Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 24, 2009

Miras dalam Tradisi Masyarakat Bali

Korban tewas yang jumlahnya mencapai belasan orang berjatuhan, puluhan lainnya masih dalam perawatan. Mereka adalah orang-orang yang menenggak minuman keras (miras) oplosan di Denpasar Bali. Entah kebetulan atau memang sudah menjadi takdir dari Yang Maha Kuasa, yang jelas kasus serupa terjadi beruntun di sejumlah kota lain di Indonesia. Misalnya saja di Kota Semarang dan Kota Tegal Jawa Tengah. Banyak korban tewas setelah menenggak miras oplosan.

Sebenarnya Miras dalam masyarakat Bali merupakan bagian dari tradisi yang sudah menyatu cukup lama. Bahkan miras seperti Arak dan Berem termasuk Tuak wajib ada dalam setiap ritual agama Hindu meski jumlahnya tidak banyak. Arak misalnya juga menjadi salah satu aba-abaan , semacam oleh-oleh dari warga yang dibawa kerumah warga lain yang sedang melaksanakan ritual upacara agama selain beras dan dupa. Tetapi jelas, bahwa miras arak disini sama sekali tidak dimaksudkan untuk diminum melainkan dipergunakan untuk tetabuhan (persembahan kepada Bhuta K…

Dalam kendali Uang dan Jabatan

Gambar
Belakangan ini, Istri saya agak rewel, terutama saat menonton siaran berita di televisi menyangkut tentang sikap dan isi bicara para politisi. Saya rada-rada panik juga saat harus menjawab sejumlah pertanyaan yang meluncur dari bibirnya. Seperti yang terjadi kemarin sore, "Bli apakah para elite pemimpin politik, meteri, presiden atau kepala daerah ini, benar-benar memikirkan rakyat? Omongannya di TV selalu bilang demi bangsa dan negara, tapi kenyataannya kok seperti ini? Mengapa mereka tidak usah diberi fasilitas saja, sepertinya mereka keenakan dikasi fasilitas sampai-sampai lupa urusan rakyat??" Begitu pertanyaan beruntun yang harus saya terima saat minum teh disore hari sambil menonton berita di TV.

Beruntunnya pertanyaan dari Istri tercinta membuat saya tidak bisa langsung menjawab. Saya mesti terdiam dulu, sambil mengunyah dan menelan kue pukis yang baru saja saja beli di depan pasar dekat rumah kos saya. "Ya.. isi hati manusia siapa yang tahu Gek...", Jawab sa…

kepada para Calon Presiden

Manusia 1/2 Dewa
song by : iwan fals

Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini
Suara yang keluar dari dalam goa
Goa yang penuh lumut kebosanan

Walau hidup adalah permainan
Walau hidup adalah hiburan
Tetapi kami tak mau dipermainkan
Dan kami juga bukan hiburan

Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Reff:

Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau

Tegakkan hukum setegak-tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Kembali ke: Reff

Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Tegakkan hukum setegak-tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini