Postingan

Menampilkan postingan dari April 4, 2010

"Perang" TV One Vs Polri akan Mendewasakan Rakyat

TV One dituding telah menggunakan narasumber palsu dalam porgram pemberitaannya pada program acara Apa Kabar Indonesia Pagi 18 Maret 2010 terkait Makelar Kasus (Markus). Bahkah kepolisian telah menciduk narasumber palsu tersebut yang bernama Andris. Mabes Polri mengajukan kasus ini ke Dewan Pers agar mendapatkan tindak lanjut sebagaimana mestinya. Sementara itu pihak TV One mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah merekayasa pemberitaan.

Media melalui pemberitaannya (Nesw) memang telah menjadi kekuatan yang bisa mempengaruhi opini publik. Terkadang yang benar bisa menjadi salah dan yang salah bisa menjadi benar. Yang salah bisa di dukung oleh publik sementara yang benar bisa bernasib sebaliknya. Masih segar di ingatan kita bagaimana seorang Susno Duadji bisa berubah dari orang yang paling dibenci menjadi pahlawan. Ketika kasus cicak Vs Buaya berhembus, publik begitu membenci sosok Susno Duadji. Media berhasil meyakinkan bahwa Susno Duadji adalah oknum polisi yang paling layak disalahkan.…

Tragedi Demokrasi di Tabanan

Tabanan, sebuah kabupaten yang dikenal sebagai lumbung padinya Bali. Ini karena tanah pertaniannya membentang luas dan tanahya subur. Namun demikian tidak berarti sumber daya manusia di Tabanan hanya mampu menjadi petani. Sepertinya orang Tabanan sejak dimasa lalu cukup sadar akan pentingnya pendidikan. Faktanya tidak sedikit, dosen, profesor atau dokter-dokter ahli di Bali yang merupakan kelahiran kabupaten Tabanan. Ini membuktikan bahwa intelektualitas orang Tabanan tidak bisa dianggap sebelah mata.

Melek pendidikan dan intelektualitas yang lumayan, mestinya dmenjadikan emokrasi di Tabanan bisa jauh lebih baik dibandingkan apa yang terjadi akhir-akhir ini terkait dengan pemilu terutama pemilihan kepala daerah langsung. Praktik-praktik politik di Tabanan logikanya bisa mengedepankan etika dan moralitas yang tinggi. Namun faktanya, praktik politik yang terjadi cenderung kasar dan sangat murahan. Bagaimana tidak kasar dan murahan kalau cara-cara yang ditempuh sejumlah elite politik teru…

Atasi PNS Korup, Pensiun Dini-kan saja Mereka!

Bagaimana menangani birokrasi yang sudah terlanjur korup? Kalau jawaban diminta dari para ahli atau pakar, mungkin bisa ada seribu macam solusi. Sesungguhnya tawaran solusi sudah demikian banyak disampaikan melalui berbagai media baik dalam bentuk pemberitaan (hasil liputan wawancara atau diskusi) ataupun dalam bentuk tulisan opini. Namun entah mengapa banyak tawaran yang kemudian tidak bisa terlaksana atau tidak mau dilaksanakan. Tetapi kalau tawaran solusi bagi birokrasi yang korup dengan menaikkan gaji kemudian dilaksanakan. Para pengambil kebijakan akan beramai-ramai mengatakan betapa pentingnya kenaikan gaji ini dilakukan dan menurut mereka akan efektif.

Bapak Ismangoen Notosapoetro, mantan Direktur PT Kubota Indonesia yang juga mantan anggota DPR RI yang saya kenal sebagai seorang nasionalis tulen di Semarang Jawa Tengah juga punya solusi atasi masalah birokrasi yang korup. Kawan Diskusi saya dalam acara Ngobrol Bareng Mbah Mangun di Cakra Semarang TV ini, menawarkan solusi yang …