Partai Demokrat, Dari Semut Jadi Gajah

Banyak yang tercengang dengan hasil perhitungan cepat Pemilu legislatif 2009. Partai Demokrat ternyata bisa mengalahkan partai-partai yang sudah bongkotan di kancah perpolitikan Indonesia. Ini termasuk luar biasa terlebih bagi saya yang pernah menganggap Partai Demokrat tidak akan mampu berkembang dan akanbernasib sama dengan partai-partai baru yang tumbuh bak jamur dimusim hujan pasca reformasi. Saya pun punya pengalaman tersendiri menyangkut Partai Demokrat saat jadi wartawan muda di Denpasar.

Suatu siang ditahun 2002, saya mendapat tugas dari atasan untuk menghadiri konfrensi pers Partai Demokrat di sebuah rumah makan yang masih milik kantor tempat saya bekerja. Rumah makan yang menyajikan hidangan Sea food ini terletak di bilangan Jalan Imam Bonjol Denpasar. Jujur saja ketika itu saya agak kurang bergairah karena Partai Demokrat adalah partai yang sangat baru. Bukan apa-apa, karena saya membayangkan akan kesulitan membuat berita yang menarik agar bisa di muat di koran tempat saya bekerja. Apa yang bisa di beritakan dari sebuah partai baru yang hanya memiliki nama Susilo Bambang Yudhoyono, itupun hanya seorang Menteri dibawah kabinetnya Megawati. TEtapi karena tugas, saya tetap berangkat. Selain kurang bergairah, saya juga sangat under estimate pada partai Demokrat. "Mau apa partai kecil dan baru ini" kata saya dalam hati ketika itu. Partai Demokrat ketika itu ibarat hewan semut, jika dibanding partai lain seperti PDIP, PKB, PAN dan Golkar.

Seingat saya, saat Konfrensi Pers hanya saya dan 1 orang wartawan lainnya yang hadir. Dari Partai Demokrat hadir langsung ketua DPP Partai Demokrat yang saya agak lupa namanya,yang jelas dia seorang Profesor. Ada nama Budi dibelakanganya. Lalu 1 orang lagi jajaran DPP, saya dan sebagian orang Indonesia pasti mengenalnya karena dia seorang presenter di TVRI. Namanya Max Sopacua (mudah-mudahan tidak salah menulis nama). Saya lupa isi wawancara saya, yang saya ingat beliau-beliau mengatakan bahwa telah lahir Partai Demokrat yang didirikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono, namun namanya tidak masuk pengurus karena terbentur masalah etika mengingat SBY adalah bawahan Presiden Megawati, "bos besar" PDI P. Karena tidak ada isu yang menarik dari konfrensi pers itu, saya tidak bisa menulis banyak berita melainkan hanya berita selintas dan itupun saya tidak ingat betul apakah dimuat oleh redaktur saya.

Waktu berjalan cukup cepat dan peristiwa SBY yang disia-siakan oleh Megawati menjadi momentum luar biasa bagi SBY. Saat berhadapan head-to Head dalam pilpres 2004, Megawatipun dipecundangi SBY. Kecemerlangan bintang SBY pun terus bersinar dan berhasil membawa Partai Demokrat menjadi Partai besar sejajar dengan Partai-partai yang telah memiliki sejarah panjang di dunia politik Indonesia. Kini Partai Dmeokrat telah menjelma menjadi "Gajah", ia besar melebihi partai PDIP, PKB, PAN dan Golkar.

Bagi saya pribadi tidak ada yang istimewa dari sosok SBY. Saya pernah sedikit berharap bahwa SBY akan membawa perubahan mengingat Megawati sebagai presiden RI menurut saya lebih banyak gagal nya. Jadi kalau presidennya SBY mungkin wajah Indonesia akan lebih baik. Tetapi harapan saya ini kemudian pudar, karena ternyata SBY gagal memenuhi bayangan saya tentang sosok presiden yang ideal. Bagi saya SBY tampil mengecewakan sebagai sosok Presiden dari negara yang mengalami krisis hebat.

Hanya saja kebanyakan rakyat Indonesia lainnya sepertinya berpandangan berbeda. SBY masih bisa diharapkan memperbaiki nasib rakyat dan kenyataannya hasil pemilu 9 april lalu menunjukkan hal ini. Perolehan Suara Partai Demokrat melesat dari yang hanya sekitar 7,5 persen di 2004, kini menjadi lebih dari 15 persen bahkan mendekati 20 persen lebih. Inilah fakta nya dan mudah-mudahan SBY meraih prestasi ini bukan karena kecurangan mengingat banyak persoalan di dalam pemilu 2009 ini.

Jauh lebih penting dari semua perhelatan politik pemilu ini yakni bagaimana agar Indonesia tetap bisa tenang dan damai tanpa ada konflik apalagi hanya sekedar demi rebutan kekuasaan.

Komentar

sgharjono mengatakan…
Memang sekarang Demokrat menjelma menjadi Gajah yng siap bertarung dengan partai2 lama yang sudah karatan di blantika perpolitikan Indonesia. Dulu saya juga under estimate dengan demokrat tetapi SBY bisa membaca dan mengatur manajeman konflik yang menjadikannya mempunyai pamor di masyrakat. Sekarang meskipun banyak yang negatif thinking dengan pelaksanaan pemilu 2009 saya masih berharap dengannya dibanding dengan calon2 yang ada . Salam kenal.
winata mengatakan…
Memang banyak yang sulit ditebak dari dunia politik di Indonesia. Semuanya bergerak tanpa diduga-duga. Kadang memang rada irasional, tetapi... itulah INDONESIA...
Salam kenal juga

Postingan populer dari blog ini

Jawa-Bali, Persaudaraan yang tidak Boleh Putus

Miras dalam Tradisi Masyarakat Bali

Dibalik Gonjang-Ganjing Migrasi Siaran TV Analog ke Digital, Ini Soal Bisnis Bung!!!