Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 8, 2017

Kekerasan terhadap Wartawan dan Lemahnya UU Pers

Ada dua peristiwa yang cukup menyita perhatian saya terkait dunia jurnalistik. Pertama soal pemukulan seorang wartawan televisi Kabupaten Banyumas. Kedua soal pemanggilan Redaksi Kompas TV ke Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus pencemaran nama baik seorang penyidik di KPK. Menyita perhatian karena menurut saya, dalam perkembangan era kemerdakaan pers yang sudah beranjak cukup jauh pasca UU Pers No 40 Tahun 1999, ternyata masih saja tindakan “kekerasan”  terhadap pers terjadi.
Di kabupaten Banyumas Jawa Tengah, seorang wartawan televisi digebuk oleh anggota polisi dan Satpol PP yang “mengamuk” kepada sekelompok massa yang melakukan demonstrasi memprotes pembangunan PLTPB. Peristiwa terjadi Senin (9/10) malam, ketika upaya pembubaran aksi demonstrasi oleh polisi mendapat perlawanan dari kelompok demonstran. Wartawan yang meliput peristiwa tersebut, justru dihalang-halangi bahkan salah satu diantaranya dianiaya.
Aksi aparat dari Polres Banyumas dan Satpol PP inipun tak pelak menimbulk…

Film Abdullah v Takeshi Dan Kesadaran Identitas Agama

Di satu hari minggu yang santai, saya sempat menonton sebuah film yang diputar salah satu stasiun TV swasta. Judulnya “Abdulah v Takeshi”, Film komedi Indonesia yang diproduksi tahun 2016 dan dibintangi Kemal Palevi (Takeshi), Dion Wiyoko (Abdullah) dan Nasya Marcella (Indah). Biasanya saya agak ogah menonton film Indonesia.  Tetapi film komedi yang diproduksi MVP Pictures ini menarik perhatian saya karena menurut pendapat saya film ini menegaskan kembali kesadaran soal identitas keagamaan manusia.
Menceritakan 2 orang yang tertukar ketika dilahirkan. Abdullah (Dion Wiyoko) dengan wajah orientalnya menjadi anak keluarga orang Arab, sementara Takeshi (Kemal Pahlevi) dengan wajah arabnya menjadi anak Keluarga Jepang. Meski kalau dinalar cerita filam ini agak kurang masuk akal karena bagaimana mungkin Takeshi (Kemal Pahlevi) yang jelas bertubuh Arab tidak menimbulkan kecurigaan dari Ibu dan ayahnya yang jelas-jelas orang jepang? Begitu juga sebaliknya. Memang ada keraguan, tetapi hanya …