Syeh Puji dan Rumor Suap Rp 15 Milyar

Syeh Puji atau Pujiono Cahyo Widianto adalah sosok yang nyentrik. Tidak jelas tentang gelar syeh yang disandangnya berasal darimana. Namun yang jelas Syeh Puji adalah pengusaha kaya raya dari usaha kerajinan Kuningan. Namanya belakangan menjadi sering disebut dimedia setelah sikapnya yang dengan berani melawan aparat kepolisian bahkan menantang jika berani menangkap dan memenjarakannya dalam kasus pernikahan siri nya dengan gadis dibawah umur. Kasusnya sudah cukup lama dan Syeh Puji sudah sempat ditahan beberapa bulan lalu, namun kemudian penangguhannya dibebaskan dan hanya diwajibkan melakukan wajib lapor seminggu sekali.

Selasa (14/7) lalu, Syeh Puji dibawa paksa oleh tim Resmob Mapolwiltabes Semarang setelah melalui insiden yang cukup dramatis. Sehari sebelumnya media menyiarkan berita bagaimana sikap Syeh Puji yang dengan gaya khasnya menantang pihak penegak hukum. Sambil bergaya ala petinju yang menggerak-gerakkan tangannya seperti hendak memukul, Syeh Puji mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Dia juga menyebut bahwa pihak-pihak yang menyebut mertuanya menerima uang agar mau menyerahkan Ulfah untuk dinikahinya adalah bentuk penghinaan.

Kasus ini sangat menarik untuk dicermati mengingat pernikahan dibawah umur sebenarnya di Indonesia khususnya di Jawa mungkin merupakan sesuatu yang lazim. Pelaku pernikahan gadis dibawah umur tidak hanya dilakukan oleh Syeh Puji seorang. Jika mau jujur, kasus serupa terjadi sangat banyak. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa justru kasus Syeh Puji ini membuat aparat kepolisian begitu bersemangat untuk mengusut dan menuntaskannya??.

Awal mencuatnya kasus ini ke media sepertinya bermula dari ketidaksengajaan. Syeh Puji yang sering bicara ceplas-ceplos dengan tanpa beban mengaku telah menikahi seorang gadis dibawah umur, bahkan telah mempersiapkannya untuk menjadi manajer dari perusahaan yang dibangunnya. Wartawan yang mendengar info ini lalu membuat berita dan nada pro kontra lalu mengumandang di media. Pihak-pihak tertentu yang berdiri atas nama perlindungan anak mendesak kepolisian menindak Syhe Puji karena melanggar hukum. Kepolisianpun tidak menunggu lama untuk segera memanggil Syeh Puji ke Markas polisi untuk diusut secara hukum. Ketika itu Syeh Puji datang dengan rombonganmirip selebritis menumpang mobil BMW Merah dengan kap terbuka dan dikawal sejumlah orang berseragam mirip pasukan. Ketika disebut-sebut dirinya bisa dipenjara karena menikah siri dengan gadis dibawah umum, Syeh Puji bahkan telah lebih dulu membangun bangunan mirip penjara dirumahnya. Lagi-lagi dengan gaya khasnya Syeh Puji menantang aparat kalau berani memenjarakannya.

Ada banyak rumor yang beredar seputar kasus ini terutama seputar pemerasan yang dilakukan sejumlah aparat kepada Syeh Puji agar bisa lepas dari jerat hukum. Angka belasan milyar rupiah disebut-sebut sebagai bentuk suap kepada aparat agar Syeh Puji bisa ditangguhkan penahanannya. Faktanya setelah sempat mendekam dipenjara Mapolwiltabes, Syeh Puji ditangguhkan penahannya. Lalu Syeh Puji sering tampil di berita memberikan ceramah tentang kewirausahaan disejumlah perguruan tinggi di Semarang. Rupanya aktivitas ini memicu polemik lagi. Dan desakan agar Syeh Puji di tahan lagi mengemuka.

Mungkin karena merasa telah "membayar" milyaran rupiah, Syeh Puji lalu berteriak bahwa dirinya telah diperas dan merasa berhak untuk bebas. Berita tentang uang suap ini pun beredar dan disebutkan bahwa Syeh Puji telah memberi 5 milyar rupiah kepada pengacaranya untuk mengurus perkaranya tersebut. Beredar juga rumor yang tidak bisa dipastikan kebenarnya, bahwa petinggi di Polda Jateng juga telah menerima Rp 10 milyar dari Syeh Puji. Jadi total uang Syeh Puji berjumlah Rp 15 milyar yang telah disedot oleh aparat hukum. Rumor yang Rp 10 Milyar untuk petinggi di Polda Jateng masih belum diungkap, namun konon telah dilaporkan oleh tim kuasa hukum Syeh Puji langsung ke Markas Besar Polri di Jakarta.

Syeh Puji sepertinya memang telah menjadi semacam Sapi Perah bagi aparat penegak hukum. Mengetahui bahwa yang bermasalah adalah orang kaya yang sering menunjukkan tumpukkan uangnya kepada publik, aparat hukum sepertinya bersemangat untuk mengusutnya. Bahkan sejumlah LSM juga ikut-ikutan dengan menggelar demo ke kantor penegak hukum mendesak Syeh Puji diusut dengan tuntas. Syeh Puji sepertinya menjadi bunga yang mekar karena memiliki kasus hukum dan tersium harum semerbak karena kekayaannya, kemudian mengundang banyak pihak untuk ikut menghisap kekayaannya. Sementara kasus pernikahan siri dengan gadis dibawah umur yang dilakukan oleh orang biasa yang tidak kaya raya, tidak pernah ada yang menggubris, tidak ada yang berbicara lantang apalagi sampai demo ke kantor penegak hukum.

Namun terlepas dari semua rumor tentang pemerasan yang dirasakannya, sosok Syeh Puji memang kontroversial. Ia sering dengan lantang menantang aparat hukum dan menjadikan hukum seolah-olah tidak ada. Gayanya yang nyentrik dan bicara blak-blakan membuat aparat penegak hukum merah telinganya. Mungkin inilah yang sering disebut orang seperti menggali lubang sendiri. Dengan karakter seperti Syeh Puji, sepertinya dapat diterima bahwa sikapnya yang menantang aparat hukum karena ia sendiri mengetahui dan membuktikan bahwa para aparat tidaklah bersih. Syeh Puji konon telah memiliki rekaman video ketika ia menyerahkan uang suap kepada petinggi di Polda Jateng sebesar Rp 10 Milyar. Jika saja rumor ini benar, maka tidak heran kalau Syeh Puji berani bersikap menantang aparat Kepolisian. Kita tunggu saja kisah selanjutnya dari Syeh Puji, beranikah kepolisan memenjarakannya di balik jeruji besi???.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawa-Bali, Persaudaraan yang tidak Boleh Putus

Miras dalam Tradisi Masyarakat Bali

Dibalik Gonjang-Ganjing Migrasi Siaran TV Analog ke Digital, Ini Soal Bisnis Bung!!!