Siapa Presiden Negeri Ini?

Ini cerita tentang Indonesia yang semakin carut marut. Entah siapa lagi yang masih punya telinga dan hati nurani di negeri ini karena pemimpin semuanya sudah micek, mbudeg dan ndableg. Mereka pura-pura buta,pura-pura tuli dan pura-pura tak punya hati nurani. demo menurunkan menuntut harga bbm tidak dinaikkan tidak lagi mempan meski kenyataannya banyak rakyat yang hidupnya susah. urusan ekonomi, memang banyak logika yang sudah didalilkan para pemimpin negeri dengan mengatakan bahwa kebijakan menaikkan harga bbm demi rakyat. saya tidak banyak bisa berkata-kata karena sudah banyak para akhli ekonomi yang coba memberi wacana berbeda dan menurut saya itu sangat masuk logika. Namun toh tak satupun pendapat akhli yang mengatakan bbm tidak usah naik yang didengar pemimpin negeri ini.

Tetapi yang tidak habis saya pikirkan adalah masalah kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang kepada kelompok lainnya di Lapangan Monas Minggu 1 juni lalu. KElompok yang cukup sering bertindak melanggar hukum ini toh tetap saja dibiarkan oleh pemimpin negeri ini melakukan aksinya bahkan didepan aparat hukum. Inikah negeri yang disebut-sebut negara hukum dan penduduknya sangat relijius? Inikah negeri yang dipimpin oleh seorang mantan jenderal dengan disiplin tinggi, bergelar doktor dan tekun melakukan ibadah agamanya? Dimana keadilan, dimana hukum, dimana kekuasaan yang diberikan oleh rakyat untukmelindungi segenap rakyat Indonesia?. Apakah kekuasaan yang dikuasakan kepadanya selama ini hanya untuk dinikmati untuk kesenangan diri dan kelompoknya saja?

lelah, jika memikirkan semua realitas ini. lelah mencari jawaban atas pertanyaan karena hal yang mudah dinegeri ini bisa menjadi begitu sulit dan rumit. Masihkah negeri ini memiliki pemerintahan yang membela kepentingan rakyat? Masihkah negeri ini bernama Indonesia yang berdasarkan atas Pancasila? Siapakah sesungguhnya presiden di negeri ini? Kemanakah ia yang harusnya berwenang melindungi rakyat indonesia?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawa-Bali, Persaudaraan yang tidak Boleh Putus

Miras dalam Tradisi Masyarakat Bali

Dibalik Gonjang-Ganjing Migrasi Siaran TV Analog ke Digital, Ini Soal Bisnis Bung!!!