Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 11, 2009

Banjir, Kemunafikan dan Birokrasi

Banjir melanda sejumlah daerah, termasuk di Kota Semarang--kota tempat saya bermukim saat ini. Banjir di kota ini bukanlah sesuatu yang baru. Jika Waljinah lewat lagu "Walang Kekek" nya dengan salah satu liriknya "Semarang kali ne banjir" maka siapapun dari kita pasti mengamini bahwa Kota yang berusia hampir lebih dari empat abad ini sangat identik dengan banjir. Sebuah dialog di Cakra Semarang TV tadi malam (Rabu 15/1) membahas tentang masalah banjir, menghadirkan banyak solusi. Penyebab banjir di Kota Semarangpun diulas dan langkah yang musti dilakukan. Ini bukan yang pertama, karena membahas antisipasi banjir sudah cukup sering dibicarakan di Media massa. Hanya saja yangjadi persoalan, semakin kesini masalah banjir bukannya semakin mereda justru semakin parah.

Denpasar, kota kelahiran saya juga mengalami hala serupa. Banjir memang sudah menjadi langganan setiap tahun. Ketika saya masih aktif menjadi wartawan di Bali Post juga topik menangani Banjir menjadi hal ya…

Agama dan Moralitas

Dimana sebenarnya moralitas itu akan memiliki pijakan yang kuat? Pertanyaan ini belakangan terus mengganggu pikiran saya. Mungkin karena saya terlalu banyak menonton siaran berita yang kini isinya banyak tentang kekerasan. Disuatu pagi istri saya dengan agak kesal mengatakan " Jangan nonton berita Bli, isinya pembunuhan saja. Mending nonton kartun spongebob,". Belakangan ada berita yang menyebutkan oknum-oknum pemuka agama yang melakukan tindakan pelecehan seksual. Saya menjadi semakin miris. Kalau ada yang menyebut bahwa disaat seperti sekarang ini, dimana moralitas jauh semakin diabaikan, larilah ke agama. "Pegang erat-erat Agamamu dan dengan demikian moralitas mu akan terjaga baik" begitu kira-kira ajaran mereka. Saya jadi semakin ragu.

Lalu jatuhnya korban perang di Tanah Palestina. Banyak televisi di Indonesia menyiarkan dialog membahas tentang hal ini. Banyak pula berita tentang demonstrasi yang mengarah pada desakan bahwa tindakan Tentara Israel, tidak bisa t…