Kekayaan Capres dan Janji Perubahan

Calon Presiden dan Wakil Presiden melaporkan kekayaan mereka. Fantastis! Angka kekayaannya bermilyar-milyar bahkan trilyunan rupiah. Gila!!! Mereka kaya bener. Darimana harta kekayaan mereka?? Mengingat tidak banyak dari mereka yang berlatar belakang pengusaha kecuali Jusuf Kalla. Yang lain?? Pensiunan Jenderal (Prabowo dan Wiranto)pensiunan Presiden (Megawati) dan Akademisi/birokrat (Boediono). Mungkin wajar kalau mereka kaya, bukankah tidak aneh kalau ada orang kaya di Indonesia meski tidak jelas sumber kekayaan mereka darimana.

Yang mengganjal pikiran adalah betapa sebenarnya negeri ini menunjukkan bahwa jurang antar yang miskin dan kaya ini sangat jauh. Bagaimana bisa seorang pemimpin disebuah negeri yang banyak rakyatnya masih miskin, memiliki simpanan kekayaan yang berlimpah ruah??? Yang paling ironis adalah ketika memimpin, mereka tidak ada kesungguhan berjuang demi kesejahteraan rakyat. Lalu salahkah jika ada rakyat yang ribut menduga-duga bahkan menuding langsung kepada para pemimpin bahwa mereka hanyalah pengejar kekuasaan yang haus akan kekayaan.

Bangsa ini penuh ironi. Bangsa ini penuh kemunafikan. Sayangnya tidak banyak rakyat yang mau sadar. Alih-alih sadar, rakyat lebih banyak pasrah. Pernahkah anda mendengar kata-kata ini : "Kita tunggu saja datangnya Ratu Adil, Itulah jawaban atas masalah ini". Inilah bentuk kepasrahan, kebuntuan berpikir kita yang tidak mau merubah diri sendiri demi masa depan yang lebih baik. Lihatlah bagaimana justru demokrasi yang harusnya menjadi ruang memilih pemimpin yang benar-benar baik, justru berujung pada terpilihnya para penjahat-penjahat lama. Terpilihnya sosok yang diragukan bisa membawa perubahan pada nasib Bangsa.

Lihat saja pemilihan Presiden nanti. Mudah-mudahan kali ini rakyat tidak lagi dikibuli karena kita sudah tidak lagi punya pilihan dengan munculnya lagi wajah-wajah lama. Wajah-wajah yang secara jujur tidak memberi kita harapan baru. Bukankah mereka-mereka sudah pernah memimpin negeri ini. Tapi apa yang bisa mereka lakukan kecuali menyengsarakan nasib rakyat? Lalu sekarang mereka berjanji bahwa ekonomi rakyat, pemberantasan korupsi dan bla,bla,bla janji manis lainnya di umbar.

Rakyat Indonesia memang baik hati, karena ingatan mereka pendek. Dalam arti lain kita mudah sekali terlena oleh janji-janji palsu meski yang mengucapkan janji tetap saja orang yang sama. Inilah negeriku, bangsaku, Indonesia ku tercinta. Ah...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawa-Bali, Persaudaraan yang tidak Boleh Putus

Miras dalam Tradisi Masyarakat Bali

Dibalik Gonjang-Ganjing Migrasi Siaran TV Analog ke Digital, Ini Soal Bisnis Bung!!!