Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 1, 2017

Memahami Argumentasi Hukum Eggi Sudjana

Menjawab pelaporan terhadap dirinya ke pihak polisi atas pernyataan di Mahkamah Konstitusi terkait gugatan atas Perppu No 2 tahun 2017 mengenai Ormas, Eggi Sudjana menegaskan bahwa argumentasi hukumnya tidaklah bermaksud mengujarkan kebencian, melainkan justru untuk menjaga kebhinekaan. Jika perppu benar-benar diterapkan, kata Eggi, akan bekonsekuensi dapat dibubarkannya agama-agama lain selain Islam karena bertentangan dengan Pancasila (sumber :  cnnindonesia.com/nasional/20171006111802-12-246542/eggi-sudjana-buka-suara-soal-tuduhan-penistaan-agama/)
Salah satu pasal yang dipergunakan sebagai dasar argumentasi adalah Pasal 59 ayat (4) poin (c) Perppu mengenai Ormas dimana terdapat larangan mengenai penyebaran ajaran atau paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Dalam bagian penjelasan disebutkan dengan tegas yang dilarang adalah, “Antara lain ajaran ateisme, komunisme/marxisme-leninisme, atau paham lain yang bertujuan mengganti/mengubah Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahu…

Adakah Agama yang Tidak Pancasilais?

Pernyataan seorang pengacara yang mengatakan bahwa hanya ada 1 agama saja di Indonesia ini yang sesuai dengan Pancasila, awalnya membuat saya sedikit emosi. Namun beberapa detik kemudian saya malah tersenyum geli karena wajahnya dalam rekaman video yang viral itu saat memberikan keterangan, nampak begitu meyakinkan. Padahal menyimak isi ucapannya, jelas ia tak benar-benar paham dengan apa yang sedang ia ucapkan.  Banyak orang (mungkin termasuk saya) kadang berbicara secara yakin seakan-akan apa yang dikatakan itu adalah kebenaran.
Pengetahuan manusia memang dibentuk dari serangkaian informasi  dan data yang didapat dan dicerna oleh pikiran. Kedalam pengetahuan akan sesuatu tidak mungkin dibentuk secara instan. Pasti ada proses yang harus dilalui dan itu membutuhkan waktu dan ketekunan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin data dan informasi. Terkadang upaya lama dan panjang dalam mengumpulkan informasi dan data, belum tentu menghasilkan pemahaman terbaik, karena pengetahuan itu berger…

Agama itu Candu (Religion is Poison)

“Agama itu candu!” kata Karl Marx.
Bagi orang yang suntuk beragama, kalimat ini pasti akan memancing amarah lalu serta merta menuding bahwa Marx adalah manusia pembenci agama. Dalam kritiknya terhadap agama yang bersumber dari pemikiran Ludwig Feuerbach, Marx sepakat bahwa tuhan itu bukanlah yang menciptakan manusia, melainkan manusialah yang menciptakan tuhan. Pemikiran yang jelas-jelas menentang keyakinan agama, dimana tuhan adalah sang maha pencipta.
Tentulah tidak mengherankan jika kemudian manusia-manusia pembela tuhan mengutuk habis paham-paham yang bersumber dari pemikiran Karl Marx ini terutama paham Komunisme seperti yang terjadi di Indonesia beberapa waktu belakangan ini, dimana ada kelompok yang sangat takut komunisme bangkit kembali. Sepertinya banyak yang tidak memahami bahwa paham komunisme Karl Marx telah mengalami banyak sekali revisi, termasuk varian Marxisme-Leninisme yang menjadi cikal bakal komunisme di Uni Soviet dan beberapa negara eropa timur beberapa dekade …