Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 7, 2010

Ngotot dan Rela Turun “Kasta Politik”, Demi Kekuasaan atau Kesejahteraan Rakyat?

Gegap gempita pemilihan kepala daerah di Bali telah melahirkan dinamika politik yang sangat tinggi. Manuver dari partai politik (Parpol) terutama para elitenya terlihat sangat luar biasa. Bahkan banyak yang menabrak etika berpolitik yang mestinya didasari moralitas dan sikap kenegarawanan. Nampaknya nikmatnya kekuasaan memang benar-benar menyilaukan mata para elite parpol sehingga sampai-sampai menjadikan kekuasaan adalah hak waris yang bisa diturunkan kepada anak cucunya atau keluarganya.

Fenomena yang paling menarik adalah kuatnya hasrat menjadi pemimpin daerah yang juga menjalar kepada sosok atau pribadi-pribadi yang sesungguhnya memiliki “kasta politik” lebih tinggi ketimbang menjadi seorang bupati. Pribadi-pribadi ini telah pernah menjabat pada jabatan yang setara dengan pemimpin daerah yang lebih tinggi dari seorang Bupati. Prof I Wayan Wita dan Sudirtha, SH adalah dua sosok yang “kasta politiknya” sesungguhnya sudah pernah melampaui pejabat setingkat Bupati. Prof Wita adalah m…