Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 12, 2009

Syeh Puji dan Rumor Suap Rp 15 Milyar

Syeh Puji atau Pujiono Cahyo Widianto adalah sosok yang nyentrik. Tidak jelas tentang gelar syeh yang disandangnya berasal darimana. Namun yang jelas Syeh Puji adalah pengusaha kaya raya dari usaha kerajinan Kuningan. Namanya belakangan menjadi sering disebut dimedia setelah sikapnya yang dengan berani melawan aparat kepolisian bahkan menantang jika berani menangkap dan memenjarakannya dalam kasus pernikahan siri nya dengan gadis dibawah umur. Kasusnya sudah cukup lama dan Syeh Puji sudah sempat ditahan beberapa bulan lalu, namun kemudian penangguhannya dibebaskan dan hanya diwajibkan melakukan wajib lapor seminggu sekali.

Selasa (14/7) lalu, Syeh Puji dibawa paksa oleh tim Resmob Mapolwiltabes Semarang setelah melalui insiden yang cukup dramatis. Sehari sebelumnya media menyiarkan berita bagaimana sikap Syeh Puji yang dengan gaya khasnya menantang pihak penegak hukum. Sambil bergaya ala petinju yang menggerak-gerakkan tangannya seperti hendak memukul, Syeh Puji mengatakan bahwa diriny…

I Love U Full, Ha...Ha...Ha...

Mbah Surip semakin hari semakin terkenal. Ini tidak lepas dari lagu Tak Gendong nya yang meledak menjadi Ring Back Tone (RBT) jutaan pengguna telepon seluler di Indonesia. Sungguh suatu berkah bagi Urip Ariyanto, pria kelahiran Mojokerto Jawa Timur ini yang konon hidupnya lebih sering menggelandang di Jakarta. Mbah Surip selalu ingin hidup merdeka, tidak terkukung pada sesuatu yang bagi manusia biasa dianggap hal yang sangat penting.

Saya mendengar lagu Tak Gendong sudah agak lama. Wahyu, Anak kecil kelas 2 SD--anak dari teman yang sudah saya anggap seperti Saudara sendiri, Ibu Nur Halimah pengisi acara pengobatan Herbal ala Madura di Cakra Semarang TV-- menyanyikannya sekitar awal tahun 2009 lalu. Saat itu kami berada dalam satu mobil dalam sebuah perjalan dari Boyolali ke Semarang. Wahyu bersenandung "Tak GEndong kemana-mana, Tak GEndong kemana-mana..." Kami yang mendengar tertawa karena liriknya yang lucu dan mengira itu lagu karangan si Wahyu saja. Saya lalu bertanya &qu…