Kegaduhan dari Dunia Selebritis Kita

Sekitar delapan tahun lalu, saat masih menjadi wartawan aktif di Bali Post, seorang teman saya bercerita bahwa ia baru saja meliput konfrensi pers sebuah Band bernama Peterpan. Setengah bercanda saya mengaatakan kepada teman "Band Peterpan? Emang ada?". Ya.. saat itu bagi saya Band Peterpan belum begitu terkenal. Atau mungkin saja sudah, tetapi saya saja yang kuper, jadi tidak begitu mengenalnya.

Lalu, saat masa-masa awal saya ke Semarang di akhir tahun 2004, teman saya satu mobil dalam perjalanan Jogja-Semarang memutar kaset dari Band Peterpan. Saya tidak akrab dengan lagu-lagu yang diputar, tetapi teman saya ini nampaknya sangat hafal dan senang dengan lagu-lagu itu. "Ini lagunya siapa?" tanya saya. "Lho, ini Peterpan Bli. Masak tidak tau" jawab teman saya. "Wah... di Bali Band ini tidak terkenal, sedikit penggemarnya," kata saya sekenanya. Saya memang tidak begitu banyak mendengar lagu-lagu peterpan di perdengarkan di Denpasar saat itu. Kalaupun ada, saya tidak begitu tertarik, karena suara sang vokalis, tidak lazim saya dengar. Berbeda misalnya dengan suara-suara dari vokalis Band Padi, Slank, Dewa 19 yang menurut saya lebih jelas dan intonasinya tegas. Namun beberapa minggu setelah perjalanan ke Semarang saya pulang ke Bali. Barulah kemudian kata-kata teman saya kalau Band Peterpan banyak penggemarnya memang benar adanya. Sebuah tenda yang dibangun untuk kepentingan promo sebuah produk saat arus mudik Lebaran di terminal Ubung yang lokasinya tepat di depan rumah saya menyetel keras-keras lagu Peterpan. "Benar Peterpan ini Band terkenal" kata saya dalam hati.

Lalu di layar tv band Peterpan berkibar-kibar karena sering tampil. Dengan Ariel sebagai vokalisnya yang memang flamboyan, Band Peterpan demikian banyak penggemar terutama dari kalangan kaum hawa. Bahkan saking terkenalnya sosok Ariel, gaya rambut dan warna vokal nya banyak ditiru. Warna vokal yang saya tidak mengerti bagaimana tekniknya sehingga menurut saya itu bukanlah suara alami dalam artian ada efek khusus yang dilakukan entah dari teknik pernapasan, manipulasi udara di tenggorokan atau teknik lainnya. Yang jelas memang warna Ariel memang khas.

Lepas dari soal warna vokalnya, sosok Ariel memang benar-benar menjadi idola. Dengan wajah dan postur tubuh yang ideal serta gaya rambut yang khas, tidak terbantahkan banyak wanita yang tertarik secara fisik. Dimana-mana banyak wanita terutama dari kalangan Anak Baru Gede (ABG) memuja sosok Ariel. Tetapi kemudian gosip banyak memberitakan bahwa Ariel dekat dengan seorang model asal Bali yakni Luna Maya. Bahkan karena di isukan pacaran dengan Ariel inilah, menurut saya Luna Maya menjadi lebih di kenal di dunia selebritis Indonesia. Artinya, kalau saja Ariel tidak mengandeng-gandeng si Luna Maya, mungkin tidak banyak yang tau siapa itu Luna Maya.

Tetapi, tiba-tiba saja publik kemudian di kejutkan dengan berita kalau Ariel telah menghamili seorang gadis. Dan gadis itu bukan Luna Maya. Berita terus berkembang dan berakhir pada pernikahan si Ariel dengan Sarah Amelia, gadis yang mengandung cabang bayi yang sepertinya terjadi karena "kelalaian" dari Ariel. Publik juga sepertinya melihat bahwa hubungan pernikahan itu tidaklah akan berumur panjang. Seperti ada keterpaksaan dalam pernikahan itu, karena banyak gossip menyebut bahwa Luna Maya tetap cinta mati dengan Ariel. Dan akhirnya memang Ariel dan Sarah bercerai, lalu dengan pelan namun pasti Luna Maya kembali merapat dengan Ariel. Sungguh menunjukkan cinta sejati antara Ariel dan Luna Maya karena meski sudah ditinggal menikah, toh Luna Maya tetap setia menunggu. Mungkin kesejatian cinta ini sepintas memang pantas dan layak, toh juga Ariel memang duda dan Luna Maya juga single.

Cerita terus berlanjut dari sembunyi-sembunyi, ke tahap terbuka terhadap publik mengenai hubungan Luna Maya dan Ariel. Bahkan iklan Sabun yang dibintangi oleh keduanya tidak lagi segan-segan menunjukkan kemesraan. Lagi-lagi hal ini menunjukkan sebuah kewajaran dan keseriusan hubungan keduanya. Tidak ada yang bisa diprotes dan justru hal itu menunjukkan popularitas keduanya semakin menanjak. Pun ketika Video Mesum Ariel dan Luna Maya terekspose ke Publik, saya tidak melihat ada yang terlalu bermasalah. Ya.. karena keduanya memang berhubungan dan nampak pasangan yang saling setia. Sosok Ariel setia dengan Luna Maya dan begitupun sebaliknya.

Namun kejutan muncul ketika video mesum mirip Ariel tidak hanya dengan sosok mirip Luna Maya tetapi juga dengan sosok mirip Cut Tari. Lebih gilanya lagi, masih ada puluhan artis cantik lainnya juga yang terlibat video tidak senonoh dengan sosok mirip Ariel. Ini sungguh mencengangkan dan meruntuhkan gambaran sosok Ariel yang setia pada satu pasangan. Lalu, apa yang bisa diambil dari fenomena ini selain kehebohan pemberitaan dan latah dari banyak orang yang mengunduh video mesum tersebut? Sulit mencari jawaban. Yang jelas ada persoalan kesalahan dalam penilaian terhadap sosok selebritis. Bahwa apa yang ditampilkan di publik bisa sangat berbeda dengan kehidupan sesungguhnya. Memang dunia entertainment adalah dunia glamour dimana apa yang dijalani artis sesungguhnya sangat jauh dari realitas kehidupan orang biasa. Selain hubungan seksual yang bebas, kawin cerai dan narkoba adalah fakta yang sulit dihindari.

Namun demikian, selebritis adalah juga sosok yang di idolakan. Artis hidup dari penggemar yang mencintai mereka dan karena itulah urusan moralitas harusnya menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. DI luar negeri, artis yang moralitasnya sangat meragukan seperti berbuat mesum dengan banyak artis lainnya, dan itu terekspose ke publik akan meminta maaf, bahkan mengundurkan diri dari dunia keartisan. Ini bentuk pertanggungjawaban moral, konsekuensi dari perbuatan yang telah dilakukan. Harusnya artis di Indonesia juga mesti menjadi sosok yang bertanggungjawab secara moral kepada publik. Kalau saja segera ada pertanggungjawaban moral, maka kegaduhan dari dunia selebritis kita tidak perlu terjadi secara berlebihan. Disamping itu, kedewasaan masyarakat juga diperlukan agar penyikapan secara bijak melahirkan solusi terbaik bukan hanya larut menjadi korban secara moral.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawa-Bali, Persaudaraan yang tidak Boleh Putus

Miras dalam Tradisi Masyarakat Bali

Dibalik Gonjang-Ganjing Migrasi Siaran TV Analog ke Digital, Ini Soal Bisnis Bung!!!