Sepak Bola Indonesia Benar-benar Memalukan!!

Saya penggemar sepak bola. Tetapi bukan yang fanatik karena saya tidak rela begadang untuk menonton pertandingan Bola kelas dunia. Dan saya juga tidak rela bangun pagi untuk menyepak-nyepak bola bersama teman-teman satu kantor. Hanya saja jelas saya sangat berharap Indonesia punya tim sepakbola nasional yang membanggakan dikelas dunia. Menurut saya tidak sulit memenuhi keinginan ini karena Indonesia punya penduduk yang sangat banyak. Apalagi penggemar sepak bola di Indonesia sangat luar biasa baik pasif ataupun pasif. Bayangkan saja, Indonesia menjadi negara yang paling banyak menayangkan pertandingan langsung sepak bola piala dunia. Sementara negara yang tim sepakbolanya masuk putaran final saja tidak sebanyak Indonesia menyiarkan langsung pertandingan-pertandingan di ajang empat tahunan tersebut.

Namun apa lacur. Semakin tahun nasib sepakbola Indonesia semakin terpuruk dan memalukan. Bayangkan di Sea Games Laos 2009 Indonesia kalah dari Laos, kalah dari Myanmar yang katanya ketika 2 tahun lalu, menyepak bola saja tidak becus. SANGAT MEMALUKAN!!! BENAR-BENAR MEMALUKAN!!! saya tidak habis pikir dengan bangsa ini. Semakin merdeka kok malah semakin terpuruk. Mencari 11 orang dari 200 juta lebih manusia untuk bermain bola saja yang benar saja sulitnya minta ampun. Kalau saya jadi ketua PSSI, maka tidak ada kata lain selain mengundurkan diri saat ini juga. Tetapi jangan harap itu terjadi pada ketua PSSI sekarang ini, karena mungkin kekalahan Indonesia di ajang Sea Games ini dianggap hal biasa saja.

Saya ingin melihat urusan sepakbola ini sebagai sebuah cerminan bagi bangsa ini tentang betapa hancur leburnya semua sendi-sendi kehidupan kita. Betapa bobroknya mentalitas kita dan betapa minimnya kepedulian kita akan sesuatu yang berdasarkan nilai-nilai keluhuran kerja keras dan disiplin. Kita adalah bangsa yang semakin lama semakin lemah. Berjalan bukannya kedepan tetapi kebelakang. Bagaimana saya bisa sampai pada kesimpulan seperti ini dengan hanya mengaca dari keterpurukan tim sepak bola kita.

Sepak bola adalah olah raga yang tentunya mensyaratkan sikap sportivitas, disiplin,kerja keras dan kesabaran. Didalamnya diperlukan kekuatan dan keteguhan hati untuk konsisten atas tujuan dan cita-cita. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar negara-negara yang besar sepakbolanya memiliki tradisi yang kuat dalam menggelar kompetisi sejak usia dini. Tidak ada kata lain selain rutin menggelar komptesi lokal yang berkualitas jika ingin tim sepakbola negara tersebut disegani oleh negara lain. Menggelar kompetisi sepak bola sejak usia dini di Indonesia tak pernah dilakukan dengan serius. Kalaupun ada hanya sekedar ada. Alasannya lebih pada soal pendanaan. Tetapi bagi saya semuanya karena sikap malas mereka yang berkecimpung didalam olahraga sepak bola. Malas untuk berpikir, mencari dana dan hanya berpikir soal keuntungan materi semata. Sepak bola lalu menjadi ajang mencari uang bagi pengurusnya karena klub-klub semi pro di Indonesia begitu bergantungnya pada dana APBD, alias dari uang rakyat. Ironisnya dana itu lalu dipergunakan untuk membayar pemain asing yang kualitasnya ala kadarnya. Para pemain asing bukannya menularkan ilmu bersepakbola melainkan ilmu tinju, karena banyak dari mereka yang dilapangan justru mudah melayangkan bogem mentah ke pemain lawan atau kepada wasit.

Jika bangsa lain sepakbolanya maju, Indonesia stagnan bahkan mundur. Atau kalaupun maju, kemajuan sepakbola Indonesia sangat lamban. Beda dimasa lalu, ketika di tingkat ASEAN misalnya lawan tangguh kita hanya Thailand. Dulu ketika Tim Indonesia berhadapan dengan Jepang saja, masih terbuka peluang besar untuk menang karena jepang ketika itu bukan siapa-siapa. Coba sekarang, berhadapan dengan laos, negara yang namanya sama dengan nama umbi-umbian untuk bumbu dapur, Indonesia digilas. Bagaimana tidak MEMALUKAN???.

Beginilah jika bangsa ini tidak mau belajar dengan sungguh-sungguh, hanya sibuk memikirkan sorga dan neraka, Dosa dan Pahala semata-mata dari ukuran ritual yang dilakukan. Tak ada yang berani menyebut bahwa sorga dan neraka adalah hasil dari kerja kerasmu untuk bekerja penuh ketekunan dan kesungguhan hati. Sorga ada hanyalah untuk manusia-manusia yang bertanggungjawab, penuh disiplin, berani menempuh perjalanan panjang demi mencapai cita-cita. Ketiak ritual adalah ukuran mendapatkan pahala dan sorga maka disanalah kita akan terjebak pada keinginan mendapatkan sesuatu dengan mudah alias Instant.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawa-Bali, Persaudaraan yang tidak Boleh Putus

Miras dalam Tradisi Masyarakat Bali

Dibalik Gonjang-Ganjing Migrasi Siaran TV Analog ke Digital, Ini Soal Bisnis Bung!!!