Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 13, 2009

Infotainment = Siapa Butuh???

Para wartawan infotainment dibuat gerah oleh si Luna Maya. Gara-garanya, ada kata-kata kasar yang ditulis artis asal Bali tersebut di internet yang ditujukan kepada para jurnalis infotainment. Bahkan jalur hukum akan ditempuh para wartawan yang merasa benar-benar tersinggung. Uniknya di internet juga ada gerakan yang mendukung Luna Maya. Unik, karena gerakan ini dipeloori oleh jurnalis juga. Mereka beralasan, wartawan sejak dulu ingin menghapus pasal pencemaran nama baik dan sejumlah pasal di UU ITE yang merugikan pengguna internet. Pro kontra pun terjadi dan sampai tulisan ini dibuat belum jelas dimana akan berakhir perseteruan jurnalis infotainment dengan Luna Maya ini.

Bicara tentang infotainment, adalah bicara tentang sesuatu yang sebenarnya sangat tidak penting. Saya tidak pernah menemukan jawaban atas pertanyaan mendasar "Siapa yang sebenarnya membutuhkan berita-berita tentang selebritis dan apa untungnya mendengar, membaca dan menyaksikan berita-berita tentang selebritis?&q…

Perampok mulai meniru Taktik Para Koruptor??

Kejadian perampokan yang menimpa keluarga Nurbaiti di Jalan Penaton No.3 Belakang pasar Bulu Semarang Selasa 15 Desember 2009 sungguh memprihatinkan. Tidak hanya korban yang harus kehilangan Rp 200 juta miliknya, tetapi kejadian ini memberikan kita gambaran betapa nekadnya para perampok dan betapa rendahnya kesetiakawanan sosial diantara sesama penduduk. Bagaimana tidak, kejadian berlangsung di tengah keramaian dan keberadaan sejumlah orang dilokasi kejadian tidak memberikan bantuan dengan menangkap sang pelaku melainkan sibuk memunguti uang yang sengaja disebar para perampok.

Saya mencoba membayangkan bagaimana situasi di TKP saat perampokan terjadi. Saat korban dirampok dan berteriak "RAMPOK!!" penduduk yang ada dilokasi tidak bereaksi seperti yang diharapkan korban karena perampok dengan sigap menghamburkan jutaan rupiah uang ke udara. Jadilah kesibukan memunguti uang dan permapok pun berlalu. Jika saya sebagai korban, maka saya akan merasakan dua kali "pukulan telak…