Kampung Tak Bertuan

Kampung tak bertuan. Itulah perumpamaan untuk tanah air Indonesia yang disampaikan Buya Syafi'i Ma'rif saat dialog di sebuah tv swasta. Saya sependapat dengan mantan Ketua Muhamadiyah ini karena negeri ini seoalah-olah tidak memiliki pemerintahan. Bagimana tindakan kekerasan terus saja mewarnai karena ketiadaan tindakan tegas kepada para pelaku. Lihat saja di Ternate, karena disulut ribut-ribut masalah rebutan jadi gubernur kerusahan kerap melanda. Gambar di TV jelas memperlihatkan orang-orang mengamuk melempari rumah orang lain dengan batu, sementara disampingnya ada polisi tetapi tidak melakukan penangkapan. Sungguh peamndangan yang mengiris hati saya, bagaimana pelaku kekerasan bisa beraksi didepan polisi tanpa ada tindakan apapun dari polisi.

Kepemimpinan tetaplah diperlukan ketegasan. Tegas untuk melindungi rakyat Indonesia dari kekerasan dengan cara apapun, sebab tidak seorangpun warga Indonesia yang bisa dihakimi tanpa melalui proses hukum. Bagimana bisa para pemimpin dan alat-alat negara, makan gaji dari uang rakyat tetapi sama sekali tidak bekerja untuk melindungi rakyat.

JIka Indonesia bisa diibaratkan kampung tanpa tuan, maka itu sama saja dengan menyebut Indonesia adalah rimba raya dimana yang kuat secara fisik itulah yang berkuasa. Slank menyebutkan dalam lagu dengan istilah zaman koboi di texas yang main dar der dor sembarangan tanpa ada penegak hukum yang menegakkan keadilan. Jika benar memang seperti itu, maka sudah saatnya seluruh rakyat negeri ini melakukan pembangkangan sipil. Jangan lagi ada yang membayar pajak dan tunduk pada pemerintahan karena mereka sesungguhnya tidak bekerja. Fisik mereka mungkin bergerak tetapi hati danj iwanya sesungguhnya sedang tertidur lelap. Presiden, Polisi, hakim, jaksa, tentara semuanya sedang tertidur pulas. Ataukah mereka sebenarnya Zombie alias mayat Hidup yang berjalan, berbicara dan mengerjap-ngerjap tetapi sesungguhnya hati nuraninya sudah mati. MEreka, pemimpin-pemimpin negeri ini adalah makhluk tanpa jiwa tanpa hati, karena mereka telah dikuasai kekuatan iblis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawa-Bali, Persaudaraan yang tidak Boleh Putus

Miras dalam Tradisi Masyarakat Bali

Dibalik Gonjang-Ganjing Migrasi Siaran TV Analog ke Digital, Ini Soal Bisnis Bung!!!