Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 17, 2009

Tarif murah Selular, Baik atau buruk?

tarif bertelepon selular sekarang menjadi lebih murah. Ini berkah atau musibah?? Tidak jelas jawaban pastinya dan apapun jawabanya sangat layak menjadi perdebatan. Yang jelas semakin murah tarif telepon, banyak orang yang produktivitasnya menjadi berkurang. Ini terutama terjadi pada mereka yang bekerja sebagai tenaga di sektor informal atau semi formal. Misalnya saja pembantu rumah tangga. Bagaimana tidak, sejak tarif ber telpon seluler demikian rendahnya, banyak orang yang kemudian sibuk bertelepon ria. Tangannya tidak pernah lepas dari telepon genggam, entah apa yang dibicarakan, bertelepon nya bisa berjam-jam.

Yah... ini memang dampak yang sulit dihindari dari kemajuan sebuah teknologi. Bagi siapapun yang hanya ingin mengambil manfaat dari teknologi sebesar-besarnya untuk memenuhi keinginan (want) bukan kebutuhan (need) memang akan menjadi pangsa pasar yang empuk bagi investasi dibidang teknologi. Dan di Indonesia, banyak yang menggunakan teknologi semata-mata untuk memenuhi keining…

Tentaraku, Nasibmu Kini...

Apa yang berbau Orde Baru selalu saja memunculkan antipati dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Apa saja... Misalnya saja Penataran P4, GBHN, Militerisme, bahkan Pancasila saja dianggap sangat Orba sehingga tidak banyak lagi yang bersuara lantang membela dan mengaku diri sebagai Pancasilais. Ironisnya pejabat-pejabat negara juga emoh bicara tentang Pancasila dan menjadikannya pedoman dalam menentukan kebijakan-kebijakan. Dampaknya pun kemudian cukup besar bagi negara ini. Bukannya menuju kepada perbaikan, negara ini justru semakin dirusak dan dibawa kearah yang kurang jelas.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah salah satu citra negatif yang melekat hingga kini akibat buruknya rezim orde baru. Lihat saja bagaimana TNI tidak lagi dipandang sebagai bagian dari rakyat melainkan lebih kepada "musuh" rakyat itu sendiri. Bahkan sikap konfrontatif terhadap Tentara diperagakan secara terbuka oleh rakyat. Kasus penolakan tempat latihan tentara oleh Rakyat merebak dibeberapa tem…

Kekayaan Capres dan Janji Perubahan

Calon Presiden dan Wakil Presiden melaporkan kekayaan mereka. Fantastis! Angka kekayaannya bermilyar-milyar bahkan trilyunan rupiah. Gila!!! Mereka kaya bener. Darimana harta kekayaan mereka?? Mengingat tidak banyak dari mereka yang berlatar belakang pengusaha kecuali Jusuf Kalla. Yang lain?? Pensiunan Jenderal (Prabowo dan Wiranto)pensiunan Presiden (Megawati) dan Akademisi/birokrat (Boediono). Mungkin wajar kalau mereka kaya, bukankah tidak aneh kalau ada orang kaya di Indonesia meski tidak jelas sumber kekayaan mereka darimana.

Yang mengganjal pikiran adalah betapa sebenarnya negeri ini menunjukkan bahwa jurang antar yang miskin dan kaya ini sangat jauh. Bagaimana bisa seorang pemimpin disebuah negeri yang banyak rakyatnya masih miskin, memiliki simpanan kekayaan yang berlimpah ruah??? Yang paling ironis adalah ketika memimpin, mereka tidak ada kesungguhan berjuang demi kesejahteraan rakyat. Lalu salahkah jika ada rakyat yang ribut menduga-duga bahkan menuding langsung kepada para p…