kacau-salah-siapa.html' title='Pemilu 2009 Kacau, Salah Siapa?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-3457750836274382376</id><published>2009-04-10T19:03:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T19:46:24.300-07:00</updated><title type='text'>Partai Demokrat, Dari Semut Jadi Gajah</title><content type='html'>Banyak yang tercengang dengan hasil perhitungan cepat Pemilu legislatif 2009. Partai Demokrat ternyata bisa mengalahkan partai-partai yang sudah bongkotan di kancah perpolitikan Indonesia. Ini termasuk luar biasa terlebih bagi saya yang pernah menganggap Partai Demokrat tidak akan mampu berkembang dan akanbernasib sama dengan partai-partai baru yang tumbuh bak jamur dimusim hujan pasca reformasi. Saya pun punya pengalaman tersendiri menyangkut Partai Demokrat saat jadi wartawan muda di Denpasar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang ditahun 2002, saya mendapat tugas dari atasan untuk menghadiri konfrensi pers Partai Demokrat di sebuah rumah makan yang masih milik kantor tempat saya bekerja. Rumah makan yang menyajikan hidangan Sea food ini terletak di bilangan Jalan Imam Bonjol Denpasar. Jujur saja ketika itu saya agak kurang bergairah karena Partai Demokrat adalah partai yang sangat baru. Bukan apa-apa, karena saya membayangkan akan kesulitan membuat berita yang menarik agar bisa di muat di koran tempat saya bekerja. Apa yang bisa di beritakan dari sebuah partai baru yang hanya memiliki nama Susilo Bambang Yudhoyono, itupun hanya seorang Menteri dibawah kabinetnya Megawati. TEtapi karena tugas, saya tetap berangkat. Selain kurang bergairah, saya juga sangat under estimate pada partai Demokrat. "Mau apa partai kecil dan baru ini" kata saya dalam hati ketika itu. Partai Demokrat ketika itu ibarat hewan semut, jika dibanding partai lain seperti PDIP, PKB, PAN dan Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingat saya, saat Konfrensi Pers hanya saya dan 1 orang wartawan lainnya yang hadir. Dari Partai Demokrat hadir langsung ketua DPP Partai Demokrat yang saya agak lupa namanya,yang jelas dia seorang Profesor. Ada nama Budi dibelakanganya. Lalu 1 orang lagi jajaran DPP, saya dan sebagian orang Indonesia pasti mengenalnya karena dia seorang presenter di TVRI. Namanya Max Sopacua (mudah-mudahan tidak salah menulis nama). Saya lupa isi wawancara saya, yang saya ingat beliau-beliau mengatakan bahwa telah lahir Partai Demokrat yang didirikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono, namun namanya tidak masuk pengurus karena terbentur masalah etika mengingat SBY adalah bawahan Presiden Megawati, "bos besar" PDI P. Karena tidak ada isu yang menarik dari konfrensi pers itu, saya tidak bisa menulis banyak berita melainkan hanya berita selintas dan itupun saya tidak ingat betul apakah dimuat oleh redaktur saya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan cukup cepat dan peristiwa SBY yang disia-siakan oleh Megawati menjadi momentum luar biasa bagi SBY. Saat berhadapan head-to Head dalam pilpres 2004, Megawatipun dipecundangi SBY. Kecemerlangan bintang SBY pun terus bersinar dan berhasil membawa Partai Demokrat menjadi Partai besar sejajar dengan Partai-partai yang telah memiliki sejarah panjang di dunia politik Indonesia. Kini Partai Dmeokrat telah menjelma menjadi "Gajah", ia besar melebihi partai PDIP, PKB, PAN dan Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi tidak ada yang istimewa dari sosok SBY. Saya pernah sedikit berharap bahwa SBY akan membawa perubahan mengingat Megawati sebagai presiden RI menurut saya lebih banyak gagal nya. Jadi kalau presidennya SBY mungkin wajah Indonesia akan lebih baik. Tetapi harapan saya ini kemudian pudar, karena ternyata SBY gagal memenuhi bayangan saya tentang sosok presiden yang ideal. Bagi saya SBY tampil mengecewakan sebagai sosok Presiden dari negara yang mengalami krisis hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja kebanyakan rakyat Indonesia lainnya sepertinya berpandangan berbeda. SBY masih bisa diharapkan memperbaiki nasib rakyat dan kenyataannya hasil pemilu 9 april lalu menunjukkan hal ini. Perolehan Suara Partai Demokrat melesat dari yang hanya sekitar 7,5 persen di 2004, kini menjadi lebih dari 15 persen bahkan mendekati 20 persen lebih. Inilah fakta nya dan mudah-mudahan SBY meraih prestasi ini bukan karena kecurangan mengingat banyak persoalan di dalam pemilu 2009 ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh lebih penting dari semua perhelatan politik pemilu ini yakni bagaimana agar Indonesia tetap bisa tenang dan damai tanpa ada konflik apalagi hanya sekedar demi rebutan kekuasaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-3457750836274382376?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/3457750836274382376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=3457750836274382376&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3457750836274382376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3457750836274382376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/04/partai-demokrat-dari-semut-jadi-gajah.html' title='Partai Demokrat, Dari Semut Jadi Gajah'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-5332713735585171495</id><published>2009-03-03T20:16:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T21:11:40.408-08:00</updated><title type='text'>Negeri Para Maling</title><content type='html'>Negeri ini sudah menjadi negerinya para maling. Yang tidak jadi maling tidak akan bisa menjadi penguasa. Tetapi kalau ada maling yang tertangkap, para maling lainnya tidak akan merasa ketakutan, tetapi malah tertawa lalu tetap saja menjadi maling. Bisa-bisa mereka akan menjadi maling yang lebih lihai, lebih terhormat dan lebih berkuasa. Ya... inilah Negara Kesatuan Para Maling. Bagaimana menggambarkan negeri yang bisa disebut negeri Maling ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tulisan di koran tentang sebuah daerah di kota Semarang yang penghuninya rata-rata para Gali alias preman. Kalau ada salah satu dari mereka yang tertangkap, maka para tetangga dan warga lainnya akan ramai-ramai menertawakannya. Yang ditangkap itu dianggap hanyalah sedang apes sehingga bisa tertangkap. Jadi teman-teman satu kampung nya yang juga gali alias preman bukannnya merasa takut dan berhenti jadi preman ketika ada teman mereka yang tertangkap. Ini kampungnya para preman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di bali ada Kampung atau desa yang sering disebut desa asal para pengemis. Menjadi pengemis di desa ini sudah bukan sesuatu yang memalukan. Ya... karena semua dari mereka adalah pengemis . Jadi kalau ada penertiban di Kota dan mereka tertangkap lalu dikembalikan ke desa mereka, pasti setelah beberapa hari mereka kembali lagi menjadi pengemis di Kota. Galaknya para Satpol PP atau cemoohan dari warga lainnya, tidak akan menghentikan niat mereka jadi pengemis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, maka dipastikan Negeri para Maling juga memiliki karakter yang serupa. Para penguasa yang memerintah negeri adalah para maling, bahkan mungkin rajanya Maling. Semuanya adalah maling-maling yang merasa dirinya tetap terhormat karena duduk dilembaga yang terhormat. Hukum yang menjerat para maling, tidak membuat mereka ketakutan apalagi berhenti jadi maling. Meski ada yang sudah ditangkap diadili bahkan di penjara, yang lainnya akan tetap mencari peluang bisa menjadi maling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan yang paling menyayat hati di Negeri para Maling ini adalah para Maling sangatlah dihormati oleh Rakyatnya. Kemana-mana mereka tetap dielu-eluka karena selalu datang membawa segepok uang untuk membantu membangun tempat ibadah, membantu bangun jalan desa atau sekedar memberi uang saku. Wajahnya akan merajai media massa, dimana-mana ada dan selalu muncul dengan tampilan menawan meski mereka juga adalah Maling. Ya... namanya juga negeri Maling, yang dihormati tentu saja Raja-Raja Maling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Maling, meski sudah mendeklarasikan organisasinya akan bebas dari tindakan maling, belum beberapa waktu pasca deklarasi, ehh.. malah oknum anggotanya tertangkap karena melakukan tindakan maling. Ini ironi yang menyakitkan hati. Tetapi apakah yang maling hanya penguasa saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga negeri maling, banyak dari yang dikuasai alias rakyatnya yang menjadi maling atau paling tidak mendorong penguasa untuk jadi maling. Di masa pemilihan umum, rakyat bersepakat untuk tidak memilih mereka yang tidak memberikan sesuatu. Paling tidak para caleg kalau mau dipilih harus sumbang uang bangun jalan atau bangun tempat Ibadah. Untuk memenuhi keinginan ini, para calon penguasa lalu pinjam uang kiri kanan, atau jual aset. Saat sudah berkuasa, agar Break Even Point alias pak pok bahkan kalau bisa untung, mereka lalu jadi Maling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ADA POTONGAN sebuah puisi tentang negeri Maling yang ditulis Daryanto Bended judulnya KERAJAAN MALING&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;MALING-MALING-MALING&lt;br /&gt;MALING-MALING-MALING&lt;br /&gt;APABILA&lt;br /&gt;PEMERINTAH MALING&lt;br /&gt;MENTERI-MENTERI MALING&lt;br /&gt;DPR MALING&lt;br /&gt;PEJABAT MALING&lt;br /&gt;PEMBESAR PUN IKUT MALING&lt;br /&gt;                 (lalu apa jadinya negeriku)&lt;br /&gt;NEGERIKU MENJADI KERAJAAN MALING&lt;br /&gt;.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang terjadi ketika ada seorang yang bukan maling menyatakan ingin menjadi pemimpin di negeri ini? Ia yang adalah seorang yang tidak mungkin menjadi maling karena tidak ada yang bisa dicuri. Ia hanya seorang seniman. Ada jenderal yang mendukungnya, tetapi sang jenderal juga adalah jenderal miskin. Maka inilah yang terjadi ketika deklarasinya menjadi calon presiden dikumandangkan. Semua menertawakannya... mencemooh. Termasuk media massa pun ramai-ramai menertawakan atau kalau tidak menutup akes pemberitaan. Lalu yang menertawakan akan bertanya sinis "kendaraan politik mu mana?". Yang dimaksud adalah parpol yang selama ini menjadi organisasinya para maling-maling. Ya...namanya saja bukan maling dan belum pernah jadi maling, mana ada organisasi Maling yang mau mendukung calon ini?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ketika yang mencalonkan diri jadi pemimpin negeri adalah para pensiunan jenderal atau pengusaha bergelimang harta, entah harta darimana (mungkin saja dari jerih payah menjadi Maling) media pun mendukung. Apalagi ada milyaran rupiah mengalir ke kantong sang pemilik media. Semua memberi dukungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INI MEMANG (BENAR-BENAR) NEGERI PARA MALING.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-5332713735585171495?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/5332713735585171495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=5332713735585171495&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5332713735585171495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5332713735585171495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/03/negeri-para-maling.html' title='Negeri Para Maling'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-8958974003795253731</id><published>2009-02-27T19:13:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T19:38:41.250-08:00</updated><title type='text'>Sepak Bola itu Mahal</title><content type='html'>Terjadi perdebatan panjang ketika rencana penyertaan modal dari Pemkot Semarang di PT.Mahesa Jenar mengemuka. Mungkin karena jumlahnya yang cukup besar yakni Rp 20 Milyar dan ini untuk membayai hidup klub sepak bola bernama PSIS. PT. Mahesa jenar didirikan sebagai perusahaan yang mengelola Klub PSIS yang oleh aturan Liga dunia harus dikelola oleh badan usaha. Tidak ada yang salah pada aturan yang dikeluarkan FIFA ini, karena klub profesional memang harus dikelola secara profesional pula. Yang jadi masalah adalah ketika uang yang digunakan sebagai modal adalah uang yang diperoleh dari perasan keringat rakyat melalui pajak. Terlebih lagi bagi kota Semarang yang RAPBD nya masih memiliki kepincangan dalam pemenuhan anggaran wajib dan pilihan. Anggaran APBD untuk investasi itu urutannya paling terakhir dan haruslah benar-benar bisa menguntungkan atau setidak-tidaknya berguna untuk kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;Ini tidak memerlukan pemikiran yang mendalam untuk menegaskan penolakan atas rencana investasi di PT. Mahesa Jenar. Namun urusannya menjadi runyam ketika persoalannya dicampur baurkan dengan masalah rasa, kebanggaan dan urusan politis. Jadilah logika-logika sederhana bahwa investasi untuk perusahaan sepakbola yang tidak jelas untung ruginya ini pantas ditolak menjadi rumit. Aneh bin ajaib, akhirnya DPRD Kota Semarang setelah melalui voting menyetujui anggaran untuk investasi ini. Mungkin para anggota DPRD yang setuju memang tidak lagi memiliki logika dan akal sehat.&lt;br /&gt;Masalah menjadi jauh lebih rumit, karena Direktur PT. Mahesa Jenar ini adalah anak dari sang Walikota Semarang yang juga Ketua Umum PSIS. &lt;br /&gt;Saya berkesempatan memandu talk show nya di Cakra Semarang TV membahas masalah ini. Mas Yoyok, anak sang walikota yang ditunjuk sebagai direktur PT, Mahesa Jenar beragumentasi bahwa apa yang dilakukannya dengan menawarkan kepada Pemkot agar membeli saham PT yang dipimpinan adalah wajar. "Saya hanya ingin agar PSIS diselamatkan" katanya. Diselamatkan agar tidak menjadi milik orang lain yang berarti pindah ke luar kota Semarang. Lisensi di Super Liga adalah sesuatu yang mahal, kata Yoyok yang juga maju sebagai caleg DPRD Jateng dari Partai Demokrat. Banyak yang mengincar mau membeli PSIS. &lt;br /&gt;Sementara Mas Ari Purbono, anggoat DPRD kota Semarang yang getol melontarkan penolakan, beragumentasi bahwa investasi di PT. Mahesa Jenar belum layak karena anggaran untuk itu memang belum pantas dianggarkan. "PDAM Kota Semarang saat ini lebihmembutuhkan suntikan dana," kata Ari Purbono. Usulan penyertaan modal inipun nyaris tak pernah direspon sang Walikota. Tidak jelas apa alasannya. Disisi lain, PSIS sendiri masih punya tunggakan 2,1 milyar rupiah dari pajak yang harusnya dibayar. Bagaimana bicara untung, jika tunggakan pajak saja masih belum dibayar. Khusus masalah pajak ini, Yoyok sukai mengatakan sudah akan membayar. Ini akan dicicil dalam lima tahun kata Yoyok. &lt;br /&gt;Kedua-duanya memang berdiri pada posisi yang wajar untuk saling mempertahankan argumentasinya. Yang menurut saya agak kurang memperhitungkan dengan baik kebijakannya adalah Sang Walikota Semarang yang juga Ketua Umum PSIS. Mungkin saja hati nuraninya sudah tertutup rapat, pikiran akan nasib rakyat juga sudah tidak lagi banyak. Sebagai Bapak dari anaknya sendiri dan juga bagi seluruh Rakyat Kota Semarang, sang Walikota harusnya bijak dan memiliki skala prioritas yang jelas. Atau mungkin kepentingan politis telah begitu kental karena penggemar Sepak Bola jumlahnya tidaklah sedikit dan mereka adalah penyumbang suara yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;Lalu saya berpikir, Sepak Bola itu memang mahal. Untuk sebuah kebanggaan akan klub sepak bola, anggaran dana rakyat harus disisihkan. Saya tidak tahu apa dampaknya jika sebuah Klub sepak bola semacam PSIS bisa menjadi juara Indonesia sekalipun. Apakah ia akan menggerakkan roda perekonomian rakyat, atau ia akan mendatangkan ratusan lapangan pekerjaan. Saya hanya bisa berdoa, ya... mudah-mudahan saja memang bisa begitu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-8958974003795253731?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/8958974003795253731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=8958974003795253731&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8958974003795253731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8958974003795253731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/02/sepak-bola-itu-mahal.html' title='Sepak Bola itu Mahal'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-3836187961495841833</id><published>2009-02-08T19:04:00.001-08:00</published><updated>2009-02-08T19:42:08.408-08:00</updated><title type='text'>Semarang Diterjang Banjir Besar</title><content type='html'>Minggu siang saya menerima telepon dari Kakak di Bali. "Ini ibu mau bicara", katanya singkat. Lalu terdengar suara ibu saya terbata-bata menangis, saya tersentak kaget,ada apa gerangan? &lt;em&gt;"Nyoman ajak Lika engken di Semarang, sing kena banjir?" &lt;/em&gt;katanya. Dari suaranya tertangkap beliau khawatir. &lt;em&gt;"Sing kenken, tiyang baik-baik gen dini, banjir di kota bawah. Tiang tinggal agak di bukit, joh uli banjir," &lt;/em&gt;jawab saya menenangkan Ibu. &lt;em&gt;"Di berita di tv, semarang kone banjir gede," &lt;/em&gt;kata ibu saya masih dengan nada khwatir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kadang berita itu membuat persepsi seseorang tidak selalu sama dengan isi berita. Banjir hari itu memang banjir besar. Mungkin ini yang terburuk sejak saya bermukim di kota ini empat tahun lalu. Hujan juga turun deras dari terus menerus. Langit selama tiga hari ini selalu diselimuti mendung tebal dan hujan sambung menyambung. Gambar berita di TV yang menunjukkan banyak rumah di kota semarang yang  tenggelam mungkin membuat ibu saya mengkhawatirkan kami yang tinggal di Semarang. Tetapi... ya itu tadi, tidak berarti seluruh kota juga mengalami banjir, karena wilayah yang tergenang kebanyakan berada di kawasan kota bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang memang di bagi dua wilayah besar, satu kota bawah satunya lagi kota atas. Terjadi gejala alam yang cukup mengkhawatirkan di kota Semarang yakni penurunan permukaan tanah yang cukup besar setiap tahunnya pada kawasan Kota Bawah. Tidak mengherankan ada prediksi suatu saat Semarang akan tenggelam. Menurut para ahli, Tanah kota Semarang bagian bawah terbentuk dari proses sedimentasi aliran sungai selama ratusan tahun. Dahulu, tanah yang kini menjadi kota bawah di Semarang adalah lautan atau daerah rawa-rawa. Jadi tidak ada daratan. Karena kawasan pegunungan bagian hulu terus mengirimkan lapisan tanah dalam waktu yang panjang maka dataranpun terbentuk. Kini, dataran yang bisa dikatakan rapuh dan "lembek" inipun mengalami penurunan karena bebannya cukup besar. Kota bagian bawah memang padat penduduk dan bangunan. Analisa ini sekaligus menjawab pertanyaan mengapa di kota semarang bisa terjadi Rob dan mudah diterjang banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, nampaknya faktor kebijakan penggunaan tata ruang juga menjadi bagian penting kerusakan alam dan mempercepat penurunan permukaan tanah. Mungkin ini bukan jadi kelemahan pemerintahan di Kota Semarang, hampir semua kota di Indonesia tidak memiliki konsep dan kebijakan jelas soal pemanfaatan ruang. Apakah mereka tidak tahu mengenai hal ini? Saya yakin mereka semua mengetahui dan menyadari, namun tidak mudah untuk menjadikan pemerintah benar-benar peduli dan mau menerapkan kebijakan yang lebih ketat. Banyak nya kepentingan menjadi hal yang utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja umumnya yang merasakan derita, mereka yang secara ekonomi kekurangan. Ditengah kehidupan yang belum membaik benar, mereka harus berjuang menghadapi banjir. Belum lagi dampak nanti dikemudian setelah banjir reda. Mungkin penderitaan masih akan panjang. Bencana memang membawa penderitaan panjang. Tetapi tidak mudah untuk mencegahnya karena sulit untuk menentukan siapa yang harusnya paling bertanggungjawab atas hal ini. Pemerintah dan aparat-aparatnya terlalu sibuk mengurusi hal lain. "Embuh.., ngurusi opo!" jawab saya kalau ada yang menanyakan urusan apa yang sedang sibuk diurusi pemerintah saat ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-3836187961495841833?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/3836187961495841833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=3836187961495841833&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3836187961495841833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3836187961495841833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/02/minggu-siang-saya-menerima-telepon-dari.html' title='Semarang Diterjang Banjir Besar'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-4728862748403902106</id><published>2009-02-05T19:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T19:59:06.977-08:00</updated><title type='text'>Manusia itu Terlalu Sombong</title><content type='html'>Manusia telah menjadi ancaman bagi planet Bumi, karena itulah tumbuh-tumbuhan dan tanaman yang ada disekitar manusia melakukan proses kimiawi untuk melakukan pertahanan dan menyerang manusia. Proses kimiawi ini menghasilkan semacam gas beracun yang membuat manusia melakukan tindakan bunuh diri. Efeknya mengerikan, banyak manusia kemudian tiba-tiba melompat dari gedung yang tinggi, menusuk lehernya dengan jepit rambut, menggantung diri dan menembak kepalanya dengan pistol. Ketakutanpun menyebar dan seperti biasa pada awalnya ini dianggap sebagai bentuk dari aksi terorisme. Belakangan manusia baru sadar bahwa tumbuh-tumbuhanlah yang telah menjadi penyebab semua ini. Serangan tumbuh-tumbuhan ini berlangsung dalam 1 hari dana puncaknya terjadi pada pagi hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah cerita dari Film "The Happening" yang saya tonton beberapa malam yang lalu melalui  VCD.  Mengisi waktu senggang saya di rumah, menonton film melalui VCD sewaan adalah pilihan saya dan istri tercinta. Maklum saya hanya tinggal berdua di Semarang jauh dari keluarga besar yang ada di Bali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertarik dengan cerita film yang diproduksi orang-orang Amerika ini. Bahwa Tumbuh-tumbuhan juga bisa melakukan serangan kepada manusia dan harus berujung pada kematian manusia. Pesan yang saya tangkap bagaimana manusia terlalu merasa diri berkuasa atas alam, planet bumi sehingga mengabaikan hak hidup mahluk lain termasuk tumbuh-tumbuhan/tanaman. Pohon-pohon besar di hutan ditebangi tanpa memikirkan bahwa pohon-pohon itu juga memiliki kekuatan hidup didalamnya. Manusia sudah terlalu jumawa sehingga tidak bisa menempatkan kesejajaran dirinya dengan mahluk lain. Hewan dan tumbuhan hanya dianggap sesuatu yang bisa diperlakukan sesuka manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang terlalu jauh kalau memikirkan apakah mungkin pohon-pohon memiliki kemampuan berproses secara kimiawi untuk menghasilkan Gas yang bisa melawan dan menyerang manusia. Tetapi lagi-lagi ini pesan penting yang harus membuat kita semua merenung dan mengkoreksi bagaimana prilaku kita kepada mahluk lain disekitar kita saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin para tetua kita dimasa lampau lebih mampu berpikir dengan bijak dan memiliki kesadaran bahwa manusia harus hidup seimbang dan sejajar dengan mahluk lainnya di planet bumi ini. Karena itulah rasa hormat mereka kepada hewan dan tumbuhan sangatlah tinggi. Jika di Bali pohon-pohon besar begitu dikeramatkan dan dianggap memiliki roh sehingga harus dihormati, mungkin ini didasari atas pemikiran yang bijak, bahwa pohon-pohon besar tersebut memiliki andil besar dalam kehidupan manusia. Bukan apa-apa, ini wujud nyata bagaimana manusia tidak hanya meminta kepada alam tetapi juga memberikan sesuatu dan itu adalah rasa hormat yang mendalam. Hutan dalam kepercayaan manusia Indonesia dimasa lalu adalah tempat yang keramat. Didalamnya ada kekuatan lain yang berkuasa sehingga manusia tidak bisa begitu saja masuk lalu merusak dan menebangi pohon-pohon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya dengan modernisasi, semua itu kemudian lenyap karena dengan mudah dicap sebagai tahayul. Musyrik, demikian orang-orang dari agama tertentu bersuara kencang. Tuduhan-tuduhan ini lalu menjadikan rasa hormat kepada alam jauh berkurang. Tidak dianggap penting lagi menghargai tanah, tanaman dan juga mahluk lainnya, toh mereka hanya diam mau diperlakukan seperti apa. Tetapi kita tidak sadar bahwa hilangnya rasa hormat kita kepada alam berujung pada perlawanan balik dari alam itu sendiri. Bencana alam banjir dan tanah longsor adalah realitas paling kuat untuk dikemukakan. Lagi-lagi sayangnya manusia tidak juga sadar, rasa hormat pada alam itu kini telah benar-benar lenyap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang sangat sulit menyadarkan manusia, saya lebih senang jika alam menyadarkan dengan caranya sendiri, termasuk salah satunya melalui tindakan natural dimana pohon-pohon mengeluarkan gas yang menyerang saraf manusia sehingga manusia membunuh dirinya sendiri. Tetapi menarik dicermati di bagian akhir cerita Film "The Happening" ini, dimana manusia tidak juga mau sadar bahwa ini adalah peringatan dari alam, karena tanaman/tumbuhan menggangap manusia ancaman. "Peringatan? jika memang benar mengapa hanya di suatu daerah saja? kenapa tidak diseluruh belahan dunia. Kalau ini terjadi diseluruh negeri mungkin baru kita percaya bahwa ini peringatan alam", kata presenter di tv dalam film tersebut dengan jumawa. Ia menjawab pernyataan dari seorang ilmuwan yang mengemukakan teorinya bahwa kejadian-kejadian tersebut merupakan bentuk perlawan dari tumbuh-tumbuhan kepada manusia. Ah.. manusia memang kadang sangat bodoh, tidak mampu membaca tanda-tanda alam karena terlalu sombong dengan pikiran-pikiran mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-4728862748403902106?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/4728862748403902106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=4728862748403902106&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4728862748403902106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4728862748403902106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/02/manusia-itu-terlalu-sombong.html' title='Manusia itu Terlalu Sombong'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-4989463366558025392</id><published>2009-02-01T23:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-01T23:39:46.203-08:00</updated><title type='text'>Jadi Pemimpin di Indonesia Musti Ndableg</title><content type='html'>"Bli Jadi pemimpin di Indonesia itu harus Ndablek ya?" Begitu kata istri saya saat makan siang tadi. saya berdua sedang menikmati makan siang sambil menonton berita ditelevisi tentang banjir yang merendam rumah-rumah penduduk di sebuah daerah di Indonesia. Saya tidak menjawab, saya melihat sebentar kearahnya, lalu kembali mengunyah makan siang sambil menonton gambar di televisi. "Kalau nggak ndablek, pemimpin seperti pak SBY pasti nangis liat rakyatnya harus berjuang melawan banjir" katanya melanjutkan. Saya masih tetap tidak menjawab, asyik mengunyah tahu bakso goreng, lauk makan siang saya hari ini. "Lha buktinya, Pak Presiden kita asyik-asyik saja tuh kesana-kesini ikuti acara serimonial sambil ketawa-ketawa", kembali istri saya berkomentar. "Ya begitulah..." jawab saya singkat, karena tidak tahu mesti menjawab apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca koran hari ini, berita dari daerah-daerah di jawa tengah memang dipenuhi dengan derita. Dua orang tewas ditelan ombak, empat orang tewas tertimbun longosoran, bencana banjir memaksa warga mengungsi. Saya tidak sanggup membaca isi, hanya judul-judul berita saja yang saya tangkap. Begitulah saat musim hujan mendera, isi berita di koran dan televisi hanya tentang bencana yang dari tahun ketahun tidak beranjak dari banjir dan tanah longsor. Aneh bin ajaib di daerah seperti Jawa Tengah, bencana-bencana itu tidak diantisipasi sama sekali. Pemerintahpun tidak mampu berbuat banyak, entah mereka sibuk mengerjakan apa. Sibuk mikirkan proyek dan celah untuk korupsi mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana didaerah tidak pernah habis. Jangan katakan apa yang terjadi di ibu kota Negara bernama Indonesia, bencana banjir sudah menjadi hal biasa yang tidak pernah ada penyelesaiannya. Pemerintah selalu berdalih ini dan itu. mulai dari soal danalah, partisipasi rakyat kuranglah, bla-bla-bla.... Sungguh klise dan tidak masuk akal. Pertanyaannya adalah, Lantas apa kerja mereka selama ini? Tidakkah seorang presiden menangis melihat rakyatnya susah, dikejar-kejar banjir, meregang nyawa di telan tanah longsor dan tewas dilaut karena kapal yang ditumpangi terbalik. Kita belum bicara berapa korban nyawa harus melayang karena kecelakaan di Jalan Raya dan kereta api lalu pesawat udara. Semua karena ketiadaan sistem yang memadai untuk menjamin keselamatan rakyat. Kalaupun ada sistem itu hanya dipergunakan alat mencari kekayaan pribadi. Ijin trayek di bisniskan. Keur kendaraan umum juga penuh sogokan sehingga bus tidak laik jalan tetap dikeluarkan ijin trayeknya. Adakah pemimpin negeri ini termasuk Pak Presiden memiliki kepedulian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI saat menjelang pemilu, saya merasakan kemuakan yang semakin menjadi-jadi. Muak kepada para pemimpin dan calon pemimpin. Perang untuk merebut kekuasaan berlangsung seru, seakan-akan hidup mereka hanya untuk itu saja. Pak Presiden dan lawannya sibuk beropini. Iklan ditebar, mengaku-aku paling berhasil dalam mengelola negara dan mengumbar janji tentang perbaikan-perbaikan. "Saya muak Bli, liat mereka," kata istri saya suatu saat. Saya tidak perlu bertanya alasan apa. Tetapi istri saya tetap menjawab, "saya muak karena mereka semua pembohong," katanya. Kembali saya hanya bisa diam. "ya... begitulah...," jawab saya dalam hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-4989463366558025392?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/4989463366558025392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=4989463366558025392&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4989463366558025392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4989463366558025392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/02/jadi-pemimpin-di-indonesia-musti.html' title='Jadi Pemimpin di Indonesia Musti Ndableg'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-3777474302966393887</id><published>2009-01-18T20:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T00:00:10.637-08:00</updated><title type='text'>Ide yang tak segar di Iklan Televisi</title><content type='html'>Seorang ibu rumah tangga berada di atas atap rumah menunjukkan gejala ingin bunuh diri. Banyak warga yang nampaknya adalah tetangga si ibu ini merayu agar niat bunuh dirinya diurungkan. Apa saja yang diminta akan dituruti, kata salah satu diantara mereka. Mendengar bujukan ini, si ibu meloncat turun dan langsung membagikan produk cairan pencuci piring. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu gambar yang muncul di iklan produk sunlight, cairan pencuci piring yang bintang iklannya di Krisnamurthi. Sepintas bikin saya tersenyum, tetapi lalu saya sendiri mengernyitkan dahi. Iklan memang harus menampilkan sesuatu yang menarik agar bisa menarik perhatian. Tetapi kalau iklan itu menyimpan sesuatu yang memberi contoh kurang pas, saya menjadi bertanya-tanya tidakkah si pembuatnya punya ide yang lebih cerdas? Memaksa seseorang atau siapapun menggunakan produk tertentu dengan ancaman yang nyerempet-nyerempet soal nyawa seseorang bukanlah ide cerdas. Apa yang ditangkap dari iklan itu adalah si ibu musti sampai mengancam bunuh diri agar para tetangganya mau pakai sunlight! Saya pun berpikir, ibu-ibu tetangga yang mau pakai bukan karena sunlight yang bagus tetapi karena ada tetangganya yang mengancam bunuh diri kalau tidak mau memakai. Apakah mungkin produk ini sudah kehabisan akal untuk menjual, sehingga ancaman bunuh diripun kemudian ditebar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya iklan produk ini sebelumnya lebih cerdas. Ada ide-ide segar yang diketengahkan meski tema nya tetap, adalah bagaimana akal ibu-ibu agar mereka bisa pengaruhi orang-orang lain untuk ikut pakai sunlight. Tetapi iklan yang terakhir ini justru saya pikir kontraproduktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan yang baik, bagaimanapun memiliki ukuran yang menurut saya mengacu pada seberapa besar ia mampu meningkatkan penjualan produk. Memang iklan memiliki beberapa tujuan, seperti untuk memperkenalkan produk, meningkatkan penjualan dan menguatkan brand. Diperluka ide yang luar biasa agar semua kepentingan si pemilik iklan dapat tercapai. Tidak mudah memang, karena menemukan ide yang cemerlang bukanlah pekerjaan ringan. Banyak aspek yang harus dipertimbangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak iklan di Indonesia yang berangkat dari ide cerdas, karena itu iklan-iklan yang muncul di televisi kita berada dalam ukuran rata-rata bahkan tidak sedikit yang hanya sekedar meniru, dan dibuat dari ide yang sangat dangkal. Dulu saya ingat ada ajang pemberian penghargaan untuk iklan tv terbaik. Tetapi kini saya tidak lagi mendengarnya apakah memang masih ada ataukah tidak. Yang saya ingat dulu pernah jadi pemenang yakni iklan rokok bentoel biru "i love the blue of Indonesia". Dari segi gambar bagus memang, tetapi saya tidak tahu persis apakah iklan ini mampu meningkatkan penjualan produk rokok bentoel biru. Yang jelas iklan produk rokok ini tidak seramai produk rokok lainnya seperti Djarum atau Gudang garam dan Sampoerna dalam menghiasi media televisi atau menjadi sponsor program acara televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang diperlukan kini adalah semacam kode etik bagi pembuatan iklan. organisasi PPPI sepertinya memang sudah memilikinya, namun tidak jelas apakah aturan-aturan tentang iklan memang ada. Kalau di Undang-undang penyiaran dan P3 dan SPS yang dibuat Komisi Penyiaran Indonesia memang ada aturan yang mengatur tentang syrat-syarat iklan. Tetapi aturan ini belum mampu menangkal iklan-iklan yang memunculkan dampak-dampak tersembunyi. Sekali lagi tidak mudah memang untuk mengatur hal-hal yang berkaitan dengan media tv. Banyak faktor yang saling mempengaruhi dan menjadikannya sangat kompleks. Apalagi orang Indonesia memang agak ogah untuk menegakkan aturan hukum yang telah dibuat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-3777474302966393887?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/3777474302966393887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=3777474302966393887&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3777474302966393887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3777474302966393887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/01/ide-yang-tak-segar-di-iklan-televisi.html' title='Ide yang tak segar di Iklan Televisi'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-1233210325267595252</id><published>2009-01-14T16:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T17:24:40.324-08:00</updated><title type='text'>Banjir, Kemunafikan dan  Birokrasi</title><content type='html'>Banjir melanda sejumlah daerah, termasuk di Kota Semarang--kota tempat saya bermukim saat ini. Banjir di kota ini bukanlah sesuatu yang baru. Jika Waljinah lewat lagu "Walang Kekek" nya dengan salah satu liriknya "Semarang kali ne banjir" maka siapapun dari kita pasti mengamini bahwa Kota yang berusia hampir lebih dari empat abad ini sangat identik dengan banjir. Sebuah dialog di Cakra Semarang TV tadi malam (Rabu 15/1) membahas tentang masalah banjir, menghadirkan banyak solusi. Penyebab banjir di Kota Semarangpun diulas dan langkah yang musti dilakukan. Ini bukan yang pertama, karena membahas antisipasi banjir sudah cukup sering dibicarakan di Media massa. Hanya saja yangjadi persoalan, semakin kesini masalah banjir bukannya semakin mereda justru semakin parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denpasar, kota kelahiran saya juga mengalami hala serupa. Banjir memang sudah menjadi langganan setiap tahun. Ketika saya masih aktif menjadi wartawan di Bali Post juga topik menangani Banjir menjadi hal yang sudah sering mengemuka. Solusi mencegah agar tidak semakin parah juga cukup jelas dan sangat mungkin diterapkan. Tetapi ya itu tadi, masalah nya bukan menjadi semakin baik, banjir justru semakin parah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang salah pada diri kita dan juga pada pemerintahan yang memegang kendali pengaturan hidup masyarakatnya? Jika banjir adalah sebuah bencana akibat ulah manusia, seharusnya solusi-solusi yang ditawarkan dilakukan agar Banjir tidak semakin parah. Kenyataannya semua solusi-solusi itu hanya menjadi semacam obrolan tak berguna yang membuat banyak kepala mengangguk-angguk ketika mendengarnya, seolah-olah setuju, tetapi tidak benar-benar dilaksanakan. Begitu juga soal simpel bin sederhana yang sudah kita dengar dari sejak kecil yang bisa efektif mencegah banjir. "Jangan buang Sampah Sembarangan!". Tetapi nyatanya hampir semua saluran pembuangan air selalu penuh sampah akibat sampah dibuang sembarangan. Ini memberikan kita gambaran bagaimana sesungguhnya kompleksnya pikiran dan prilaku manusia. Lebih-lebih manusia Indonesia yang prosentase kesesuaian antara pikiran, pembicaraan dan prilaku tindakan sangat rendah nyaris mendekati nol. Artinya kita sangat banyak yang tidak mampu berpikir, berbuat dan bertindak yang sama. Pikirannya kemana, bicara kemana, prilakunya juga kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan upaya mencegah Banjir di sebuah kota dengan menjaga hutan dan daerah dataran tinggi agar tidak dirusak dan resapan air bisa optimal. Ini porsi pemerintah. Ini logika sederhana yang tidak bisa dibantah. Kalau daerah resapan air berkurang apalagi rusak parah, maka tiada ampun lagi, banjir akan menerjang. Faktanya perusakan hutan semakin parah, bukit-bukit dibangun vila dan rumah mewah dan alam dirusak seenaknya. Lalu kemana pemerintah? Kemana para pejabat birokrasinya? Kemana mereka yang memakan hampir 70 persen pajak rakyat? Kemana polisi, penegak hukum dan aturan? Apa kerja mereka? Mengapa perusakan hutan dan alam ini dibiarkan terjadi? Pertanyaan-pertanyaan ini terus mendera, lalu berhenti pada pertanyaan besar "BENARKAH KITA MEMBUTUHKAN BIROKRASI PEMERINTAHAN?" Menangani dan mencegah banjir saja mereka tidak becus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-1233210325267595252?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/1233210325267595252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=1233210325267595252&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1233210325267595252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1233210325267595252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/01/banjir-kemunafikan-dan-birokrasi.html' title='Banjir, Kemunafikan dan  Birokrasi'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-430912055255795725</id><published>2009-01-13T20:51:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T21:20:24.339-08:00</updated><title type='text'>Agama dan Moralitas</title><content type='html'>Dimana sebenarnya moralitas itu akan memiliki pijakan yang kuat? Pertanyaan ini belakangan terus mengganggu pikiran saya. Mungkin karena saya terlalu banyak menonton siaran berita yang kini isinya banyak tentang kekerasan. Disuatu pagi istri saya dengan agak kesal mengatakan " Jangan nonton berita Bli, isinya pembunuhan saja. Mending nonton kartun spongebob,". Belakangan ada berita yang menyebutkan oknum-oknum pemuka agama yang melakukan tindakan pelecehan seksual. Saya menjadi semakin miris. Kalau ada yang menyebut bahwa disaat seperti sekarang ini, dimana moralitas jauh semakin diabaikan, larilah ke agama. "Pegang erat-erat Agamamu dan dengan demikian moralitas mu akan terjaga baik" begitu kira-kira ajaran mereka. Saya jadi semakin ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu jatuhnya korban perang di Tanah Palestina. Banyak televisi di Indonesia menyiarkan dialog membahas tentang hal ini. Banyak pula berita tentang demonstrasi yang mengarah pada desakan bahwa tindakan Tentara Israel, tidak bisa tidak harus dibalas dengan kekerasan yang mau tidak mau harus jauh lebih kuat dari yang dilakukan Israel. Beberapa tokoh dari salah satu agama pada satu dialog di televisi, dengan sangat jelas menyebut bahwa tidak ada penyelesaian yang lebih baik kecuali dengan berperang. Harus semakin banyak darah yang ditumpahkan, karena kata berunding sudah tidak lagi menjadi cara yang dianggap baik. Saya tidak mengerti apakah dalam konteks ini moralitas itu masih penting dan masih sempat terpikir? Apakah untuk merdeka di alam modern ini hanya jalan perang satu-satunya pilihan kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahatma Gandhi memimpin perjuangan India untuk bebas dari Inggris dengan jalan damai. Ia berjuang dengan hati nurani nya dengan keteguhan keyakinannya dan kekuatan bathinnya. Tidak ada yang mudah bagi sosok Gandhi dalam berjuang. Keluar masuk penjara, menempuh perjalanan jauh dengan angkutan umum sampai kemudian ia di tembak mati. Banyak yang bisa dipelajari dari sikap Bapu-demikian Mahatma biasa dipanggil- yang memberi kita pelajaran penting bahwa kekerasan bukanlah satu-satunya cara untuk memperjuangkan kepentingan dan kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal moralitas. saya pikir moralitas mungkin terlalu sederhana jika di dekatkan pada agama. Ya.. memang agama mengajarakan penganutnya untuk memiliki moral yang baik. Tetapi sama sekali tidak ada jaminan bahwa jika seseorang tahu banyak tentang agamanya, rajin membaca kitab suci, pandai berkotbah dan khusyuk dalam ritual agamanya, maka ia akan memiliki moralitas yang baik. Kalaupun memang Agama, maka saya melihatnya bahwa ia harus didalami lagi jauh kedalam hati nurani kita. Ajaran-ajaran agama mestinya dibawa jauh kedalam lubuk hati kita yang paling hakiki. Agar menjadi semangat kita dalam berjuang menegakkan moralitas kita sendiri, di titik inilah agama itu harusnya diposisikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mungkin menjadi sedikit benar jika dalam masa seperti sekarang ini, yang diperlukan manusia bukanlah mantra-mantra, isi ayat-ayat suci atau ritual bermegah-megah. Yang diperlukan sekarang adalah kejujuran pada hati nurani kita, mendengarnya lebih banyak dan sejelas-jelasnya. Tanpa memberiruang lebih banyak pada hatinurani kita untuk menentukan tindakan dan cara berpkir kita, maka semua pijakan moralitas yang dibuat manusia hanyalah kerapuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-430912055255795725?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/430912055255795725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=430912055255795725&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/430912055255795725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/430912055255795725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/01/agama-dan-moralitas.html' title='Agama dan Moralitas'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-3554744994286808233</id><published>2009-01-09T21:19:00.001-08:00</published><updated>2009-01-09T21:40:36.943-08:00</updated><title type='text'>Dimanakah Sebaiknya Pejabat Ber-rumah?</title><content type='html'>Kemewahan seringkali membuat manusia silau, lupa daratan. Merasa di hormati dan selalu dijadikan yang utama akan menjadikan mereka yang menikmatinya enggan beranjak dari posisi itu. Apalagi terbuka lebar kesempatan untuk menambah terus pundit-pundi kekayaan. Itulah yang membuat para pejabat Negara mulai dari lurah sampai presiden sangat enggan meninggalkan atau menanggalkan jabatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang bisa diharap banyak dari para pejabat yang begitu mencintai kekuasaannya. Selalu ingin mendapat fasilitas dan hidupnya selalu nyaman. Pejabat yang berumah di rumah jabatannya yang megah dan mewah hanyalah akan membuat penghuninya lupa pada makna perjuangan. Mereka sangat mungkin untuk terlena, lupa pada arah, tidak tahu sedang berada dimana dan apa sesungguhnya kewajiban mereka. Pejabat yang menikmati banyak fasilitas mulai dari mobil dinas, ruang kerja yang dipenuhi barang mewah sampai dengan kursi kerjanya yang empuk cenderung akan menjadi pengkhianat. Mengkhianati hati nurani nya dan menempatkan kepentingan rakyat banyak dinomor urut sekian prioritas kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian dimana sebaiknya pejabat itu ber-rumah?. Ia haruslah ber-rumah di tengah-tengah masyrakatnya yang termiskin. Ia harus tinggal di rumah gubuk yang reot jika itulah rumah tempat tinggal rakyatnya yang paling miskin di daerah yang dipimpinnya. Kalau ini dianggap terlalu ekstrim sehingga tidak mungkin untuk dilakukan sang pejabat, maka setidak-tidaknya ia harus selalu hidup dalam kesederhanaan. Menggunakan mobil dinas seada yang bisa dibiayai oleh Negara. Berkantor diruang yang penuh kesederhanaan, tiada barang mewah didalamnya. Kursi kerjanya tidakklah empuk sekali, hanya dilapisi busa secukupnya agar pantat sang pejabt tidak terlalu panas. Perlukah ia di kawal kemana ia pergi menggunakan mobil dinasnya? Tidak! Itulah jawaban yang pasti. Bahkan rumah dinasnya juga mungkin tidak perlu terlalu dijaga Satpol PP. Jika ia adalah pejabat yang dicintai rakyatnya, maka rakyat yang mencintainya lah yang akan melindunginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat di Indonesia juga harusnya jauh dari menggunakan pakaiannya yang mewah. Ia cukup menggunakan pakaian sepantasnya dan sesuai kebutuhan. Kemewahan tidak pantas bagi pejabat Indonesia karena negeri ini terlalu miskin untuk membiayai kehidupan mereka. Jika mereka benar-benar pejabat, maka ia harusnya adalah benar-benar pelayan rakyat. Bukan sebaliknya, minta selalu diperhatikan dan dilayani rakyat apalagi minta untuk selalu dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dimanakah Pejabat itu harus ber-rumah, maka ia haruslah ber-rumah di hati nuraninya yang paling dalam. Ia harus jujur pada rakyat yang dipimpinnya dan tidak enggan berada disekeliling mereka, rakyat nya yang paling miskin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-3554744994286808233?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/3554744994286808233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=3554744994286808233&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3554744994286808233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3554744994286808233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/01/dimanakah-sebaiknya-pejabat-ber-rumah.html' title='Dimanakah Sebaiknya Pejabat Ber-rumah?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-1202189714679185575</id><published>2009-01-09T21:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T21:16:58.523-08:00</updated><title type='text'>Tahun politik yang Masih Tanpa Logika</title><content type='html'>Tahun ini adalah tahun politik dimana ritual agama bernama Demokrasi akan digelar. Hiruk pikuk aksi acrobat para politisi sudah akan segera dimulai. Jalanan dan setiap pohon perindang dipinggir jalan harus ikut merasakan bagaimana nafsu para politisi untuk merebut simpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik dalam definisinya yang paling sederhana adalah cara untuk menggapai sebuah tujuan. Politik dalam tataran idealisme harusnya membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi semua. Jika ada politik yang membawa kesengsaraan atau kesejahteraan hanya pada sekelompok atau segelintir orang, maka dipastikan ada yang salah dari politik tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan demokrasi. Harusnya yang dituju adalah kesejahteraan dan kemakmuran bersama. Tetapi nampaknya demokrasi bisa menjadi tidak seindah harapan. Demokrasi justru lebih sering hanya sekedar alat bagi langgengnya kekuasaan yang menyengsarakan rakyat. Lha kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah untuk mengurai sisi gelap demokrasi karena ia merupakan pengertian yang menyimpan banyak sekali variable yang berkelindan, terjalin rumit dan mungkin juga membingungkan. Demokrasi sebagai sebuah teori tidak akan bisa diaplikasikan pada dua atau lebih Negara lalu hasilnya akan sama persis. Politik di  Negara A akan berbeda dengan demokrasi di Negara B meski dua-duanya menganut system demokrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalinan rumit variable-variabel demokrasi mungkin bisa menjadi jauh lebih sederhana dan efektif jika manusia yang terlibat didalamnya memiliki tingkat intelektualitas yang memadai. Demokrasi itu menjadikan logika-logika sehat sebagai dasarnya yang paling utama. Demokrasi akan benar-benar efektive jika manusia yang menjalaninya memang bertindak atas dasar logika yang sehat. Ini berarti emosional harus dikesampingkan. Rasa sungkan, ewuh pakewuh, primodialisme, feodalisme dan kegemaran akan mistik harus disingkirkan jauh-jauh. Selama manusia-manusia yang terlibat dalam system demokrasi masih terbelit pada sikap dan pola piker tersebut, maka demokrasi mungkin hanya akan menjadi jalan menuju bencana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib politik juga tidak jauh beda ditangan manusia-manusia yang lemah logika dan akal sehatnya. Ego untuk mengenyam kekuasaan lalu menjadikan mereka sosok yang hanya menjadikan politik sebagai alat untuk memenuhi keinginan kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya jika memang ingin politik dan demokrasi berujung pada kesejahteraan, maka tidak ada kata lain, kedepankan logika dan akal sehat kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-1202189714679185575?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/1202189714679185575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=1202189714679185575&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1202189714679185575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1202189714679185575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2009/01/tahun-politik-yang-masih-tanpa-logika.html' title='Tahun politik yang Masih Tanpa Logika'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-4156413837293441194</id><published>2008-11-09T23:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T23:53:07.782-08:00</updated><title type='text'>Ada kesalahan Pada Sistem Tata Negara Indonesia</title><content type='html'>Mengapa tidak banyak perubahan pada negeri ini meski rezim sudah berganti-ganti? Mengapa reformasi tidak juga membawa bangsa ini pada kesejahteraannya? Mengapa demokrasi yang sudah demikian terbuka bahkan presiden RI pun sudah dipilih langsung tidak membawa dampak apapun terhadap kemajuan bangsa? Salah satu jawaban yang saya dapat dari Mayor Jenderal Saurip Kadi penulis buku "Mengutamakan Rakyat", ada kesalahan pada sistem tata negara Indonesia. Kesalahan ini terjadi pada Undang-undang Dasar 1945 yang tidak memastikan sistem ketatanegaraan Indonesia, Presidensialkah atau Parlementer?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat sistem ketatanegaraan Indonesia saat ini. Presiden dipilih oleh rakyat secara langsung. Ini adalah bentuk dari sistem presidensial. Tetapi,meski dipilih langsung rakyat yang berarti hanya bisa diturunkan rakyat, presiden RI tidak bisa menetapkan kebijakan dengan penuh karena ada lembaga DPR yang memiliki kekuasaan hampir sama dengan presiden. Padahal jika DPR nya kuat berarti negara tersebut penganut sistem parlementer. Indonesia juga bisa disebut menganut sistem parlementer karena partai politik di Indonesia memiliki program kerja yang disampaikan pada saat pemilu legislatif. Jadi, secara teori, pemilih di Indonesia pada saat pemilu parlemen yang mendahului pemliu presiden memilih partai dengan program kerja yang menurutnya terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ketatanegaraan yang ironisnya disahkan oleh Undang-undang di Indonesia menjadi semakin kacau karena presiden saat kampanye juga memiliki program kerja. Lebih kacau lagi yang terpilih kemudian bukan dari partai pemenang pemilu legislatif. SBY jadi presiden dari partai Demokrat yang berkoalisi dengan Partai Golkar. Koalisi seperti pemilu 2004 ini juga bentuk kekacauan lainnya. KOnon hal seprti ini hanya terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kabinet pemerintahan di Indonesia dibentuk dari berbagai elite partai politik. Lengkaplah kekacauan sistem demokrasi di Indonesia karena semakin memperlemah posisi Presiden yang harusnya menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Bagaimana mungkin presiden bisa bekerja dengan kekuatan DPR yang begitu berkuasa dan kabinet yang diisi oleh elite partai politik yang berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia harus berani merombak sistem ketatanegaraannya jika ingin ada perubahan. Jika presiden dipilih langsung, maka tidak bisa tidak pemilihannya hendaknya satu paket dengan pemilu legislatif. Dengan demikian antara partai politik dan calon presiden akan ada kesatuan program kerja. Rakyatpun akan menjadi semakin jelas partai mana yang dipilih dan presidennya siapa. Tidak bisa dua partai atau lebih berkoalisi untuk mengajukan nama pasangan presiden dan wakil presiden. Jika ini dibiarkan terjadi, kekacauan-kekacauan pasca pemilu tidak akan terhindarkan. Akhirnya presiden yang dipilih bukan bekerja untuk rakyat melainkan untuk meredam konflik rebutan kekuasaan yang berarti rebutan sumber-sumber ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran bahwa UUD Indonesia harus dirombak mungkin bisa menjadi salah satu solusi masalah kebangsaan. Disinilah sebenarnya sumber penyakit bangsa ini. Sistem yang tidak jelas ditambah mentalitas manusia Indonesia yang juga kacau, maka lengkaplah kesengsaraan yang dirasa oleh rakyat bangsa bernama Indonesia ini. Siapa calon presiden yang berani menawarkan akan merubah sistem ketatanegaraan Indonesia? Ingat perubahan pada sistem bukan pada bentuk negara karena Negara KEsatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-4156413837293441194?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/4156413837293441194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=4156413837293441194&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4156413837293441194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4156413837293441194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/11/ada-kesalahan-pada-sistem-tata-negara.html' title='Ada kesalahan Pada Sistem Tata Negara Indonesia'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-7499114053215945868</id><published>2008-10-15T19:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T20:28:09.218-07:00</updated><title type='text'>Si Rakus yang Menyengsarakan Dunia</title><content type='html'>Kerakusan manusia hanya berujung pada satu titik yakni KEHANCURAN. Dan inilah yang kita lihat pada krisis keuangan global yang terjadi saat ini. Kerakusan para eksekutif perusahaan-perusahaan keuangan raksasa dengan menetapkan gaji sebesar-besarnya dengan seenaknya sendiri menyeret ekonomi pada titik kehancuran. Tidak bisa dibayangkan bagaimana mungkin gaji seorang CEO disebuah perusahaan keuangan bisa mencapai 19 trilyun rupiah. Penetapan bonus yang bisa mereka tangguk juga sering diluar batas kewajaran. Alasan yang dipakai acuan adalah prestasi mereka dalam "membiakkan" uang, yang mungkin saja sebenarnya semua itu tidak lebih hanyalah uang diatas kertas yang diimajinasikan "berbiak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem perkembangan jumlah uang didunia modern memang lebih banyak diukur berdasarkan imajinasi belaka bukan pada fakta. Nilai saham sebuah perusahaan dibursa misalnya bisa naik bisa turun bukan semata-mata karena kinerjanya dalam menghasilkan keuntungan saja, tetapi juga oleh sentimen-sentimen yang dihembuskan ke pasar bursa. Rontoknya harga saham saat ini, disebut-sebut bukan karena kinerja perusahaan pemilik saham sudah hancur melainkan karena adanya kepanikan yang luar biasa dikalangan investor. Inilah wajah sistem keuangan modern dimana manusianya konon mengandalkan rasio tetapi sesungguhnya mereka bersikap lebih berdasarkan rasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Reagen di AMerika dan Margareth T di Inggris memilih sistem neoliberalisme sebagai ideologi ekonomi negara mereka, yang ada dipikiran mereka kesejahteraan rakyatnya akan segera terwujud. Penganut neoliberalisme sangat alergi terhadap kontrol negara. Mereka yakin bahwa campur tangan negara hanya akan menghambat jalan menuju kesejahteraan. Semakin sedikit negara cawe-cawe dibidang ekonomi maka semakin cepat kesejahteraan rakyat akan tercapai. Mereka yakin akan adanya "invisible hands" alias tangan-tangan ajaib yang akan mengatur pasar. Jadi pasar tidak usah diatur, biarkan saja berjalan dan negara hanya perlu duduk manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin secara teori, neoliberalisme memiliki kebenarannya. Tetapi ini hanyalah diatas kertas. Faktanya praktik neoliberalisme saat ini telah menjadi tsunami yang akan memporakporandakan bangunan perekonomian dunia. Terjangannya akan meluluhlantakan ketahanan ekonomi banyak negara didunia. Resesi ekonomi sudah menghadang didepan mata yang berarti rakyat dibanyak belahan negara didunia ini akan menjadi miskin atau bertambah semakin miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang dimakan habis dipastikan mereka yang selama ini sudah miskin dan setengah kaya. Sementara yang super kaya mungkin tidak akan begitu terpengaruh. Mereka akan tetap saja kaya, apalagi kerontokkan perusahaan-perusahaan keuangan raksasa itu telah dibantu oleh negara dengan dana yang dihimpun dari pajak rakyat. Alhasil kehidupan para CEO itupun masih akan tetap nikmat. Kerakusan mereka masih bisa dijalankan. Sementara si miskin akan terus meradang dan semakin meradang. SI Rakus memang tak lagi punya nurani dan mungkin memang terlahir tanpa nurani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-7499114053215945868?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/7499114053215945868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=7499114053215945868&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7499114053215945868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7499114053215945868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/10/si-rakus-yang-menyengsarakan-dunia.html' title='Si Rakus yang Menyengsarakan Dunia'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-8638971185809180480</id><published>2008-10-09T01:11:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T02:54:55.487-07:00</updated><title type='text'>Neoliberalisme Memakan Dirinya Sendiri</title><content type='html'>Krisis keuangan Amerika akan membawa dampak yang besar bagi nasib perekonomian dunia. Korban yang berada di garis depan dipastikan rakyat miskin. Bagaimana tidak, lesunya perekonomian akan membuat investasi berjalan sangat lambat. Pertumbuhan ekonomi juga akan melambat, bahkan bisa jadi justru minus. Ini berarti akan ada banyak tenaga kerja produktif yang tidak terserap dalam dunia kerja. Sangat terbuka peluang yang sudah bekerja bisa jadi akan kehilangan pekerjaannya. Angka pengangguran akan meningkat, dan daya beli masyarakat akan terus menurun. Pada situasi yang demikian, pendapatan negara juga akan berkurang sehingga biaya sosial bagi penanggulangan kemiskinan makin menipis. Akan ada banyak anak putus sekolah, pelayanan kesehatan bagi yang miskin tidak bertambah baik. Dengan masih menggilanya korupsi, maka Indonesia kemungkinan besar akan semakin terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belakangan menjadi cukup tertarik dengan perkembangan kejatuhan pasar uang di Amerika Serikat. Tulisan-tulisan yang dulu sudah mengingatkan agar keyakinan NEOLIBERALISME jangan terlalu di bebaskan menunjukkan buktinya. Karl Marx dalam manifesto Komunisnya juga telah memberi sinyal kuat bahwa suatau saat kapitalsme sebagai roh dari pahama neoliberalisme akan menemukan titik nadir akibat kerakusannya sendiri. Kapitalisme akan runtuh akibat akumulasi modal itu sendiri, demikian kira-kira isi tulisan Karl Marx. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Kapitalisme lalu berusaha keras membantah tesis karl marx ini yang kemudian menjelma menjadi apa yang disebut perang dingin pada daawasra 70 hingga 80 an antara Amerika sebagai penjelmaan Kapitalisme dan Uni Soviet sebagai penjelmaan Komunis. Diawal 1990 an Kapitalisme berjaya dan Uni soviet harus hancur lebur. Francis Fukuyama menyebut kemenangan ini sebagai akhir dari sejarah (the End of History) karena kapitalisme sudah menjadi pemenang dan tiada kekuatan yang bisa melawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Kapitalisme tidaklah sehebat apa yang terlihat. Tesis Karl Marx lalu menemukan pembuktiannya. Akumulasi modal yang berlebihan akan membunuh Kapitalisme itu sendiri. Tesis ini sebenarnya masih berlanjut dengan keyakinan bahwa saat kapitalisme ini mati, maka komunisme lah yang hidup karena komunisme adalah anti tesis dari kapitalisme itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mungkin persoalannya tidaklah sesederhana itu. Krisis keuangan di Amerika ini sangat sulit untuk bisa memberi ruang bagi hidupnya lagi komunisme seperti yang pernah hidup di Uni Soviet. Hanya saja kekuatan "komunisme malu-malu" seperti yang diterapkan China yang akan menjadi kekuatan utama dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi tercenung, apalagi setelah Berita di Harian Kompas Hari ini menyebutkan bahwa Amerika sedang meminta bantuan negeri Tirai Bambu untuk mengatasi masalahnya, setelah eropa angkat tangan. Seorang analis Keuangan China menyebutkan bantuan dari China akanmungkin diberikan jika Amerika membuka kran bagi perdagangan produk china di Amerika. Kini nampaknya semakin jelas, siapa yang akan menjadi pengendali ekonomi Dunia. Tidak Amerika tidak negara-negara Eropa tetapi CHINA. Apakah ini berarti bahwa sebenarnya Komunisme lebih unggul dari Kapitalisme? Saya tidak bisa menjawab pasti. Tetapi satu hal yang perlu dicatat bahwa sebenarnya apapun yang dibiarkan bebas sebebas-bebasnya hanya akan berujung pada bencana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-8638971185809180480?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/8638971185809180480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=8638971185809180480&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8638971185809180480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8638971185809180480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/10/neoliberalisme-memakan-dirinya-sendiri.html' title='Neoliberalisme Memakan Dirinya Sendiri'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-1419151184989063911</id><published>2008-09-03T18:45:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T19:33:22.268-07:00</updated><title type='text'>Kapan Kebijakan Pertelevisian Indonesia Adil?</title><content type='html'>Menjadi narasumber dalam dialog Aspirasi Merah Putih di Pro 3 Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang Selasa 2 September 2008 menjadi yang pertama kalinya untuk saya. Dialog yang ditayangkan live pukul 00.00 Wib sampai pukul 02.00 Wib juga disiarkan secara bersama oleh 58 stasiun Pro 3 RRI se Indonesia. Alhasil penelpon yang interaktifpun datang dari daerah-daerah di Indonesia semacam Samarinda, Denpasar, Banjarmasin, Malang dan lainnya. Bangga juga, karena ini untuk pertama kalinya suara saya bisa sampai di seluruh pelosok negeri melalui radio. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi yang diangkat; Aturan KPID Jawa Tengah tentang Siaran Televisi yang ramah di Bulan Ramadhan. Saya diundang oleh RRI dalam kapasitas sebagai penanggungjawab di Cakra Semarang TV, salah satu tv lokal di Semarang. Selain saya ada Bapak Amirudin Ketua KPID Jawa Tengah dan Bapak Hari Wiryawan Koordinator Bidang Perizinan. Banyak persoalan yang menjadi perhatian pendengar RRI yang saya tangkap dan semuanya bermuara pada sebuah penghakiman bahwa tayangan TV di Indonesia tidak mendidik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kata yang mungkin sudah terlalu sering disampaikan. Banyak keluhan serupa yang terus saja mengemuka. Kritik muncul atas penayangan sinetron yang semuanya tidak mendidik. Masih ada sorotan lain, semisal lagu-lagu saat ini yang lepas dari nilai-nilai moral dan tayangan-tayangan kuis serta lawakan yang penuh kebancian-bancian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, ditengah gencarnya kritik atas tayangan televisi, faktanya menunjukkan hasil sebaliknya. Sinetron yang tidak mendidik itu menempati ratting tertinggi dan membuat pemasang iklan beramai-ramai placement di program itu. Sebuah fakta yang jelas tidak akan bisa ditolak oleh stasiun televisi. Soal itu tayangan yang tidak mendidik dan merendahkan nalar logika penontonnya, tidak ada yang peduli. Himbauan dari KPI pun kemudian dianggap angin lalu. Saya jadi ingat omongan si Ruben Onsu yang ditegur KPI karena joke-joke nya dengan Si Ivan Gunawan di program Super Seleb dinilai kurang pantas, "KPI Tidak punya kerjaan, Urus sana gembel-gembel". Sikap yang kurang lebih sama ditunjukkan para pengelola stasiun TV yang memandang skeptis KPI. Bahkan disaat UU Penyiaran disahkan tahun 2002 lalu, stasiun tv nasional menjadi penentang utama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menangkap ada paradoks yang luar biasa ditunjukkan masyarakat Indonesia, Benci tapi rindu, Dikutuk tetapi dicinta. Ataukah memang kita semua adalah manusia-manusia yang munafik? Logika saya membawa saya pada pemikiran, jika tayangan itu tidak mendidik harusnya ditinggalkan penonton, bukannya dicintai apalagi sampai ratting nya tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, dunia broadcast di Indonesia ibarat rimba belantara yang dipertuan hanya oleh satu hal yakni kekuatan modal. Tengok saja bagaimana aturan perundang-undangan tentang Penyiaran yang dengan mudah diatur oleh para pemilik modal di dunia pertelevisian. Harusnya tidak ada lagi stasiun tv yang bersiaran secara nasional, semuanya harus berjaringan dengan memiliki studio siar di daerah. Stasiun TV dengan kondisi seperti saat ini jelas tidak sehat. Bagaimana mungkin sebuah negara sebesar Indonesia harus menerima tayangan TV yang dipancarkan dari Pusat modal yakni Jakarta. Betapa tidak bermartabatnya penyiaran di Indonesia, sehingga hal seperti ini dibiarkan berlarut-larut dan dikalahkan hanya oleh satu kekuatan : "Modal!!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketika bicara soal tayangan mendidik, maka kitapun akan dihadapkan pada kekuatan pengatur yang sama yakni "Modal!". Sayangnya modal sering tidak punya nurani dan idealisme. Modal hanya punya satu panutan yakni akumulasi yakni bagaimana modal bisa bertambah, bertambah dan bertambah terus menjadi semakin banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ada kekuatan modal dunia pertelevisian yang lebih bernurani, mencoba untuk mencari sebuah celah untuk mengambil sisi berlawanan. Setidak-tidaknya kekuatan modal ini lebih bisa diajak berkompromi dan rela babak belur ditengah tidak sehatnya persaingan dunia televisi. Kekuatan modal ini berwujud dalam TV-TV Lokal di Indonesia. Sayangnya kekuatan ini tidak diberi tempat yang memadai, meski keberadaannya sebenarnya sudah didukung dengan sistem perundang-undangan. Bukannya dilindungi, TV-TV Lokal lebih sering di injak-injak, tidak diberikan ruang untuk bisa tumbuh sehat dan dikejar-kejar karena dianggap TV liar. Simak saja pembagian kanal frekuensi, TV nasional diberikan prioritas utama, sementara TV lokal dianak tirikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja TV lokal yang bisa menjadi kekuatan utama di dunia Broadcast Indonesia, maka banyak kebuntuan dari keluhan-keluhan atas materi siaran yang bisa diatasi. Setidak-tidaknya dari bidang pengawasan. KPID akan mudah mengawasi dan memiliki kesemnpatan mengontrol yang lebih besar. Belantara dunia peniayaran di Indonesia harus memiliki regulator yang kuat dan independen. Setidak-tidaknya kekuatan itu harusnya diberikan kepada KPID. Mudah-mudahan dimasa mendatang, ada kesungguhan dari negara ini bersikap yang tidak hanya didikte kekuatan modal belaka. saya jadi ingat kata-kata kolega saya "Keadilan kebijakan pertelevisian di Indonesia hanya akan terwujud jika "yang besar di regulasi, yang kecil diproteksi".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-1419151184989063911?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/1419151184989063911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=1419151184989063911&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1419151184989063911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/1419151184989063911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/09/kapan-kebijakan-pertelevisian-indonesia.html' title='Kapan Kebijakan Pertelevisian Indonesia Adil?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-3361150783748290731</id><published>2008-08-30T21:56:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T19:28:17.476-07:00</updated><title type='text'>Kepada Siapa Tuhan Memberi Anugerah</title><content type='html'>Sebuah pertanyaan sederhana yang mungkin sering hinggap di relung pikiran kita adalah "Bagaimana Standard Tuhan Menurunkan Anugerahnya?". Ini tentu saja bagi mereka yang mempercayai adanya Tuhan. Sebagai negeri yang sering mengaku-ngaku yang religius Nama Tuhan mungkin sering disebut orang-orang Indonesia. Tidak hanya didalam doa-doa yang mereka panjatkan, tetapi juga diaksi-aksi kekerasan terhadap manusia-manusia lainnya yang dianggap tidak berjalan pada jalan yang mereka yakini. Akan ada beberapa pertanyaan ketika kita menyaksikan hal ini, "Bagaimana mungkin Tuhan dilibatkan saat kekerasan dilakukan?,Bukankah Tuhan itu penuh dengan Cinta kasih?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengharap berkah dan anugerah serta janji mendapatkan Kapling di Surga berdampingan dengan Tuhan memang membuat manusia rela melakukan apa saja. Apa saja, termasuk memukul, menggertak, menyebar ketakutan, menendang bahkan melakukan pembunuhan massal. Janji Surga juga tidak segan-segan membuat para pejabat rela melakukan korupsi. Tentu saja yang sudah pasti adalah melakukan doa-doa ritual keagamaan yang sedemikian taatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang Unik di negeri ini adalah tidak pernah banyak terdengar bahwa janji surga akan diberikan kepada mereka yang mau bekerja keras, disiplin, jujur, pantang menyerah dan yang paling penting jiwanya dipenuhi cinta kasih. Janji Sorga lebih sering di umbar untuk mereka yang taat beribadah,rajin menggelar ritual dan khusyuk berdoa. Yang mengerikan adalah janji sorga tertinggi konon akan diberikan kepada mereka yang rela melakukan kekerasan bahkan menghilangkan nyawa manusia lainnya atas nama pembelaan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah mau membuka mata kita lebar-lebar untuk realitas bahwa Tuhan hanyalah memberi anugrahnya kepada mereka yang mau bekerja keras, ulet, jujur, disiplin dan berbuat tindakan nyata. Negara-negara maju adalah contoh nyata bagaimana anugrah Tuhan tidak akan ragu diturunkan jika semua hidup yang dilakoni adalah perbuatan yang tidak mengenal lelah untuk kebaikan dan bukan hanya sekedar khusyuk dalam doa dan ritual. Toh begitu, banyak dari kita menyebut bangsa-bangsa itu adalah pendosa karena tidak memiliki keyakinan yang sama dengan kita. Bagaimana mungkin bangsa pendosa dianugerahkan Tuhan kehidupan yang lebih makmur dan sejahtera daripada kita yang tanahnya dipenuhi rumah ibadah dan hampir tiap detik waktu diisi doa yang khusyuk? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, tanyakan pada diri sendiri dan jawablah dengan jujur, Kepada siapa sesungguhnya Tuhan lebih senang menurunkan Anugerahnya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-3361150783748290731?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/3361150783748290731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=3361150783748290731&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3361150783748290731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3361150783748290731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/08/kepada-siapa-tuhan-memberi-anugerah.html' title='Kepada Siapa Tuhan Memberi Anugerah'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-4054473705129043639</id><published>2008-08-15T19:38:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T20:04:03.501-07:00</updated><title type='text'>“Eyang” Andaryoko Wisnuprabu, Benarkah Supriyadi?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SKZDkfrWrcI/AAAAAAAAAAs/jEIcK2ha_48/s1600-h/Foto(289).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SKZDkfrWrcI/AAAAAAAAAAs/jEIcK2ha_48/s320/Foto(289).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234945911122472386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SPengakuan Andaryoko Wisnuprabu, pria sepuh berusia 89 tahun sebagai Supriyadi-Pemimpin Pemberontakan PETA 63 tahun silam- tak pelak memunculkan kontroversi. Terlepas dari benar atau tidaknya pengakuan Andaryoko, sosoknya di Semarang selama ini lebih dikenal sebagai budayawan. Karena itulah Cakra Semarang TV selama ini cukup dekat dengan --“Eyang” –sebutan kami untuk  pria sepuh yang masih aktif mengikuti kegatan budaya ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum dikenalkan sebagai Supriyadi, Eyang Andaryoko telah dibuat figurnya dalam program acara “Sang Penjaga” di Cakra Semarang TV. Dipilihnya sosok Eyang Andaryoko karena kiprahnya sebagai pemerhati budaya Jawa. Ketika pertama kali menyaksikannya di televisi, penampilan Andaryoko memang cukup berbeda. Sangat terlihat tubuhnya yang renta tetapi tersirat kekuatan fisiknya yang melampaui orang-orang seusianya. Selain sebagai budayawan, sosok Eyang Andaryoko sesekali muncul di program berita Cakra Semarang TV sebagai tokoh veteran terutama pada momentum hari-hari bersejarah seperti Hari Pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cukup terkejut, ketika suatu malam dibulan Mei lalu, salah satu kolega saya yang menjadi narasumber acara dialog mengajak Eyang Andaryoko. Saya terkejut mengingat kolega saya ini adalah manajer Toko buku dan tidak pernah sedikit pun bicara tentang budaya jawa,. Lantas mengapa tiba-tiba menggandeng seorang budayawan Jawa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, kawan saya ini menceritakan bahwa Eyang Andaryoko ini adalah sosok Supriyadi yang menyembunyikan jati dirinya. Banyak pertimbangan mengapa hal ini dilakukan terutama menyangkut rasa aman. Selain tentara Jepang, masa Orde Baru juga menyajikan ketakutan jika identitas Eyang Andaryoko sebagai sosok Supriyadi di ungkap. Saya yang mendengar cerita ini menjadi semakin terkejut dan tidak langsung bisa percaya. Hanya sejumlah foto Eyang Andaryoko ketika masih muda memang memiliki kemiripan dengan tokoh Supriyadi. Garis-garis wajah Eyang Andaryoko bahkan menurut saya memang mirip tokoh Supriyadi. Semua ini menambah keyakinan saya meski tidak berarti seratus persen percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah menduga, jika suatu saat Eyang Andaryoko mengungkapkan pengakuan sebagai Supriyadi maka kontroversi akan muncul. Benar saja, pasca peluncuran buku “mencari Supriyadi…” karya Bhaskara T Wardaya 9 Agustus lalu, kontroversipun menyeruak. Banyak yang menyebut pengakuan Eyang Andaryoko sebagai bentuk kebohongan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian yang menarik adalah sikap Eyang Andaryoko yang nampak tidak begitu ngotot untuk diakui bahwa dirinya memang Supriyadi. Semuanya lalu diserahkan kepada public untuk menilai dan memutuskan. Percaya boleh, tidak juga tidak apa-apa. Hanya satu hal yang ingin dilakukan adalah bagaimana sejarah bangsa Indonesia ini bisa diluruskan karena menurut Eyang ada banyak fakta sejarah yang telah dilupakan. Inilah yang menjadi misinya yang utama. Misi yang membuat Eyang Andaryoko berusaha untuk menjaga fisiknya agar bertahan sehingga ingatannya tetap terjaga. Pengungkapan sejumlah fakta sejarah ini menurutnya akan bisa menolong Indonesia keluar dari keterpurukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kacamata Ismangoen Notosapoetro, tokoh sepuh masyarakat Jawa Tengah yang juga adalah Komisaris Utama Cakra Semarang TV, tidak begitu penting apakah pengakuan dari Eyang Andaryoko tentang dirinya adalah Supriyadi benar atau tidak. Tetapi yang jauh lebih penting untuk disimak adalah fakta-fakta sejarah yang dibeberkannya. Jika memang ada yang bertentangan dengan apa yang tercatat selama ini dari buku-buku sejarah, maka penelitian baru penting dilakukan. Semuanya adalah untuk memperkaya tafsir sejarah karena kesempurnaan sejarah hanya bisa dilakukan melalui hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menghadiri malam puncak HUT Cakra Semarang TV ke-3, saya sempat berbincang dengan Eyang Andaryoko. Saya bertanya, apa rahasianya bisa tetap sehat diusia yang ke 89 tahun? “Sering melakukan perenungan diri melalui tapa” katanya. Eyang mengaku sering bepergian sendiri untuk menyepi mencari kesejatian diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-4054473705129043639?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/4054473705129043639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=4054473705129043639&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4054473705129043639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4054473705129043639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/08/eyang-andaryoko-wisnuprabu-benarkah.html' title='“Eyang” Andaryoko Wisnuprabu, Benarkah Supriyadi?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SKZDkfrWrcI/AAAAAAAAAAs/jEIcK2ha_48/s72-c/Foto(289).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-9194212881602358319</id><published>2008-07-23T19:58:00.000-07:00</published><updated>2008-07-23T20:39:47.574-07:00</updated><title type='text'>Memandang Bali kini</title><content type='html'>Sempat pulang ke Bali beberapa waktu lalu untuk kepentingan tugas, saya melihat perubahan yang terjadi semakin pesat. Perubahan fisik adalah yang paling mudah untuk disimak. Bangunan-bangunan baru kini bertebaran hampir disepenjang ruas-ruas jalan di kota Denpasar. Tidak lagi mudah untuk menemui ruang kosong karena pandangan mata tertup nyaris rapat dengan berdirinya papan-papan advertiser ukuran raksasa. Bali mungkin akan mengalami perkembangan yang jauh lebih pesat lagi hingga kepadatannya berada pada ambang batas yang tidak mampu ditoelransi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak saja secara fisik, meski hanya tiga dua hari pulang kampung, saya menangkap tekanan juga terjadi secara kejiwaan pada manusia-manusia Bali. Saya tidak menyimpulkan ini dari penyebab tetapi dampak atau akibatnya. Penyakit mudah menyerang dan banyak yang harus lebih cepat menghadap Yang Maha Kuasa secara mendadak. Berita-berita juga semakin dipenuhi tindakan kriminal. Bali tidak lagi sepenuhnya damai. Ia menyimpan bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak menghamburkan kotoran-kotoran yang disimpan erat dalam balutan aturan-aturan adat yang kian ketat. Manusia Bali mungkin sudah kehabisan daya untuk mengelola konflik-konflik baik didalam individu maupun masyarakatnya. Gempuran-gempuran dari luar nyaris gagal diantisipasi dengan lokal genius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu masih akan terus menggelinding dan pergerakkan waktu ini tidak lagi dalam kendali manusia-manusia Bali karena nampak mereka lebih larut tanpa daya didalamnya. Yang banyak bicara adalah materi dan semuanya diukur dengan materi. Bukan hal baru memang, tetapi kadarnya yang semakin dilauar ambang bataslah yang membuat saya sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ini semua mungkin sudah harusnya terjadi dan manusia Bali tiada kuasa lagi untuk melawannya. Kehidupan adalah sesuatu yang kita pandang dari apa yang dilihat hari ini. Hidup tidak lagi adalah perjalanan waktu untuk masa depan untuk anak-anak dan cucu-cucu manusia Bali kini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-9194212881602358319?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/9194212881602358319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=9194212881602358319&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/9194212881602358319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/9194212881602358319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/07/memandang-bali-kini.html' title='Memandang Bali kini'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-8295660337359443968</id><published>2008-06-12T01:49:00.000-07:00</published><updated>2008-06-13T20:00:22.250-07:00</updated><title type='text'>Jangan Terlalu Serius Beragama</title><content type='html'>Beragama yang taat sangatlah dianjurkan. Tetapi ada pula anjuran; Jangan Terlalu Serius Beragama!!. Terlalu serius beragama lebih banyak menyimpan akibat yang tidak selalu bermanfaat. Orang yang terlalu serius beragama lebih sering terjebak pada kehilangan akal sehat bahkan hati nuraninya. Rasa kemanusiaanpun rentan terpupus habis dihati mereka yang terlalu serius beragama dan takut secara berlebihan terhadap Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah dunia sudah mencatat apa akibatnya ketika umat manusia terlalu serius beragama. Ratusan ribu bahkan mungin puluhan juta nyawa manusia melayang akibat orang terlalu serius beragama dan merasa begitu takut dengan Tuhan. Perang Salib adalah sejarah besar tentang perang atas nama agama yang dicetuskan oleh manusia-manusia yang menganggap agama adalah segala-galanya. Hingga kinipun masih banyak nyawa manusia yang harus meregang karena kuatnya paham-paham keagamaan. Memang semua perang atas nama agama ini tidak sepenuhnya demi agama, karena toh kepentingan kekuasaan dan politik sangat kental terasa didalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita saksikan beberapa waktu belakangan di Indonesia adalah akibat jika beragama itu dianggap segala-galanya. Kekerasan justru menyeruak deras dan pelakunya bertindak sambil menganggungkan nama Tuhan!! Dimana hati nurani dan rasa kemanusiaan mereka? Wajah kebencian kepada sekelompok orang yang memiliki keyakinan berbeda ditebar seakan-akan kebenaran adalah miliknya seorang bersama kelompoknya. Kalau sudah begini, rasanya pilihan untuk tidak beragama akan jauh lebih bijak. Buat apa beragama jika karena agama itu kita merasa lebih dianjurkan dan direstui melakukan kekerasan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara yang sudah berusia ratusan tahun di belahan eropa, nampaknya bisa belajar dengan baik dari pengalaman mereka di masa lalu. Ketika agama mereka jadikan dasar negara, hanya kekerasan dan perang yang mereka tuai. Kini agama di negeri-negeri itu tidak lagi dijadikan yang utama dan ternyata kita bisa melihat banyak kemajuan yang mereka raih. Hidup dengan lebih sejahtera dengan teknologi yang maju pesat jauh lebih baik dari negeri kita Indonesia. Dunia juga memberi kita realitas bahwa tidak satupun negara yang sejahteraa saat ini, menggunakan agama sebagai acuan utama atau dasar negara. Justru negara yang menganggungkan agama, berada pada pertikaian tiada akhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tidak berarti kemudian agama harus ditinggalkan. Agama tetap penting untuk kedalam diri kita sendiri. Agama penting agar kita bisa lebih mendengar suara hati kita. Agama penting agar kita punya tuntunan untuk tidak menyakiti sesama manusia atas nama apapun. Agama penting agar kita punya rasa hormat dan terima kasih pada Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika ada yang bertanya pada saya, apa agamamu? Saya akan menjawabnya "Agama saya adalah agama yang mengajarkan Cinta"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-8295660337359443968?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/8295660337359443968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=8295660337359443968&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8295660337359443968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8295660337359443968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/06/jangan-terlalu-serius-beragama.html' title='Jangan Terlalu Serius Beragama'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-3066031500254121782</id><published>2008-06-05T20:36:00.000-07:00</published><updated>2008-06-05T21:03:22.189-07:00</updated><title type='text'>Ketika KIta Kehilangan Rasa Cinta</title><content type='html'>Cinta bisa menyembuhkan. Cintalah yang membuat hati kita sejuk. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan Cinta kasih. Selesaikan semuanya dengan cinta dan kebahagiaan akan selalu menyelimuti kehidupan kita. Bangsa Indonesia telah kehilangan rasa cinta kasih dan akibatnya adalah apa yang kita bisa saksikan saat ini. Konflik dimana-mana dan dengan latar belakang yang nyaris tidak masuk akal. Di Ternate konflik atas nama kepentingan rebutan jadi gubernur. Di Jakarta sejumlah orang AKKBB dianiaya FPI atas nama membela Tuhan (Tuhan Kok di Bela...?) Teriakan-teriakan perang yang berkumandang dari mulut sejumlah tokoh mengiris-iris hati kita karena sama sekali tidak ada sorot cinta dimata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta membuat kita selalu rendah hati. Tetapi Cinta tidak berarti membuat kita lemah. JUstru cinta menguatkan hati kita untuk berdiri diatas kebenaran. Cinta membuat telinga kita peka mendengar suara hati. Cinta pula yang membuat kita mendengar suara-suara Tuhan. Sebarkanlah Cinta Kasih kita kepada semua mahluk semua umat manusia, maka amarah akan terhapuskan dari hati danpikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bangsa ini mau bangkit maka tidak ada kata lain selain kembalikanlah rasa cinta kasih di hati kita semuanya. Biarkan pikirankita kita dipenuhi dengan cinta. Biarkan kata-kata kita dilimpahi dengan rasa cinta. Danbiarkan segala perbuatan kita adalah Cinta. Tidakkah Bumi Nusantara ini akan jauh lebih Indah dan sejuk apabila dari setiap kita mulai dari bangun hingga tidur disetiap harinya selalu berpikir, berkata dan berbuat penuh rasa cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada apapun didalam amarah kecuali kehancuran. Amarah adalah api yang akanmembakar diri kita. Kebenaran manapun bahkan kebenaran Tuhan sekalipun tidak akanmampu kita tegakkan jika ia dibangun dari rasa amarah. Biarkan cinta memenuhi hati dan pikiran kita. Biarkan cinta bekerja menggerakkan hati kita. Tuhan sendiri adalah Cinta, bahkan keseluruhan dari Tuhan adalah Cinta. Perubahan Besar akan Terjadi Pada Negeri Ini bahakn juga pada dunia, Jika kita penuhi hati dan pikiran kita dengan CINTA. Percayalah!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-3066031500254121782?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/3066031500254121782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=3066031500254121782&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3066031500254121782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3066031500254121782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/06/ketika-kita-kehilangan-rasa-cinta.html' title='Ketika KIta Kehilangan Rasa Cinta'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-2707499937488001805</id><published>2008-06-05T01:13:00.000-07:00</published><updated>2008-06-05T01:44:21.413-07:00</updated><title type='text'>Kampung Tak Bertuan</title><content type='html'>Kampung tak bertuan. Itulah perumpamaan untuk tanah air Indonesia yang disampaikan Buya Syafi'i Ma'rif saat dialog di sebuah tv swasta. Saya sependapat dengan mantan Ketua Muhamadiyah ini karena negeri ini seoalah-olah tidak memiliki pemerintahan. Bagimana tindakan kekerasan terus saja mewarnai karena ketiadaan tindakan tegas kepada para pelaku. Lihat saja di Ternate, karena disulut ribut-ribut masalah rebutan jadi gubernur kerusahan kerap melanda. Gambar di TV jelas memperlihatkan orang-orang mengamuk melempari rumah orang lain dengan batu, sementara disampingnya ada polisi tetapi tidak melakukan penangkapan. Sungguh peamndangan yang mengiris hati saya, bagaimana pelaku kekerasan bisa beraksi didepan polisi tanpa ada tindakan apapun dari polisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan tetaplah diperlukan ketegasan. Tegas untuk melindungi rakyat Indonesia dari kekerasan dengan cara apapun, sebab tidak seorangpun warga Indonesia yang bisa dihakimi tanpa melalui proses hukum. Bagimana bisa para pemimpin dan alat-alat negara, makan gaji dari uang rakyat tetapi sama sekali tidak bekerja untuk melindungi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIka Indonesia bisa diibaratkan kampung tanpa tuan, maka itu sama saja dengan menyebut Indonesia adalah rimba raya dimana yang kuat secara fisik itulah yang berkuasa. Slank menyebutkan dalam lagu dengan istilah zaman koboi di texas yang main dar der dor sembarangan tanpa ada penegak hukum yang menegakkan keadilan. Jika benar memang seperti itu, maka sudah saatnya seluruh rakyat negeri ini melakukan pembangkangan sipil. Jangan lagi ada yang membayar pajak dan tunduk pada pemerintahan karena mereka sesungguhnya tidak bekerja. Fisik mereka mungkin bergerak tetapi hati danj iwanya sesungguhnya sedang tertidur lelap. Presiden, Polisi, hakim, jaksa, tentara semuanya sedang tertidur pulas. Ataukah mereka sebenarnya Zombie alias mayat Hidup yang berjalan, berbicara dan mengerjap-ngerjap tetapi sesungguhnya hati nuraninya sudah mati. MEreka, pemimpin-pemimpin negeri ini adalah makhluk tanpa jiwa tanpa hati, karena mereka telah dikuasai kekuatan iblis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-2707499937488001805?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/2707499937488001805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=2707499937488001805&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2707499937488001805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2707499937488001805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/06/kampung-tak-bertuan.html' title='Kampung Tak Bertuan'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-5982477099377640730</id><published>2008-06-02T01:07:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T01:26:12.524-07:00</updated><title type='text'>Siapa Presiden Negeri Ini?</title><content type='html'>Ini cerita tentang Indonesia yang semakin carut marut. Entah siapa lagi yang masih punya telinga dan hati nurani di negeri ini karena pemimpin semuanya sudah micek, mbudeg dan ndableg. Mereka pura-pura buta,pura-pura tuli dan pura-pura tak punya hati nurani. demo menurunkan menuntut harga bbm tidak dinaikkan tidak lagi mempan meski kenyataannya banyak rakyat yang hidupnya susah. urusan ekonomi, memang banyak logika yang sudah didalilkan para pemimpin negeri dengan mengatakan bahwa kebijakan menaikkan harga bbm demi rakyat. saya tidak banyak bisa berkata-kata karena sudah banyak para akhli ekonomi yang coba memberi wacana berbeda dan menurut saya itu sangat masuk logika. Namun toh tak satupun pendapat akhli yang mengatakan bbm tidak usah naik yang didengar pemimpin negeri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang tidak habis saya pikirkan adalah masalah kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang kepada kelompok lainnya di Lapangan Monas Minggu 1 juni lalu. KElompok yang cukup sering bertindak melanggar hukum ini toh tetap saja dibiarkan oleh pemimpin negeri ini melakukan aksinya bahkan didepan aparat hukum. Inikah negeri yang disebut-sebut negara hukum dan penduduknya sangat relijius? Inikah negeri yang dipimpin oleh seorang mantan jenderal dengan disiplin tinggi, bergelar doktor dan tekun melakukan ibadah agamanya? Dimana keadilan, dimana hukum, dimana kekuasaan yang diberikan oleh rakyat untukmelindungi segenap rakyat Indonesia?. Apakah kekuasaan yang dikuasakan kepadanya selama ini hanya untuk dinikmati untuk kesenangan diri dan kelompoknya saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelah, jika memikirkan semua realitas ini. lelah mencari jawaban atas pertanyaan karena hal yang mudah dinegeri ini bisa menjadi begitu sulit dan rumit. Masihkah negeri ini memiliki pemerintahan yang membela kepentingan rakyat? Masihkah negeri ini bernama Indonesia yang berdasarkan atas Pancasila? Siapakah sesungguhnya presiden di negeri ini? Kemanakah ia yang harusnya berwenang melindungi rakyat indonesia?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-5982477099377640730?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/5982477099377640730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=5982477099377640730&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5982477099377640730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5982477099377640730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/06/siapa-presiden-negeri-ini.html' title='Siapa Presiden Negeri Ini?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-7164745302186841837</id><published>2008-04-24T01:12:00.000-07:00</published><updated>2008-04-24T01:38:52.362-07:00</updated><title type='text'>TV Lokal dan nasib Jurnalis</title><content type='html'>Saya mendapat kesempatan menjadi narasumber dalam diskusi yang dilaksanakan teman-teman Aliansi Jurnalistik Independen Semarang Kamis (24/4). Sebenarnya undangan untuk Baak Isamngoen Notosapoetro (Mbah Mangun), Presiden Komisaris Tv Lokal tempat saya bekerja. Tetapi karena beliau ada satu urusan, saya yang diminta menggantikan. Topiknya tentang TV Lokal Kritik dan Prospeknya dimasa Depan. Nampaknya tema ini diangkat karena ada kegelisahan diantara teman-teman jurnalis yang dipicu pembelian TV lokal oleh pemodal-pemodal kuat dari Jakarta. Dampaknya adalah ketidakjelasan nasib para jurnalis yang bisa dikatakan sudah berjuang sejak awal membangun TV lokal. Kasus seperti ini mungkin tidak hanya terjadi di Semarang tapi disejumlah TV lokal didaerah lain. Para pemodal kuat sedang mengincar TV-TV Lokal untuk dikuasai mengantisipasi adanya ketentuan siaran sistem berjaringan (SSB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba memahami bagaimana kondisi teman-teman jurnalis, karena meski kini saya lebih banyak ngurusi soal menajemen TV lokal, saya juga tetap seorang jurnalis. Tidak bisa dibantah bahwa banyak TV lokal yang masih "berdarah-darah" karena terjadinya kesenjangan yang banyak anatar pemasukan dan pengeluaran. Biaya operasional yang tinggi tidak sebandaing dengan pendapatan. Ini mengakibatkan owner tv lokal yang nyerah dan berminat menjual tv lokalnya kepada yang mau membeli. Ini untuk menyelamatkan aset yang sudah mereka tanam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya urusan rugi stasiun televisi, tidak hanya milik tv lokal. TV nasional juga banyak yang rugi, bahkan jumlahnya sampai beratus-ratus milyar. Tetapi yang sangat aneh adalah banyak yang masih tertarik menanamkan modalnya di bisnis penyelenggara siaran televisi. Ketika ini menjadi sebuah realitas, tidak berarti kemudian keberadan tv lokal pantas diragukan eksistensinya. Sebaliknya TV lokal keberadaannya perlu mendapat dukungan dari semua pihak terutama dari para elite-elite lokal. Urusan TV lokal tidak semata-mata bisnis. TV lokal ada untuk bisa menjadi warna lain, ia adalah bentuk perlawanan kultural orang-orang lokal atas berkuasanya TV nasional dilayar kaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang pesimis akan kehadiran TV lokal, banyak yang memandangnya dengan sebelah mata. Apalagi ketika tampilan TV lokal kalah kelas dibanding tv nasional. Tapi persepsi ini seharusnya bisa digeser pada tataran bahwa TV lokal adalah bentuk dari rasa jengah orang lokal untuk bertarung dengan pemain-pemain penuh modal yang mengendalikan Indonesia ini hanya dari sudut pandang Jakarta. Banyak kekuatan yang bisa digarap oleh tv lokal dengan menggandeng komponen-komponen lokal. Ini yang mungkin saat ini belum bisa dilaksanakan kecuali dibeberapa daerah seperti di Bali. Kuatnya indentitas dan jati diri masyarakat Bali menjadikan media tv lokal di Bali tidak bisa dipandang sebelah mata. Kondisi serupa tidak dimiliki oleh masyarakat didaerah lain salah satunya di Semarang. Hal ini menjadi tantangan yang tidak ringan bagi TV lokal yang masyarakatnya sudah lebih metropolitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya kesadaran atas ekssistendi TV lokal tidak terbangun ditataran pemilik dan pengelola TV. Sisi Idealisme pendirian tv banyak yang dilupakan tertutupi oleh kepentingan bisnis semata. Akibatnya banyak tv lokal yang tidak siap atas tantangan yang mereka hadapi.Ketika sudah benar-benar kolaps, jalan pintas diambil, tv pun dijual.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling penting dalam menghadapi tantangan ini adalah kekuatan yang ada didalam tv lokal itu sendiri. Komponen yang ada di TV lokal, pengelola dan karaywan termasuk para jurnalisnya harus kerjasama bahu membahu membangun kekuatan TV lokal. KOmponen internal ini harus menjadi pejuang-pejuang tangguh untuk memberi sesuatu terbaik kepada masyarakat sehingga TV lokalnya menjadi kuat dan dengan demikian masyarakat akan mendukung mereka. Darisinilah kemudian urusan bisnis bisa menjadi lebih lancar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-7164745302186841837?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/7164745302186841837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=7164745302186841837&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7164745302186841837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7164745302186841837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/04/tv-lokal-dan-nasib-jurnalis.html' title='TV Lokal dan nasib Jurnalis'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-5490520100178122393</id><published>2008-04-20T21:27:00.000-07:00</published><updated>2008-04-20T22:20:44.459-07:00</updated><title type='text'>Dari mana sikap susah Disiplin Bangsa Indonesia?</title><content type='html'>Topik senin, 21 April 2008, Talk show "Ngobrol Bareng Mbah Mangun" yang saya asuh bicara tentang masalah disiplin dan karakter yang &lt;em&gt;nggampangke&lt;/em&gt;. Mbah Mangun bicara bahwa soal disiplin itu sangatlah penting. Jika satu bangsa mau maju dan sejahtera, maka disiplin adalah modal dasar yang harus dimiliki. Seorang yang disiplin akan lebih mengharagai segala sesuatu dengan proporsinya. Bayangkan jika sebuah bangsa manusia-manusia nya adalah orang-orang yang disiplin, dipastikan banyak kemajuan yang bisa diraih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaitannya dengan karakter manusia Indonesia yang suka &lt;em&gt;nggampangke&lt;/em&gt;, maka ketiadaan disiplin bermula dari hal ini. Karakter yang suka anggap enteng masalah, menjadikan disiplin sangat sulit ditemui pada sosok manusia Indonesia. Lantas apakah ini semua merupakan karakter asli bangsa Indonesia? Mbah Mangun tidak bisa memberi jawaban pasti. "Saya tidak berani memastikan," katanya. Terlebih lagi saya ajukan pertanyaan ini diawali dengan latar belakang nenek moyang nusantara yang pernah mengalami masa keemasannya ketika imperium Majapahit berada pada masa puncaknya. Mbah Mangun mengajukan prediksi bahwa karakter bangsa Indonesia sekarang ini adalah akibat dari penjajahan yang berabad-abad oleh bangsa Asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, kata Mbah Mangun, karakter Priyayi orang jawa. Dulu para priyayi memiliki sikap satrio utomo. Karakter kaum bangsawan memang benar-benar digembleng untuk emnjadi sosok yang tangguh. Tetapi Belanda kemudian meninabobokan para priyayi sehingga karaklter mereka menjadi lemah. Sayangnya karakter ini kemudian terus melekat dan seolah-olah menjadi bagian utama dari golongan bangsawan/pemimpin. Celakanya para pemimpin dijaman kemerdekaan, menganggap karakter priyayi yang negatif adalah bagian integral dari mentalitas mereka. Jadi kalau sekarang kita melihat karakter pemimpin negeri ini yang seolah-olah bersikap dan bertindak seperti raja, maka itu adalah terjemahan yang salah atas prilaku priyayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan negara-negara yang lebih maju, katakanlah eropa atau amerika, maka sikap disiplin dan lebih tangguh nya tidak lepas dari sejarah panjang yang dialami bangsa tersebut. Mereka adalah orang-orang sekuler, tetapi soal disiplin mungkin jauh lebih baik dari orang Indonesia. "Dulu mereka juga orang-orang yang fundamentalis," tegas Mbah Mangun. Mereka bahkan berperang atas nama agama, perangnya sampai berabad-abad. Tetap kemudian mereka belajar, bahwa agama tidaklah segala-galanya. Agama dipandang sebagai sesuatu yang harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata sosial kemanusiaan. Disiplin berTuhan nya kemudian diwujudkan dengan disiplin bekerja. Agama dijadikan tuntunan untuk menjadikan diri mereka sosok yang tangguh dan pejuang keras mengejar kesejahteraan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Indonesia, agama berhenti hanya sebatas ritual. Dalam urusanini orang Indonesia tidak lagi berkarakter &lt;em&gt;nggampangke&lt;/em&gt;. Mereka sangat serius, saking seriusnya, lalu kekerasan atas nama agamapun sering muncul. Orang Indonesia sembahyangnya luar biasa khusyuk dan tepat waktu. Ritual besarpun tak tanggung-tanggung digelar secara rutin. Dana ratusan juta rupiah dikeluarkan agar ritualnya bisa dianggap utama. Ya, semuanya behenti sampai disitu. Tidak ada terjemahan lebih lanjut, bahwa kerelaan mereka berkorban waktu dan materi agar dapat beribadat tepat waktu dan utama tidak diwujudkan juga dengan kesediaan mengerjaan pekerjaan tepat waktu dan menolong sesama. Displin beribadat tidak menurun pada disiplin kehidupan sehari-hari. Inilah yang juga menjadi akar kelemahan orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Indonesia itu, tegas Mbah Mangun, hanya khusyuk ber ritual tetapi tidak khusyuk dalam bekerja. Sampai demikian khusyuknya ber ritual, kebenaran pun kemudian merasa dikuasai penuh. Kebenaran hanyalah milik kelompok mereka, yang lain dianggap pantas ditiadakan. Padahal urusan ke Tuhan-nan adalah urusan keyakinan. Mbah Mangun tidak sepakat kalau hal ini diperdebatkan. "Kalaupun mereka dianggap menyimpang dari ajaran Tuhan, biarlah Tuhan yang menghukumnya," kata Mbah Mangun. Tetapi yang terjadi sekarang di Indonesia, orang sudah ber Tuhan, bertindak tidak melanggar hukum tetapi dianggap sesat dan layak mengalami represi. "kalau mereka mencuri atau korupsi, ya memang harus dihukum," kata Mbah Mangun. Agama itu adalah Jalan seseorang untuk mencapai Tuhan nya. Jadi, ia tidak bisa didebat, digugat apalagi dianggap sesat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Indonesia masih mengaburkan antara Agama dan politik. Bahkan mungkin orang Indonesia banyak yang menjadikan agama sebagai alat politik untuk meraih kekuasaan. Padahal agama seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang menjiwai dan tuntunan. Agama adalah untuk kemanusiaan. Agama bukan untuk dirinya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-5490520100178122393?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/5490520100178122393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=5490520100178122393&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5490520100178122393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5490520100178122393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/04/dari-mana-sikap-susah-disiplin-bangsa.html' title='Dari mana sikap susah Disiplin Bangsa Indonesia?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-3888448562181329261</id><published>2008-04-15T01:53:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T02:20:05.210-07:00</updated><title type='text'>Tuhan Tidak Perlu di Bela</title><content type='html'>Ketika perang antar pendukung agama berbeda meletus di sejumlah daerah di Indonesia beberapa waktu lalu, Gus Dur pernah berkata "Tuhan kok di Bela?". Ada benarnya juga jika direnungkan omongan mantan Presiden RI ke-4 ini. Tuhan itu kan sudah maha segalanya, trus kenapa harus ada yang membelanya sampai mati-matian bahkan sampai ada yang perang?. Kenyataannya banyak perang terjadi dari dulu sampai sekarang ini yang mengatasnamakan Tuhan. Mereka adalah pembela Tuhan, yang merasa diberi kekuasaan penuh untuk membunuh manusia lainnya yang dianggap menghina Tuhannya. Tuhan bisa dihina? Kalau Tuhan maha suci, mungkinkah Tuhan bisa dikotori oleh pikiran dan kelakukan manusia?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia terlalu Jumawa untuk mengaku dirinya mampu membela Tuhan. Tuhan terlalu Agung untuk semua tindakan-tindakan manusia di seluruh alam semesta ini yang mengatasnamakan Tuhan. Tuhan itu adalah maha segala-galanya, yang tidak perlu dibela dari mereka yang menistakanNya. Tuhan sudah maha mengetahui soal apa yang harus dilakukan kepada manusia-manusia yang bermaksud merendahkanNya. Jadi... benar kata Gus Dur Tuhan kok di bela?. Kalau kita meyakini Tuhan memang maha segala-galanya, biarkan saja tangan-tangan Nya melakukan yang dianggap perlu. Kalau kita manusia paling penting tetap meyakini Tuhan itu ada dan akan selalu ada dimanapun dan kapanpun. Biarkan saja Tuhan itu ada di dalam semua yang ada di alam semesta ini. Nikmati kehadiranNya, resapi kemaha agunganNya dan biarkan suara-suara Tuhan menuntun kita. Kehadiran Tuhan adalah untuk menuntun kita, membahagiakan dan menyenangkan jiwa kita. Tuhan tdak hadir untuk membuat kita saling hujat, saling aniaya dan saling bersitegang. Tuhan juga akan tetap ada meski tiada satupun agama manusia dialam semesta ini yang mengakuiNya ada. Tuhan hidup dan akan tetap hidup didalam hati manusia. Sepert kata Mahatma Gandhi "Suara Hati adalah suara Tuhan". Disemua mahluk hidup bersemayam Tuhan, karena itu cintailah semua mahluk. Tidak ada satupun perang manusia di dunia ini yang bisa dibenarkan jika itu diatasnamakan Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-3888448562181329261?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/3888448562181329261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=3888448562181329261&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3888448562181329261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3888448562181329261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/04/tuhan-tidak-perlu-di-bela.html' title='Tuhan Tidak Perlu di Bela'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-2749601565513372092</id><published>2008-04-14T01:32:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T02:06:51.891-07:00</updated><title type='text'>Tempat Ibadah, Rumah atau Penjara Tuhan?</title><content type='html'>Indonesia adalah bangsa yang relegius. Itulah yang sering diucapkan orang-orang kita, setidak-tidaknya dari para pemuka agama. Salah satu bukti fisik yang bisa dilihat adalah tersebarnya ratusan ribu rumah ibadah dari semua agama di tanah nusantara ini. Tetapi meski demikian, bangsa Indonesia menunjukkan kelakukan yang luar biasa bertolak belakang dengan manusia yang religius. Salah satunya adalah sifatnya yang sarakoh. Sarakoh ini tingkatannya, menurut Mbah Mangun-kawan diskusi saya di TV- lebih tinggi dari serakah.Uang rakyat dikorupsi habis-habisan oleh para pejabat negara dan para abdi negara (baca PNS). Alhasil, Indonesia termasuk dalam dijajaran negara elit paling korup didunia. Ini prilaku luar biasa dari bangsa yang tidak satupun penduduknya tidak memeluk agama atau tidak percaya pada Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal rumah Ibadah dari berbagai agama yang tersebar luas di bumi nusantara ini. Saya tidak mengetahui persis, apa yang ada dibenak orang Indonesia ketika membangun rumah ibadah agamanya masing-masing. Apakah mereka ingin agar Tuhan punya rumah yang bagus sehingga dengan nyaman berstana di sana,atau justru malah ingin agar Tuhan bisa dipenjarakan sehingga perbuatannya yang melanggar hukum agama tidak diuatk-atik Tuhan. Tetapi kalau dipikir-pikir, jikapun benar yang ada dibenak orang Indonesia adalah yang pertama yakni membangun rumah Ibadah agar TUhan punya rumah yang nyaman, jangan-jangan maksud akhirnya sama juga yakni agar TUhan diam saja di Rumah Ibadah itu lalu lupa ngontrol perbuatan manusia yang busuk-busuk. Saya berhrap dugaan saya ini salah, sebab kalau benar demikian, betapa dangkalnya pandangan kita tentang Ketuhanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, realitasnya sangat menyulitkan kita mendapatkan gambaran pasti tentang pola pikir manusia-manusia Indonesia itu. Ritual semua agama di sini saya yakin sudah sangat OK. Banyak yang berdoa sambil menangis, seakan-akan begitu khusyuknya. Ratusan jutapun tak tanggung-tanggung dihabiskan untuk menggelar sebuah ritual. Prilaku ini jelas menunjukkan orang Indonesia tunduk hormat sama Tuhan-nya. Manusia Indonesia mengakui Tuhan itu maha Agung, Maha Besar dan tidak satupun didunia ini yang luput dari Tuhan. Atas dasar hal ini, fakta bahwa Indonesia bangsa paling korup didunia semakin sulit diterima menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Bangsa religius yang korup? Mana mungkin bisa terjadi? Tetapi inilah yang harus diterima sebagai kenyataan. Korupsi hanya satu saja dari banyak dosa massal yang dilakukan bangsa ini. Tingginya tingkat kekerasan terhadap sesama manusia bahkan yang dilakukan atas nama Agama dan membela Tuhan, adalah fakta lain betapa bangsa religius ini juga bisa menjadi begitu keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Mangun mengatakan, "Bangsa ini sudah terlalu sakit dan nekat, karena Tuhan saja sudah berani ditipu," katanya. Manusia apa yang berani menipu Tuhan, sementara ia mengaku sangat berTuhan? Manusia Indonesia adalah manusia yang paradoksal. Satu sisi mengakui dirinya A tetapi perbuatannya sama sekali tidak mencerminkan A melainkan X, Y bahkan Z. Tidak ada satu kesatuan antara pikiran, ucapan dan tindakkannya. Ironisnya prilaku ini dicontohkan para pemimpinnya, para elite politiknya sampai para elite agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Msaih kata Mbah Mangun, Manusia Indonesia mungkin menyembah Tuhan yang ada di hadapannya, tetapi sekaligus juga membiarkan tengkuknnya diduduki oleh Iblis. Ketika sudah tidak lagi dirumah Ibadah, iblis masih tetap dibiarkan menunggangi tengkuknya bahkan dibiarkan menyusup kedalam relung otak mereka. Ataukah sebenarnya kita lebih baik mengakui bahwa Tuhan itu sebenarnya sudah Mati? Kitalah yang telah membunuh Nya beramai-ramai. Tetapi kemudian kita kembali menghidupkan Nya, membunuh Nya lagi dan begitu seterusnya tergantung kepentingan pribadi kita. Semua ini karena kita sudah sulit membedakan atau membaurkan urusan agama dan politik, mengaburkan kepentingan pribadi diatas nama Tuhan. Sehingga banyak dari kita yang fasih menyebut nama besar Tuhan dihadapan manusia lain, tetapi kemudian mengkhianati Nya dibelakang. Seperti indahnya rumah-rumah ibadah yang kita bangun, megah mentereng, tetapi kita membakar mati Tuhan di dalam hati dan nurani kita sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-2749601565513372092?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/2749601565513372092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=2749601565513372092&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2749601565513372092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/2749601565513372092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/04/tempat-ibadah-rumah-atau-penjara-tuhan.html' title='Tempat Ibadah, Rumah atau Penjara Tuhan?'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-8352204555076936317</id><published>2008-04-11T18:53:00.000-07:00</published><updated>2008-04-11T19:29:49.690-07:00</updated><title type='text'>Bangsa ini Sakit Keras</title><content type='html'>Saya mengasuh satu acara di televisi lokal di Semarang. Nama acaranya "Ngobrol Bareng Mbah Mangun". Acaranya talk show dengan Bapak Ismangoen Notosapoetro atau Mbah Mangun, seorang tokoh masyarakat di Semarang. Pengalaman beliau cukup banyak di berbagai bidang seingga membuat beliau memiliki sejumlah pemikiran-pemikiran yang sederhana namun pas untuk dijadikan solusi bagi berbagai persoalan sosial yang dihadapi selama ini. Kami tidak maksud menggurui atau menceramahi pemirsa dengan materi obrolan, melainkan sekedar memberi wacana-wacana yang semoga saja bisa bermanfaat bagi pemirsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat 11 April 2008 saya mengangkat topik tentang nasib rakyat dan pejabat publik. Selama ini dua sisi ini selalu saja nampak bertolak belakang. Rakyat banyak yang semakin susah, pejabat publik banyak yang semakin kaya raya. Ironisnya banyak dari pejabat ini jelas-jelas hidup dari uang rakyat sebagian besar diraup melalui korupsi. Korupsi bisa saja dilegalkan melalui hukum atau aturan atau bisa juga melalui jalan gelap yakni suap menyuap.Meski ada beberapa yang sudah tertangkap tangan dan diancam dimejahijaukan karena suap menyuap, toh tidak menghentikan niat pejabat publik di Indonesia untuk berkorupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Mangun dengan tegas mengatakan bahwa kelakukan pejabat publik yang tidak peduli dengan penderitaan rakyat dan asyik korupsi adalah cermin dari sakitnya bangsa ini. Bahkan sakit bangsa ini sudah terlalu kronis. Hanya saja, kata Mbah Mangun, rakyat negeri ini tidak mau mengakui penyakinya. "Kita sering mengatakan korupsi harus dilawan, tetapi coba kalau kita diberi kesempatan untuk menjadi pejabat, kemungkinan besar kita juga akan melakukan korupsi," katanya. Maka sesungguhnya seluruh rakyat Indonesia tidak benar-benar menganggap korupsi sebagai suatu penyakit yang harus disembuhkan karena membiarkannya tetap ada dalam diri rakyat Indonesia sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang dilakukan kini, mungkin sulit untuk menyembuhkan penyakit kronis bangsa Indonesia sebelum penyakit itu benar-benar diakui telah menjangkiti negeri ini. Apapun yang terjadi atas bangsa ini, lanjut Mbah Mangun mestinya dilihat sebagai persoalan karakter rakyat Indonesia itu sendiri. Kalau pejabat publiknya sakit, maka sumber sakitnya adalah rakyat sendiri. Palagi dengan sistem pemilihan langsung untuk kepala daerah. Banyak kepala daerah yang pernah menjadi tersangka korupsi, tetap saja dipilih rakyat hanya karena diberi uang. Banyak koruptor yang dilingkungan rumahnya dihormati, disanjung-sanjung dan selalu diberi prioritas karena berani menyumbang uang demi kampung dalam jumlah besar. "Rakyat tidak pernah peduli apakah itu uang hasil korupsi atau uang haram", katanya. inilah yang kemudian menjadikan para penjahat perampok uang rakyat tidak pernah merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah melanggar hukum negara dan agama. Korupsi adalah dosa, tetapi rakyat tidak mempedulikannya karena uang hasil korupsi dan uang dari hasil kerja keras sama-sama bisa dibelanjakan untuk beli beras. Urusan dosa, adalah urusan nanti di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang Indonesia adalah orang yang tidak takut dengan Tuhan, tetapi mereka sangat takut pada agama," Kata Mbah Mangun mengutip pernyataan seorang Kiai. Ya, orang Indonesia tidak pernah takut dengan Tuhan karena menganggap Sorga itu bisa dibeli dengan melakukan sebanyak-banyak ritual dan perjalanan keagamaan. Ada dua pemahaman yang dibingungkan oleh orang Indonesia. "Agama iku sandangan wong urip?" atau "agama iku sangu ne wong mati?" orang indonesia lebih banyak memahami yang kedua. Jadi agama hanyalah dilakukan dan penting hanya untuk bekal mati, hidup enak di sorga. Semnetara agama sebagai bagian dari manusia ketika hidup yang mengharuskan manusia melaksanakan upaya-upaya kemanusiaan tidak dianggap penting. Jadilah kemudian banyak orang menjadi koruptor agar bisa melaksanakan ritual agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakitnya bangsa ini dibuktikan ketika mereka, para koruptor ini tidak pernah diberi hukuman sosial di masyarakat. Mereka malah disanjung-sanjung dielu-elukan dan dijadikan panutan. Puncaknya ketika sanga raja koruptor di Indonesia meninggal, televisi menyiarkannya dengan iringan lagu gugur bunga. Akh, bangsaku sedang sakit keras, mungkinkah engkau akan sembuh?? Mbah Mangun kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan saya ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-8352204555076936317?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/8352204555076936317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=8352204555076936317&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8352204555076936317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8352204555076936317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/04/bangsa-ini-sakit-keras.html' title='Bangsa ini Sakit Keras'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-6245789687868185757</id><published>2008-03-24T01:39:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T01:40:06.223-07:00</updated><title type='text'>Sikap Permisif Orang Bali Kebablasan</title><content type='html'>Banyak perubahan terjadi pada sosio cultural masyarakat Bali. Perubahan pola prilaku dan pandangan adalah yang utama. Salah satunya adalah sikap permisif orang-orang Bali atas sesuatu yang melanggar norma etika dan ajaran agama memang sudah melebihi ambang batas. Akibatnya banyak tindakkan yang tidak lagi mengindahkan norma etika moral dianggap sebagai hal yang biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks korupsi, lihatlah bagaimana perlakukan masyarakat kepada mereka yang patut diduga sebagai koruptor,dihormati, dielu-elukan dan diberikan tempat terhormat. Mungkin disekeliling kita banyak yang menjadi pelaku korupsi, mungkin pejabat rendahan di kelurahan misalnya, sampai pada pejabat tinggi di kecamatan atau kabupaten/kota dan seterusnya. Meski mereka layak di duga dan mungkin sudah ada yang pernah diperas, toh para pejabat ini tetap dihormati. Bahkan yang lebih gila lagi, ketika pemilihan dilakukan secara langsung, mereka yang terindikasi koruptor ini justru dipilih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lingkup yang lebih kecil, sikap permisif ditunjukkan masyarakat dengan memberi ruang kepada pelanggar-pelanggar nilai moral, etika, dan ajaran agama. Bebotoh, penjudi sampai pelaku selingkuh tidak mendapat perlakukan apapun karena sudah dianggap sebagai hal biasa. Yang paling nyata bisa dilihat dalam konteks prilaku masyarakat Bali yang pemisif adalah soal Seks bebas. Orang tua tidak risi lagi ketika anaknya yang masih pacaran sudah tidur satu kamar dengan sang pacar dirumahnya! Prilaku ini sudah tidak dianggap “ngeletehin”, bahkan orangtua merasa senang kalau anak dan pacarnya sudah seperti suami istri padahal belum resmi menikah. Di Jawa, orang tua masih berusaha memegang teguh prinsip-prinsip menentang seks bebas. Kalau anaknya sudah terlihat gejala-gejala tidak tahan mau kawin, orangtua akan cepat-cepat mendorong mereka agar menikah. Pokoknya jangan sampai hamil sebelum menikah, karena kalau sampai terjadi, orang tua akan malu bukan main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dalam soal judi tajen, meceki, dipura atau dirumah orang punya hajatan. Coba kalau ada yang berani dengan tegas melarang. Saya yakin orang yang melarang itu justru akan dicemooh, di”walek” habis-habisan dan diberi gelar sok suci. Akibatnya prilaku judi maceki dan tajen jadi lumrah, sudah jadi kebiasaan. Ironisnya prilaku-prilaku ini kemudian dianggap bukan lagi hal yang harus dikatagorikan melanggar ajaran agama. Apalagi kalau pemangkunya juga ikut main ceki dan metajen. Lalu hal yang menunjukkan betapa luar biasanya sikap permisif yang bisa membunuh kita bersama-sama ini bukan dianggap hal yang gawat. “Semua ini adalah realitas yang biasa-biasa saja” kata banyak orang Bali. Akh, saya semakin tidak paham. Entahlah, mungkin ketika tiba saatnya nanti orang Bali saling bunuh dan itu dilakukan orang banyak, maka itu juga akan jadi hal biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-6245789687868185757?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/6245789687868185757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=6245789687868185757&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6245789687868185757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/6245789687868185757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/03/sikap-permisif-orang-bali-kebablasan.html' title='Sikap Permisif Orang Bali Kebablasan'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-346707663319749187</id><published>2008-03-09T21:34:00.000-07:00</published><updated>2008-03-10T00:43:24.122-07:00</updated><title type='text'>Tibalah masa Keemasan Para Bebotoh Bali</title><content type='html'>Membaca berita Bali Post (Senin, 10 maret 2008)tentang Mangku Pastika Rangkul Bebotoh, saya langsung bergumam, "Maka kini, Tibalah Masa Keemasan Para Bebotoh Bali!,". Ada cahaya terang didepan mata bebotoh tentang aktivitas adu ayam yang menjadi hobi mereka. Setidak-tidaknya keberadaan mereka benar-benar dianggap ada dan apa yang menjadi "bidang pekerjaan" mereka diakui dan akan dilindungi. Para bebotoh layak bersorak gembira dan bersuka ria. Tidak diragukan lagi, para bebotoh pasti akan memberi dukungan kepada Mangku Pastika-Puspayoga untuk jadi Gubernur Bali. Sebuah langkah yang sangat strategis,populis dan paling pragmatis untuk memenangkan pertarungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi saya ini sekaligus juga sebuah langkah yang sangat ironis dan menunjukkan kualitas seorang Mangku Pastika sebagai seorang pemimpin. Sedemikian ber-kilau-nya-kah kursi Gubernur itu sehingga tindakan yang menunjukkan rendahnya ketangguhnya jiwa sosok Mangku Pastika ini harus dilakukan? Adakah Kursi Gubernur adalah segala-galanya, sehingga hal-hal paling prinsipil mengenai masa depan moralitas manusia Bali harus dikorbankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, Tajen adalah sebuah tradisi yang ada sejak dulu. Tepat, jika tajen harusnya tidak begitu saja dilarang. Tajen sebagai sebuah aktivitas tradisi, mengambil contoh di negeri Thailand diberikan wilayah untuk bisa tetap hidup. Di Bali Tajen juga memiliki dimensi magis yang wajib ada karena jika tidak, berdasarkan mitos akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan diarena tajen mungkin juga ada dewa nya. TEtapi, Realitas..nya tajen juga tidak terbantahkan adalah aktivitas yang banyak mengandung unsur melanggar aturan-aturan dasar moralitas. Berapa luas tanah warisan leluhur manusia Bali yang sudah ludes diarena tajen? Ada berapa bebotoh yang "otak" nya memang benar-benar waras?? Berapa orang yang sudah jatuh miskin karena Tajen?? Lantas apa yang menguntungkan dari keberadaan tajen?? Saya tidak bisa memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Mungkin Mangku Pastika dan tim suksesnya bisa ditanyakan mengenai hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari simak tindakan mengundang para bebotoh kemudian menyatakan didepan mereka bahwa tajen merupakan hal yang layak dipertahankan. Adakah arti lain dibalik sikap dari MAngku Pastika ini?. Saya melihatnya hanya ada satu yakni niatan untuk menang Pilkada. Hanya saja, langkah ini adalah jalan menang dengan menghalalkan segala cara. Maka...bersorak sorailah para bebotoh di Bali, karena masa keemasan para bebotoh sudah menghampar didepan mata. Selamat kepada Mangku Pastika yang sudah bertindak "cerdas" menggunakan salah satu kekuatan "politik" paling efektif saat ini yang ada di Bali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well... Pak Mangku, bermesraanlah dengan para bebotoh dan reguklah nikmatnya kursi gubernur jika nanti Anda terpilih. Ketakutan akan kekalahan sepertinya membuat banyak dari kita termasuk Anda mengambil langkah-langkah yang rada-rada kurang sehat akal dalam konteks nilai moral etika universal. Tidak banyak dari kita yang berani bertarung diarena dengan mengedepankan keteguhan hati berdiri diatas moral etika, tanpa rasa takut sedikitpun untuk menerima kekalahan. Mungkin menurut Pak Mangku, hasil adalah segala-galanya, sementara proses diabaikan meski itu berarti harus melegalkan sesuatu yang bisa merugikan masa depan Manusia-manusia Bali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-346707663319749187?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/346707663319749187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=346707663319749187&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/346707663319749187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/346707663319749187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/03/tibalah-masa-keemasan-para-bebotoh-bali.html' title='Tibalah masa Keemasan Para Bebotoh Bali'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-7687642082726823371</id><published>2008-03-03T19:23:00.000-08:00</published><updated>2008-03-03T20:14:20.095-08:00</updated><title type='text'>Nusantara, Pusat Peradaban Dunia</title><content type='html'>Nenek moyang bangsa Nusantara, khususnya Pulau Jawa adalah pencipta kebudayaan dunia. Leluhur bangsa Nusantara (Indonesia) merupakan manusia-mansuia tangguh dan cerdas, pencipta peradaban dunia. Bahkan jauh sebelum tahun masehi, kerajaan nusantara adalah penguasa duapertiga wilayah bumi. India dulu hanyalah salah satu kadipaten dari kerajaan yang berpusat di pulau Jawa. Sumber dari peradaban dunia bisa dikatakan semuanya bermula dari Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya memberikan kita gambaran bahwa nenek moyang bangsa Indonesia bukan orang-orang terbelakang. Kalau kemudian sejarah dunia saat ini tidak memposisikan peradaban nusantara sebagai sumber dari peradban dunia, maka itu tidak lebih bagian dari kerja-kerja ilmuan dari belahan dunia barat yang ingin mengingkari realitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terkejut mendengar penjelasan ini dari seorang teman baru ketika saya usai mengikuti sebuah acara beberapa waktu lalu di Semarang. Teman ini orang Semarang, tetapi kini merasa lebih enjoy bermukim di Jogja. Raut wajahnya nampak serius menceritakan semuanya kepada saya yang menunjukkan ia sungguh-sungguh. Bahkan teman saya ini punya komunitas yang sedang berusaha mengungkap kebesaran peradaban Nusantara. Jejak arkeologi sedang terus digali untuk memberi gambaran tentang kemahaagungan nenek moyang kita. "tunggu saja, kami akan buktikan nanti. Tetapi ini bukan pekerjaan mudah untuk membuat dunia percaya karena sudah lama dicekoki sejarah yang dibuat ilmuan barat,"katanya yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang teman baru saya ini diceritakan kepada saya. Misalnya tentang cerita Mahabrata adalah cerita nyata yang sesungguhnya terjadi di Nusantara. Kerajaan Astina itu adalah kerajaan di Nusantara. Ini berarti tokoh-tokohnya yakni para Pandawa dan Kurawa bukanlah orang Hindustan di Tanah India, melainkan orang-orang Jawa!!. Keterlibatan kerajaan-kerajaan lainnya dalam perang Berathayudha adalah kerajaan-kerajaan kecil yang berada dibelahan dunia lainnya. Ini menegaskan bagaimana Kerajaan Nusantara adalah sebuah wilayah dengan kekuatan dan kekuasaan politik yang sangat besar karena bisa menyeret kerajaan lainnya untuk berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan nenek moyang kita juga ditunjukkan dengan keberadaan Candi Borobudur. Candi ini, kata teman ini, sudah ada jauh sebelum tahun masehi dikenal. Jadi anggapan ilmuan yang menyatakan bahwa candi ini dibangun pada abad ke-8 masehi tidaklah benar. Patung didalam candi borobudur juga bukan Patung Budha melainkan patung Raja Saylendra yang kebetulan mencapai tahap perjalanan Bathin mirip dengan yang dialami Sidhartha Gautama. Diceritakan bahwa Raja Saylendra membuat Candi Borobudur setelah mencapai perjalanan sampai nirwana. Salah satu yang diingat Saylendra adalah suara musik di alam nirwana yang begitu melekat dipikirannya. Lalu Saylenra berusaha menemukan/mencipatakan alat yang bisa mengeluarkan suara seperti yang diingatnya. Dari pencarian ini dicipatakanlah gambelan yang dijawa dikenal dengan gambelan laras selendro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi nenek moyang bangsa Indonesia adalah mereka-mereka yang menjadi pencetus peradaban dunia. Nusantara adalah pusat dari peradaban dan asal muasal dari semua peradaban di planet bumi ini.  Benar atau tidak, percaya atau tidak, kembali kepada diri kita. Anggaplah semua cerita kawan ini benar, maka sangat pantas bagi kita untuk bangga kemudian menguatkan rasa percaya diri kita bahwa kita adalah manusia-manusia unggul. Kalau kemudian kita menjadi terpuruk seperti saat ini, maka itu semua karena ulah kita yang melupakan asal-usul kita. Siapa sesungguhnya kita dan darimana kita berasal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-7687642082726823371?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/7687642082726823371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=7687642082726823371&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7687642082726823371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7687642082726823371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/03/nusantara-pusat-peradaban-dunia.html' title='Nusantara, Pusat Peradaban Dunia'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-3726389981289267984</id><published>2008-02-18T00:38:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T00:50:47.998-08:00</updated><title type='text'>Lenyapnya Keteguhan Hati Orang Bali</title><content type='html'>Bali menuai buah dari sikap masyarakatnya yang begitu permisif atas beberapa perbuatan yang dianggap sangat bertentangan dengan norma dan etika. Apa yang terjadi beberapa waktu belakangan menyangkut maraknya tindakan kekerasan bahkan sudah sampai pada pembunuhan adalah hasil dari sikap bermalas-malasan mayarakat Bali untuk menjaga dirinya agar bisa menjadi manusia yang memegang teguh kejujuran dan kebajikan. Orang-orang Bali adalah para pemalas yang membiarkan sampah-sampah pragmatisme memenuhi pikiran-pikiran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat ketika masih kecil, betapa seorang bebotoh begitu dicemooh oleh lingkungan masyarakat sekitarnya. Tetapi lihat kini, bebotoh justru sudah dianggap orang-orang normal dan bahkan tidak sedikit yang dipilih jadi anggota DPRD. Para bebotoh dan preman tidak sedikit pula yang menjadi kepala desa, kelian banjar atau mungkin bahkan bendesa adat. Alahsil preman dan bebotoh lebih dihormati dan ditakuti daripada polisi. Akibatnya banyak prilaku yang tidak pantas karena menentang etika dan norma, kini menjadi hal yang diangap lumrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dulu, bazzar dibalai banjar dilaksanakan tanpa terlalu banyak menjual bir, karena meminum minuman keras juga adalah hal yang sangat tabu. Saya masih ingat ibu saya, yang meski hanya lulusan SD sangat marah ketika saya minum tuak manis. “Minum tuak itu perbuatan setan!” katanya tegas. Tetapi kini, Bazzar kurang afdol tanpa minum bir berkrat-krat. Bazzar tidak akan menuai untung belasan hingga puluhan juta rupiah, jika tidak bisa menjual berpuluh-puluh krat bir. Ironisnya untung bazzar dari menjual bir itu dipakai membiayai upacara mlaspas balai banjar atau pura. Saya ragu untuk memastikan apakah uang dari bazzar menjual “Air setan”—bir—itu memiliki kelayakan digunakan untuk sesuatu ritual mulya pengorbanan suci?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Bali mungkin sudah dikutuk oleh para leluhur, karena banyak tanah-tanah pelaba pura—yang merupakan warisan leluhur untuk menjaga dan merawat pura—dijual. Uang dari menjual tanah-tanah pelaba pura itu, banyak yang dihabiskan untuk berfoya-foya dan menenggelamkan diri mereka dikubangan konsumerisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Bali telah kehilangan martabat dan harga dirinya. Tidak tersisa kebijakan dan kebajikan dalam tatanan berpikirnya. Terlebih lagi para pemimpinnya disemua lapisan, baik adapt maupun dinas. Mereka adalah sosok-sosok yang justru berada dipusaran paling kencang kekuatan menghancurkan tanah Bali. Merekalah yang mendorong-dorong dengan kuat agar Bali melaju kencang menuju jurang kehancurannya. Tiada keteladanan dari para tetua dan elite orang Bali untuk tetap rajin dan giat menjaga pikiran dan hati mereka atas nilai norma etika dari kebaikan dan kejujuran. Sementara itu yang muda dibiarkan mati muda baik fisik maupun pemikirannya dengan membiarkan racun memenuhi relung-relung otak anak-anak mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-3726389981289267984?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/3726389981289267984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=3726389981289267984&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3726389981289267984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/3726389981289267984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/02/lenyapnya-keteguhan-hati-orang-bali.html' title='Lenyapnya Keteguhan Hati Orang Bali'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-5161299532468330465</id><published>2008-02-13T18:51:00.000-08:00</published><updated>2008-02-13T18:54:09.104-08:00</updated><title type='text'>Kota Milik Para Preman</title><content type='html'>Kasus kekerasan yang terjadi di Jalan Cokroaminoto yang menewaskan IB Wijaya seperti diberitakan Bali Post Selasa (12/2) lalu memberikan kita gambaran bahwa perang antar geng preman (gali) di Denpasar telah berkobar. Harusnya kita semua prihatin, meski kecil kemungkinannya perang ini bisa berdampak langsung pada masyarakat yang berada diluar lingkar geng yang sedang berseteru ini. Artinya bahwa perang ini sifatnya lebih internal, hanya menyangkut pada individu-individu yang merupakan pengikut atau anggota kelompok preman. Kalaupun ada dampak, maka rasa tidak aman dan rasa ketakutan lah yang muncul di benak masyarakat akibat kejadian ini. Namun demikian, ini semua merupakan wujud dari lemahnya aparat kepolisian dalam menjalankan fungsinya sehingga peristiwa saling tikam ini bisa terjadi. Berkurangnya rasa aman masyarakat adalah hasil dari kegagalan kepolisian melakukan tugas pokoknya. Masihkah kepolisian layak untuk dipercaya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kita harus juga menyimak dari aspek politik, bahwasanya ada sikap yang begitu permisif dari otoritas kekuasaan pemerintahan untuk memelihara keberadaan kelompok-kelompok preman ini. Bahkan kelompok-kelompok preman ini sengaja dimanfaatkan untuk tujuan tetap terjaganya kekuasaan. Denpasar adalah kota dimana kelompok preman memiliki hubungan sangat erat dengan elite politik yang ada dilingkar kekuasaan. Elite Golkar Denpasar di era berkuasanya, jelas mengakomodir kelompok preman untuk menjaga amannya kekuasaan mereka. Kelompok Preman ini dipelihara dengan memberi mereka makan dalam bentuk penguasaan area-area ekonomi seperti terminal-terminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reformasi yang menjadikan PDI P pemenang dan penguasa politik di Denpasar, tidak memberi warna baru karena kelompok preman yang ada tetap “dipelihara”. Bahkan keberadaan kelompok preman ini semakin terbuka dan begitu kentara. Lantas kelompok-kelompok preman baru bermunculan dengan nama yang berbeda-beda. Motifnya sama, mengamankan kekuasaan. PDI P sebagai kekuatan politik sepertinya sangat bergantung kekuatannya pada kelompok-kelompok preman. Jadilah Denpasar pada saat PDIP memegang kendali pemerintahan sangat sarat dengan aksi-aksi kelompok preman. Masih ingat kasus anggota DPRD Kota Denpasar periode 1999-2004 yang diteror oleh sekelompok orang karena memiliki sikap bertentangan dengan Walikota?. Kelompok ini langsung datang ke gedung DPRD mengejar-ngejar anggota DPRD tersebut bahkan sampai menimbulkan kegaduhan di sebuah sekolah dasar yang ada disebelah Gedung DPRD Kota Denpsar. Apa sikap polisi atas kejadian ini? Nyaris tidak ada. Pelaku dan pemimpin kelompok geng preman ini masih bebas berkeliaran. Kasus lain adalah terror para preman kepada sekolompok orang yang melakukan demo mempertanyakan sikap penertiban penduduk pendatang yang dilakukan Walikota Denpasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dibantah, Denpasar adalah kota miliki para preman. Simbiosis yang dikembangkan otoritas kekuasaan dengan para preman belum jelas untuk kepentingan siapa. Tetapi cara-cara elite politik yang merangkul para preman jelas bukan sikap yang cerdas karena hanya akan melahirkan kepatuhan atas dasar rasa takut bukan hormat atau menghargai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-5161299532468330465?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/5161299532468330465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=5161299532468330465&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5161299532468330465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/5161299532468330465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/02/kota-milik-para-preman.html' title='Kota Milik Para Preman'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-8966009029379956371</id><published>2008-02-10T17:50:00.000-08:00</published><updated>2008-02-10T18:03:46.915-08:00</updated><title type='text'>hidup itu</title><content type='html'>Ternyata benar, kalau hidup itu tidak selalu sesuai dengan harapan kita. Banyak persoalan yang tidak terduga muncul dan menjadikan kita tergagap untuk menuntaskannya. Bahkan mungkin tidak semua beban hidup mampu kita tuntaskan dengan baik dan benar. Entah apa yang akan menghadang kita di esok hari. Ternyata benar, masa depan adalah misteri. Misteri selalu menjadikan kita tidak selalu bisa menebak dengan pasti kemana takdir kita akan dibawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman berkata, Hidup itu kadang tidak pantas untuk dipikirkan. Hidup hanya pantas untuk dijalani. Yang pantas untuk dipikir, bukanlah hidup itu tetapi bagaimana cara untuk menjalani hidup, menghadapi tantangan dan menghadapi semua persoalan yang ada didepan mata kita. Mengatakannya mungkin mudah,namun menjalaninya, itulah yang paling sulit. Setiap orang memiliki masalahnya masing-masing. Dan banyak dari kita yang mengatakan bahwa hidup ini memang benar-benar tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Hidup terkadang menjadi sangat tidak nyaman karena semua ini. Mengapa cobaan Hidup yang kita hadapi tidak selalu memberikan kita kepastian sampai kapan kita harus menjalani semua ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-8966009029379956371?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/8966009029379956371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=8966009029379956371&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8966009029379956371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/8966009029379956371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/02/hidup-itu.html' title='hidup itu'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-7719806506884530306</id><published>2008-01-28T00:06:00.000-08:00</published><updated>2008-01-28T00:49:54.804-08:00</updated><title type='text'>Akhir Perjalanan Juragan "Candu"</title><content type='html'>Perjalanan panjang Pak Harto akhirnya usai. Media televisi memenuhi tayangannya dengan berita-berita meninggalnya sang diktator berwajah penuh welas asih ini. Ulasan-ulasan dari media-media televisi banyak memberi gambaran tentang jasa besar Pak Harto selama hidupnya. Seorang ibu dari rakyat biasa yang diwawancarai menyatakan bahwa Pak Harto adalah seorang pemimpin yang lebih berhasil dibanding presiden lainnya di Indonesia. Pengalaman empirisnya seperti menuntunnya untuk berkata bahwa hidup dijaman Pak Harto jadi Presiden, semuanya lebih mudah. Dan memang ungkapan ibu ini benar. Saat Pak Harto Berkuasa, tidak pernah ada misalnya berita tentang rakyat yang susah. Negeri ini yang bisa dilihat dari media massa ketika itu adalah Indonesia yang Gemah Ripah Loh Jinawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa berdebat jika menyimak kata-kata ibu itu. Namun ada sesuatu yang meliuk-liuk dipikiran saya. Sungguhkah semua itu adalah kebenaran yang nyata atau hanya sekedar ilusi?? Tidakkah Hidup bangsa ini ketika Pak Harto menjadi presiden tidak lebih hidup didunia indah tetapi dibangun diatas dasar yang rapuh??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi berpikir bahwa ketika orde baru sebagian rakyat sebenarnya ibarat hidup dalam pengaruh candu yang memabukkan.Pak Harto adalah penyebar "candu" yang biaya untuk memenuhi kebutuhan "candu" itu berasal dari hutang luar negeri. Sebagian besar rakyat dimasa orde baru dibuat "mabuk Kepayang" dengan banyak kemudahan hidup, dimanjakan dan tidak pernah dibiarkan untuk melihat realitas sesungguhnya. Rakyat tidak pernah dihadapkan pada kenyataan bahwa hidup itu haruslah dijalankan dengan penuh perjuangan. Misalnya harga beras dan BBM dibuat murah lalu nilai tukar rupiah dibuat tinggi. PAdahal sesungguhnya harga beras itu mahal sama dengan BBM. Nilai rupiah juga tidak setinggi kenyataannya karena fondasi ekonomi Indonesia dibangun diatas bertumpuknya hutang luar negeri. Rakyat Indonesia, seperti anak yang dimanja orangtuanya. Rakyat Indonesia dibiarkan hidup di negeri dongeng, dimana dongeng-dongeng itu dicekoki terus menerus melalui media massa ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang mencoba untuk tetap sadar, tidak mau terpengaruh "candu" dibungkam oleh antek-antek Pak Harto. Banyak dari mereka yang nyawanya dihabisi, dibantai bahakn tidak sedikit yang disiksa sebelum dilenyapkan. Jumlah mereka mungkin mencapai ratusan bahkan ribuan nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu yang diwawancari stasiun TV itu mungkin terlalu lama dibawah pengaruh "Candu" bikinan Pak Harto. Karena itulah ketika sang Bandar "Candu" itu tutup usia, ada semacam kesedihan dan cerita betapa indahnya hidup dibawah pengaruh "candu" itu meluncur melalui bibirnya. IBu itu mungkin tidak pernah melihat langsung bagaimana banyak rakyat Indonesia hidupnya dibuat susah, dirampas hak hidupnya bahkan sampai kehilangan nyawa mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedih, karena candu itu ternyata hingga kini masih demikian kuatnya mencengkram pikiran rakyat Indonesia. Bahkan cerita hidup di masa "candu" itu kini mulai diturunkan kepada anak-anak mereka. Mereka akan bercerita, bahwa dulu,hiduplah seorang pemimpin yang hidupnya untuk membahagiakan rakyatnya. Tetapi kini pemimpin itu telah tiada. Cerita buruk tentang pemimpin itu yang telah membunuh ribuan rakyat Indonesia yang menentangnya dianggap sebagai sebuah kewajaran, karena mengatasnamakan kepentingan yang lebih besar. Cerita orang yang terlalu lama mabuk "candu" tentu adalah cerita tentang nikmatnya hidup dialam mimpi. Ironisnya mungkin cerita orang-orang mabuk "candu" ini sepertinya akan dipercaya anak cucu mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lalu bertanya dimanakah sekarang orang-orang yang masih waras dinegeri ini? Mereka yang masih bisa melihat segala sesuatunya dengan jernih dan tak terkontaminasi "candu". Mungkin mereka masih ada, tetapi bukan lagi dikenal sebagai orang waras karena ketika orang waras berada dikerumunan orang gila, siapakah sebenarnya akan lebih dicap Gila?? Dan sang pemimpin para pe"candu" itu, ia yang telah meracuni pikiran-pikiran rakyat Indonesia dan ia yang telah melemahkan aliran darah keperkasaan Burung Garuda ditubuh orang Indonesia, ada yang mengusulkan diberi gelar Pahlawan Nasional. Ah...Sayapun menjadi semakin sedih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-7719806506884530306?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/7719806506884530306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=7719806506884530306&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7719806506884530306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/7719806506884530306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/01/akhir-perjalanan-juragan-candu.html' title='Akhir Perjalanan Juragan &quot;Candu&quot;'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-4369101849736026556</id><published>2008-01-21T01:23:00.000-08:00</published><updated>2008-01-24T00:21:06.410-08:00</updated><title type='text'>Kekalahan Manusia Tani Bali</title><content type='html'>Anda yang pernah ke Terminal Ubung, pasti pernah melewati kawasan Pidada yang letaknya di belakang Terminal. Dan kalau Anda penduduk Asli Denpasar tetapi lahir di atas tahun 1994 mungkin tidak pernah mengetahui kalau kawasan Pidada dulunya adalah hamparan sawah produktif. Tahukah Anda kalau Nama Pidada diambil dari salah satu pura yang ada di kawasan yang kini telah menjadi pemukiman padat itu?. Kawasan Pidada sesungguhnya juga menyimpan jejak kekalahan manusia-manusia petani di Tanah Bali akibat menggilanya kebijakan Pembangunan tanpa arah jelas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama pura yang kini dikenal dengan Pura Pidada, menurut penuturan para tetua di Desa Ubung sebelumnya disebut Pura Tabeng Dada (perisai diri). Perubahan menjadi Pidada disebutkan sebagai akibat pengucapan yang dipercepat dari tabeng dada. Ketika pembangunan belum mencapai kegilaannya, yang salah satunya diwujudkan dengan proyek pembangunan Jalan Gatot Subroto Barat, Pura Pidada berada di tengah-tengah hamparan sawah. Menilik dari nama, banyak yang menyebutkan dan meyakini bahwa Pura Pidada merupakan benteng niskala tanah Ubung. Setidak-tidaknya ini bisa dijejak dari peran sang pemangku Pura Pidada tiap upacara yang digelar dalam tingkat Desa Pakraman di Ubung selalu diposisikan sebagai penjaga (pengijeng). Kini pura yang sebelumnya juga diyakini para petani sebagai tempat memohon berkah ketika hama menyerang tanaman padi mereka, berada dalam himpitan pemukiman. Ketika sawah-sawah di sekitar Pura Pidada masih menghasilkan padi, petani yang merasa mendapat berkah diselamatkan dari&lt;br /&gt;hama padi akan menghaturkan beberapa ikat padi pada saat piodalan yang jatuh pada Purnama Kapat sebagai ucapan terima kasih. Setelah tanah-tanah subur tidak lagi berupa hamparan sawah melainkan pemukiman penduduk, tradisi menghaturkan padi pun lenyap.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Jalan Gatot Subroto dibuka dengan program LC, kawasan Pidada pun dibuka dengan pembangunan Jalan Pidada. Harga tanah kemudian meroket dan memancing penduduk lokal menjual tanah-tanah mereka. Tidak hanya soal harga yang tinggi, tetapi terhentinya aliran air subak Ubung yang membuat lahan tidak lagi bisa diolah juga menjadi salah satu penyebab. Dalam kondisi seperti ini, pajak tanah mencekik hingga mencapai ratusan ribu per are dan memaksa penduduk menjual tanah mereka. Kepemilikan tanah kini telah beralih dari penduduk lokal ke pendatang. Memang tidak semua, karena masih ada sebagian yang hanya dikontrakkan atau ditempati langsung oleh sang pemilik tanah untuk tempat tinggal atau usaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti kawasan Pidada kini telah berubah, berpenduduk sangat heterogen. Banyak pendatang dari berbagai daerah baik luar maupun dari Bali sendiri yang menempati tanah-tanah yang telah mereka beli atau kontrak. Heterogenitas tidak hanya dari segi asal, melainkan juga pekerjaan dan kepentingan masing-masing. Hilangnya hamparan sawah, juga membawa konsekuensi musnahnya generasi petani di Ubung. Tidak ada satu pun generasi muda di Ubung kini yang masih ingat bagaimana harus bergelut dengan lumpur mengolah tanah sawah untuk menghasilkan padi. Budaya agraris benar-benar sangat sulit dijejak di kawasan Pidada yang sama sekali tidak memberi ruang sedikit pun karena dijejali dengan pemukiman. Budaya agraris yang tergerus kini tergantikan budaya konsumerisme, komersialisasi pun terjadi. Hampir semua aspek yang bisa dijual akhirnya dijual demi pemenuhan kebutuhan duniawi. Kawasan Pidada yang telah berubah menjadi kawasan baru di mana cukup jauh dari jangkauan Desa Pakraman Ubung sulit diawasi, makin banyak menyimpan aktivitas komersialisasi yang melanggar etika, norma, moral bahkan hukum. Termasuk salah satunya praktik prostitusi yang tidak hanya dilakukan penjaja seks komersial (PSK) wanita tetapi juga waria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhnya praktik prostitusi mungkin hanyalah satu ekses negatif dari berubahnya hamparan sawah menjadi pemukiman baru akibat semangat pembangunan dari pemerintah yang mengatasnamakan kepentingan rakyat. Ketika kawasan Pidada yang konon secara niskala adalah benteng tanah Ubung diobrak-abrik, pertahanan terdalam warga Ubung sedang diusik. Prostitusi di kawasan Pidada Ubung mungkin juga menjadi cerminan bagaimana pertahanan (tabeng dada) manusia-manusia Bali mengalami keruntuhan akibat dianutnya paham pembangunan (developmentalism) secara membabi buta. Kehancuran sawah-sawah di Pidada adalah gambaran hancurnya tanah-tanah Bali serta runtuhnya benteng-benteng nurani manusia-manusia Bali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;selengkpanya....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7727627591064931719-4369101849736026556?l=winatalyka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winatalyka.blogspot.com/feeds/4369101849736026556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7727627591064931719&amp;postID=4369101849736026556&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4369101849736026556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7727627591064931719/posts/default/4369101849736026556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winatalyka.blogspot.com/2008/01/kekalahan-manusia-tani-bali.html' title='Kekalahan Manusia Tani Bali'/><author><name>winata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12839823540588704200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_5ELwvEzzo2M/SYalRPc_pqI/AAAAAAAAABQ/oGWxFklfEE4/S220/PIC_0287.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7727627591064931719.post-7991227128580006695</id><published>2008-01-21T01:20:00.000-08:00</published><updated>2008-01-21T01:21:48.430-08:00</updated><title type='text'>Mahluk Apakah Sebenarnya Manusia Itu??</title><content type='html'>Melihat kenaikan harga bahan makanan pokok beberapa waktu belakangan ini membuat saya bertanya-tanya?. Saat berusaha mencari-cari, saya (merasa) menemukan jawabannya bahwa bangsa ini telah mulai masuk ke jebakan Kap
