I Love U Full, Ha...Ha...Ha...

Mbah Surip semakin hari semakin terkenal. Ini tidak lepas dari lagu Tak Gendong nya yang meledak menjadi Ring Back Tone (RBT) jutaan pengguna telepon seluler di Indonesia. Sungguh suatu berkah bagi Urip Ariyanto, pria kelahiran Mojokerto Jawa Timur ini yang konon hidupnya lebih sering menggelandang di Jakarta. Mbah Surip selalu ingin hidup merdeka, tidak terkukung pada sesuatu yang bagi manusia biasa dianggap hal yang sangat penting.

Saya mendengar lagu Tak Gendong sudah agak lama. Wahyu, Anak kecil kelas 2 SD--anak dari teman yang sudah saya anggap seperti Saudara sendiri, Ibu Nur Halimah pengisi acara pengobatan Herbal ala Madura di Cakra Semarang TV-- menyanyikannya sekitar awal tahun 2009 lalu. Saat itu kami berada dalam satu mobil dalam sebuah perjalan dari Boyolali ke Semarang. Wahyu bersenandung "Tak GEndong kemana-mana, Tak GEndong kemana-mana..." Kami yang mendengar tertawa karena liriknya yang lucu dan mengira itu lagu karangan si Wahyu saja. Saya lalu bertanya "Itu lagu siapa Yu...?". Lho itu kan lagunya Mbah Surip Om.." jawabnya. Lalu tidak berselang lama, di radio terdengarlah lagu yang dimaksud Wahyu tadi dan dinyanyikan oleh Mbah Surip. Kamipun lalu tertawa bersama-sama lalu mendengarkan lagu Tak Gendong dari radio. Uniknya justru lagu ini diputar diacara musik yang khusus memutar lagu-lagu dangdut. Saya sempat bertanya kepada istri saya yang duduk di samping, "Gek ini lagu regae kok diputar di acara musik dangdut, apa produser radionya nggak ngerti ya..?.

Setelah itu, saya mengenal lagu Tak Gendong dan sering mensenandungkan terutama kalau pas ada di kamar mandi. Namun gaung lagu ini sebenarnya tidak begitu terkenal saat itu. Pernah ketika keluarga saya datang berkunjung dari Bali ke Jogja untuk urusan menghadiri wisuda S2 adik saya, saya nyanyikan lagu Tak Gendong, mereka pada nggak ngeh. Tetapi sekarang dimana-mana orang menyanyikan lagu Mbah Surip ini. Semuanya seperti tersihir, entah apa "racun" yang ada didalam lagu tersebut.

Namun terlepas dari isi dan makna lagu yang konon kata Mbah Surip penuh makna filosofis, saya tertarik karena lagu ini mengambil genre Regae. Saya sendiri cukup senang mendengar lagu-lagu regae terutam dari Bob Marley. Selain itu, sepengetahuan saya musik Bob Marley adalah musik yang penuh dengan pesan-pesan tentang perdamaian dan cinta. Lagu-lagu Bob Marley, seperti no woman no cry, is this love, waiting in vain sangat akrab ditelinga saya di tahun 1993. Ada makna kedalaman tentang hakekat cinta dilirik-lirik lagu ciptaan marley. Saya belum paham betul paham rastafara, tetapi saya melihat ada keinginan besar dihati penganutnya untuk mencipta kedamaian dunia.

Jika kemudian Mbah Surip setelah menjadi terkenal disebut-sebut masih tetap low profile, masih kemana-mana naek ojek atau sepeda motor, saya menganggapnya sebagai sesuatu yang penting untuk dimaknai kita semua. Kata-kata Mbah Surip " I Love U full" juga bagi saya penting untuk kita ucapkan kepada setiap orang baek kita kenal ataupun tidak. Tertawa lepas Mbah Surip yang mungkin juga rada dipaksakan dan sedikit dibuat-buat juga menarik disimak. tertawa Mbah Surip yang ber Ha..ha..ha..., bisa menjadikan hati kita yang sedang gundah agak terobati. Cobalah tertawa seperti Mbah Surip.

Ada orang yang menyebut Indonesia itu kekuarang cinta, maka saya sangatlah sepakat. Rakyat dan pemimpin di Indonesia miskin rasa Cinta. Materi telah membutakan kita. Cintapun kemudian selalu dimaknakan sangat dangkal. Lalu Sinetron kita dipenuhi pula dengan pertengkaran dan perkelahian, iri hati dan dengki bahkan kekerasan dengan saling tampar. Jiwa kita menjadi gersang, rasa cinta kita tergerus habis. Lalu kepedulian kita pada sesama juga semakin berkurang. Kita tanpa sadar sedang menguras habis modal-modal sosial kita yang padahal sangat penting sebagai perekat hubungan antar manusia. Apa yang terjadi kemudian adalah tingginya angka kriminalitas. Ayah mencoba membunuh anak, ibu yang frustasi membunuhi buah hati mereka, tetangga membunuh tetangga, ayah memperkosa putrinya dan permapokan menjadi sesuatu yang jamak.

Jika saja kita selalu bisa berkata "I Love U Full" lalu tertawa lepas Ha..Ha..Ha... dan membiarkan hati kita dipenuhi rasa cinta kasih, betapa indah dunia ini. Seperti hidup Mbah Surip yang mungkin saja bagi banyak dari kita terlihat susah, tetapi sebenarnya bisa jadi dia sangat bahagia menjalaninya. Kadang memang kebahagiaan itu bukan semata-mata dari meteri semata seperti apa yang kita yakini selama ini, tetapi kebahagiaan itu sesungguhnya adalah jiwa yang dipenuhi dengan cinta. Jadi... Biarkan Mbah Surip tetap tertawa lepas dan selalu berkata "I Love u Full". Ha...ha..ha...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawa-Bali, Persaudaraan yang tidak Boleh Putus

Miras dalam Tradisi Masyarakat Bali

Dibalik Gonjang-Ganjing Migrasi Siaran TV Analog ke Digital, Ini Soal Bisnis Bung!!!